KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
220. TANGISAN SI PENGACAU


__ADS_3

Xavier tiba di bandara Yogja malam hari pukul 19.00. Ia buru buru turun dari pesawat dan membuka g map. Ia mencari tahu lokasi rumah Mimi. Setelah mendapat koordinatnya, ia pun segera mencari taksi .



" Antar kan aku ke alamat itu ...Aku tak peduli dengan biayanya ..pokoknya aku harus cepat sampai di sana..."



Xavier naik taksi sambil membuka map. masih butuh waktu beberapa jam untuk sampai ke lokasi tersebut.



" Semoga Mimi belum menikah dengan si Abi manyun itu..." Xavier berdoa dalam harap harap cemas nya.


.


.


.


Namun Xavier harus menelan kekecewaan saat ia sampai di tempat resepsi pernikahan Mimi, karena ternyata Mimi dan Abimanyu sudah selesai melaksanakan akad nikahnya.Dan Bahkan kini mereka yang sudah resmi sebagai suami istri itu sudah hendak kembali ke kamar setelah acara resepsi.



Xavier yang tidak terima pernikahan itu mengamuk di pesta pernikahan Mimi , ia mengobrak Abrik bunga hiasan pernikahan dan juga meja meja hidangan yang ada.



" Bagaimana bocah itu bisa kemari ?" tanya Yoga pada Romi yang juga menghadiri pesta itu bersama Dafa Dafi dan istri nya.



Mimi sampai tercengang melihat ulah Xavier itu. Begitu pula Kristy dan Dea. Juga semua orang yang ada di sana.



" Mimi tidak boleh menikah ..Mimi milikku.." teriak Xavier histeris saat ia di cekal oleh Dafa dan Dafi . Mereka nampak kewalahan menghadapi Xavier.



Yoga yang kesal dengan ulah anaknya itupun segera berusaha membawa pergi Xavier. Sementara Kristy tak henti meminta maaf pada keluarga Besar Mimi dan Abimanyu.



" Maafkan anak badung ku itu..."



" Sudah kalian lanjut pestanya saja...Biar kami pulang dan mengurus bocah itu...."



Dea dan Daren mengangguk. Sementara keluarga Romi dan Yoga berpamitan semua. Abimanyu menatap Xavier dari kejauhan bersama Mimi.



" Penggemar mu satu itu Mimi ...Kau kasih pelet apa sampai seperti itu..." ucap Abi sambil tertawa geli



" Aku juga gak tahu kok dia bisa seperti itu...Padahal aku sama sekali tidak pernah memberi dia harapan ..Aku menganggap dia adikku..." ucap Mimi tak habis pikir.



" Aku doakan pernikahan kalian tak bahagia, cepat cerai , banyak masalah, gak punya anak, ribut terus, hidup miskin, sengsara, cepat mati..." Xavier yang di seret keluar masih sempat sempatnya mengucap sumpah serapahnya.



" Astaghfirullah " Mimi dan Abi langsung beristighfar mendengar doa buruk Xavier itu.



" Aku doakan punyamu l e t o y , impoten , tidak kuat jebol perawan , cepat keluar , gak bisa main lama.....upp mm mm. " Teriakan Xavier terhenti saat ia di bekap mulutnya oleh Dafa. Meski Dafa dan Dafi sebenarnya begitu geli dengan sikap adiknya itu namun mereka harus menghentikan ulah nakal adiknya itu.



" Ya ampun ya ampun ...mulutnya itu ...Rasanya mau ku sobek sobek saja.." ucap Abimanyu geregetan.



" Sabar Mas...sabar....anggap saja orang mabok lagi ngoceh..." Mimi berusaha menenangkan Abimanyu yang kesal. " Jangan di dengerin..."



Yoga menyeret paksa anaknya itu keluar bersama Dafa, Dafi dan Romi..Bocah itu terlalu kuat sehingga susah di kendalikan. Bahkan ada saat Xavier terlepas dan hendak merubuhkan tenda biru dengan cara menarik salah satu tiang.


__ADS_1


" Astaga ..." Keempatnya berusaha mengendalikan Xavier yang liar tak terkendali itu ..



" Anakmu sekuat banteng Yog..." ucap Romi setelah mereka berhasil membawa Xavier masuk ke dalam mobil.


.


.


.


.


Sesampainya di hotel , Xavier di marahi habis habisan oleh Yoga dan Kristy . Romi , Dafa dan Dafi cuma duduk melihat adiknya yang kini tengah menangis karena tidak rela di tinggal menikah pujaan hatinya.



Xavier bangkit dan hendak pergi.



" Mau ke mana ?" tanya Yoga ..Ia sungguh capek menasehati anaknya yang seolah cuma mendengar dengan sambil lalu. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri itu.



" Jakarta...Aku mau pulang " ucap Xavier sambil menghapus air matanya.



" Biarkan dulu Yog...dia perlu menenangkan diri..." kata Romi .



Yoga akhirnya mengijinkan Xavier pergi. Dafa dan Dafi mengantarnya ke bandara dengan pesawat pribadi keluarga mereka .



" Sadar Xavier..Mimi itu bukan siapa siapa kamu. Pacar juga bukan. Dia juga menolak mu. Jangan mengejar ngejar dia lagi " pesan Dafi pada adiknya itu..



" Cari wanita lain...jangan Mimi...Masih banyak yang lebih baik dari Mimi.." kata Dafa pula.



.


.


.


...----------------...


.


.


.


Sesampainya di Bandara Xavier terdiam di ruang tunggu. Ia masih ragu hendak kemana. Pulang ke rumah Romi atau menghubungi teman temannya dan Mabuk mabukan saja untuk melupakan masalahnya.



Xavier akhirnya menetapkan keputusannya. Ia tidak pulang ke rumah Romi. Tidak pula ke tempat teman temannya melainkan ke rumah Mika.



" Xavier ?" tanya Mika heran saat ia membuka pintu rumahnya dan melihat Xavier nampak kacau dan muram. Seperti habis menangis dan penampilannya acak acakan.



" Oo .. kamu patah hati ya...?" tanya Mika yang mengerti situasi Xavier.



" Hibur aku Mik...Aku ingin melupakan semuanya...Buat aku lupa semuanya. .." ucap Xavier.



" Duh ..kasihan ya bocah ini... Ya sudah masuklah .. Aku buatkan minum dulu..." Mika yang kasihan pada Xavier akhirnya menyuruh Xavier masuk. Sementara ia membuatkan teh di dapur untuk Xavier.



" Kau nanti mau tidur di sini?..Biar ku rapikan sekalian kamar buat kamu ya..." kata Mika. Xavier enggan menjawab , ia diam saja.


.

__ADS_1


Setelah cukup lama menunggu , Mika kembali dengan membawa secangkir teh hangat untuk Xavier.



Xavier tampak enggan meminumnya dan masih menunduk menahan kesedihannya.


.


Kasihan sekali bocah ini ..Dia belum pernah merasakan patah hati ya...Dia tampak kacau sekali...


.


Mika kemudian memeluk Xavier untuk menghibur hatinya. Dan akhirnya tangis Xavier pun pecah lagi. Ia menangis di pelukan Mika.


.


Ya Ampun...dia benar benar seperti seorang bocah kecil yang menangis karena kehilangan permen ..


Preman kecil ini tenyata cuma gede badan doang tapi dia sangat cengeng....hihi..


.


Mika begitu geli melihat Xavier. Iapun memeluk sambil menepuk nepuk pelan punggung Xavier.



Setelah puas menumpahkan emosinya, Mika mengantarkan Xavier ke kamar sebelah agar Xavier bisa beristirahat. Ia pun juga sudah begitu mengantuk dan harus buru buru tidur karena besok pagi harus bekerja.



" Sudah , tenangkan diri mu dan tidur ...aku juga ngantuk " kata Mika begitu mereka tiba di kamar Xavier. Sebuah tempat tidur besar dan luas dengan bed cover berwarna biru tua yang tampak empuk dan nyaman.



"Mika ... " Panggil Xavier pada Mika yang hendak kembali ke kamarnya. Mika yang sudah berada di dekat pintu berhenti sesaat.



" Temani aku ..aku tidak mau sendiri..." pinta Xavier.



Mika sesaat terdiam. Pemuda tampan yang berada di depannya itu tampak begitu memelas.Ia ingin menghiburnya . Namun ia juga tidak ingin berdekatan dengannya karena janjinya pada Yoga dan Kristy.



" Aku mengantuk Xavier .." ucap Mika menolak secara halus. Ia tidak ingin berhubungan lagi dengan Xavier yang cuma suka main main dan mempermainkan perasaannya itu. Ia pun hendak membuka pintu dan buru-buru pergi saat Xavier tiba tiba sudah ada di belakangnya dan memeluknya.



Mika berusaha melepaskan diri saat Xavier mendorong pintu kamar itu tertutup kembali . Hingga hanya mereka berdua di ruangan tertutup itu.



" Mika..." Xavier berbisik pelan di telinga Mika sambil menghembuskan udara di sekitar telinga Mika yang membuat bulu roma Mika merinding berdiri. Xavier juga menyibakkan rambut panjang Mika dan mendaratkan sebuah ciuman di lehernya.


.


.


Ah ...Sial. .bocah ini tahu titik kelemahan ku...Dia tahu jika menyentuh leher dan telingaku itu membuatku menjadi terangsang....


Gila .. ini benar benar gila...Apa aku akan jatuh ke pelukannya lagi? Padahal sudah jelas...Jika aku membiarkan ini, aku akan menjadi mainannya lagi....


.


.


Xavier yang merasakan perubahan sikap Mika tahu jika Mika mulai terbawa . Titik titik sensitif yang di sentuhnya , membuat gadis itu terlena.



Xavier menggila , ia malah mencium Mika sembari memeluk dan \*\*\*\*\*\*\* \*\*\*\*\* dada Mika yang tengah mengenakan piyama tanpa pakaian dalam itu. Xavier membuai Mika yang kini kian terbawa dalam lautan gelora.


.


.


Mimi pasti sekarang juga melakukan hal ini dengan Setan Abimanyu itu...Mereka pasti sedang enak enakan bermalam pertama ..aku benar benar tidak rela ..Tapi aku tidak bisa berbuat apa apa...


Mika...Tolong aku ..bantu aku menghilangkan bayangan Mimi dari otakku ini..


Kalau dia tidak hilang ..aku benar benar bisa gila...


.


.

__ADS_1


Jerit batin Xavier,


__ADS_2