KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
14. KERAS KEPALA


__ADS_3

Aku terus berada di warung sederhana yang ramai pengunjung itu sampai dagangan mereka habis dan tutup lebih awal.Pukul 18.00 semua sudah habis.biasanya mereka buka jam 10 dan tutup jam 8. Ini 2 jam lebih awal.


Kristy dan bibinya lalu menghampiriku yang sedang asik bermain dengan Dafa dan Dafi.


"Nak Yoga ... Terima kasih sudah membantu kami" Ucap bibi kristy dengan senyuman ramah.


Aku tersenyum. Sebelum para gadis gadis itu pergi aku berpesan pada mereka kalau setiap malam minggu aku akan ada disana.


Dan aku meminta agar mereka datang dengan mengajak teman temannya juga.Para gadis itu nampak begitu antusias dan setuju .Karena mereka ingin bertemu dan berfoto denganku lagi.


" Mama mama.. Papa kasih kami mainan..." ucap Dafa dan Dafi seraya menunjukan hadiah dariku dengan wajah riang ke mama mereka.


" Kalian suka?" Tanya Kristy sambil tersenyum.


" Suka sekali.. " jawab Dafi


" Sudah bilang terima kasih?" tanya Kristy lagi.

__ADS_1


" terima kasih pa pa..." ucap keduanya sambil tersenyum padaku.


"Hei... mama kan sudah bilang.. tidak boleh panggil Papa.. panggil Kakak saja ... Kan kak Yoga masih muda..." ucap Kristy pada kedua anaknya.


Kedua anaknya terdiam seperti keberatan.Sama halnya denganku. Aku sebenarnya tidak masalah kalau di panggil Papa. Tapi mungkin bagi Kristy ,sosok Papa si kembar tidak tergantikan.


" kalian panggil om saja ya.. " ucapku pada si kembar.


" Papa..papa.." ucap keduanya


" Aduh.. kenapa susah banget ya kalau di bilangin ?....... mama kan jadi tidak enak Yoga... nanti dikira benar benar Papa kalian..tadi saja Bu Cici sudah tanya macem macem lo Bu ... takutnya nanti Yoga digosipin macam macam..kalau aku sih gak pa pa tapi Yoga..." ucap Kristy pada bibinya yang di panggilnya Ibu.


" Saya tidak keberatan kok bu di panggil Papa oleh mereka.. Saya juga tidak peduli jadi bahan gosip mereka... karena saya memang berencana menjadi Papa asuh si kembar kalau di ijinkan.." Jawabku


" Papa asuh?" tanya keduanya bersamaan sambil menoleh padaku. Dan akhirnya aku memberi penjelasan pada keduanya.


" Jadi begitulah... saya ngin membantu si kembar .. si kembar butuh sosok seorang Papa. dan saya juga ingin menyekolahkan mereka sampai sarjana kelak. Dan kebetulan meski masih mahasiswa kemampuan finansial saya cukup...ya..seperti gerakan orang tua asuh begitu.."

__ADS_1


Ya, aku memang ingin menebus kesalahanku pada mereka.Kalau aku memberi uang pada mereka, mereka pasti menolak.


Mengingat dulu Kristy sangat keras kepala dan bersikukuh pada pendiriannya. Aku sudah memikirkan ini selama beberapa hari lalu.


Mungkin dengan cara ini Kristy mau menerima bantuan ku.


" Aku sangat berterima kasih atas simpati anda.. tapi mohon maaf , kami tidak bisa menerimanya..." ucap Kristy kemudian.


Dia tau memang ada perkumpulan dermawan seperti orang tua asuh itu di beberapa organisasi keagamaan.


Mereka mengumpulkan dana dan membantu anak yatim , fakir miskin dan para jompo.Namun itu semua bertentangan dengan prinsipnya.


" Aku cuma ingin membantu.. tidak ada maksud lain sama sekali..." Ucapku meyakinkan Kristy.


" Aku juga tidak bermaksud merendahkan mu. ..Aku tau kau juga bekerja keras. untuk mereka.. aku cuma ingin sedikit membantumu..."


" Kalau tuan Yoga tetap seperti ini.. saya akan melarang anda bertemu dengan si kembar." tegas kristy.

__ADS_1


Ya Allah... manusia satu ini kenapa keras kepala sekali. Dibantu sedikit saja tidak mau... pantas saja dulu papa sampai marah besar. Harga dirinya memang terlalu tinggi.


__ADS_2