
Aku tiduran di kamar Kristy sambil bermain hp. Iseng saja membuka akun sosmed facebook ku. Sudah lama sekali tak mengecek fb ku sejak Bulan tiada.
Dulu aku cukup aktif di sosmed update status dan juga foto. Dan tentu saja waktu itu akunku di penuhi foto Bulan denganku.
Bulan gadis yang cantik dan ceria. Dimana pun dia berada keceriaan selalu ada. Dia gadis yang rame dan supel. Banyak teman sekampus cowok dan cewek menyukainya.
Aku mendapati banyak sekali foto kami berdua di sana. Kami selalu ceria dan tampak bahagia.
Aku menemukan sebuah foto dimana ada 4 orang yang kukenal di sana. Aku, Kak Romi , Bulan dan adiknya di sebuah sirkuit balap.
Aku ingat saat pertemuan pertama kami. Saat itu Kak Romi mengajakku ke sebuah sirkuit balapan. Kak Romi dulu sebelum bekerja pada Papaku adalah seorang anak motor dan ikut bergabung dengan sebuah klub motor anak muda yang cukup bergengsi. Motor sport gede yang jadi tunggangan kuda besi mereka.
" Kau tidak mau coba balap dan corner seperti mereka Yog?" tanya Kak Romi padaku.
" Nggak ah.. malas..kurang kerjaan saja. Paling juga jatuh nyosor tanah ngerusak motor doang..kebanyakan gaya ..." jawabku jutek karena tak suka.
" Yog , kau perhatikan moge hitam itu.. " Kata Kak Romi sambil menunjuk ke seseorang yang sedang melaju di sirkuit tersebut bersama beberapa pemotor lainnya.
" Siapa sih dia? "tanyaku
" Kau lihat saja . Moge yang hitam dan merah itu. Coba kau lihat siapa di antara mereka yang lebih mahir..." kata Romi.
Dengan malas aku memperhatikan kedua pemotor itu. Keduanya sama sama melaju dengan kecepatan tinggi di sirkuit itu. Tikungan demi tikungan mereka lewati dengan begitu mulus. Bahkan lutut mereka hampir menyentuh tanah saat menukik miring. Tapi itu bisa mereka lalui dengan mudah.
GILA... Bukan pembalap pro tapi hebat banget bisa menukik miring dengan sudut seperti itu. Benar benar gila...
Dalam hati aku mulai mengagumi mereka. Ku pikir orang orang joki moge mahal itu cuma anak anak orang kaya yang kebanyakan gaya saja . Tapi ternyata mereka punya kemampuan juga mengendalikan kuda besi mereka. Keren juga..
Namun yang paling mengejutkanku adalah saat kedua pemotor itu selesai memutari sirkuit berhenti dan berkumpul bersama teman teman mereka, mereka melepas helm mereka dan terlihatlah sosok kedua mereka .Dua orang wanita yang begitu cantik . Terlebih saat rambut mereka jatuh terurai dan di terbangkan oleh angin.
" Mereka cewek?" tanyaku sampai ternganga karena begitu terkejutnya.
" Hahaha... Tuh kan jadi bengong seperti sapi ompong.." Kak Romi menertawakan ku.
" Mereka itu dua bersaudara kebanggaan klub kita Yog...Lady biker cantik klub ' moge indo' Bulan dan Bintang namanya. Tebak gadis mana yang gue taksir..." ucap Romi sambil tertawa.
Aku tak menjawab karena masih terkejut dengan kehebatan dua gadis itu.
__ADS_1
" Gimana penampilan gue Rom.. " tanya salah satu gadis itu sambil menghampiri aku dan Kak Romi.
" Keren Bulan..100 !! " Ucap Kak Romi.
" Cuma kak Bulan saja. Aku nggak ni ?" Sahut gadis yang seorang lagi.
" Kau juga tak kalah hebat Bintang cantikku..Keren.." Ucap Kak Romi sambil merangkul bahu gadis itu.
Kedua gadis cantik itu tertawa bersama Kak Romi yang nampak akrab dengan akrab dengan Kak Romi.
" Kenalin nih..yang melongo kayak sapi ompong ni adik gue..anak Bos bokap gue... Yoga namanya " Kak Romi memperkenalkan aku kepada kedua gadis itu.
" Bintang " ucap Bintang seorang gadis imut yang tidak begitu tinggi badannya namun bertubuh kurus. Rambutnya sebahu. Wajahnya seperti wajah gadis jepang. Matanya sedikit sipit dan kulitnya kuning langsat. Ia yang langsung mengulurkan tangan mengajakku berjabat tangan.
Aku tak membalas jabatan tangannya karena mataku tak bisa berpaling dari sosok Bulan yang begitu cantik dan tersenyum pada Kak Romi. Wanita yang sangat cantik, bibirnya tipis dan mungil , hidungnya mancung , wajahnya oval dan berkulit putih. Rambutnya hitam dan panjang. Dia sangat memukau.
" Penggemar kak Bulan nambah satu ni.. " ucap Bintang seraya melangkah pergi meninggalkan kami dan bergabung dengan teman teman klub mereka.
" Yoga.." ucapku sambil mengulurkan tangan pada Bulan.
" Awas jangan kesengsem...Adikku ini seorang playboy.. " ucap Romi seraya menarik Bulan menjauh dariku.
" Apa asiknya jadi playboy.. lebih seru main balap di sirkuit.." kata Bulan.
" Dia ini mah Sultan ... cewek cewek yang deketin dia. Jadi sama dia di ajak main main sekalian " Kata Kak Romi.
" Payah... Gimana rasanya jika ibu lo yang di mainin..Perempuan tuh di jaga.. bukan di mainin..." ucap Bulan langsung padaku tanpa tudung aling aling.
" Gue akan berhenti main cewek kalau lo mau jadi pacar gue" Tanpa basa basi aku langsung nembak dia.
Bulan tertawa. Sedang Kak Romi nampak tidak senang.
" Kalau gue bisa bikin cowok playboy kek lo tobat .. gue ga keberatan. Oke kita pacaran " kata Bulan.
Dan begitulah. Semua terjadi begitu cepat. Pertama bertemu langsung jatuh cinta dan pacaran. Semua serba kilat. Mungkin karena itu jodoh kamipun singkat. Dia pergi begitu cepat meninggalkanku selamanya di kecelakaan maut itu.
__ADS_1
Sejak itu Kak Romi mulai berubah sikap padaku. Dia yang dulunya supel dan sering bercanda denganku mulai menjaga jarak denganku. Terlebih saat dia di angkat menjadi anak angkat Papaku setelah Ayahnya meninggal. Dia bekerja menggantikan nya menjadi tangan kanan Papaku. Sikapnya menjadi dingin dan bicara pun selalu memanggil aku dengan sebutan Tuan Muda. Dia menjadi orang yang tak punya hati terlebih setelah Bulan meninggal.
'Maafkan aku Bulan... Aku memang sangat mencintaimu dulu...Tapi hidup harus tetap berlanjut...Seperti Kristy yang mengganti foto Raka dengan fotoku... aku akan menghapus masa laluku denganmu ..ijinkan aku berbahagia bersama Kristy..'
Aku berucap dalam hati sambil menghapus permanen akun sosmed facebook ku itu. Bye bye Bulan..Kau adalah kenangan manis yang pernah kumiliki.
Setelah itu aku membuka galeri fotoku. Banyak sekali foto foto Bulan dan Aku di sana. Aku pun lalu menghapus semuanya . Hingga tersisa sebuah video yang terkunci.
Ah ini kan... Video itu.. Video saat aku dengan Bulan.
Aku menempelkan jariku untuk membuka kunci video tersebut. Dan setelah terbuka aku segera memencet tombol play agar video itu segera mulai.
Aku ingat , back ground video itu adalah kamarku yang di Jakarta sana. Saat itu rumah kosong cuma aku dan Bulan dan beberapa pembantu saja di bawah. Mama Papa ku sedang pergi ke luar negeri. Sebuah keberuntungan untukku yang berada di rumah berdua saja dengan Bulan pacarku.
" Yakin mau membuat Yog?"
" Iyalah... Buat kenangan sekali saja..." Jawabku yang waktu itu sedang sibuk menyiapkan kamera handycam.
Aku menyeting sudut kamera itu sedemikian rupa agar bisa mengarah ke tempat tidur dengan sempurna. Dan setelah siap aku dan Bulan menuju ke tempat tidur.
YA...Waktu itu aku memang akan membuat video untuk mengabadikan kebersamaan kami. Dan tentu saja itu bukan yang pertama untuk kami. Kami sudah pernah melakukannya beberapa kali sebelumnya. Karena sudah di pastikan akan menikah dan mendapat restu dari kedua keluarga , Kami yang sedang di mabuk cinta berani melakukan **** pra nikah.
Awalnya Bulan menolak saat aku mengajaknya. Tapi aku mengancam akan mencari wanita lain kalau dia tidak mau, dengan berat hati dia akhirnya menuruti ku. Dia menyerahkan keperawanannya padaku.
Setelah itu aku seperti kecanduan . Setiap ada kesempatan aku selalu melakukan itu dengannya. Dan kali ini aku ingin mengabadikannya.
Aku melihat video itu , Kami bermesraan di sana. Jiwa muda, hasrat tinggi membuat kami begitu gila saat itu. Kami bercinta dengan panas di atas tempat tidur kamarku. Yang terdengar cuma ******* manjanya yang mengiringi gerakan intens ku saat kami menyatu. Kami terlarut dalam percintaan panas penuh nafsu itu.
" Sedang lihat apa?" Tanya Kristy yang tiba tiba saja ada di samping ku.
Aku yang terkejut tak menyadari kedatangannya spontan menjatuhkan hp itu. Dan saat itu terlihat dengan jelas oleh Kristy.
" Sejak kapan kau di sini?" tanyaku cepat.
" Mm...itu.. " Kristy hendak mengambil hp ku namun dengan cepat aku mengambilnya terlebih dulu.
" Ah..Ah..Ah.. Terus.. ini nikmat sekali.. "
__ADS_1
Ah bodohnya aku. Saking kuatnya genggamanku aku malah memencet tombol volume up. Sehingga suara Bulan saat mendesah terdengar jelas di telinga Kristy....
Aku buru-buru mem pause video itu . Celaka... Batinku panik saat ku lihat ekspresi wajah Kristy yang nampak seperti orang marah. 😱 OH NO !!! Mati aku...😰😰😰