
Sudah beberapa jam lebih aku mengemudi .Dan waktu sudah pukul 20.00 malam. Masih separo perjalanan lebih yang harus ku tempuh. Namun tanganku sudah mulai pegal.
Aku membelokkan mobil ke sebuah minimarket 24 jam. Aku dan Kristy turun untuk membeli beberapa makanan kecil dan kopi .Kemudian kami istirahat sebentar .
Aku membuka hp sambil mengecek beberapa pesan. Ada pesan juga dari Andi yang memberitahu kalau ia sedang dalam perjalanan juga dari Surabaya ke Yogja bersama Desi.
Aku juga membuka map . Mencari tahu keberadaan kami dan seberapa jauh perjalanan yang harus kami tempuh untuk sampai ke alamat tujuan yakni rumah orang tua Raka.
"Masih jauh Yog?" tanya Kristy.
" Lumayan Kris. Sekitar 4-5 jam lagi. Tapi kalau lewat tol bisa lebih cepat sampai "
" Maaf ya Yog..tidak bisa gantian menyetir. Sebenarnya aku sudah bisa tapi kalau untuk perjalanan jauh dan malam aku tidak berani " ucap Kristy.
" Tidak apa apa Kris. Aku sendiri juga bisa kok. Cuma harus istirahat sebentar. EHM.. Kris , kau keberatan tidak kalau aku merokok ?" tanyaku.
Aku ingin merokok sebentar untuk membuang kantuk dan sekalian mengurangi stres di hatiku. Sebenarnya jauh di dalam hatiku , aku juga merasa cemas kalau orang tua Raka tidak mau mengembalikan anak anak kami.
" Silahkan saja Yog.. " Kristy nampak tidak keberatan. Ia tahu cowok memang selalu dekat dengan rokok dan kopi. Seperti sebuah paket yang komplit.
Kristy melihat Yoga nampak tersenyum kepadanya. Kemudian Yoga menyalakan rokoknya sementara ia memakan mie instan yang tadi di pesannya.
" Jadi kita langsung lanjut Yog? " tanya Kristy saat mereka sudah bersiap siap di mobil kembali.
" Yap.. Semakin cepat sampai semakin baik. Lebih enak mengemudi malam karena jalan tidak terlalu ramai. Kalau sudah siang jalannya bisa macet "
" Apa kau tidak kecapekan nanti?" Aku menggeleng
" Kalau capek tinggal minta pijat istriku .. pijat plus plus...Hahaha.." ucapku sambil tertawa
" Kamu ini Yog..." Kristy tersenyum sambil mencubit pipiku.
Dan kamipun kembali melanjutkan perjalanan. Di sepanjang perjalanan kami ngobrol ngobrol ringan . Kristy menemaniku terjaga agar tidak ngantuk.
Setelah menempuh perjalanan jauh kami sampai juga di kota Yogjakarta. Tepat pukul 2 dini hari. Lebih lama dari perkiraan karena aku melaju dengan kecepatan sedang dan harus sering sering mengecek map.
__ADS_1
Karena terlalu capek kami mampir ke sebuah hotel yang kebetulan ada di dekat sana. Dan setelah diantar ke kamar kami , kami langsung tepar. Terlalu capek dan mengantuk.
'Ting tong'
Suara bel pintu membangunkan kami. Sesaat melirik jam . pukul 10.00. Ternyata sudah siang. Aku dan Kristy pun segera bangun.
Aku berjalan menuju ke pintu sambil menguap dan kemudian membukanya. Kulihat Andi dan Desi di sana.
" Kristy.. " Desi segera masuk dan langsung memeluk Kristy.
"Desi.."
" Maafkan aku Kris. Aku tidak bisa menjaga anak anakmu dengan baik.." ucap Desi sambil menangis. " Kupikir mereka cuma membawanya sebentar saja.. "
Kristy memeluk Desi dan turut menangis bersamanya.
Wanita wanita... Dimana mana selalu ada air mata. batinku saat melihat keduanya mewek mewek..😓
" Aku mandi sebentar ya.." ucapku kemudian. Andi mengangguk.
Tak lama kemudian Aku dan Kristy telah selesai bersiap siap. Kami sudah mandi dan berganti baju. Aku memakai baju santai celana jeans hitam dan kaos warna putih. Sedang Kristy memakai baju terusan hitam lengan panjang dan berkerah yang bagian bawahnya model A. Yang ditengah tengahnya terdapat beberapa kancing baju dan ikat pinggang kain senada yang kian mempercantik penampilannya.
" Wah... cantik sekali Kris.." Puji Desi. Kristy cuma tersenyum.
Kulihat Andi pun sampai tak berkedip melihatnya.
" Yuk kita sarapan dulu.." Aku buru buru mengajak mereka untuk mengalihkan perhatian.
Kami pergi ke restauran hotel tersebut. Banyak mata melihat dan memperhatikan kami.
Rasanya senang dan bangga melihat penampilan Kristy yang membuat decak kagum orang lain. Namun juga risih melihat pemandangan indah milikku juga di nikmati orang lain.
Sesudah memesan makanan kamipun sarapan bersama sembari ngobrol.
__ADS_1
" Jadi suamimu dulu orang sini Kris?" tanya Andi.
" Iya.."
" Kalian bertemu di mana?" tanya Desi kepo.
" Mas Raka asli Yogja. Dan orang tuanya di sini pengrajin mebel kayu. Namun karena tidak ingin menjadi pengrajin kayu seperti Papanya ia merantau ke Jakarta dan bekerja di sebuah perusahaan. Karena cuma lulusan SMA dia cuma bisa bekerja sebagai salesman. Aku dulu juga bekerja di perusahaan yang sama sebagai admin . Kami bertemu di sana "
" Perusahaan apa?"
" Pratama " Jawab Kristy.
' DEG' Aku langsung ter_tohok. Rasanya seperti di tembak langsung dan menembus ke dadaku. Aku benar benar terkejut mendengarnya.
" Pratama?" tanya Andi dan Desi yang langsung menoleh padaku. Karena mereka tahu namaku dan nama perusahaan tempatku bekerja juga Pratama.
" Iya.. Aku juga terkejut waktu tahu nama suamiku ini juga Pratama. Kalian ingat kan waktu di akad nikah dulu.. Aku sempat ragu karena kaget mendengar namamu Yog.. Kupikir kenapa namamu bisa sama dengan nama perusahaan tempat aku dan Mas Raka dulu bekerja..."
Tentu saja sama Kris.. Itu perusahaan milik Papaku. Jadi..kalian dulu bekerja di perusahaan milik keluargaku ya...Aku tidak tahu karena aku masih kuliah dan belum mengurus perusahaan sama sekali.
" Memangnya kenapa kalau sama? " tanya Desi yang tak tahu sama sekali tentang semua yang sebenarnya terjadi.
" Mas Raka meninggal karena sebuah kecelakaan , dia di tabrak mobil oleh anak bos tempatku bekerja itu. " Desi ternganga.
" Aku dulu menuntut keadilan sampai ke pengadilan tapi semua sia sia. Mereka tak tersentuh dan justru aku yang di salahkan. Padahal aku sudah kehilangan suami dan dalam keadaan hamil tua pula. Aku malah harus membayar denda yang sangat besar. Karena tidak mampu membayar , rumah peninggalan Mas Raka pun di sita. Dan akhirnya aku pulang kampung ke rumah Bibiku itu. Cuma dia satu satunya keluargaku yang tersisa. "
Aku dan Andi terdiam. Andi menatapku. Semua yang di ceritakan Kristy itu sama persis dengan yang ku ceritakan padanya.
" Jadi pelakunya bebas? " tanya Desi lagi.
" Iya..Kudengar sih dia di sembunyikan oleh keluarganya ke luar negeri..Aku tak tahu juga sih.." jawab Kristy.
" Aku pernah satu kali bertemu dengan orang itu di rumah sakit dulu. Dan melampiaskan amarahku padanya. Cuma 1 kali.. tapi saat itu wajah dan tubuhnya sedang di perban semua.. Aku tidak tahu persis bagaimana wajahnya. Yang kuingat cuma namanya saja.. Sama seperti namamu Yog.. Nama orang itu Yoga Pratama" ucap Kristy. Desi sampai membuka mulutnya lebar saking terkejutnya.
' J_EDER!!' Rasanya seperti di sambar petir di siang bolong. Ucapan Kristy langsung mengena di dadaku. Sangat tepat sasaran.
__ADS_1
Aku berusaha tenang meredam semua rasa yang ber_kecambuk di dadaku. Sebuah kebenaran yang selama ini ku sembunyikan dari Kristy dan berusaha ku tutup rapat rapat , rasanya seperti di te_lanjangi saat semua itu di ceritakan langsung oleh Kristy.
" Jangan jangan orang itu kau Yog..." Ucap Desi spontan seperti biasanya. Aku membisu.Tak sanggup mengeluarkan sepatah katapun karena bibirku terasa kelu.