KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
112. XAVIER ADIK KITA


__ADS_3

' PRANG "



Yoga mengamuk dan melempar semua barang ada di dekatnya termasuk juga vas bunga yang berada tak jauh dari tempat tidurnya. Ia mengamuk pada Dokter dan perawat yang ada di sana.



" Apa gunanya lagi aku hidup..Kristy meninggalkanku..Anak kandungku juga sudah tidak ada lagi..Dan di tambah lagi aku cacat.. Aku tidak bisa berjalan...Hidup rasanya bagai di neraka... untuk apa lagi aku hidup.. " keluh Yoga.



" Apa dia benar benar lumpuh Dokter?" tanya Romi pada Dokter yang menangani Yoga.



" Sebenarnya tidak Tuan. Hasil pemeriksaan kami semua normal . Dia tidak lumpuh. Cuma karena ia tersadar dari koma dalam waktu lama ototnya jadi kaku dan massa ototnya mengecil. Ia jadi sulit menggerakkan kakinya. Ia perlu melatih ototnya lagi agar bisa berjalan kembali. " jelas Dokter yang merawat Yoga.



" Kalau begitu carikan Dokter Fisioterapi terbaik. Disini ada kan?" tanya Romi



" Ada Tuan. Kami akan merekomendasikan Dokter terbaik untuk Tuan Yoga "



" Bagus.. ya sudah kalau begitu biar aku yang menangani bocah manja ini.." kata Romi lagi.



Para Dokter dan perawat itu kemudian segera pergi meninggalkan Romi dan Yoga yang masih mengamuk dan ngomel tak karuan.



" Bersyukur sedikit kenapa Yog..Sudah untung kau masih hidup setelah koma 9 bulan. Itu keajaiban tau.." kata Romi.



" Syukur dari mana.. aku lumpuh.. cacat " sahut Yoga kesal.



" Ya ..setidaknya mulutmu masih bisa bergerak ngomel ngomel seperti itu.. Coba kalau yang lumpuh otot mulutmu ...kau tidak bisa ngomel ngomel lagi..Hahaha " ucap Romi sambil tertawa tawa.



' Asem banget mulut lemes Si Raja Singa ini.. ' Batin Yoga geram.



" Kau itu tidak cacat.. cuma sulit berjalan karena terlalu lama kau tidur .. jadi otot mu melemah . Cuma perlu di terapi agar menguat kembali...Sapa suruh sih kau tidur seperti beruang kutub yang hibernasi.." Romi masih juga meledeknya .



" Jadi aku akan bisa jalan lagi?" tanya Yoga



" Bisa...makanya dengarkan dulu Dokter nya kalau ngomong bukan malah ngamuk dulu "



" Kakak tidak cuma menghiburku kan ? " tanya Yoga yang masih belum yakin karena ia merasa sulit menggerakkan kakinya.



" Iya ...tadi Dokter bilang seperti itu adikku yang manja " ucap Romi sambil mengusap kepala Yoga.



Luka di kepalanya sudah sembuh dan bekas jahitan operasi juga sudah pulih seperti sedia kala. Yoga akhirnya bisa mulai bernafas lega.



" Sini biar kulihat Si Junior mu masih bisa bangun atau tidak..siapa tahu setelah koma jadi tak bisa bangun.. " canda Romi seraya membuka selimut penutup kaki Yoga.



" Kak!!!" Yoga langsung protes dan memukul bahu kakaknya. " Dasar Raja Singa ngeselin " Yoga mengomeli Romi yang tertawa tawa karena keisengannya .



" Hahaha... Kalau lihat pukulan mu sepertinya masih aman ya keris empu gandring nya.."



" Ya tentu sajalah.. Kalau yang itu mati tidak ada gunanya hidup " timpal Yoga



" W\*ka.ka.ka.." Romi tertawa ngakak sampai matanya berair. Yoga pun akhirnya ikut tertawa.



"Pokoknya ... Selamat datang kembali adik manjaku ..." ucap Romi yang akhirnya bisa juga membuat Yoga tersenyum . Tidak mengomel ngomel lagi.

__ADS_1


.


" Kak... tolong carikan Kristy...suruh anak buah mu mencari dia..." pinta Yoga setelah ia tenang



' Anak ini cinta mati banget ya pada wanita itu.. begitu sadar request pertama nya tetap dia ...benar benar sangat mencintai dia ya... '



" Dia sudah meninggalkanmu kenapa masih mencari dia lagi..." tanya Romi



" Dia waktu itu mengandung anakku.. dia bilang akan menggugurkannya...Tapi dalam ingatan terakhir ku dulu..Aku dulu menggenggam cincin kawin dan foto USG anak kami... Aku yakin dia yang mengambilnya . Dan aku berpikir dia pasti tidak akan melakukannya..Dia tidak akan tega membunuh buah cinta kami . Hati kecilku mengatakan anakku masih hidup " ucap Yoga dengan praduga nya.



Romi tersenyum. ' Kau benar Yog...anakmu masih hidup.. Dan dia ada di genggamanku...'



" Jadi tolong temukan dia Kak. Temukan Kristy dan anak anakku.."



Romi terdiam. Ia cuma mengangguk.



'Maaf Yoga...Sekarang bukan saat yang tepat... Belum saatnya Yog... Belum saatnya kau bertemu dengan mereka lagi... Setidaknya sampai anakmu sedikit lebih besar...Agar ia siap bertemu kakek dan keluarga iblis nya '


.


.


.


.


" Apa Mama dan Papa di sini Kak ?" tanya ku lagi saat ingat pada kedua orang tuaku.



" Cuma aku yang disini menjagamu sepanjang waktu " jawab Romi. " Mereka sibuk bekerja.. yah..terkadang mereka video call "



" Sekalipun mereka tidak pernah kemari ?" tanyaku untuk memastikan lagi.




Aku terdiam dengan perasaan geram pada kedua orang tuaku. Bagaimana bisa mereka se\_acuh itu padaku yang hampir saja menemui ajal. Mereka tetap tidak di sampingku dan tetap sibuk dengan pekerjaannya . Apa yang sebenarnya ada di otak mereka. Aku mengepalkan tanganku kuat kuat.



" Sabar Yoga.. sekarang mereka dalam perjalanan kemari " ucap Romi sambil menepuk punggungku.


.


.


.


Sementara itu begitu terbangun Kristy menanyakan bayinya. Ia meminta perawat membawakan segera bayinya untuk di beri ASI.



" Ini Nyonya...bayi anda sangat tampan " kata perawat itu sambil memberikan bayinya pada Kristy.



Kristy begitu terharu saat pertama kali ia melihatnya. Bayi mungil berselimut dan hanya nampak kepalanya saja karena sedang di gedong. Dia imut dan tampan sekali. wajah blasteran nya nampak mendominasi.



" Adik mirip sekali dengan Papa " kata Dafa saat melihat adik kecil mereka. Wajahnya memang sangat mirip dengan Yoga .



" Iya... " Dafi turut membenarkan.



Dan itu membuat ia bersedih kembali . Mengingat Yoga yang sudah pergi selamanya membuat Kristy tak mampu membendung air matanya . Ia mulai menangis dengan bibir bergetar.



" Kenapa menyebut Papa.. Mama jadi bersedih lagi " Dafi memarahi Dafa sambil berbisik.



" Habis adik memang mirip Papa " kata Dafa


__ADS_1


" Memang iya tapi kan Mama jadi menangis "



" Tadi kamu kan juga bilang iya.. kenapa cuma menyalahkan aku "



Keduanya bicara dengan berbisik saling menyalahkan.



Bisma yang ada di situ menyentuh punggung Kristy dan mengusapnya. Ia tahu Kristy pasti bersedih mengingat suaminya yang sudah meninggal itu.



" Yang sabar Kris.. kasihan anakmu tuh.. Dia ikut nangis tuh gara gara kamu nangis..." ucap Bisma saat melihat bayi Kristy yang mulai rewel pula.



Kristy menghapus air matanya . Kemudian memeluk dan mencium bayinya untuk menenangkannya .Namun bayinya malah menangis kian keras.



" Cup cup dik.. " Dafa dan Dafi berusaha menenangkan adiknya .



" Makanya jangan bersedih Kris.. bayimu bisa ikut merasakan kalau kamu bersedih ..."



' Ya...Bisma benar...Aku harus kuat.. Demi anak anakku... Aku tidak boleh bersedih lagi..' batin Kristy.



" Perutmu masih sakit tidak kalau di pakai duduk?" tanya Bisma yang mengingat kalau bekas sayatan di perut Kristy masih basah dan mungkin sakit bila di pakai duduk.



" Masih "



" Kalau begitu kau beri asi dia sambil tiduran saja.." kata Bisma seraya membantu Kristy memiringkan tubuhnya dan meletakkan bayinya di sisi Kristy.



" Kau bisa menyusuinya seperti ini kan ?" tanya Bisma lagi dengan begitu perhatiannya. Ia begitu memikirkan kenyamanan Kristy.



Kristy mengangguk.



Bisma kemudian berpindah ke belakang Kristy. Ia mengira Kristy pasti akan malu kalau ia melihat bagian atas nya saat akan menyusui anaknya. Ia mengajak Dafa dan Dafi duduk sofa sementara Kristy mulai menyusui bayinya.



Baby boy itu mulai tenang dan menyusu pada Kristy . Sambil mata mungilnya menatap sosok Mamanya yang sesekali berkedip kedip. Imut sekali...



" Maafkan Mama ya ..... " ucap Kristy sambil menyentuh pipi mungil baby boy tampannya



" Nama adik siapa Ma.. ?" tanya Dafa



" XAVIER... namanya Xavier... " jawab Kristy



" Ooo...Adik Xavier ya.. " Dafa dan Dafi tersenyum sambil mengangguk.



" Dia adikku " kata Dafa



" Adikku " Dafi tak mau kalah.



" E\_hem..." Bisma men\_dehem memberi isyarat agar keduanya tidak ribut lagi .



Kemudian keduanya saling berpandangan. Mereka nampak mengerti. Mereka tak ingin membuat mama mereka menangis lagi.



" Xavier...Adik kita " ucap keduanya kemudian.

__ADS_1



Bisma tersenyum melihat si kembar yang nampak kompak dan rukun. Mereka begitu senang dengan kehadiran adiknya itu. Andai saja keluarga itu benar benar keluarganya , ia tentu akan sangat berbahagia.


__ADS_2