KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
139. MEMAKSAKAN KEADAAN


__ADS_3

" Cepat !!!" ucap Yoga keras karena Romi masih saja diam.



Romi kemudian segera meninggalkan pekerjaannya dan mengambil hp nya. Ia menghubungi nomor pengacara handal yang biasa menangani kasus perusahaan mereka.



Kinara juga membantu memesankan tiket penerbangan untuk Yoga ke Surabaya meski tanpa di suruh.



" Nih..kau bicara sendiri dengan Tuan Demian , dia ketua tim pengacara kita.." kata Romi sambil memberikan hp nya.



Yoga menerimanya.



" Selamat sore Tuan Muda..Ada yang bisa saya bantu ?" tanya Demian kemudian



" Aku ingin kau mengurus masalah pernikahanku. Apapun yang terjadi aku tidak akan bercerai dengan istriku.. Kalau pihak dia mengajukan gugatan cerai , tolak! Sampai matipun aku tidak akan menjatuhkan talak padanya "



" Siap Tuan muda. Ada lagi?"



" Buat laporan polisi , orang yang menculik dan menyembunyikan istri dan anak anakku... dan siapapun yang membantunya tangkap semua. Penjarakan saja semua. Aku tidak peduli meskipun dia laki laki , perempuan , tua atau muda , Tangkap semua!!"



" Itu mudah .."



" Terutama orang yang bernama BISMA. Dia membawa kabur istri dan anakku semuanya..Kau hubungi kepolisian daerah Blitar sana karena dia berasal dari kota itu...suruh mereka menangkapnya dengan pasal penculikan. Bagaimanapun caranya aku ingin anak anak dan istriku kembali " tegas Yoga.



" Siap !! "



" Aku akan berangkat duluan , nanti kalian menyusul. Aku akan memberikan alamatnya. "



" Baik ,Tuan Muda . Jangan lupa Tuan Muda siapkan buku nikah dan Kartu keluarga sebagai bukti penguat kita..



*Memang itu yang akan ku* *ambil nya di apartemen yang di Surabaya. Karena nanti jika kasus ini di bawa ke meja hijau posisiku kuat. Hukum legal hitam di atas putih tidak bisa di kalahkan dengan 'katanya*'...



Yoga memberikan Hp kak Romi kembali. Dan sesudah itu ia lirik Kinara yang memboking kan tiket pesawat untuknya.



" Sudah Yog.. nanti malam jam 7.."


ucap Kinara .


Yoga tak berucap apapun kemudian pergi keluar dari ruangan Romi.



*Sampai ke ujung dunia pun aku akan tetap mengejar mu*...😡


...----------------...


.


.


Kinara dan Romi terdiam sesaat dan kemudian Romi kembali ke bangkunya dan menghadap ke laptopnya lagi. Sepertinya ke depannya ia akan sibuk mengurus perusahaan menggantikan Guntoro dan Yoga.



" Sudah lihat itu Nara?"tanya Romi sambil menghadap pekerjaannya tanpa menoleh sedikitpun pada Kinara.



" Seberapapun usahamu untuk meluluhkan Yoga...ku pastikan kau akan gagal. Dia terlalu mencintai istri dan anak anaknya..." ucap Romi kemudian



Kinara terdiam. Betul apa yang di katakan Romi . Ia tidak akan pernah bisa menggeser ataupun menggantikan Kristy. Yoga seperti cinta mati pada Kristy. Sungguh mustahil ia masuk ke hati Yoga.



Ternyata benar kata Abi nya... Kini ia merasa menyesal memaksakan keinginannya menjadi istri Yoga. Sedikitpun ia tidak akan pernah di cintai olehnya.



" Andai saja aku memilihmu waktu itu..." ucapnya penuh sesal.



Romi sesaat menoleh pada Kinara yang juga menatapnya. Mata mereka saling bertemu pandang.



" Aku ini pria brengsek, kotor, licik dan pecundang...Aku tidak layak di cintai... Kau cuma boleh bermain main saja denganku...Aku ini tak lebih dari anjing peliharaan yang akan menurut apapun yang di suruh Tuannya..." ucap Romi kemudian.



Kinara terdiam mendengar penuturan Romi itu. Ada rasa sesak di rasakan nya saat mendengarnya. Romi justru tampak seperti orang kesepian yang mematikan rasa di hatinya sendiri. Ia seperti menyimpan sebuah tekanan batin mendalam yang di simpan jauh oleh Romi di dasar hatinya.



Romi tak tampak menakutkan lagi bagi Kinara. Romi justru seperti orang yang membutuhkan perhatian lebih. Ia seperti memberikan sebuah kode namun tidak seorangpun bisa mengetahuinya . Dan Kinara menangkap itu.



" Aku terlambat menyadarinya..." ucap Kinara. Perlahan ia mendekati Romi dan memeluknya.



" Apa kau tak takut digosipkan?" tanya Romi datar tanpa emosi.



" Gosip apa?" tanya Kinara balik.



" Gosip kau punya affair dengan kakak ipar mu... "



" Tidak.."



" Oh ya?"



" Karena aku tahu kau akan membungkam mulut mereka semua..." jelas Kinara.

__ADS_1



Romi tersenyum simpul.



" Siapa sih di perusahaan ini yang berani padamu.. Raja Singa Galak..."



"Hahaha" Romi tertawa. " Kau dapat istilah itu dari mana?" tanya Romi geli bercampur heran karena cuma Yoga yang memberinya julukan itu. Bagaimana Kinara bisa tau..



" Kau dari luar tampak seperti itu..


Dingin , kejam , kasar, dan berduri... Tapi aku tahu... Aku bisa melihat sinyal SOS mu itu.. Kau itu sebenarnya sangat kesepian , kau butuh perhatian dan pelampiasan untuk emosi terpendam mu itu... Kau ingin di sayangi..kau ingin di cintai...Andai saja aku menyadarinya lebih awal.."


" Jangan terlalu memahami ku.."



" Kenapa?" tanya Kinara



" Karena...Aku bisa .... tidak mau melepas mu lagi.." jawab Romi.



Kinara tersenyum. " Aku tidak akan lari Romi"



" Kau terlalu berani " ucap Romi sambil mendudukkan Kinara di atas pahanya.



" Aku ingin menaklukkan mu.." ucap kinara dengan berani.



" Cobalah..." tantang Romi.



" Ku terima tantangan mu.." ucap Kinara seraya mengalungkan kedua tangannya di leher Romi. Kemudian ia menyentuh wajahnya.



Sesaat ia menatap Romi begitu dalam. Dalam sekali...Kali ini ia ingin menyelami hati Romi dari dasar lubuk hatinya yang terdalam melalui matanya.



Dan kemudian tanpa kata keduanya saling mendekat. Menyentuhkan bibir mereka. Memberikan kecupan mesra, dengan pelan, sangat pelan dan lembut. Menikmati detik demi detik momen sentuhan bibir mereka..,saling ber\_pagut, menyesap untuk menunjukkan rasa di hati mereka . Lagi lagi dan lagi...



*Nara oh Nara...Kalau seperti ini..kau bisa membuat ku gila*...



Kali ini Romi menciumnya dengan lembut , penuh makna tidak memaksa seperti sebelumnya. Dan itu sangat manis. Romi membuatnya merasakan desir desir halus muncul di dadanya yang memunculkan letupan letupan kecil kebahagiaan. Dia seperti menunjukkan segenap ekspresi cintanya.



Menjaganya dengan sepenuh hatinya. Menganggap nya berharga dengan mengesampingkan nafsunya. Ia memperlakukan nya dengan lembut. Kinara merasakan itu adalah sebuah bentuk cinta.



*Romi... Ternyata kau seperti ini.. Ini sisi lembut mu.. sisi yang tak pernah kau tunjuk kan pada orang lain*...



.


......................


.


Yoga bergegas menuju ke bandara dengan di antar Romi dan sopirnya. Mereka tiba di bandara tepat satu jam sebelum keberangkatan.



" Kau sangat kacau Yog.." ucap Romi melihat penampilan Yoga yang sedari pagi belum berganti pakaian. Juga tidak mandi sebelum pergi ke bandara. Dan mungkin juga belum sempat makan .



Yoga acuh . Ia malas menjawab.



" Sepertinya aku harus menemanimu Yog.. Kau tidak boleh sendiri dalam keadaan seperti ini.."


ucap Romi yang mencemaskan Yoga. Dalam emosi yang sedang memuncak ini dia bisa saja membunuh orang.


" Tidak usah..Aku bisa sendiri. Lagi pula ini terjadi gara gara kau Kak. Ini akibat kau mengadu kami karena dendam mu " ucap Yoga sinis , ketus.



Romi terdiam. Jadi apa Bisma terprovokasi kata kataku ya?... Sampai dia nekat membawa pergi Kristy...



" Aku hanya ingin sedikit membalaskan sakit hatiku padamu .."



" Itu konyol .... Memang aku merebut Bulan darimu kala itu. Tapi apa yang kau lakukan Kak? ... Kau cuma diam dan mendendam. Tapi sedikitpun kau tak berusaha mengambil dia kembali ..Bahkan sebelum kau mengenalkan dia padaku , kau tidak berani ambil sikap layaknya seorang laki laki padahal jelas kalian saling menyukai.. Kau sama sekali tak punya inisiatif untuk maju . Tapi kau marah ,benci dan dendam pada orang yang merebutnya.. Seharusnya kau menyalahkan dirimu sendiri atas kepengecutan mu itu..."



Romi terdiam. Ia benar benar tak bisa membalas Yoga



" Seharusnya waktu itu kau katakan padaku, padanya, pada semua orang kalau kau menyukainya. Kau mencintainya... Kau tunjukkan perasaanmu..keberanian mu... Tapi kau selalu seperti ini Kak.. Kau takut menyuarakan isi hatimu.."



" Aku tak sekaya dirimu Yog..Aku juga tak punya kekuasaan seperti Papa mu.."



" Ini bukan masalah kekayaan dan kekuasaan Kak . Masalahnya kau itu pengecut. Kau penakut. Kau takut pada bayanganmu sendiri . Kau tak mau berjuang untuk mendapatkan kebahagiaanmu tapi kau dendam saat orang lain mendapatkan apa yang kau inginkan "



Romi serasa di tampar keras oleh ucapan Yoga itu. Ucapannya begitu mengena di hatinya. Rasanya seperti di hantam oleh sebuah kenyataan menyakitkan yang selama ini tak mau di akuinya.



Kala itu ia memang tidak berani mengungkapkan perasaannya pada Bulan. Ia takut akan mendapat sakit atas penolakan Bulan. Andai saja saat itu ia mau memperjuangkannya sedikit , lebih berani sedikit tentu ia tidak akan kehilangan Bulan.



Lain dengan Yoga yang kini berjuang untuk mempertahankan miliknya. Ia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan Kristy dan anak anaknya kembali. Bahkan mungkin untuk bertaruh nyawa sekalipun ia siap.



" MAAFKAN AKU YOG..." Romi kini sepenuhnya menyadari kesalahannya. Ketidakberdayaan nya. Kepengecutan nya adalah kesalahan terbesarnya. Namun ia salah , malah menimpakan kesalahannya pada orang lain. Dan diam diam merencanakan balas dendam untuk kesakitan yang di rasakan nya.



" Lebih jujurlah pada dirimu sendiri Kak.." ucap Yoga seraya menepuk bahu orang yang disayangi dan selalu di anggapnya Kakak itu.

__ADS_1


...-...


.


...----------------...


.


Bisma meninggalkan mobil beserta kuncinya di parkiran stasiun. Dan kemudian mereka naik kereta api menuju Kota Blitar. Kampung kelahirannya. Mereka menaiki kereta dengan seat 2 2. Bisma duduk di samping Kristy bersama Xavier. Dan Dafa Dafi duduk di sebelahnya.



Bisma menggenggam tangan Kristy seolah tak ingin lepas darinya. Xavier ber_gelajut manja di pangkuannya. Sedang Dafa dan Dafi ngobrol sambil bermain dengan cad_get nya.


Kristy cuma diam sambil menatap ke luar jendela. Sekali kali ia masih berusaha tersenyum menjawab Xavier dan Bisma . Namun ia lebih banyak terdiam.



Hingga saat ia tak kuasa menahan kantuknya , ia. mulai bersandar ke belakang dudukannya. Namun Bisma yang melihat itu segera memindahkan kepala Kristy untuk bersandar di bahunya. Xavier pun tertidur di pangkuannya.



Bisma benar benar merasa bahagia orang orang yang dicintainya semua ada di dekatnya. Rasanya lengkap sudah kebahagiaannya kini. Ia memang tak bisa memberikan kemewahan yang wow seperti Yoga dengan limpahan hartanya , namun ia bisa memberikan hidup berkecukupan dan limpahan kasih sayang pada mereka.



Ia yakin bisa menjadi figur yang baik untuk anak anak tirinya itu. Iapun sangat menyayangi Kristy dan ke tiga putranya. Andai saja ia tidak mampir ke Jakarta dan langsung pulang ke Blitar , keluarganya pasti damai sejahtera. Dan mungkin mereka sudah menikah.


.


Semua memang sudah di rencanakan Romi untuk mempermainkan nya. Sejak awal pertemuan nya dengan Kristy sampai mereka bertemu Yoga kembali di Jakarta. Romi mengadunya dengan Yoga. Ia sadar sekali akan hal itu.



Mungkin Romi hanya ingin bermain main , ingin menguji kesetiaan Kristy lebih memilih kekayaan Yoga atau ketulusan cintanya..



Menurutnya, orang orang kaya itu sudah


mempermainkan hidup dan hati mereka . Membeli air mata penderitaan nya dengan sejumlah uang. Mempermainkan perasaan orang miskin..untuk kepuasan hati mereka...Sangat parah!


.


...----------------...


Bisma sampai di stasiun Kota Blitar .Di sana adiknya Bella telah siap menjemputnya dengan mobilnya.



" Kak Bisma.." ucap Bella seorang gadis cantik berkulit sawo matang yang memakai baju syar'i itu dengan senyum ceria seraya memeluk Kakaknya. 5 tahun tak berjumpa , begitu banyak perubahan yang terlihat pada Kakak tampannya itu.



Bisma tersenyum dan memeluk adik kesayangannya itu.



" 5 tahun di negeri orang Kakak jadi tambah ganteng. Tidak gosong kulitnya seperti aku.."



" Namanya kerja di dalam ruang Bel..."



" Jadi ini Kak Kristy ya...cantik banget... seperti artis..." ucap Bella yang begitu kagum melihat kecantikan Kristy.



Kristy tersenyum ramah pada adik Bisma yang baru kali ini dilihatnya itu. Ia berjabat tangan dengan Bella.



" Kakak benar benar pintar memilih.." bisik Bella. Bisma tersenyum senang.



" Ini Dafa Dafi dan itu Xavier.." Bisma mengenalkan ketiga putranya. Dafa dan Dafi mencium tangan Bella.



" Halo Tante.."sapa Dafa dan Dafi penuh senyum



" Halo juga anak kembar tampan.." Bella tersenyum ramah. " Wah ini yang paling cute... baby boy..." ia begitu senang melihat Xavier.



" Daddy ' s sister " ucap Bisma memberitahu Xavier yang biasanya sulit menerima orang baru.



Melihat Daddy nya yang begitu dekat Bella Xavier berani mendekat. Ia yang tak mau lepas dari gendongan Bisma akhirnya mau bersalaman dengan Bella.



" Hi aunty..."Xavier tersenyum menyapa.



" Ya Ampun...cute nya.aa .. " Bella begitu gemas dengan Xavier. Ia menyentuh gemas kedua pipinya.



" Mana kuncinya biar aku yang nyetir.." ucap Bisma. Bella segera memberikan kunci mobilnya. Setelah memasukkan barang barang mereka , kemudian mereka segera masuk ke mobil.



Beberapa menit kemudian setelah cukup lama mengemudi mereka sampai ke sebuah rumah unik yang besar dengan pelataran yang luas dan juga garasi di bawah rumah..Rumahnya seperti rumah panggung dengan anak tangga yang cukup tinggi untuk mencapai pintu masuknya. Desain rumah itu mix modern tak seperti rumah kebanyakan orang desa. Dan dinding batako cukup tinggi mengelilingi seputar rumah yang luas itu..



" Ini rumah orang tuamu Bis ?" tanya Kristy saat ia baru turun dari mobil.


" Bukan. Ini rumahku sendiri. Aku membelinya sewaktu kerja di Australia dan untuk pembangunan Orang tuaku yang mengurusnya. Rumah ini yang akan menjadi tempat tinggal kita nantinya " jawab Bisma.



Kristy terdiam . Ia berpikir desain nya terlalu modern untuk orang yang tinggal di desa.



Mereka kemudian melangkah bersama memasuki Rumah tersebut. Bisma membawa barang barang mereka dan Kristy menggendong Xavier.



" Kau sudah menyiapkan yang ku suruh ?" tanya Bisma pada Bella.



" Sudah... besok pagi mereka akan kemari.." jawab Bella.



" Menyiapkan apa ?" tanya Kristy yang tak sengaja mendengarkan percakapan mereka.



" Ah..itu lho Kak.. Penghulu..Orang yang akan menikahkan kalian.." jawab Bella



Kristy begitu terperanjat mendengarnya. Apakah secepat itu ia harus menikah dengan Bisma? Padahal perceraiannya saja belum di urus. Bisma terlalu memaksakan kehendaknya.

__ADS_1


__ADS_2