KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
200. KAWIN LARI


__ADS_3

" Papa...aku mau bicara " kata Dafa pada Yoga yang sedang paking barang barangnya.



" Apa...bicara saja Dafa..."



" Barang barang ini mau di bawa ke mana ?" tanya Dafa melihat Yoga memasukkan kopernya.



" Ke Surabaya lah..Besok kita kembali..Sudah lama kita di sini . Kau kan harus mengurus restoran mu sendiri juga "



" Kan sudah ada manager nya Pa... banyak pegawai juga. Laporan juga tinggal cek di laptop .." kata Dafa .



" Itu benar... tapi Papa juga ada perlu di Surabaya. Andi minta tolong Papa membantunya di Perusahaan , dia sedang sakit "



" Kok Papa pakai baju rapi ...seperti mau ke kondangan saja .." canda Dafa.



" Malam ini Papa mau mengantar Dafi ke penghulu. Papa sudah buat janji tadi sama pak RT "



" Dafi menikah sekarang?! " tanya Dafa kaget



" Iya..Mumpung Papa di sini. Papa ingin menikahkan mereka secepatnya..Bulan depan mereka di pastikan menikah di Bali sesuai permintaan Mas Ricky..Jadi hari ini aku menikahkan mereka secara siri dulu ...kau tahu beberapa hari lalu Aku dan Mama mu memergoki ada bekas \*\*\*\*\*\* di leher Mischa. Jadi daripada berbuat dosa lebih baik secepatnya aku menikahkan mereka.."



Dafa ternganga. Benarkah itu? Ia bahkan tidak sadar jika telah meninggalkan jejak percintaan mereka di tubuh Mischa.


.


.


Aku lupa .. Papa ini memang orangnya selalu membuat keputusan sendiri tanpa mengajak berunding dulu ..Dari dulu Papa seperti itu...


Lalu... bagaimana ini...kalau menikah sekarang Mischa bakal ketahuan..Dia belum operasi selaput dara ...


.


.


" Tadi kau mau tanya apa?" tanya Yoga.


' DEG '


" A..a..itu Pa... menurut Papa...Bagaimana bila ada seseorang yang mengganggu rencana Papa ..Misalnya ..Membuat ...kacau pernikahan Dafi .."



" B r u a k !!!!" Yoga menggebrak tas kopernya dengan keras dengan ekspresi marah.



Dafa begitu terkejut dengan reaksi keras Papanya. Rasanya Jantung nya hampir copot saja. Dari kecil Yoga tidak pernah main tangan pada nya dan Dafi , saat mereka nakal Yoga cuma menasehatinya. Yoga adalah sosok yang selalu lembut dan penuh kasih namun justru itu yang membuat mereka sangat segan padanya . Karena seperti kata orang, orang yang tak pernah marah itu justru sangat menakutkan bila marah. Bahkan bisa lebih parah dari seorang pemarah . Dan sepertinya itu betul...Setetes keringat dingin muncul di dahi Dafa.



" Siapa?!" tanya Yoga dengan suara keras .



" A...a..itu cuma seumpama Pa.." Dafa menyembunyikan ketakutan nya pada sosok keras Papa nya itu. Terlebih Ia ingat kata Pamannya Romi tadi, paling ia hanya akan bonyok di hajar oleh Yoga jika mengakui salahnya. Namun melihat sosok marahnya saja nyalinya langsung menciut .



" Aku tidak akan mengampuni siapapun yang berani mengganggu pernikahan ini " tegas Yoga dengan kepalan kuat tangan kekarnya.


.


Gawat... Papa benar benar menakutkan...


.


.


...----------------...


.


.


Dafi sudah bersiap siap dengan memakai jas hitam yang akan di kenakan nya saat ijab kobul nanti. Sama halnya dengan Dafa, ia juga tak berani menentang keinginan Papanya. Ia pasrah saja dengan keputusan Papanya.



Aleena juga , meski sedih ia juga menerima keputusan Dafi untuk taat pada perintah orang tuanya. Ia bahkan juga di ajak serta oleh Kristy untuk menghadiri acara ijab kobul Dafi dan Mischa.



Yoga, Kristy sudah sepakat menikahkan Dafi di mushola . Pak RT mengundang penghulu , beberapa tetua, dan beberapa warga tetangga dekat mereka sebagai saksi pernikahan .



Mischa mengenakan kebaya cantik berwarna putih dengan rambut di sanggul modern. Bawahannya Jarit keemasan berwarna coklat . Ia nampak begitu cantik . Kristy sengaja mendatangkan seorang perias salon untuk mendandani Mischa secantik mungkin di hari pernikahan mereka secara agama itu.



Dafa begitu terpesona melihat kecantikan Mischa . Gadis Bali cantik itu memang mempunyai daya tarik kuat dalam memancarkan aura kecantikannya.

__ADS_1



Sesaat Mischa melirik Dafa dengan wajah panik.



' Dafa...bagaimana ini . Kalau ketahuan Dafi ..aku mati ' Dafa membaca pesan yang dikirim Mischa saat mereka sudah naik ke mobil terpisah.



Yoga bersama Dafa dan Dafi juga beberapa pegawai prianya yang turut serta naik ke mobil yang di kemudikan Yoga. Sedang Mischa bersama Aleena , Kristy dan Cinta. Kristy yang menyetir.



' Aku juga tidak tahu .. Aku terlalu takut pada Papa..' kata Dafa.



' Rasanya aku ingin kabur saja dari ini..' kata Mischa.



*Kabur* ?.... Dafa terdiam sambil berpikir.


.


.


.


...----------------...


.


Mobil mereka berhenti di depan sebuah mushola megah di kota itu. Yoga dan keluarga dan karyawannya segera turun. Mereka langsung di sambut oleh Pak RT dan para tetua serta penghulu yang akan menikahkan Dafi dan Mischa.



" Selamat datang Tuan Yoga ."



Yoga tersenyum ramah pada orang orang yang akan menikahkan anaknya itu. Yoga terkenal sebagai orang kaya di lingkungan desa itu. Namun ia tidak sombong dan selalu ramah pada tetangga sekitarnya. Sehingga orang orang banyak yang menghargai keberadaannya dan menghormatinya.



" Putra Tuan Yoga masih muda tapi sudah mau menikah.."



" Kalau mereka sudah sama sama suka buat apa menunggu lama...Semakin cepat semakin baik..bukan begitu.." kata Yoga sambil tersenyum



" Itu benar , Tuan.."



" Mari segera kita mulai saja..."


.



Dafi nampak pasrah . Sedang Mischa menunduk sambil mengirim pesan terus pada Dafa yang berada di luar ruangan itu. Ia tidak mau melihat mereka menikah.



Aleena duduk di pojok bersama beberapa karyawan lain. Ia menahan air matanya menyaksikan pernikahan kekasihnya dengan gadis lain itu.



' Kita kawin lari ' Dafa mengirimkan pesan itu pada Mischa.



' Ha?...kamu gila FA .. Kawin lari bagaimana..Aku sudah di depan penghulu....' kata Mischa terus membalas pesan Dafa itu.



" Saya terima nikah dan kawinnya Mischa binti Ricky dengan Mas kawin tersebut di bayar tunai.." Dafi mengucapkan ikrar nya dengan lancar .



" Sah?"



" Sebentar.." kata Mischa seraya te\_ngadah dan perlahan ia melepaskan kain yang menutupi ia dan Dafi.



" Ya ?" tanya Orang orang yang bingung dengan sikap Mischa itu.



" Dafi Kurnia..." ucap Mischa memanggil nama lengkap calon suaminya itu.



Semua orang menatap padanya . Namun Mischa tak peduli. Ia perlahan bangkit dari tempat duduknya .



" Kita putus " tegas Mischa



" Apa?! " Dafi begitu terkejut mendengarnya. Ia sampai ternganga dengan mata lebar. Ia salah dengar atau tidak?


__ADS_1


Semua orang melihat Mischa dengan wajah bingung . Mereka masih tidak mengerti maksud gadis itu. Termasuk pula Yoga , Kristy dan Aleena.



Mischa melepaskan cincin pertunangan yang terselip di jari manisnya dan memberikannya pada Dafi .



" Maaf Fi...Aku berubah pikiran. Aku tidak ingin menikah dengan mu lagi " Sesudah berkata itu Mischa melangkah pergi.



Tak terima di permalukan seperti itu , Dafi bangkit dan menyusul Mischa. Ia mencekal tangan Mischa dan mencegah kepergiannya . Mischa sudah sampai di pelataran mushola.



" Lepaskan .." kata Mischa sambil berusaha berontak .Namun Dafi mencekal tangannya dengan kuat.



" Apa maksudmu begini?" tanya Dafi .



" Bukankah aku sudah menjelaskannya...Aku tidak jadi menikah denganmu.. aku memutuskan mu ! "



" Tidak bisa begini Mis.. Apa kau mau mempermalukan ku .. mempermalukan keluarga ku.. Jelaskan salahku apa..." kata Dafi tak terima dengan keputusan sepihak Mischa.



" Kamu tak salah apa apa.. Aku hanya tak ingin menikah denganmu..." terang Mischa



" Aku tidak terima kalau seperti ini..Katakan alasannya.." Dafi bersikeras. Jika ia sampai batal menikah , orang tuanya akan menanggung malu , apalagi di depan banyak orang. Dan ia sungguh tak ingin mempermalukan Papa dan Mamanya .



" Pokoknya aku tidak bisa bersama mu.."



" Apa kau tidak mencintai ku?" tanya Dafi. Mischa menggeleng. " Lalu kenapa kau mau meninggalkan ku ?" Dafi memperkuat cengkeraman tangannya . Ia benar benar tak ingin melepaskan Mischa.



Dengan mata berkaca kaca Mischa melangkah mendekat pada Dafi. Kemudian ia berbisik di telinga Dafi.



Mendengar yang baru saja di ucapkan Mischa lirih di telinganya itu , ia begitu terkejut. Saking kagetnya ia melepaskan tangan Mischa



" Terima kasih sudah memberikan jawabanmu..." ucap Mischa sambil tersenyum getir. Kemudian ia melangkah pergi meninggalkan Dafi yang masih shock itu.



Mischa masuk ke dalam mobilnya. Dan tak lama kemudian ia segera tancap gas dan meninggalkan tempat itu.


.


.


Ternyata laki laki sama saja...Maunya punya istri perawan.. segel_an. ...Waktu ku bilang aku bukan perawan karena sudah di jebol orang ...dia langsung melepaskan ku...Tidak menahan ku lagi..padahal tadi dia masih ngeyel...


A_aah... sudahlah ..bodoh amat ...Kan aku sudah punya ganti nya.. Muka dan bodi sama... tapi dia lebih kaya lagi.. hidupku bakal terjamin...🤭🤭🤭


.


.


" Dafa..." Panggil Mischa.



Seseorang muncul dari bangku tengah sambil tersenyum. Dan dia adalah Dafa.



" Kamu hebat Mischa..." kata Dafa dengan wajah berseri.



" Sekarang kita mau kawin lari kemana Dafa ? " tanya Mischa ceria. Seolah tak menyesal sedikitpun meninggalkan Dafi.



" Kawinnya sudah tinggal lari saja .. kemana saja juga boleh...asal kita bersama..." Mischa tersenyum ." Ah tidak Ding... aku tidak cuma mau lari denganmu saja .. Aku ingin bermesraan denganmu juga... kawin lagi..."



" Hahaha...Dasar parno .." Mischa kemudian menepikan mobilnya. Dan kemudian Dafa berpindah tempat duduk. Ia mengambil alih kemudi dan Mischa duduk di sisi nya.



Sesaat sebelum ia menghidupkan kembali mobilnya , Dafa mendekatkan wajahnya pada Mischa. Dan kemudian memberikannya sebuah ciuman mesra padanya.



" Sekarang perjalanan kawin lari kita di mulai..." Ucap Nya kemudian.



" Let's Go ..!!!" Mischa mendukung Usulan Dafa itu dengan senyum manis penuh semangatnya🤪🤪💪


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2