KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
142. BERBAGI CINTA DENGAN WANITA LAIN


__ADS_3

Keluarga besar Bisma terdiam..Sepertinya mereka tidak akan bisa lepas dari jeruji besi. Apalagi lawan mereka adalah keluarga Pratama. Keluarga kaya yang kuat koneksinya di mana mana. Dengan uang mereka mudah saja jika ingin menjatuhkan mereka.



" Romi..." Kinara menyentil Romi.



" Hem....Sebenarnya aku ingin kalian semua mendekam di penjara untuk waktu yang lama. Karena di sana sudah banyak kejutan yang ku siapkan untuk kalian terutama yang menganiaya adikku..." ucap Romi dengan tatapan bengis dan kejam memperhatikan satu persatu sepupu Bisma.



Dan itu membuat mereka bergidik , bulu kuduk mereka sampai berdiri. Dari matanya saja mereka bisa melihat Romi ini jenis manusia yang pasti akan tega menyiksa tanpa ampun.



" Tapi sayang sekali..Adikku terlalu baik.. Yoga berubah pikiran. Dia tidak ingin memperpanjang kasus ini. Dia melepaskan kalian.. Dia sudah bahagia mendapatkan kembali keluarganya . Dia tidak menuntut kalian " ucap Romi datar dan dingin seperti biasa.



Betapa senang mereka mendengar itu. Mereka bisa bernafas lega kini..



" Kalian akan di beri kebebasan bersyarat. Silahkan tanda tangani surat perjanjian ini. Di sana tertulis kalau kalian tidak akan pernah melakukan perbuatan seperti kemarin lagi. Juga tidak akan mengusik Keluarga Tuan Yoga lagi " ucap Demian. Timnya membagikan secarik kertas pada satu persatu keluarga Bisma. Juga Bisma .



Saudara saudara sepupu Keluarga Bisma dengan segera menandatangani kertas itu karena tak ingin berurusan lagi dengan keluarga Pratama itu. Mereka masih ingin hidup bebas.



Tim pengacara itu menerima satu persatu kertas yang di tanda tangani keluarga Bisma itu. Cuma Bisma yang nampak enggan.



" Kalau sampai aku mendengar ada salah satu dari kalian menyentuh Yoga lagi dan menyakitinya , Kalian akan berurusan denganku. Aku akan melakukan hal keji lebih dari apa yang bisa kalian bayangkan... sampai kalian berharap lebih baik mati saja dari pada hidup .." ucap Romi sambil tersenyum menyeringai dengan tatapan keji mendominasi para sepupu Bisma. Memberi penekanan di setiap kata katanya. Ah...Dia seperti seorang Psikopat Gila.😱



Sepupu Bisma yang kebanyakan masih remaja di bawah umur Bisma merasa begitu ngeri melihat Romi. Mereka yakin orang itu pasti akan sungguh melakukan ancamannya itu jika itu benar terjadi. Orang itu dilihat sepintas saja sudah garang dan ganas seperti seekor Singa. Seekor Raja Singa buas yang mengaum keras untuk mempertahankan otoritas daerah kekuasaannya.



" Kami tak akan mengulanginya.." ucap salah seorang dari mereka cepat. Yang lain mengangguk.



Romi beralih menatap Bisma yang seperti enggan menandatanganinya. Romi paham betul betapa keras hati Bisma . Ia sulit digoyahkan dengan apapun jika sudah memutuskan sesuatu. Dia benar benar teguh pada pendiriannya. Lebih tepatnya keras kepala.



Sulit bagi Bisma untuk menandatangani surat perjanjian itu karena itu berarti dia tidak boleh mendekati Kristy lagi.



" Bisma, kau tahu apa yang di katakan Yoga padaku saat aku menyuruhnya menuntut mu? "



Bisma diam saja sambil menatap Romi. Ia masih saja diam dengan bolpoin di tangannya.


.


Romi mengingat kembali ucapan Yoga tadi di rumah sakit saat menjenguknya sebelum datang ke kantor polisi.



" Aku tidak akan menuntutnya.... Bisma sahabatku dan dia baru saja berkumpul dengan keluarganya setelah 5 tahun berpisah... Aku tidak ingin keluarganya tercerai berai seperti yang pernah ku alami. Aku memang salah , menikahi Kristy , mengkhianati dia.. " ucap Yoga



" Kau memang bodoh. Kalau kau punya kesempatan untuk membalasnya kenapa tidak sekalian saja kau injak injak dia.." ucap Romi geram



" Tidak ada untungnya untukku Kak. Bagiku Keluargaku utuh kembali itu sudah cukup buatku. Aku tidak ingin yang lain lagi..." ucap Yoga dengan pemikiran simpelnya yang sudah puas saat keluarganya kembali bersamanya. Dan itu merupakan kebahagiaan yang sangat besar baginya. Ia tidak ingin menambah masalah lagi. Kebencian dan dendam cuma akan merusak kebahagiaannya saja.


.


" Adik bodohku itu memaafkan mu dan masih menganggap kau itu sahabatnya . Ia tidak ingin kau berpisah dari keluargamu seperti yang pernah di alaminya "



Bisma ternganga. ia benar benar tak menyangka Yoga akan se\_lapang itu. Dengan kekeras\_kepalaannya dan semua yang telah di lakukan nya Yoga masih tetap menganggapnya sahabat.



" Jangan keras kan hatimu lagi Nak..Wanita itu bukan jodohmu..."ucap Ayahnya sambil mengusap kepala putranya.


__ADS_1


Akhirnya dengan mata berkaca dan bibir bergetar , Bisma pun mau juga menandatangi surat perjanjian itu. Ia harus membuang jauh keegoisan dan ke\_keraskepalaan nya. Ia benar benar harus melepaskan Kristy.


.


.


...----------------...


.


.


Bisma dan keluarganya di ijinkan pulang . Mereka di bebaskan. Laporan Romi di cabut. Keluarga Bisma bebas dari semua tuntutan.



Demian dan tim pengacaranya pun berpamitan pada Romi dan kembali ke Jakarta karena tugas mereka sudah selesai.



Romi dan Kinara masuk ke mobilnya. Nara terdiam sambil menatap Romi yang sedang memutar kemudi mobilnya .



" Apa aku terlalu tampan sampai kau menatapku tanpa berkedip seperti itu ?" tanya Romi sambil terus mengemudi tanpa menoleh pada Kinara. Ia cuma sesaat menoleh dari kaca spionnya.



" Hem...Aku hanya penasaran..Apa kau dari dulu begini?...Kenapa kau suka sekali mengintimidasi lawan mu?" tanya Nara



" Karena itu menyenangkan... Melihat lawan mu gemetar ketakutan saat melihatmu..Aku menikmati saat orang ketakutan melihatku...Mereka seperti anak ayam yang ketakutan melihat seekor binatang buas..."



Kinara ternganga. " Apa kau ini psikopat Rom?"



" Hahaha..." Romi cuma tertawa." Kau takut?" tanya Romi kemudian.



" Awalnya iya... Tapi sekarang tidak.."




" Pinggirkan mobilnya !"



Tanpa kata Romi menuruti Kinara. Ia menepikan mobilnya di sebuah jalanan yang ramai itu.



" Bagi orang kau mungkin seperti seekor Singa garang yang tak mudah di taklukkan tapi bagiku kau tak lebih dari seekor kelinci manis yang sudah ku genggam erat telinganya..Kau tak bisa kabur.." ucap Nara sambil menyentuh leher dan telinga Romi dengan kedua tangannya.



" Ampun Bu Bos..." ucap Romi



" Tiada ampun..." ucap Nara seraya mendekat pada Romi dan mengecupnya mesra. Romi membalas ciuman mesra itu. Beberapa saat lamanya mereka saling bercumbu mesra .



' Tiiiin '



Mereka di kejutkan oleh sebuah mobil dari belakang mereka yang dengan sengaja membunyikan klakson karena melihat kelakuan mereka.



Saat berlalu di samping Romi dan Nara mereka membuka kaca mobil mereka. Wajah wajah muda mudi asing melongok dari jendela mobil mereka.



" Pasangan mesum.."



" Selingkuh ya?"



" Main di hotel bukan di jalan "

__ADS_1



" Awas ada satpol PP .."Ledek mereka sambil tertawa tawa .



Mereka berlalu pergi . Romi akhirnya mengemudikan mobil mereka kembali. Romi nampak diam tak membalas mereka. Nara pun terdiam dan menunduk. Keduanya terdiam karena cemoohan mereka tidak salah. Mereka memang tampak seperti itu. Seperti pasangan mesum yang tak bisa mengendalikan hawa nafsunya sampai main di jalanan. Terlebih jika mereka tau Romi itu adalah kakak ipar Nara. Apa kata dunia?... Mereka memang seperti pasangan selingkuh!



Belum lagi jika nanti Guntoro sembuh dari sakitnya. Entah apa yang bakal di lakukan nya jika mengetahuinya...Nara mungkin akan mengalami nasib yang sama seperti Bulan jika ia ketahuan ada main dengan Romi mengkhianati putranya. Dan mungkin dirinya juga tidak akan selamat.



Ia takkan berani melakukan apapun untuk melawan Tuan Besarnya itu karena ia cuma anjing peliharaannya. Guntoro pasti akan membabat habis jika hewan peliharaannya berani menggigit majikannya...



Sebenarnya ia ingin sekali menyuruh Nara untuk cepat berpisah dari Yoga, tapi menghadapi Guntoro dengan semua kekuasaan yang di milikinya itu sangatlah sulit.



Ia masih berpikir keras ...apa yang akan dilakukannya kelak...


.


...----------------...


Keduanya cuma bisa terdiam saat mereka sampai di rumah sakit untuk menjenguk Yoga. Kebetulan saat itu Keluarga Yoga sedang berkumpul dengan keluarga Andi.



Andi juga terluka namun tak separah yang di alami Yoga. Ia masih bisa berjalan , cuma sedikit luka di tulang rusuk dan kepalanya.



Kedatangan keduanya langsung membuat hening suasana di kamar itu. Cuma suara canda tawa Xavier dan Andres yang terdengar karena mereka asik bermain bersama.



Kristy membuang pandangannya dari Kinara yang ia ketahui adalah istri kedua Yoga. Desi , Andi dan Yoga menyadari ketidaksukaan Kristy itu.



" Sudah beres Kak?" tanya Yoga kemudian untuk memecah kesunyian



" Ya.."



" Kakak masih ingin di sini atau langsung ke Jakarta? "



" Hari ini aku di Blitar dulu. Besok baru balik ke Jakarta " jawab Romi.



Setelah itu suasana hening.



" Bagaimana keadaanmu Yog ?" tanya Kinara.



" Aku baik baik saja. Nara kemari lah. Aku ingin bicara denganmu.." ucap Yoga ingin Kinara lebih mendekat ke tempat tidurnya. Kristy hendak pergi namun Yoga mencegahnya. Ia menggenggam tangannya.



" Aku sudah memikirkan ini baik baik. Aku sadar sudah bersikap buruk selama menjadi suami mu. Tidak bisa menjadi suami yang baik untukmu. Aku mengambil keputusan gegabah dalam emosi karena ingin membalas mu. Aku tidak memikirkan kalau sebuah pernikahan itu tanggung jawabnya besar. Dunia dan akhirat . Karena itu aku ingin bersikap adil padamu..."



Kristy benar benar kesal. Ia benar benar tidak rela jika harus membagi suaminya dengan wanita lain. Membagi hari harinya , membagi malam indah penuh cinta. Membagi tubuh suaminya dengan wanita lain , ia benar benar tidak mau.



Romi juga , ia mulai menatap Yoga dengan serius. Apakah Yoga benar benar akan menjadikan Nara istri keduanya dan membagikan diri dan kasih sayangnya dengan Kristy dan Nara. Padahal Romi baru saja menyadari perasaannya. Ia mencintai Nara, ia ingin bersama Nara . Apa Yoga juga ingin merebut kebahagiaannya lagi seperti Bulan dulu?



Ia baru akan memikirkan apa yang akan dilakukannya pada Guntoro. Tetap menjadi anjing peliharaan yang jinak atau menggigit majikannya.



*Tidak...jangan Yog...Jangan lagi... Aku benar benar bisa membencimu kali ini jika kau melakukannya*...


__ADS_1


Romi mengepalkan kuat kuat tangannya. Ia bahkan sampai gemetar menahan emosi jiwanya. Ia benar benar akan sangat marah jika Yoga berani melakukannya.


__ADS_2