
Yoga sampai ke tanah air. Ia mendarat di bandara dengan selamat. Ia tidak menghubungi Romi karena Romi sudah mewanti wanti agar tidak kembali dulu.
Yoga yang tidak tahu tempat tinggal Eagle , mencarinya di sebuah klub malam ternama yang biasanya dulu sering di datanginya bersama Romi dan juga teman temannya. Klub malam itu adah klub malam eksekutif. Biasanya hanya orang sosial tinggi dan berdompet tebal yang mendatanginya . Karena tarif dan harga minumannya serba mahal. Jauh di atas harga standard klub lain. Yoga tidak tahu kalau klub malam itu salah satu klub milik Eagle sendiri.
Begitu masuk ia langsung di sambut beberapa pelayan bar cantik dengan pakaian seksi mereka yang begitu menggoda iman.
Untuk mencari informasi ia memesan minuman dan di temani seorang wanita cantik yang menuangkan minuman melayani Yoga.
" Aku akan memberimu tips besar kalau kau mau memberitahu tentang Eagle..Aku tahu dia pasti sering ke tempat ini kan..."
Wanita itu tersenyum. Tentu saja ia tahu. " Jangankan informasi...menemui orangnya langsung pun aku bisa melakukannya. Tapi bayaran ku harus sesuai "
" Segini cukup?" tanya Yoga sambil memberikan setumpuk uang ratusan.
" hihi... tentu...aku akan mempertemukan kau dengannya..." ucapnya sambil mengambil uang itu. " ikut aku..."
Wanita itu segera bangkit dan melangkah menelusuri koridor ruang ruang di klub itu. Yoga mengikutinya. Ia berhenti sedikit jauh dari sebuah ruang yang di jaga ketat beberapa pria .
" Dia ada di ruangan itu. Tapi aku tidak bisa mengantarmu. Kau ke sana saja sendiri . Mengganggu Tuan Eagle dengan wanitanya sama saja bunuh diri. Semoga kau beruntung " Setelah itu wanita itu pergi .
Yoga sesaat terdiam melihat kurang lebih enam orang bertampang sangar seperti preman berjaga di sana. Ia tak ingin terlibat dengan urusan gangster, tapi demi Papanya ia harus menemui orang yang bernama Eagle itu.
" Aku ingin bertemu dengan Eagle " ucap Yoga pada para anjing penjaga itu.
" Dia sedang sibuk.."
" Siapa kau...cari masalah mengganggu Bos.."
tanya mereka.
" Bilang saja Yoga Pratama "
.
.
Dan benar. Begitu penjaga itu memberitahu Eagle, Eagle langsung menyuruhnya masuk.
Yoga melihat sesosok pemuda yang nampak sadis dengan sorot tajam miliknya menatapnya . Ia cuma mengenakan celana dan bertelanjang dada. Tubuhnya nampak berkeringat. Sepertinya dia baru saja bermesraan dengan wanitanya.
" Senang bertemu denganmu Yoga...Aku jadi tidak perlu repot repot mencari mu ... " ucapnya sambil tersenyum .
" Aku akan langsung saja Eagle... Aku kemari karena aku mendengar kabar kau membalas dendam pada Papaku karena kematian adikmu...Kau membuat Papaku bangkrut dan jatuh miskin. Dan Papaku menghilang . Tapi aku yakin kau pasti tahu.. "
" Kau benar...Guntoro ada padaku..Aku sedang menyiksanya untuk membalas sakit hatiku "
Tebakan Yoga benar. Papanya pasti di sembunyikan di suatu tempat oleh Eagle.
" Aku mau bernegosiasi denganmu...Bebaskan Papa ku.."
" Untuk apa kau repot repot membebaskannya..Bukankah dia sudah menyengsarakan hidup keluarga mu....hidupmu kacau karena ulahnya. Seharusnya kau biarkan dia mati tersiksa. Dia pantas mendapatkan itu. Lepas dariku pun dia tetap akan mati. Dia akan di tangkap polisi. Dia otak pembunuhan Kenzei . Dia akan berakhir di jeruji penjara. Dan dia pasti akan di hukum mati karena kejahatannya."
" Bagaimanapun dia tetap Papaku . Orang tuaku..." tegas Yoga.
" Oh...kau mau jadi anak yang berbakti ya...Tapi apa gunanya... Lalu apa yang akan kau tawarkan padaku untuk menukar nyawa Guntoro?"
" Apa yang kau minta?" tanya Yoga balik.
__ADS_1
Eagle tersenyum simpul. " Kau pemberani Yog...sama seperti Romi. Aku menyukai kalian.."
Yoga cuma diam mendengar basa basi Eagle.
" Nyawa di tukar dengan nyawa...Aku akan membebaskan Guntoro..Tapi kau yang akan menggantikannya.."
Yoga tak bisa berkata sepatah katapun. Eagle menginginkan nyawanya menggantikan Papanya. Suatu hal yang sangat mengerikan. Bagaimana nasib anak istrinya nanti jika ia meninggal?
.
.
Romi begitu gelisah saat menelpon nomor hp Yoga yang tidak aktif. Dan kemudian menghubungi nomor Kristy yang mengatakan jika Yoga kembali ke tanah air demi menolong Papanya.
.
.
*Bocah itu benar benar mengabaikan kata kataku... Demi Ayah iblis itu dia malah mau menemui Eagle...Eagle bukan seorang pemaaf..dia orang yang sadis dan kejam...Dia pasti tak akan mengampuni keduanya..
Melihat kecintaan Guntoro pada anaknya sampai mengarang cerita bohong itu..Eagle justru akan menyiksa Yoga untuk lebih menyakiti Guntoro...
Sial...aku harus cepat ke sana menolongnya*...
.
.
Romi buru buru mengambil jaket mantelnya dan segera mengemudikan mobilnya menuju ke kediaman Eagle.
.
.
.
Di kediaman Eagle , Yoga di pertemukan dengan Guntoro dalam keadaan terikat. Eagle mengikat tangan nya. Dan di cekal dua orang anak buah Eagle. Kemudian membawanya ke hadapan Guntoro.
Guntoro begitu terkejut melihat anaknya ada di sana.
" Lepaskan Yoga...Dia tidak ada sangkut nya dengan kematian Kenzei.." Guntoro kalut .Ia mengabaikan keadaan tubuhnya yang terluka parah . Ia menyeret kedua kakinya merangkak mendekati mereka. Namun belum sampai ,ia sudah di tendang dan di hajar anak buah Eagle.
Hati Yoga menjerit pedih melihat keadaan Papa nya yang begitu menyedihkan itu. Luka parah dan lumpuh . Entah mengapa tiba tiba , terlintas di ingatannya kala itu. Saat ia masih lumpuh dan di hajar Papanya. Seolah itu balasan untuk Papanya atas perbuatan pada dirinya dulu.
Eagle memberi isyarat pada anak buahnya agar berhenti menghajar Papanya.
" Sesuai permintaanmu Yog..." Eagle duduk di sebuah kursi . " Hajar dia menggantikan Papanya.." perintahnya lagi.
" Jangan Eagle...jangan Yoga..!!!." Guntoro tak rela jika Yoga yang tak bersalah harus mengalami hal yang sama seperti dirinya.
Eagle acuh. Ia tak peduli . Anak buahnya segera turun tangan menghajar Yoga . Mereka mengeroyok Yoga yang terikat. Memukul , menendangnya berkali kali. Bahkan sampai luka dan berdarah.
" JANGAN..JANGAN HAJAR ANAKKU..AKU SAJA!!" Teriak Guntoro putus asa.
Melihat itu Eagle senang , seperti dugaannya Guntoro terlalu mencintai istri dan anaknya. Ia sampai membalas kematian Risa pada Kenzei mengabaikan Kenzei yang notabene adik seorang gangster mafia besar . Dan kini melihat anak kesayangannya di hajar , ia menjerit histeris dan menangis darah. Ia sungguh puas melihat itu. Ia lebih senang melihat itu daripada menyiksa Guntoro langsung. Serangan mental pada Guntoro ini benar benar memberikannya kepuasan besar dihatinya.
" Aku akan membalas mu Eagle...Kau pasti. mati !!!" ucap Guntoro keras.
" HAHAHA ....." Eagle tertawa senang
.
.
Setelah Yoga luka parah , Eagle menyuruhnya berhenti.
"Cukup untuk hari ini...Kita lanjut besok..Ini menyenangkan..." katanya sambil tersenyum. Kemudian segera pergi meninggalkan Yoga dan Guntoro di kamar itu.
Guntoro merangkak menghampiri Yoga yang terluka. Ia kemudian melepaskan ikatan tangan Yoga.
__ADS_1
" Yog...kenapa kau melakukan ini.. Kenapa mereka bisa menangkap mu. Mereka bahkan menghajar mu seperti ini.. " ratap Guntoro.
" Mereka tidak menangkap ku...aku yang menyerahkan diri untuk menolong Papa.." kata Yoga.
" Kenapa kau mau menolong ku. Aku sudah banyak melakukan hal buruk padamu...juga pada anak dan istrimu.." sesal Guntoro.
" ... Aku juga tidak tahu kenapa aku begini Pa... Aku cuma tidak ingin mereka menyakiti Papa...Sebenarnya aku membenci mu Pa. Kau ini pria licik dan jahat. Kau menyuruh orang membunuh Istriku. Padahal Kristy tak bersalah apa apa padamu....Papa benar benar kejam...Kak Romi bilang , Papa yang merencanakan membunuh Bulan dan merekayasa kecelakaan itu. Papa tega membuatku merasa menjadi pembunuh dan hidup sengsara bertahun tahun. Kematian Mama , itu juga karena Papa . Itu karma untuk Papa yang berniat jahat pada Kristy. Papa seharusnya berkaca dari situ. Orang yang Papa cintai meninggal di tangan Kenzei itu gara gara kesalahan Papa. Bukan balas dendam seperti ini. Apalagi musuh Papa bukan orang sembarangan..."
Guntoro terdiam. Kenyataan yang di ucapkan Yoga itu memang benar. Ia dulu memang terlalu sering bermain dengan nyawa orang lain. Baginya yang terpenting cuma dirinya , Risa dan Yoga.
" Juga Bisma...Papa hampir saja membunuh sahabatku...padahal aku punya hutang budi yang sangat besar padanya. Dia menjaga , merawat dan mendampingi istri dan putra ku saat aku koma...Tapi malah Papa merencanakan pembunuhan padanya.."
" Papa dulu terlalu sombong karena punya segalanya. Selalu memandang rendah orang lain , menganggap nyawa mereka tidak berharga... Sekarang apa yang bisa Papa lakukan dengan tubuh lumpuh dan tak punya harta.Papa sudah jatuh miskin dan orang orang bayaran Papa pun juga semuanya meninggalkan Papa "
Bibir Guntoro gemetar mendengar ucapan Yoga itu. Ia memang sangat sombong dulu karena memiliki harta yang begitu berlimpah ruah. Namun kini semuanya hilang sempurna. Ia benar benar jatuh miskin seperti seorang gembel..bahkan cacat pula. Tak punya anak buah lagi karena tak sanggup membayar jasa mereka. Ia benar benar telah jatuh ke tempat yang terendah.
" Juga bersikap baiklah pada cucu dan menantu mu....Anak anak ku satu satunya yang memiliki darah yang sama dengan kita..Xavier dan Cinta...Kesha bukan anakku...Dia anak Kak Romi..."
" Anak Romi?" Guntoro begitu terkejut mendengarnya.
Yoga kemudian menceritakan kejadian sebenarnya yang terjadi di hotel malam itu. Romi yang bersama dengan Kinara. Bukan dirinya . Ia dengan Kristy di kamar sebelahnya. Sedang Xavier bersama Mamanya.. Mereka merencanakan semuanya .
" Kinara dan aku memang tidak bisa bercerai karena Papa melarangnya. Tapi Kak Romi mengajukan pembatalan pernikahan dengan Kristy. Surat pernyataan palsu itu di gugat Kristy. Sehingga pernikahan ku dan Kinara batal. Kak Romi ke Jombang waktu itu untuk meminta ijin menikah siri dengan Nara. Mereka sudah menikah , dan Kesha anak mereka..."
" Jangan membenci Kak Romi...Kak Romi sampai detik inipun masih berusaha menolong kita...Dia mengirim ku dan keluarga ku keluar negeri . Dan dia juga berusaha menolong Papa dari Eagle. Dia menganggap kita ini keluarga nya yang sesungguhnya meski Papa cuma menganggap nya anjing peliharaan. "
Guntoro shock. Begitu banyak hal mengejutkan yang di terimanya hari itu. Namun satu hal yang di sadari nya....Semua kesalahan itu berasal dari dirinya. Keegoisannya, kesombongan nya, kekejamannya , Dan semua yang terjadi pada mereka hari ini adalah buah dari perbuatan nya.
" Papa tahu tidak , aku hidup bahagia bersama dengan anak anak dan istriku...Meski kami hidup pas pasan tapi kami saling menyayangi..PAPA , JANGAN AMBIL LAGI KEBAHAGIAANKU .. berjanjilah padaku...Setelah semua ini selesai , Papa tidak akan mengulangi nya...Hentikan semua kejahatan Papa...PAPA... BERJANJILAH UNTUK BERUBAH...." Pinta Yoga
Guntoro terdiam dengan air mata bercucuran . Putranya begitu menyayanginya. Bahkan rela sampai di hajar seperti itu demi dirinya seorang bajingan busuk dengan segudang kejahatannya. Dengan semua kejahatan yang pernah di lakukan nya pun , ia tetap mau menolongnya meski membahayakan nyawanya . Anaknya itu benar benar membuka mata hatinya yang dulu tertutup dengan kesombongannya. Rasa sok berkuasa dan tak menghargai keberadaan orang lain. Ia kini menyesali semua perbuatannya.
Bahkan Romi pun juga ternyata masih mau menolongnya . Sungguh ia menyesal dulu selalu bersikap dingin dan kejam padanya. Selalu menjadikannya samsak untuk melampiaskan kekesalannya jika teledor menjaga Yoga. Ia mengangkat Romi menjadi anaknya tapi tak pernah di perlakukan seperti layaknya seorang anak. Namun Romi tetap setia pada keluarganya. Sungguh menyesakkan dada.
.
.
" Maaf Tuan Romi...Bos Eagle tidak mengijinkan mu masuk..." Kata penjaga di pintu gerbang markas Eagle.
" Sial..."
Romi segera menghubungi nomor hp Eagle . Eagle menerima panggilan tersebut.
" Bebaskan mereka Brengsek !!! " Ucap Romi penuh kemarahan. " Ku bunuh Kau kalau Yoga mati.."
" Hahaha... Anjing setia keluarga Pratama mulai menyalak...Bagaimana ini...Aku sama sekali tidak ingin berubah pikiran...Aku ingin mereka mati " ucap Eagle dengan tawanya.
" Aku akan membunuhmu !!! " Romi berang. Ia membuang jauh ketakutannya , ia siap bertarung dengan pimpinan Mafia itu.
" Kau sungguh bernyali Rom..Besok datang saja ke rumah bukit...Lihat dengan langsung bagaimana kematian mereka.." kata Eagle. Eagle yakin Romi pasti tahu, Rumah bukit yang di maksud nya itu. Karena itu adalah villa milik Kenzei.
" Salah satu dari mereka akan mati..dan satu lagi akan menangis darah..."
Romi diam dengan tangan yang di kepalkan nya kuat kuat. Ia tahu , Eagle pasti akan melakukannya. Ia selalu menepati kata katanya. Ia harus mencegahnya.
__ADS_1