KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
212. XAVIER CEMBURU


__ADS_3

Mimi di perpustakaan bersama dengan Abimanyu. Dan seperti biasa mereka saling terdiam di depan buku masing masing. Membaca dengan tenang.



' Tuk tuk...,' Abimanyu memukulkan bolpoin nya ke meja. Sesaat perhatian Mimi teralih. Ia melihat ke Abimanyu.



"Baca ..." Abimanyu menarik sebuah kertas memo kecil di depan Mimi.



' Boleh jujur?' tulisnya.


Apa Kak Abi mau bilang sesuatu?...batin Mimi


' Tentu ' jawab Mimi dalam memo nya.



' Mi...Maaf ya ..cm berani lewat kertas...aku malu soalnya ...Mimi..aku suka kamu...'



Mimi langsung merona kedua pipinya saat membaca kertas memo itu. Ia lalu menoleh pada Abimanyu yang juga tampak menutupi mukanya. Ia pun juga malu. Padahal ia sebenarnya tampan , tapi untuk menembak gadis pujaan hatinya itu ia masih belum begitu berani.



Namun saat melihat dengan mata kepalanya sendiri Xavier yang begitu berani, ia juga takut Mimi di rebut sehingga ia nekat walaupun cuma berani menulisnya di secarik kertas.



' Terima kasih..'



" Kok cuma terima kasih Mi? " tanya Abimanyu yang kecewa tidak mendapat jawaban.



" Hihi...Bukankah kakak sudah tau pasti jawabannya?" tanya Mimi sambil menunduk.



" Jawab lah Mi...ngambang ni.."



" Sama " Ucap Mimi pelan . Abimanyu tersenyum.



" Jadi di terima ?" tanya Abimanyu. Mimi mengangguk. Senyum sumringah langsung muncul di wajah tampannya. Betapa bahagianya perasaan mereka bersambut.



" Jadi kita pacaran?" tanya Abi lagi.



" Iya ...."



" Senangnya..." ucap Abimanyu bahagia. Mimi pun tersenyum .


Akhirnya...setelah 3 tahun kami bisa jadian juga..Tapi sayangnya..tahun depan Kak Abimanyu sudah lulus....


Xavier mengantar Mimi pulang ke kos kosannya.



" Mau mampir?" tanya Mika mengajak Xavier



" Emang boleh masuk kos putri..."



" Boleh ..nanti aku bilang kamu adikku sama ibu kos .."



Xavier kemudian melangkah masuk mengikuti Mika . Ia memasuki pelataran kos.Sebuah bangunan bertingkat seukuran kamar yang berjumlah cukup banyak.



" Malam ibu kos..." sapa Mika. Ia kos tersenyum. ia heran melihat Xavier yang asing.



" Cuma mampir sebentar Bu..." terang Mika yang mengerti arti tatapan penasaran pemilik kos itu. Xavier tersenyum manis padanya pula .



" Oke ...."



" Itu kamarku..." Mika menunjuk ke kamar lantai 2 yang berada paling ujung sebelah kanan. Mika kemudian membuka pintu dan menyuruh Xavier masuk.



" Mau minum apa ?" tanya Mika.



" Susu " jawab Xavier cepat



" Ha ?...Susu?... Susu apa?" tanya Mika bingung. " Jangan mesum Xavier...Kamu Lo baru beberapa hari pacaran denganku.. Tadi juga baru belajar ciuman kok sudah minta minum susu...Belum boleh ya..."

__ADS_1



Xavier bengong sambil menggaruk garuk kepalanya. Sejak kecil hingga hari itu , setiap malam sebelum tidur ia memang selalu minum susu. Mama nya Kristy dulu memberi susu peninggi badan (meskipun sudah tinggi) agar pertumbuhannya maksimal, di rumah Romi pun Pembantunya juga selalu menyediakan susu dengan merk sama dan memberikan itu padanya sebelum tidur . Xavier yang memang turunan Yoga dan Kristy yang sama sama tinggi kini tingginya sudah 183 di usia 16 (beberapa bulan lagi).



" Kamu pikir susu apa?" tanya Xavier kemudian.



" Ini kan..." Ucap Mika sambil menunjuk ke arah dada nya yang montok. Xavier membelalakkan matanya. ' C l e g u k ' ia menelan air ludahnya sendiri .



" Mik...kau membuatku berpikir kotor .." ucap Xavier lugas. Mikaila tertawa.



" Memang tidak?" tanya Mika.



" Aku bisa minum susu Tian~ci sebelum tidur..." terang Xavier.



" Astaga...susu beneran?...kirain .."



" Tuh kan kau sendiri yang mesum ...aku ini pria suci dan lugu .. Kau saja pacar pertamaku .."



" Hihi .. maaf..."



" Mau di ajari juga?"



" Kau terlalu berani Mika .." kata Xavier.


" Aku pacarmu yang ke berapa? "


" 3 " jawab Mika apa adanya. " Pacar pertama ku Cinta semasa SMA ku...Pacar kedua sewaktu kuliah...pacar ketiga juga waktu kuliah ..kamu yang ke 4..."



" Pengalamanmu tentang cowok pasti sudah banyak..."



" Mau coba ?"



" Kalau kau main denganku nanti kau di bilang lagi main sama berondong..Aku masih 15 Lo..." terang Xavier. " Mau kamu di bilang l o l i c o n?"


Kamu bisa kena pasal ...bermain dengan anak di bawah umur.."


" Hahaha...Xavier Xavier...serius amat kamu...aku cuma bercanda..." kata mika.



" Tapi kalau cium saja sih bolehlah.." Mika tersenyum. Mika kemudian mendekati Xavier dan mengecup mesra bibirnya. Xavier pun membalasnya. Ia anak pintar sehingga bisa belajar dengan cepat termasuk dalam hal ciuman. Ia mulai pintar mencium . me\_magut, menautkan bibir mereka dan juga menyesap manis bibir lembut dan indah itu.


" Minum ini saja ya .." Mika mengambilkan minuman berkarbonasi kaleng dari kulkasnya dan memberikannya pada Xavier setelah mereka puas berciuman.



" Mau makan mie instan? " tanya Mika lagi.


Xavier mengangguk .


" Kita bikin berdua..." Xavier bangun dan mengikuti Mika ke dapur . Di sana mereka memilih Mie cup sesuai kesukaan mereka. Kebetulan Mika memiliki beberapa macam rasa berbeda di stok makanan simpanannya.



" Ada daging gak?" tanya Xavier



" Ada sedikit sisa kemarin ..fillet tapi..ambil di tempat kulkas.."



Xavier kemudian mengambilnya .Akhirnya mereka masak berdua sambil bercanda tawa dan setelah siap merekapun makan berdua.



" Xavier, kamu punya mobil ?" tanya Mika



" Di rumah banyak sih punya Om ku .."



" Sebentar lagi musim hujan Lo...Meski motormu keren tetap saja kehujanan kalau pas hujan..."



" Kamu minta di belikan mobil?" tanya Xavier.



" Ih ...enggak lah...maksudku kamu yang beli mobil buat kamu sendiri...nanti kalau pas ngantar pulang biar ga kehujanan..."



" Oo...kirain minta di beliin..."

__ADS_1



" Memang kamu punya uang buat beli mobil?" tanya Mika menyelidik .



" Ya aku tinggal minta sama Om Romi .."


Waduh ..gawat...kalau ketahuan pak CEO Romi aku bisa di pecat minta mobil dari keponakannya ..


" Mobil banyak tinggal bawa satu punya Om ku..." Akhirnya Mika mengangguk .Ia tidak mau terlalu kelihatan seperti cewek matre yang ingin mo\_rotin Xavier.



" Kamu bisa nyetir kan.."



" Bisalah...eh Mik...aku kok ngantuk ya habis makan.." ucap Xavier yang merasa ngantuk karena kekenyangan.



" Tiduran sebentar sana .. " kata Mika sambil menunjuk ke tempat tidurnya. Sebuah spring bed dengan ukuran Queen size tertata rapi.



Xavier melangkah ke sana dan segera merebahkan diri. Selang beberapa menit , ia pun benar benar sudah tertidur.



" Ya ampun...cepatnya dia tidur ..ngantuk banget ya..." ucap Mika gemas melihat Xavier yang tertidur seperti bayi. Pemuda tampan itu terlalu tampan saat tertidur.


Andai saja umurmu sebesar badanmu...Sayangnya kau masih bocah...15...aku 22...7 tahun...jauh sekali usiamu dengan usiaku...


Xavier terbangun pukul 00.00 Ia mendapati Mika terlelap tidur pula di sisi nya sambil memeluk Guling nya. Xavier bangun dan kemudian segera beranjak. Ia pun menutup pintu kamar Kos Mika dan kemudian kembali pulang ke rumah Romi.



" Malam sekali..." ucap Romi yang menunggunya pulang. ia duduk di Ruang tamu sambil mengerjakan tugasnya dengan laptopnya.



" Ketiduran.." jawab Xavier. Romi tersenyum . Ia tahu , Xavier bukankah orang yang suka berbohong. " Habis makan kekenyangan terus ngantuk Om..."



" Di mana ..?"



" Di rumah pacarku .. ah..bukan...di tempat kos nya..."



Romi menghela nafas panjang. " Ya sudah kau tidur sana...Jangan lupa di minum susu mu ..tadi sudah di buatkan sama pembantu.."



" Iya..." Xavier hendak menuju ke ruang makan



" Xavier...Jangan lupa pakai pengaman "



" Ha?"



" Pacarmu wanita dewasa...Kau masih bocah kalau kau tidak pakai, dia bisa hamil..Bisa bisa kau di suruh menikahi nya..Padahal kau masih sekolah "



" Om...aku Lo tidak tidur sama dia...a...maksudku aku memang tidur tapi tidak tidak berhubungan dengannya..."



" Bukan tidak...tapi Belum...Pokoknya jangan lupa pakai pengaman. Nih " kata Romi sambil melempar sebuah kotak kecil dan langsung di tangkap Xavier. Ia sudah membelikannya tadi.



" Om Romi terlalu berlebihan .. h a l u..." ucap Xavier seraya pergi meninggalkan Romi. Meski begitu ia tetap menerima pemberian Pamannya itu.



Romi cuma tersenyum . " Belum tahu saja kamu dunia orang dewasa Xavier. ..lagian pacarmu itu kelihatan banget sudah pro..." gumam Romi


Xavier tiduran di ranjang mewahnya. kamar luas , indah , nyaman, dan jauh sekali jika di bandingkan dengan kamar kos mika tadi.


" Mimi....aku rindu ..." Ucap Xavier sambil membayangkan wajah Mimi karena ia tidak memiliki foto nya sama sekali.


" Ah...coba cari di FB saja... Mungkin dia punya akun di sana...Mimi Calista "


Xavier browsing FB dan searching akun bernama Mimi Calista.


" Eh...beneran ada...ini wajahnya..." Xavier kemudian membuka profilnya. Betapa terkejutnya ia saat melihat status baru Mimi yang sepertinya di unggah hari ini.


Sepasang tangan yang nampak saling menggenggam seperti tangan pria dan wanita Dengan caption bertuliskan ' Akhirnya setelah 3 tahun menunggu .. Aku bisa mendapatkan cintamu ...' Di sana ia juga men tag nama seorang cowok yang bernama Abimanyu.


Banyak sekali komen dari teman teman mereka yang memberi ucapan pada keduanya


' Akhirnya jadian juga ..'


' Ya gitu..dari pada diem terus terusan..'


' Cinta itu di ucapkan bukan di pendam '


Bahkan sosok yang bernama Abimanyu pun juga ikut komen.


' Terima kasih ..doakan sampai pelaminan '


Xavier langsung melempar hp nya. Ia kesal, Mimi menolak cintanya namun ia menerima cinta dari pria lain ...itu sangat tidak bisa di terimanya. Hatinya benar benar di bakar api cemburu.

__ADS_1


Mimi milikku....tidak akan ku biarkan pria lain yang merebutnya..... Aku akan memisahkan mereka....


__ADS_2