
" Yoga??" kudengar suara seseorang memanggilku saat aku dan Kristy sedang berpikir untuk memakai kendaraan apa.
Aku dan Kristy menoleh kepada seorang wanita cantik berambut pendek seperti potongan rambut pria dengan semir warna coklat dan highlight pink. Tubuhnya tinggi dan padat seperti bodi olahragawan dan yang paling khas adalah wajah separuh bule nya.
"Grace?! " ucapku saat menoleh orang yang memanggilku dan mengenali sosoknya.
Ya dia adalah temanku di kampus lamaku dulu. Teman setim basket juga. Dia juga salah satu teman akrabku . Kami sama sama turunan campuran .
" Yoga .." Ucapnya seraya langsung memelukku.
Kristy membelalakkan matanya saat tiba tiba Grace mencium ku. Itu sudah jadi hal biasa baginya cuma sekedar salam saja . Tapi tidak untuk Kristy.
'Ah mati aku..' Batinku panik saat melirik Kristy nampak marah . Aku buru buru melepaskan diri dan menjauh darinya.
" Lo baru landing ya?" tanyaku basa basi.
" Gue baru saja dari Paris " jawab Grace yang papanya memang asli dari sana. " Kau dari mana?" tanyanya saat melihat koper bagasi barang barang ku dan Kristy.
" Jepang. Honey moon.. kenalin nih istri gue.. Kristy..Kris kenalin ini Grace sahabat gue di kampus dulu..."
" Hai... " ucapnya menyapa Kristy . Kristy cuma tersenyum saja. Namun tidak mau berjabat tangan dengan Grace.
" Gila lo udah nikah Yog..umur segini.terlalu muda.. ngebet banget mau kawin.." ucapnya sambil tertawa
" Ya gitu deh.."
" By the way.. ini gantinya si Bulan.." ucapnya lagi. " Bagus juga selera lo "
" Haha.. " Aku cuma tertawa saja. Grace pun tertawa.
" Lo ngapain nunggu di sini.. Jemputan lo belum dateng? " tanya si Grace
" Hem...cuma masih bingung mau naik apa.. Kita mau ke Yogja.. Hei lo punya mobil nganggur gak..gue pinjem.."
" Mobilmu mana ..kan tinggal tunjuk mau pakai yang mana.. suruh anak buah mu nganter..rumah lo kan deket.." Aku dengan cepat menutup mulutnya.
" Kak Romi sibuk " jawabku cepat sambil mengedipkan sebelah mataku padanya. Grace mengangguk dan sepertinya paham maksudku.
" Gue suruh orang gue bawain mobil kesini buat lo..ok?"
" Thanks Grace.."
Aku lalu ngobrol ngobrol dengan Grace. Kristy diam dan menjauh. Ia duduk d kursi lounge sambil menatap keakraban suaminya dengan temannya. Namun yang saat ini di pikirkan nya cuma Dafa dan Dafi. Ia sedang berpikir bagaimana kalau orang tua Raka tidak mau mengembalikan Dafa dan Dafi.
Beberapa menit kemudian .Dua orang pria datang menghampiri mereka.
" Berikan kunci mobil itu pada temen gue.. Kalian bawa barang barang gue ke mobil..." Grace memerintah pada keduanya.
" Thanks Grace..." ucapku senang saat menerima kunci mobil dari anak buah Grace itu.
__ADS_1
" Gue cabut dulu Yog.." ucap Grace seraya berlalu bersama 2 orang pria tadi. " Kapan kapan kita main basket bareng ya.."
Aku mengangguk dan melambaikan tanganku saat Grace melangkah pergi.
" Kris.. ayo ..Kita naik mobil saja .Aku dapat pinjaman.." ucapku.
Aku dan Kris kemudian membawa barang barang kami ke sebuah mobil di parkiran. Expande_r ultimate. Mobilnya cukup bagus dan masih kinclong. Setelah memasukkan barang barang ke bagasi , kami pun naik mobil berdua.
Selama mobil itu melaju , Kristy nampak diam saja. Tak banyak bicara. Kupikir dia masih bersedih memikirkan Si kembar buah hatinya.
Aku melewati sebuah Rumah super mewah bak istana megah yang sangat luas dan besar dan berpintu gerbang tinggi besar dengan nuansa yang modern kekinian. Rumahnya bertingkat 2 lantai nampak menjulang tinggi di balik pagar. Aku sesaat menoleh ke sana. Kristy juga sempat menoleh dan melihatnya saat aku sedikit terpaku melihatnya.
" Rumah sultan.." ucap Kristy seraya menepis pandangannya.
Aku cuma tersenyum. Ya itu memang rumah Sultan..dan Anak Sultan nya ada di sebelah mu...ucapku dalam hati.π
" Nanti kita mampir ke minimarket Indo sebentar..." ucap Kristy kemudian.
" Oke.." Jawabku cepat tanpa banyak protes.
Aku mendapati sebuah minimarket di kiri jalan dan langsung berbelok ke sana. Kebetulan di sebelahnya terdapat Pom tempat pengisian bahan bakar. Kami berdua segera turun.
Aku cuma mengikuti Kristy yang mungkin hendak berbelanja sesuatu di sana. Setelah mengambil beberapa barang kami membayar di kasir.
" 200 ribu mbak.." Aku segera membayarnya.
' Hah.. sedikit sekali.. belanja apa Kristy..." aku heran bertanya tanya dalam hati.
" Kris.. untuk apa mengeluarkan bajuku...Aku sudah mandi tadi.." tanyaku heran.
" Nih..pergi saja ke kamar mandi pom. Aku akan menunggu di sini.." ucap kristy seraya memberikan kresek belanjaannya tadi padaku bersama dengan baju dan celanaku tadi.
" Cepat mandi dan bersihkan dirimu. Aku tidak mau mencium bau wanita lain di tubuhmu.."
ucapnya sambil tersenyum.
Aku ternganga. Kristy ternyata benar benar marah gara gara Grace tadi. Namun ia menutupi itu di balik senyum manisnya. Dan itu membuatku merinding. Dia marah tapi dia tersenyum manis
" Tapi Kris.. " Aku hendak menyangkal.
" Kalau tidak mau aku tidak akan memberimu jatah lagi " Kristy tetap berucap dengan lembut namun memberi ancaman.
Kata manis ,sikap manis dan penuh penekanan. Ternyata kemarahan wanita itu menyeramkan...π°π°π°
Tanpa kata aku segera menurutinya. Tidak di beri jatah?... Hem.. itu Mimpi burukπ±
Aku menuju ke kamar mandi pom tersebut. Di sana aku membuka kresek belanjaan Kristy tadi. Isinya sabun mandi dan sikat gigi komplit dengan pasta gigi dan obat kumur nya. Tak lupa juga sebuah handuk kecil.
OMG..Aku baru sadar , Kristy ternyata benar benar marah tadi melihatku di peluk dan di cium oleh Grace. Yah tentu saja... Wanita mana yang rela suaminya diperlakukan dengan mesra oleh wanita lain di depan matanya sendiri..
__ADS_1
Aku dulu saja terbakar api cemburu saat Bisma mencium kening Kristy saat akan berangkat keluar negeri dulu. Padahal aku bukan apa apanya saat itu. Dia malah sedang punya hubungan dengan Bisma. Aku cuma orang lain.
Dan kini dia ganti yang kebakaran jenggot gantian...Hahaha..
Kristy cemburu pada Grace.. itu berarti dia cinta padaku.. βΊοΈβΊοΈβΊοΈ Ya sudah.. mandi lagi .. Apa salahnya menyenangkan istri sekali kali...
Dengan hati riang aku pun segera melepas bajuku dan kemudian mandi. Walaupun mandi di tempat umum seperti itu tidak begitu nyaman , tapi demi istri tercinta aku rela...Aku tak mau kehilangan jatahku.. Aku tidak akan sanggup π
******
Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi aku kembali kepada Kristy. Melihatku segar dan berbau harum , Kristy tersenyum. Dan senyumnya maniiiiiiis sekali.π
Rasanya pengorbananku mandi di tempat tak nyaman itu terbayar sudah oleh senyum cerah bak cahaya mentari di pagi hari itu...π
" Sudah tidak marah lagi kan?" tanyaku sambil tersenyum padanya dan segera masuk ke mobil bersama Kristy.
" Hem....Lain kali jangan mau di peluk cium wanita lain lagi. Aku tidak peduli meskipun dia menganggap itu cuma salam atau apapun..." tegas Kristy.
" Iya iya sayang.. Bibir dan semua yang ada padaku ini milikmu.. jangan marah lagi.. jangan cemburu lagi istriku sayang..." aku menggoda dan merayu Kristy .
Wajahnya langsung tersipu malu yang khas dengan pipi semerah tomatnya.
" S..Siapa yang cemburu.." sahutnya cepat dan kikuk. Ah ...lucu sekali.
" Punya suami setampan aku ini harus kuat mental Kris. Dulu suamimu ini adalah idola para gadis gadis di kampus. Itu baru bibirnya saja yang di sentuh. Coba kalau yang lain bagaimana..." Aku semakin ingin menggodanya.
" Memang ada yang menyentuh lainnya?" tanya Kristy menyelidik.
Aduh..mulutku ini.. kenapa sih ember banget.. Aku me_rutuki mulutku yang suka ceplas-ceplos ini.
" Cuma kamu kok yang berhasil memiliki aku seutuhnya. Dan keris empu gandring ku ini cuma menginginkan kamu...tak ada yang lain lagi. Dia ketagihan banget berada di sarung milikmu itu " ucapku sambil tersenyum menggoda Kristy.
" Kamu itu Yog.. benar benar ya.." ucap Kristy sambil tersenyum malu malu.
Aku tertawa tawa. Menggoda Kristy sangat menyenangkan. Ya setidaknya aku ingin sedikit menghiburnya agar tak terlalu bersedih mengingat Dafa dan Dafi.
Kemudian setelah itu aku mengemudikan kembali mobil itu. Malam ini akan menjadi malam panjang . Kami harus menempuh perjalanan jauh Jakarta -Yogja. Untung saja aku sudah terbiasa traveling jadi tidak akan kaget harus mengemudi selama berjam jam lamanya.
" Kalau capek kita nanti cari penginapan saja Yog. Besok pagi baru lanjut lagi "kata Kristy yang mencemaskan diriku. Dia takut aku kelelahan.
" Oke istriku sayang.."
" Semoga Papa dan Mama mau mengembalikan Dafa Dafi pada kita kembali.." ucap Kristy penuh harap.
" Harus.. Kau percaya saja padaku Kris.. Dafa dan Dafi akan terus bersama kita. Mereka anak anakku ...Tak akan kubiarkan seorangpun merebut anak anakku dariku.." ucapku tegas.
Kristy kemudian tersenyum .Ia benar benar bahagia mendengar ucapan itu dari Yoga.
" Terima kasih Yog.."
__ADS_1
' Mas Raka ternyata benar benar memilihkan suami dan Ayah terbaik untuk kami... Terima kasih Mas Raka...Semoga kau damai dan bahagia di surga.." Kristy berdoa di dalam hati.