KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
125. HATI YANG HANCUR


__ADS_3

"Kau ingat dia tidak Yog..waktu kita pulang ke kampung kelahiran ku..Anak penjual gado gado tetangga desaku itu..Ini Kristy..janda itu.. Dia istriku.."



Bisma menjelaskan jati diri Kristy pada Yoga yang ia kira Yoga mungkin lupa pada Kristy karena sudah lama tidak jumpa. 5 Tahun waktu yang cukup lama sehingga bisa membuat lupa seseorang.


.


.


Aku dan Kristy sama sama mematung dengan rasa terkejut yang luar biasa. Kristy yang menghilang bak di telan bumi ..Yang setahun lebih aku cari cari selama ini dan tak ada kabarnya sama sekali kenapa bisa ada di rumah Bisma. Menjadi seorang Istri?. Istri orang.. terlebih istri Bisma?



Itu benar benar tidak bisa ku percaya. Bagaimana bisa , istriku menjadi istri sahabatku sendiri? Aku benar benar shock...



Rasanya bagai di sambar petir di siang bolong tanpa hujan. Seketika dunia rasanya runtuh menimpaku.



Ini kenyataan yang sangat menyakitkan..bahkan lebih sakit dari saat aku nyaris mati di kecelakaan itu...Sakit yang teramat sangat menghujam ke jantungku..



*Ku mohon Tuhan*...*Katakan kalau ini cuma mimpi*...


.


.


Demikian halnya dengan Kristy ,Ia juga sangat shock. Bukankah Yoga sudah meninggal ... kenapa dia sekarang hidup lagi dan ada di hadapannya? Dia segar bugar, gagah, dan bernafas .. ia berdiri di depan nya... menyentuh Xavier putra mereka... ia bahkan menatapnya dengan nanar kepada dirinya...Tampak bingung dan shock.. dan juga sedih.. dengan kesedihan yang begitu mendalam....


.


Anak itu..aku semakin yakin dia adalah anakku saat melihat Kristy di sini...Xavier pasti adalah janin yang hendak di gugurkan Kristy dulu...Kristy melahirkannya..melahirkan anakku...Xavier itu Anakku...


.


Tapi dia sekarang menjadi anak Bisma? Dan Kristy pun juga menjadi istrinya....Ini benar benar sebuah mimpi buruk.. mimpi yang sangat buruk...



Hatiku hancur.. Rasanya benar benar hancur sehancur\_hancurnya....Sungguh hancur berkeping keping.. Yang tersisa cuma sebuah rasa sakit yang tak terperi ..



Aku berpikir dan terus berpikir...Apa yang harus ku lakukan? Apa yang harus aku katakan ?...



Aku seperti seorang bisu yang tak bisa berucap apapun saat ini.



Tanpa kata aku melangkah keluar...Pergi meninggalkan rumah itu.. Aku tak menghiraukan lagi suara Bisma yang memanggil manggil aku..



"Bro ?... Yog.. Yoga.."



Saat ini tubuh dan pikiranku benar benar kosong...Seperti cangkang kosong tanpa isi...Aku hanya ingin pergi jauh saja.


.


.


.


.


" Kenapa kau yang datang?" tanya Kinara sinis saat melihat kedatangan Romi ke tempat tinggalnya . Sebuah rumah yang cukup mewah dan besar yang lengkap dengan mobil pemberian dari Guntoro.



" Yoga tak bisa kemari..Dia ada janji makan malam di rumah Bisma.." jelas Romi



" Huh...alasan saja.." ucap Nara sinis.


__ADS_1


" Kalau sudah tahu jangan tanya , bodoh..Dia tidak ingin kemari.." Romi bicara dengan tanpa basa basi



" Kau gunakan sedikit saja otakmu itu.. Sudah tahu orang tidak menyukaimu masih ngeyel mau nikah.. di poligami juga..Kau sebenarnya bodoh atau idiot "



Romi yang memang biasa bersikap dingin, acuh mulai menampakkan sosok aslinya.



" Huh " Kinara men\_cebik dengan wajah kesalnya.



" Kalau ku lihat kau sebenarnya tidak menyukai Yoga... tapi kenapa kau nekat memilihnya .."



" Aku hanya ingin membalasnya saja...Aku ingin dia menjilat ludahnya sendiri. Aku akan menghancurkan harga dirinya yang tinggi itu..Dia sudah merendahkan ku.. Dia pikir aku tak punya pesona di balik baju hijab ini.."



" Hahaha.. jadi cuma mau balas sakit hati saja ya.." Romi tertawa mendengar alasan sebenarnya Kinara mau di jodohkan dengan Yoga meski ia tidak mencintainya.



" Lagipula dia belum tahu siapa Abi ku..Abi ku biasanya di mintai tolong orang.. Pasangan yang sehari sebelumnya saling benci..Besok sudah menikah dan tidak mau lepas..Tau tau anaknya sudah banyak.." kata Nara menceritakan kehebatan Abi/Abah nya yang notabene seorang alim ulama yang punya ilmu kebatinan tinggi.



" Guna guna?" tanya Romi



" Bukanlah..Guna guna itu ilmu hitam. Ini ilmu putih.. seperti doa mustajab .. Hanya orang yang memiliki hati bersih yang bisa melakukannya.. Seperti membuka mata hati seseorang lewat batinnya..dan selama untuk kebaikan Abi ku biasanya mau melakukannya.."



" C\_iih.. Hari gini masih percaya seperti itu?"Romi nampak meremehkan.




" Sudahlah ..jangan bermimpi.. Yoga itu di hatinya sudah ada seseorang yang dia cintai..."



" Janda beranak dua itu?" tanya Nara. Ia sudah pernah mendengar ceritanya dari Guntoro.


" Dia bahkan bukan perawan "


Nara merendahkan Kristy yang statusnya janda. Tentu tak akan sebanding bila dibandingkan dengan dirinya yang lebih muda, cantik dan juga perawan bersegel yang belum pernah terjamah oleh pria manapun.



" Ternyata di balik hijab mu kau punya sisi keras juga ya. Sudahlah..siapkan dirimu untuk kecewa saja. Kau bahkan tak bisa di bandingkan dengan janda itu..Dia wanita yang tulus tak seperti kau.." ucap Romi dengan tawa sinis nya.



" Tau tidak kenapa aku tidak memilihmu waktu itu?" tanya Nara. Ia ingin membalas sikap dingin dan kasar Romi. Ia bukan gadis lemah yang akan diam saja bila di injak harga dirinya.



" Kalah kaya, kalah muda, kalah tampan..Anak kandung dan anak angkat...apa lagi .." Jawab Romi asal. Kinara menggeleng.



" Kau licik " ucap Nara. Romi sesaat terdiam.



" Kau tampak seperti kawan tapi sebenarnya kau menyimpan kebencian padanya .Itu terlihat di matamu.. "



Tiba tiba saja raut muka nya berubah .Ia menatap Nara dengan tatapan dingin dan tajam. Romi perlahan mendekati Kinara. Ia nampak seperti singa yang akan menerkam mangsa nya. Nara perlahan mundur . Ia bergidik dan mulai ketakutan dengan ekspresi kemarahan Romi.



" K..Kau mau apa?" tanya Nara panik terlebih saat ia sudah tak bisa mundur lagi karena terjepit di antara dinding dan Romi.


__ADS_1


Ia tak menyangka kalau Romi akan se\_marah itu padanya. Ia bahkan mengungkungnya dengan kedua tangannya mengunci dirinya di dinding.


' DEG'


Jantung Nara berdetak kian kencang tatkala Romi semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Nara. Dan bukan cuma itu saja , tubuh Romi juga merapat menghimpit tubuhnya di dinding.



Bahkan Dada bidang Romi sampai bersentuhan dengan dada Nara yang nafasnya mulai tak beraturan saking takutnya dengan Romi.



Nara menutup rapat rapat matanya saat Romi kian mendekat.



" Jangan main main denganku...Aku tak akan mengampuni siapapun yang berani mengusikku.."



Romi ternyata bukan ingin menciumnya tapi berbisik di telinganya dengan ancaman yang mendominasi. Nara sedikit lega saat Romi sedikit menjauhkan tubuhnya dari tubuhnya. Meski begitu ia tetap mengungkung Nara



" Asal kau tahu saja..Aku tidak membenci Yoga..Aku menyayanginya seperti adik ku sendiri..Aku cuma ingin memberinya pelajaran saja.. Aku ingin dia tahu bagaimana sakitnya melihat orang yang dia cintai di ambil oleh orang terdekat nya.. Aku ingin dia merasakan apa yang ku rasakan karena ulahnya.. Kau tak pernah tau bagaimana rasanya saat orang yang kau cintai mati karena tanganmu sendiri kan.."



Nara ternganga. Ia mulai membuka mata dan menatap Romi. Ekspresi Romi bukan ekspresi kebencian. tapi lebih kepada kesedihan. Kesedihan dan kekecewaan yang mendalam. Ya.. ternyata ia salah menilai Romi.



Ia tidak tahu apa yang terjadi pada Romi dan Yoga dulu. Tapi yang jelas.. Itu memberikan luka yang mendalam dan membekas di hati Romi.



" Ah...Nara... Aku punya sebuah saran untukmu.."



" A..Apa..?"



" Sebaiknya kau lepas saja hijab mu itu..Kau tidak pantas memakai itu. Kau dan aku sama..Jadi kita tak perlu topeng untuk saling mengenali...Rubah dan serigala..apa bedanya.."



Sesudah berkata itu Romi melangkah pergi meninggalkan Nara yang terduduk lemas sendiri dengan debaran kencang yang tidak karuan.



*Romi Sanjaya.... Mana sosok sebenarnya dirimu*...


.


.


.


Romi dan Yoga sama sama berjalan tak tentu arah. Hanya melangkah saja..



Kau pasti sudah bertemu dengan Kristy kan Yog... Aku bisa membayangkan itu... Ekspresi terkejut mu..Ekspresi marah dan juga ekspresi putus asa mu... Seharusnya aku merasa bahagia , sakit hatiku saat kau mengambil Bulan dariku terbalas hari ini... Bagaimana hancurnya hatiku saat itu... Kau pasti juga merasakan itu sekarang....



Tapi...Tapi kenapa aku tetap tidak bahagia? Aku tidak merasa lega sama sekali ...



Romi masih juga tak terpuaskan..Setelah dendamnya terbalaskan..kenapa ia malah semakin merasakan kehampaan...


.


Sedang Yoga berhenti di sebuah jembatan sungai yang besar. Ia menatap ke atas langit malam yang tanpa cahaya bulan dan bintang. Gelap se\_gelap hatinya saat ini.



Hal yang baru saja di alaminya merupakan pukulan terberat baginya. KRISTY yang ia cintai dan anak yang di harapkan nya , semuanya kini telah hilang. Semua kini sudah menjadi milik orang. Milik Bisma. Sahabat dekatnya yang paling mengerti dirinya. Otaknya benar benar blank...Ia tidak tahu lagi apa yang harus di lakukan nya.



" A\_aaaaaaa!! " Romi dan Yoga sama sama berteriak dengan sekuatnya untuk meluapkan emosi jiwanya.

__ADS_1


__ADS_2