
Xavier sampai di rumah nya yang di tempati Alisha dengan pintu depan terbuka. Dengan sembarang parkir iaangsung keluar mobil dan langsung masuk ke rumah dengan setengah berlari.
" Alisha!..Alisha!! " Dengan setengah berteriak ia mencari Alisha di rumah yang tampak lengang itu. Xavier menyisir dari ruang tamu, ruang Tv , ruang makan hingga ke dapur sambil berteriak memanggil Alisha.Hingga ia sampai ke depan kamar tidur yang tertutup yang ia duga tempat tidur Alisha , bekas kamarnya dulu.
' Dok dok.dok..' Xavier menggedor gedor pintu kamar tersebut dan memanggil manggil Alisha.
" Alisha !!"
" Kak Xavier...ini benaran kakak? " tanya Alisha dari dalam.
" Ya... Buka pintunya.." jawab Alisha " Tunggu Kak.." Dari dalam kamar Alisha terdengar suara seperti meja di geser dan kemudian suara slot kunci yang di buka. Dan Akhirnya pintu itu terbuka. Alisha keluar dan langsung memeluk Xavier.
' DEG ' Xavier yang lama tidak bersentuhan dengan wanita dewasa selama 10 tahun ini begitu terkejut di buatnya. Jantungnya langsung berdetak kencang .Terlebih Alisha memeluknya dengan kuat dan tubuh gemetar.
" Alisha ?" Xavier terkejut dengan sikap Alisha itu. Ia berusaha menenangkan dirinya dalam situasi seperti itu.
" Kak...aku takut....Begitu aku masuk rumah , pintu rumahku tidak di kunci... Dan saat masuk ke kamar ku aku melihat bayangan seseorang di kamar sebelah...Aku langsung masuk kamar ini dan menguncinya...Aku takut sekali Kak..." ucap Alisha dengan tubuh gemetaran.
" Pencuri? Apa ada pencuri yang menyusup masuk rumah? " tanya Xavier.
" A..aku tidak tahu Kak...Aku tidak berani memeriksanya.." jawab Alisha.
.
.
Ini memang berbahaya sekali...Alisha seorang gadis ...dia tinggal sendiri di sini...Rumah ku ini termasuk perumahan elit... Mungkin orang itu pikir mudah mencuri di sini karena yang tinggal di sini cuma seorang perempuan...
Kalau rumah ini dan isinya sih gak papa...tapi Kalau Alisha ...bisa berbahaya sekali...dia seorang gadis muda...cantik..perawan pula.. Dia bisa dalam bahaya...
.
.
" Kau di sini dulu...biar ku periksa.."
" Gak kak...aku gak mau sendiri..." sahut Alisha yang masih ketakutan.
" Ya sudah kalau begitu kau ikut aku saja.." ucap Xavier sambil melepaskan pelukan Alisha . Alisha kemudian ikut dengan Xavier yang hendak memeriksa rumah tersebut sambil tetap berpegangan pada Xavier. Ia memegang kuat kuat tangan Xavier dan berjalan mengikut di belakangnya.
" Kau melihat orang di kamar ini?" tanya Xavier sambil menunjuk bekas kamar nya dulu dengan Mika. Alisha mengangguk.
Xavier kemudian perlahan membuka kamarnya . Dan terlihatlah kamar itu nampak berantakan . Laci laci lemari pada terbuka dan banyak barang yang berserakan. Sepertinya memang ada orang yang masuk untuk mencuri di rumah tersebut.
.
.
Ah...ini berbahaya...Ada yang berani menyusup masuk ke rumahku... Dan sepertinya dia mengambil perhiasan perhiasan Mika dulu ...
__ADS_1
Sepertinya aku harus memasang CCTV dan menempatkan penjaga untuk menjaga rumah ini dan Alisha..Tentunya juga harus ada pembantu perempuan yang menemani Alisha.... Alisha tidak boleh tinggal sendiri...ini sangat berbahaya...
.
.
" A....ada yang hilang Kak?" tanya Alisha.
" Cuma perhiasan ..."
" Kita lapor polisi Kak.."
" Tidak usah..Besok aku akan menempatkan anak buah ku di sini . Juga memasang CCTV...Kalau sama polisi ribet nanti urusannya...Rumah ku bisa di police line...Aku dan Kesha yang akan mengurus ini..."
Xavier kemudian memeriksa kamar itu juga seluruh ruang. Ia memeriksa setiap sudut nya baik lantai satu dan lantai 2. Setelah semua di periksa dan dan yakin pencuri itu sudah tidak ada keduanya duduk di ruang tamu.
" Sudah aman..kau bisa melepaskan ku.." ucap Xavier pada Alisha yang masih juga enggan melepaskannya karena saking takutnya.
" A...iya.." Alisha pun kemudian melepaskan Xavier. Xavier kemudian segera menghubungi Kesha.
" Suruh anak buahmu kemari sekarang untuk menjaga rumah Alisha...Ada pencuri masuk .." kata Xavier.
" Pencuri ?" tanya Kesha kaget.
" Tidak Bisa Kak..Aku lagi keluar.." jawab Kesha.
" Keluar kemana...memang ada urusan apa yang lebih penting dari tunanganmu?...Tidak ada pertemuan bisnis hari ini..." ucap Xavier.
" Aku lagi kencan ...sama Cinta... Aku balikan lagi dengannya.." terang Kesha. " Ini aku lagi di apartemen Cinta...Dia mau masak makan malam buat ku..."
" HAH??!! " Xavier terkejut sekali mendengarnya. Padahal baru kemarin Kesha dan Alisha jalan bareng dan tampak akur. Sekarang sudah kembali ke Cinta adiknya.
" Perjodohan kami kan tidak wajib...Kami kan boleh mencari yang lain dan sepertinya aku lebih suka sama Cinta...dan Cinta bilang dia juga sudah mutusin Andres..jadi kami balikan lagi.." Kesha menjelaskannya dengan gamblang keputusannya.
" Kalian ini...benar benar deh..." Xavier mengusap kepalanya yang terasa pening. Ia benar benar di buat pusing oleh para adik adiknya itu. Cinta, Andres dan Kesha juga...sama saja.
" Alisha buat Kak Xavier saja..."
" Apa maksudmu?! " Xavier kesal. Kesha main lempar wanita tunangannya semudah membalik telapak tangannya saja.
" Alisha itu dari dulu suka nya sama Kakak "
__ADS_1
Xavier terjejut sekali mendengar ucapan Kesha itu. Ia sampai langsung menoleh pada Alisha yang duduk di depannya yang nampak masih shock karena rumahnya kemasukan pencuri.
" Kakak kan juga selama ini jomblo.. Nikahin saja dia ...Kayla kan butuh Ibu...Kakak kan juga butuh pendamping...Cocok kan..Alisha suka kakak ..Kakak tinggal menyukai dia balik...beres kan..."
" Kalian ini...bocah bocah asem...Ngomong ini itu seenak udel kalian..Ngeselin banget tau !!!" ucap Xavier keras sambil menutup telponnya.
Alisha sampai langsung menoleh pada Xavier yang nampak uring uringan itu. Ia menatap dengan heran pada Xavier yang kini menatapnya dengan tajam itu.
" Kak ? " Alisha nampak heran dengan sikap Xavier itu.
.
.
Jadi...Alisha ini suka pada ku ya?...Bodohnya aku sama sekali tidak menyadarinya...Ada gadis cantik dan semanis ini di sisi ku yang memiliki perasaan padaku..Sejak lama pula....
Aku terlalu fokus pada Mimi, Mika dan Kayla...juga pekerjaan ku...
Bodoh bodoh..bodoh !!
Sekarang aku harus bagaimana? ...
Hidupku cuma berkutat pada Mimi saja...tapi dia tadi juga tidak memberi jawaban padaku...Dia sepertinya benar benar tidak mau menjadi keluarga utuh denganku meski menyayangi Kayla...
Apa aku dengan Alisha saja...dia gadis baik..anak Daddy Bisma...Dia juga menyayangi Kayla...Sepertinya dia bisa menjadi ibu yang baik untuk Kayla...
.
.
" K...kenapa kakak melihat ku seperti itu ?" tanya Alisha yang mulai salah tingkah di pandangi terus oleh Xavier. Ia jadi kikuk dengan wajah tersipu sipu malu.
" Jawab dengan jujur...Apa kau suka padaku ?" tanya Xavier to the poin. Ia langsung bertanya tanpa basa basi lagi.
" A..a..a.. Itu..." Alisha kian gugup. Sudah di pandangi Xavier tajam seperti itu, kini malah di tanyai perasaannya pada Pria duda muda tampan yang kini ada di depannya pula. Ia panik dengan wajah yang kian memerah.
.
.
Ya Ampun...ternyata benar ucapan Kesha...Alisha suka padaku...Tanpa menjawab pun itu sudah tergambar jelas di wajahnya...Dia memang benar menyukaiku..
Dan lagi wajah malu malu kucing cantiknya itu...Imuut sekali...
Ya ampun hatiku meleleh... Apa ini boleh...Apa aku boleh membalas perasaannya?
.
.
" Alisha...lihat aku..." ucap Xavier.
Alisha yang pemalu sama sekali tidak berani menatap Xavier. Ia malah memalingkan pandangannya ke arah lain sambil memegangi kedua pipinya dan menunduk. Xavier pun kemudian mulai mendekat pada Alisha. Ia menengadahkan Alisha dan membawanya melihat dirinya. Alisha kian kacau dan gugup saat Xavier perlahan mendekatkan wajahnya seperti hendak menciumnya.
.
.
Oh...tidak ...Kak Xavier dekat sekali...terlalu dekat ...
Bibirnya...bibirnya dekat sekali....Bagaimana ini..
.
__ADS_1
.