
" Selamat pagi istriku sayang..." ucap Xavier sambil tersenyum manis saat Alisha membuka matanya.
Alisha membalas senyum Xavier dengan wajah malu malu nya. Ia senang Xavier nampak berseri seri dengan wajah bahagianya. Bagaimana tidak bahagia , setelah menduda 10 tahun akhirnya ia bisa juga merasakan kenikmatan itu lagi dan mendapat perawan pula. Rasanya benar benar seperti di surga.
" Sayang...lagi.."
" Hah ?...Masak lagi Kak..Semalam apa masih kurang?...Badanku rasanya remuk sakit semua " sahut Alisha cepat karena sudah semalaman Xavier minta terus. Berhenti sebentar , minta lagi. Alisha sampai kurang tidur. Sebentar sebentar di bangunkan untuk memenuhi hasrat suaminya yang begitu kemaruk itu.
" Habis rasanya benar benar enak... Aku ketagihan.." ucap Xavier jujur. Rasanya memang sangat lain di bandingkan dulu. Menikmati jalan buntu dan membuka jalan sendiri sangat berbeda dengan jalan tol yang sudah jadi. Memang tetap sama nikmat namun yang belum pernah tersentuh jauh lebih segalanya. " Kamu juga suka kan , Alisha ?"
" S..suka sih...tapi masih nyeri Kak.."
" Nah justru karena itu , harus lebih sering di pakai. Nanti tidak sakit lagi..." Xavier tetap tidak mau mengalah. Ia ingin melepaskan semua hasrat terpendamnya setelah berpuasa bertahun tahun.
" Kalau begitu habis sholat ya Kak..Kita mandi dulu.."
" Siap sayang..." Xavier segera bangun . Ia menyambar piyamanya dan masuk ke kamar mandi. Menyiapkan air hangat dan mengisi bath up . Kemudian ia keluar lagi dan menghampiri Alisha yang masih membereskan selimut dan sprei.
" Kak , tolong ambilkan sprei dan selimut di lemari.." pinta Alisha .Ia enggan mengambil sendiri karena tubuhnya terasa nyeri terutama di inti tubuhnya.
Xavier menuruti permintaan istrinya dan kemudian membawakan sprei dan bedcover lain dari lemari.
" Pasti banyak susu strawberrynya .." kata Xavier.
" Susu strawberry ?" tanya Alisha..
" Hehe...itu.. Darah perawan dan \*\*\*\*\*\* ku.."
Ucapan Xavier sontak membuat Alisha malu. Ia sampai memegangi kedua pipinya yang memerah.
.
.
Kak Xavier ini... Ngomongnya tana tudung aling aling...😓 tapi memang benar si..cuma .. Gimana gituh...
.
.
" Tinggalin saja..Nanti biar aku yang menata..Kamu mandi dulu aku sudah menyiapkan air nya..."
" Bisa?"
" Keciiiilll..." jawab Xavier. Xavier lalu mendekati Alisha dan menatapnya dengan penuh cinta. " Kalau bukan karena harus ibadah dulu , aku tidak akan membiarkan kau lepas sedetikpun dariku..."
" Kakak ini...."
" Yuk mandi dulu..." Xavier kemudian segera mengangkat tubuh Alisha yang tertutup dres piyama tipis dan transparan itu.
.
.
Kak Xavier ini ternyata pria pengertian juga...Ia menggendongku ke kamar mandi... So sweet nya...😍😍😍😍
Ia tahu tubuhku sakit semua...sungguh romantis...
.
.
" Kak..."
" Hem..."
" Aku makin jatuh cinta pada Kakak..." bisik Alisha pelan di telinga Xavier. Xavier tersenyum dan menghentikan langkahnya sesaat. Kemudian ia megecup lembut bibir istrinya itu. Alisha melingkarkan tangannya ke leher Xavier dan mendekat. Ia membalas ciuman suaminya itu dengan mesra. Cukup lama mereka saling berpagutan , dan kemudian Xavier segera menghentikannya.
" Nanti saja sesudah ibadah...selak habis waktunya " ucap Xavier yang tahu jam ibadah subuh itu begitu singkat meski ia sering absen melakukannya. Dan mulai kini karena keluarganya baik istrinya maupun mertuanya keluarga religius , ia harus melakukannya. Ia juga ingin berubah menjadi lebih baik agar rumah tangga keduanya ini menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Wa Rahmah. Ia adalah pemimpin keluarga barunya ini. Bersama Alisha dan Kayla. Juga adik adik Kayla nanti.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Seminggu kemudian , Xavier dan Alisha kembali lagi ke Jakarta . Perusahaannya tidak bisa ia abaikan terus dengan menikmati bulan madu di desa kampung kelahiran Alisha itu.
Bisma mengantar mereka sampai ke depan rumah. Ia melepas kepergian putrinya yang kini menjadi tanggung jawab Xavier.
" Titip Alisha Xavier...Bimbing dia menjadi istri yang baik dan taat kepadamu...." ucap Bisma sambil memeluk Alisha dan Xavier bergantian. Begitu juga dengan Sonya.
" Pasti Daddy.. " ucap Xavier sambil tersenyum.
Sonya memeluk Alisha dengan mata sembab. Kini putri semata wayangnya itu telah di persunting orang. Ia begitu terharu dan juga bahagia.
" Semoga kalian bahagia.." Sonya dan Bisma mendoakan putra putri mereka.
Alisha dan Xavier tersenyum dan mengangguk. Mereka melambaikan tangannya saat memasuki taksi yang akan mengantarkan mereka menuju ke bandara.
Xavier dan Alisha saling tersenyum dan menggenggam jemari mereka . Alisha menyandarkan kepalanya ke bahu Xavier .
" Gak pingin bulan madu kemana gitu ? " tanya Xavier.
" Lain kali aja Kak..Kita bulan madu di rumah saja. Bukan bulan madu sih...tapi aku ingin kita liburan bertiga bukan berdua..Aku ingin Kayla ikut juga ..."
" Kau benar...aku sampai lupa kalau sudah punya anak...cuma mikir kamu saja.. Pingin berdua denganmu.." timpal Xavier.
" Jangan lupa kita sudah punya anak ...Kayla.."
" Hehe...kau benar...Nanti secepatnya aku akan minta Papa dan Mama membawanya pulang. Mereka masih di Amrik. Nanti kita liburan bertiga.."
.
.
.
.
.
Sebulan kemudian , Yoga Kristy dan Kayla kembali ke rumah. Xavier dan Alisha menyambut kedatangan mereka dengan penuh senyum . Bahkan Alisha sudah menyiapkan sebuah boneka Kelinci bewarna pink untuk hadiah Kayla .
" Papa..." Kayla berhambur memeluk Xavier yang begitu di rindukannya. Xavier pun memeluk dan menciumi pipi putrinya .Ia pun begitu rindu tak bersamanya sebulan ini.
" Kayla..." ucap Alisha sambil memberikan boneka tersebut. Kayla yang menyukai benda benda berwarna pink begitu senang menerima hadiah dari Alisha.
" Makasih Kak Alisha " Ia menerimanya dengan senang. Ia tidak merasa heran Alisha ada di sana karena ia pikir Alisha masih menumpang tinggal di rumahnya.
" Papa...Ayo kita ke rumah Saif...aku kangen padanya....juga sama Ummi..."
" Hemm... Papa mau berangkat ke kantor sayang.."kata Xavier.
" Pokoknya kita kesana sekarang... Kantor kan perusahaan Papa sendiri...Cepat Pa...aku kangen sekali sama Ummi dan Saif.." Kayla menarik narik tangan Xavier .
Xavier menatap Yoga , Kristy dan Alisha Seperti ingin meminta pendapat mereka. Alisha mengangguk , ia menginjinkannya .Karena ia tahu Kayla sangat menyayangi Mimi dan Saif.
" Tidak apa apa... Antarkan saja " kata Yoga.
" Dia memang harus tahu..."
" Ayo Papa..."
Xavier akhirnya menuruti putrinya. Ia mengikuti langkah putrinya yang begitu bersemangat mengajaknya pergi ke tempat Mimi dan Saif.
" Kau juga ikut Alisha...cepat kesana..." kata Kristy.
__ADS_1
Alisha kemudian mengikuti mereka Xavier dan Kayla duduk di bangku tengah. Alisha pun juga ikut masuk dan duduk bersama mereka.
" Loh...Kak Alisha juga mau bareng ke kantor ? " tanya Kayla heran.
" Dia bukan Kakak dia..."
" Stt..." Alisha memberi isyarat pada Xavier untuk tidak mengatakannya dulu.🤫 Alisha kemudian duduk di sisi Kayla yang brada di tengah tengah di antara mereka .
" Ke tempat Mimi.." kata Xavier pada sopirnya.
.
.
.
" Kamu di America ngapain aja sama Oma Opa sayang..." tanya Xavier pada putrinya. Dan dengan cerianya , Kayla menceritakan pengalamannya selama berada di sana bersamaYoga dan Kristy.
" Lho Pa...kita ke tempat Ummi bukan Om Ferdi.." ucap Kayla yang melihat mobil mereka berjalan memasuki parkiran hotel milik Ferdi.
" Mereka di sini.." jelas Xavier.
" Oo..." Kayla mengangguk angguk. Ia mengira Saif dan Mimi sedang bersantai menginap di hotel Ferdi seperti yang mereka lakukam dulu. Kebetulan ini memang akhir pekan.
Kayla tak banyak bertanya lagi , hanya saat memasuki lift menuju ke ruang sekian nomor ia heran. Xavier menggandeng tangannya.
Begitu pintu lift terbuka , Kayla tersenyum karena Saif dan Mimi ada di sana.
" Ummi...Saif..." Kayla memeluk mereka dengan erat. Ia begitu senang bisa bertemu kembali dengan orang orang yang sangat di sayanginya itu.
" Ayo silahkan masuk ..." ucap Mimi menyuruh Xavier , Kayla dan Alisha masuk ke sebuah ruang di hotel itu. Dari kenampakannya , Tempat tersebut adalah lantai teratas di hotel tesebut.
Begitu pintu di buka Mimi , Kayla ternganga. Ruangan luas , indah ,mewah dan mirip apartemen berkelas itu terpampang luas di hadapannya.
" Ayo masuk...aku tunjukkan kamarku.." kata Saif sambil menarik tangan Kayla.
Setengah berlari Kayla mengikuti Saif. Dan Kayla melepaskan tangan Saif , saat melihat foto besar yang terpajang di sana. Foto keluarga yang terdiri dari Mimi ,Saif dan Ferdi. Juga foto pernikahan Mimi dan Ferdi dengan gaun pernikahan mereka yang begitu indah.
" Silahkan duduk Alisha , Xavier..." Mimi mempersilahkan tamunya .
Baru saja Xavier dan Alisha duduk , Ferdi tiba.
" Maaf aku terlambat kemari..tadi ada meeting.." katanya . Mimi mengangguk dan tersenyum.
" Tidak apa apa Ferdi..kami juga baru tiba.." kata Xavier.
" Ini apa ? " tanya Kayla sambil menunjuk foto pernikahan Umminya dengan tangan bergetar.
Xavier , Alisha, Ferdi dan juga Mimi menoleh pada Kayla. Mereka tahu , mereka memang harus menjelaskan semuanya pada Kayla.
" Om Ferdi menikah dengan Ummi ku..Dia sekarang jadi Abi ku.." jawab Saif lugu.
" NGGAK!! ...ITU TIDAK BOLEH!! .... Ummi harus menikah dengan Papa ku.. Bukan Om Ferdi.." ucap Kayla keras. Ia sangat tidak setuju dengan pernikahan mereka. Yang di inginkannya cuma Ummi dan Papanya bersatu menjadi sebuah keluarga utuh yang sebenarnya.
" Om Xavier lho menikah dengan Tante Alisha..." tambah Saif.
" TIDAK!!..Aku tidak mau.. Ibuku cuma Ummi dan dia harus menikah dengan Papaku . Aku tidak mau ini...TIDAK BOLEH !!!" Teriak Kayla histeris.
" Kayla..." Xavier yang sudah menduga reaksi Kayla segera mendatangi putrinya. Ia harus memberi pengertian padanya kini.
.
__ADS_1