KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
161. KEJADIAN NAAS


__ADS_3

Yoga tiduran di sofa rumah Kristy. Selain shock ia juga pusing memikirkan bagaimana nasib keluarganya kelak. Apa yang harus ia lakukan untuk menghidupi anak dan istrinya.



*Apa aku harus ke Australia menerima tawaran pekerjaan dari Bisma itu...Aku yakin itu juga pasti lobi lobi dari Kak Romi...Tapi 3 tahun berpisah lagi dengan Kristy dan anak anak...Kristy sedang hamil pula...Aku tidak bisa meninggalkan dia... Dan lagi aku sudah janji akan berada di sampingnya sampai melahirkan nanti*...



*Kalau aku boyong mereka semua ikut ke Australia aku tidak punya cukup uang ...bea hidup di sana sangat tinggi...Aku sendiri tinggal di mana juga tidak tahu...Dan yang terparah... Kalau aku kerja di sana Papa bisa saja menghancurkan perusahaan itu hingga bangkrut*...



*Tinggal di tempat mertua ku ini juga sangat beresiko...Usaha ku saja bisa di hancurkan..Usaha Warung mertuaku juga bisa mengalami hal yang sama kalau aku tetap di sini*...



*Kembali ke rumah Papa juga tidak benar... Dia pasti akan memisahkan aku dan Kristy...Dia akan memaksa aku dengan Nara..aku akan kehilangan anak anak dan istriku lagi*. ..



*Ah...ini sangat memusingkan....Benar benar tidak ada pilihan*...


.


.


Risa yang memperhatikan putranya yang nampak sedang pusing itu tahu Yoga pasti sedang kebingungan memikirkan jalan keluar untuk masalahnya. Ia sebagai Ibu sangat mengerti keadaan putranya itu.



Ia kemudian menghubungi teman teman sosialitanya.



' Aku sedang butuh dana cepat...apa kalian mau membeli perhiasan berlian ku?' Risa mengirimkan foto cincin , kalung dan gelang berlian nya yang dulu pernah di belinya dengan harga yang sangat fantastik. Ia yakin teman teman sosialitanya pasti memiliki cukup uang jika mau membelinya.



' Ada apa ini?... Nyonya Guntoro butuh uang? Sebuah hal yang mustahil..hihi ' ce\_lutuk teman Sosmed nya.



' Apa kekayaan Tuan Guntoro sudah habis , istrinya sampai menjual perhiasan?"



' Hahaha...itu tidak mungkin sayang.. Perusahaan Tuan Guntoro saja menambah anak cabang... Jangan jangan hp Risa di retas orang..'



' Aku benar benar butuh dana..Kalian beli saja perhiasanku kalau mau... Akan aku lepas dengan harga murah..' tanya Risa.



' Mencurigakan...Itu berlian asli atau palsu..hihi..'



' Hei , aku dengar kabar...Katanya kau pergi dari rumah bersama Yoga ya...pantas saja kau butuh uang Risa... Kau sudah jatuh miskin ya...ck\_ck\_ck'



' Apa iya?'



' Risa...kembali saja ke Tuan Guntoro... Kalau Tuan Guntoro punya Affair dengan wanita lain ..maafkan dia...daripada hidupmu susah...'



' Suamiku dulu juga pernah punya affair dengan pegawainya... Lalu aku pecat dia..dan memberinya pelajaran... Sekarang dia sudah kapok ..'



Risa jadi pusing...pembicaraan teman teman sosialitanya yang kebanyakan istri istri pengusaha rekan bisnis suaminya itu malah ngawur dan melenceng dari pokok bahasan.



' Kalian ada minat tidak kalau aku diskon 50%?' tanya Risa cepat.



' Hem..Maaf Risa...kalau ini ada kaitannya dengan Tuan Guntoro aku tidak berani...Aku takut perusahaan suamiku nanti terancam..'



' Aku juga...maaf Risa...'



' Suamimu itu bisa saja menghancurkan perusahaan suamiku kalau kami mengusiknya..'



Risa menghela nafas panjang . Ternyata suaminya sudah terkenal menjadi momok di kalangan sosialita . Bahkan mereka sudah paham bagaimana sepak terjang seorang Guntoro di kalangan para pebisnis. Istri istri mereka juga tak berani mengusiknya.



" Ternyata lepas darimu ini sangat tidak mudah.." gumam Risa.



' Ting..'


__ADS_1


Risa mendapat pesan .Ia tak berani membukanya karena nama ' Suami ku ' terpampang di sana.



" Yog..Papamu mengirim pesan ke Mama.." Risa terlalu takut untuk membukanya sehingga ia memberikannya pada Yoga.



Yoga pun segera membukanya.



' Riz..Aku beri kalian waktu 3 hari untuk pulang ke rumah...Kalau tidak jangan salahkan alu kalau aku akan bertindak lebih parah. Dan juga aku akan mencari istri muda lagi...'



Yoga geram dengan pesan Papanya yang sarat dengan ancaman itu. Seolah memaksa ia dan Mamanya untuk segera pulang.



" Papa benar benar keterlaluan..." ucap Yoga kesal.



" Papa mu akan menikah lagi Yog..." Risa begitu sulit menerima kenyataan jika ia hendak di madu.



" Abaikan saja Ma...Papa tidak akan melakukannya...Dia hanya mengancam agar Mama cepat pulang..Papa hanya mencintai Mama...Selama ini tidak pernah ada wanita lain kan..jadi abaikan Ma...Papa cuma menggertak " kata Yoga.



Ia tahu Papanya sangat mencintai Mamanya. Kak Romi pun tidak pernah bilang Papanya ada affair dengan wanita manapun meski rekan bisnis wanita Papanya sangat banyak. Dalam hal setia pada satu wanita, ia dan Papanya sama. Mereka cuma mencintai satu wanita.



" Tapi bagaimana kalau dia benar menikah Yog?" tanya Risa.



" Jadi Mama mau kembali ke Papa?" tanya Yoga. " Kalau Mama mau kembali , Mama kembali saja. Tapi Mama harus melupakan aku dan Xavier. Mama pilih saja...Papa atau aku..." tegas Yoga.



Risa bingung. Bapak dan Anak ini memang sama persis sikapnya. Tegas dan penuh penekanan. Risa bingung menentukan pilihannya.



" Aku tidak akan kembali ke Papa lagi kalau dia tidak mau menerima Kristy dan Xavier. Juga anak dalam kandungan Kristy .Aku memilih hidup mandiri meski itu sulit. Papa harus di sadarkan dari keegoisan dan kesombongannya. Ia tak boleh menolak cucunya meski lahir dari menantu yang tak di inginkan nya. Dia anakku darah daging ku sendiri.. Separuh darahku mengalir di tubuh Xavier..."



Risa mengerti. Yang di katakan Yoga memang benar. Suaminya memang harus di sadarkan.




Yoga tersenyum dan memeluk Mamanya. " Makasih Ma....Dan sabar dulu ya Ma...Aku akan mencari jalan keluar dari masalah ini..." kata Yoga.Risa mengangguk.


.


.


Risa pergi bersama Rasti ke sebuah pegadaian swasta. Risa bercerita jika ingin menjual perhiasannya untuk membantu putranya .Ia ingin memberikan modal usaha untuk Yoga.



Rasti yang sudah tahu beberapa tempat di kota itu menunjukkan sebuah pegadaian swasta yang di miliki oleh Panther, Mafia tempat ia pernah berhutang dulu. Mereka terpaksa ke sana , karena berlian Risa tidak ada suratnya. Jadi jika ingin mendapat dana cepat dan banyak , mereka bisa menjualnya di sana.



" Asli?" tanya anak buah Panther pada temannya yang sedang meneliti keaslian berlian Risa itu.



" Asli...Ini berlian langka...Ini gila...bagaimana wanita miskin itu bisa punya berlian nilainya milyaran?" ucap temannya.



" Sepertinya teman wanita miskin itu bukan orang sembarangan...penampilannya juga berkelas.."



" Tanya Tuan Panther saja..Hubungi dia..."



Setelah berkomunikasi dengan Panther anak buah Panther menemui Risa dan Rasti.



" Kata Tuan Panther berlian meragukan..tapi karena istrinya berminat dia mau membeli 200..Itu kalau kau mau...kalau tidak pergi saja..jual ke yang lain.."



*Cuma 200 ..Itu sangat murah...Mas Guntoro dulu membelikan itu milyaran*...



" 500 "



" Kemahalan..berlian mu itu tak ada suratnya...300 " ia sedikit menaikkan penawarannya.

__ADS_1



" 400 . Ya atau tidak?" tanya Risa lagi.



" Huuu\_uft...oke deal "



Risa dan Rasti kemudian menerima sebuah koper kecil yang berisi uang sejumlah itu. Risa dan Rasti tersenyum .Risa sebenarnya berat namun demi Yoga ia rela berkorban. Yang penting Yoga bisa punya modal untuk membuka usaha lagi.



Keduanya kembali ke mobil dan segera kembali menuju ke rumah Rasti.



Mereka melewati sebuah jalan yang cukup sepi. Karena tempat pegadaian panther berada di tempat yang cukup terpencil.



" Eh..apa itu.." ucap Risa saat melihat seseorang nampak tergeletak bersimbah darah di pinggir jalan.



"Sepertinya korban tabrak lari..." jawab Rasti.



Keduanya menghentikan mobilnya dan segera turun .



" Ya ampun..lukanya parah sekali..."ucap Risa saat melihat orang itu nampak penuh darah di tangan dan kepalanya.



" Kita hubungi polisi atau ambulan?" keduanya nampak kebingungan.



Saat itu tiba tiba saja sebuah sepeda motor muncul dan berhenti di sana. Seorang pria muda memakai helm yang menutupi seluruh mukanya.



" Ada apa?" tanya pria itu



" Korban tabrak lari.." jawab Risa dan Rasti bersamaan.



" Kalian kan bawa mobil... Cepat kita naikkan dia dan bawa ke rumah sakit " kata pemuda itu.



Tanpa pikir panjang Risa dan Rasti bersama pemuda itu mengangkat tubuh pria yang terluka itu ke mobil mereka.



Sesudah meletakkan pria yang terluka itu pria pengendara motor itu menghidupkan motornya. Ia mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya ...yakni sebuah senjata api pistol dan langsung menembakkannya ke arah ban depan mobil Risa dan Rasti.



"Dor dor "



Risa dan Rasti kaget mendengar suara pistol itu...Mereka berubah panik dan ketakutan saat melihat pemuda itu mengarahkan pistol ke arah mereka.



Yang lebih mengejutkan lagi , Pemuda yang terluka tadi tiba tiba saja bangkit dan mengambil tas koper berisi uang itu.



" Jangan...Itu uang untuk modal usaha putraku.. " kata Risa.



" Berani gerak..ku tembak kau.. " ancam pengendara motor itu.



Risa tak berani berkutik karena pistol pemuda pengendara motor itu mengarah padanya. Bergerak sedikit ia benar benar bisa mati.



Pemuda itu segera naik ke boncengan pengendara motor itu dan mereka langsung tancap gas dan pergi sambil tertawa tawa.



" 2 wanita tua bodoh...Bawa banyak duit ko tidak ada bodyguard..."



" Hahaha...sasaran empuk.." tawa keduanya.



Risa dan Rasti lemas. Mereka hampir saja kena serangan jantung. Yang bisa mereka lakukan cuma menangis saja. Karena mereka baru saja di rampok.


__ADS_1


" Bagaimana ini...kita di rampok...uang Untuk anak kita hilang dan kita juga tak bisa pulang.." keduanya menangis meratapi nasib mereka. Niatnya mau membantu anaknya ...malah ke\_rampokan...


__ADS_2