
Yoga dan keluarganya tinggal di sebuah rumah villa yang cukup besar . Villa tersebut milik keluarga Richa. Sebenarnya Richa menyuruh Yoga memakainya saja namun Yoga menolak, ia memilih menyewa nya. Ia tak mau numpang tinggal gratis begitu saja. Dan sesudah kesepakatan harga, Yoga memboyong keluarganya ke sana.
Sebuah Rumah villa berlantai dua yang cukup indah dengan gasebo dan kolam renang di halaman depan. Di hiasi tanaman pohon yang membuat tempat itu begitu asri dan nyaman. Memang tak semegah rumah mereka di Jakarta tapi itu sudah cukup untuk mereka. Yang terpenting bagi mereka bisa mempunyai tempat tinggal sendiri , kamar tidur setidaknya ada 4 kamar, ruang tamu ,dapur dan kamar mandi. Juga tempat parkir mobil dan motor mereka.
" Asyik ada kolam renangnya..." ucap Dafa senang.
" Dalam ga airnya?" tanya Yoga.
" Gak begitu dalam Pa... Paling sedada. Di sebelah sana juga ada anak tangganya..Xavier bisa main air di bagian yang dangkal.."
" Adik di jaga dan di awasi yang benar lo...jangan sampai main air sendiri..." kata Yoga mengingatkan.
" Siap Papa..." jawab Dafa dan Dafi bersamaan.
" Nanti Oma beliin pelampung dan perahu karet buat Xavier.." kata Risa
" Makasih Oma..." ucap Xavier senang.
" Masih teler dik?" tanya Yoga pada Kristy yang beberapa hari ini kumat mual mual nya.
" Sudah gak begitu parah Mas...cuma kalau ada bau yang menyengat saja..mual lagi..."
" Bau parfum?"
" Pokoknya yang baunya menyengat...
hidungku sensitif sekali..."jawab Kristy.
" Hadee\_eeh... Emang dulu kamu pas hamil Xavier juga gitu?" tanya Yoga heran
" Gak Mas... Dulu waktu hamil Xavier ngidamnya cuma apel terus pinginnya mager di rumah saja...Mual dan muntah sebentar ..gak seperti ini..." jawab Kristy.
" Asal gak pingin yang aneh aneh lagi Dik...Kepalaku sudah bocor ni.." ucap Yoga sambil menunjuk dahinya yang masih di perban karena lukanya .
" Hihi...semoga enggak ya Mas... Soalnya ngidamnya itu munculnya tanpa di rencana Mas..."
" Ngidam pingin di peluk suamimu seharian gitu lho Dik..kan enak..." canda Yoga.
" Mas Yoga ini ada ada saja..." ucap Kristy sambil tersenyum kecil.
.
.
Mereka memasuki rumah tersebut. Ada 2 kamar tidur di bawah dan 2 kamar tidur di atas. Perabotan juga lengkap dan masih bagus. Tv layar lebar pun juga ada.
" Sepertinya rumah ini masih sering di pakai ya..." ucap Risa.
" Sepertinya iya Ma.. Richa bilang rumah ini hanya di pakai pas mereka liburan. Mereka punya 2 rumah katanya. Yang satu yang mereka pakai sekarang itu..yang ada pohon markisa nya..Mereka lebih suka tinggal di sana karena dekat restorannya. Kalau ini cuma rumah singgah pas libur.."
" Richa itu nama bos kamu Mas?... Jadi orang yang ngasih kamu pekerjaan itu perempuan?" tanya Kristy.
" Iya...Tapi tidak usah cemburu ya Kris...Wanita itu usianya jauh di atas ku..Kayaknya dia seusia Kak Romi...anaknya juga sudah seumuran Dafa Dafi..." jawab Yoga
" Hem..." Kristy cuma men\_dehem. Entah mengapa ia sedikit tidak suka mendengar nama Richa di sebut suaminya. Apalagi suaminya masih muda, tampan dan bertubuh atletis. Itu idaman para kaum hawa. Ia hanya bisa berdoa, semoga saja Bos suaminya itu wanita baik baik yang tidak akan tergoda oleh pesona suaminya.
" Yoga sudah sering bertemu banyak wanita Kris...Tapi dia tidak pernah selingkuh darimu..Nara yang cantiknya seperti itu dan masih perawan saja di tolak Yoga..apalagi wanita ibu ibu seperti Bosnya Yoga ini." Risa pun membela anaknya.
.
Benar juga si...Kinara memang sangat cantik...Bintang juga...Tapi Mas Yoga tidak tergoda sama sekali...Dan bos nya ini juga pasti Ibu ibu berumur... Tapi kenapa perasaanku tidak enak ya...
Mungkin karena posisi Mas Yoga sekarang adalah anak buah wanita itu.. Jadi aku was_was...
Ia dalam posisi di perintah...bukan memerintah...
Semoga ini hanya prasangka ku saja..
.
.
" Wow.... Menakjubkan..." Kharisma ternganga saat mendapati hadiah lamaran yang di kirimkan oleh anak buah Guntoro padanya. Banyak sekali kotak kotak hantaran yang isinya beraneka macam. Mulai makanan, buah buahan , Seserahan uang yang sangat banyak bertumpuk tumpuk memenuhi beberapa kotak hantaran. Belum lagi perhiasan emas dan berlian, juga gaun pengantin yang akan ia kenakan saat pernikahannya nanti.
" Aku kaya dalam semalam...hahaha.." ucapnya senang bukan kepalang sambil tertawa. Keluarganya yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang kakak laki laki itu turut tertawa bahagia. Keluarga mereka yang dulunya serba pas pasan kini jadi orang kaya baru.
" Belum lagi hadiah mobil mewah yang di depan rumah lho Risma.." kata Kakaknya sambil menunjukkan kunci mobil baru dari Guntoro pula.
" Ya Ampun...Alphard..." ucap Risma terkagum kagum melihat mobil mahal itu terparkir rapi di halaman rumahnya dan menjadi tontonan para tetangganya.
__ADS_1
" Nanti kalau kau sudah menikah...minta suamimu membelikan rumah mewah baru untuk kita..." Kata Ibu nya.
Risma mengangguk angguk.
" Jangan lupa putuskan juga pacar miskin mu Aldi itu..." kata Ayahnya pula.
" Iya iya Ayah..."
" Menikah dengan pria tua kaya...kau harus memanfaatkan ini sebaik baiknya..Kuras habis semua hartanya... Jangan lupa balik nama apapun yang di berikan nya.." Ibunya mengingatkan.
" Tentu saja..."Risma tersenyum " Aku akan melakukan semua itu Bu...Dan nanti bila semua sudah berhasil aku kuasai...Aku akan kembali pada cinta sejati ku..Romi.."
" Siapa Romi ?" tanya mereka.
" Ada deh.." jawab Kharisma penuh senyum.
.
.
Sementara itu Romi yang sedang berada di rumah Yoga dan Kristy di Jakarta tergigit saat sedang makan malam berdua dengan Nara.
Sepeninggal Yoga , rumah itu sering di gunakan sebagai tempat pertemuan rahasianya dengan Kinara. Tempat mereka memadu kasih secara sembunyi sembunyi dari Guntoro.
" Kenapa Rom ?" tanya Kinara.
" Cuma tergigit...sepertinya ada yang sedang membicarakan ku..." jawab Romi.
" Eh ...berdarah Rom.." ucap Nara sambil menyentuh bibir Romi yang tergigit tadi dan mengusap darahnya.
" Sentuh pakai bibirmu biar sakitnya ilang.." kata Romi sambil memegang jari Kinara dan kemudian menggenggam tangan nya erat dan mendekatkan wajahnya pada Nara.
" Dasar..." Kinara tersenyum dengan kenakalan pria yang dicintainya itu. Namun ia melakukan yang di inginkan Laki lakinya itu. Ia mendekat dan mendaratkan sebuah ciuman manis di bibir Romi. Ia mengulum dan menyesap perlahan bibir tipis nya.
Romi membalas pa\_gutan mesra dari Kinara itu. Iapun menautkan bibirnya. Lagi , lagi dan lagi. Menyesap dan juga kadang menggigit pelan bibir ranum dan memerah Istrinya itu.
" Apa Papa benar benar sudah keluar kota?" tanya Kinara.
" Iya...Tuan Besar punya jadwal meeting 3 hari ke depan di Palembang dengan kliennya. Dan tadi aku juga sudah mengantarnya ke bandara. Malam ini kita puas\_puasin bercinta ya.. Aku mau kasih pupuk yang banyak untuk anakku..."
" Terserah kamu saja Rom.." ucap Kinara sambil menyandarkan kedua tangannya di leher Romi.
" Acara makannya sudah...sekarang tinggal makan kamu..." Ucap Romi seraya menyentil hidung mancung Kinara sambil tersenyum .
" Hihihi...Suami nakal..." ucap Kinara sambil tertawa. Ia berpegang dengan kuat di leher Romi saat Romi mengangkat tubuhnya dan kemudian melangkah menuju ke kamar.
" Berat badanmu bertambah ya...sedikit lebih berat.. Sudah berapa bulan...? "tanya Romi.
" Tiga bulan jalan... Memang agak naik...habis selama hamil bawaannya pingin maka\_aan terus... Aku gampang lapar..."
" Brati nurun aku tuh anak kita... Suka makan ..."
" Bapak anak sama ya.." timpal Kinara.
" Hahaha...anaknya Raja Singa... Tentu saja.." ujar Romi sambil tertawa tawa.
.
.
.
Beberapa hari kemudian...
Yoga sudah mulai bekerja di Restoran Richa. Sementara ini ia masih satu tempat kerjaan dengan Richa. Hanya beda ruang saja.
Yoga bertugas mengecek dan mengawasi kinerja pegawai lain di restoran besar dan ramai pengunjung itu. Dan kemudian menyusun laporan keluar masuk dana di laptopnya dan kemudian menyetorkannya pada Richa.
Richa memperhatikan Yoga, selain tampan dan ber\_fisik sempurna, pekerjaannya pun rapi. Tampak jelas selain berpendidikan Yoga ternyata orang yang cerdas dan terampil. Ia seorang perfeksionis sama seperti dirinya. Apapun yang di kerjakan nya selalu sempurna. Penampilan Yoga juga sempurna. Sangat indah di pandang mata.
" Tentu saja sempurna...Dia mantan wakil CEO..." gumamnya saat melihat laporan yang di buat Yoga. " Terlalu sempurna malah..."
__ADS_1
Richa tersenyum dari balik kaca melihat Yoga dari layar Komputernya. Yoga nampak tekun dalam pekerjaannya.
"Kalau saja dia belum menikah... Dia orang yang sangat tepat untuk menjadi Ayah Baru Mischa...Hu\_ufft... Mana istrinya sedang hamil lagi...Anak ke empat pula katanya...Gila!!...Pria sempurna itu sudah ada pemiliknya..Sadar Richa!!" ucapnya sambil menepuk\_nepuk pipi nya sendiri.
" Demi wanita itu ia bahkan rela meninggalkan singgasana dan kerajaannya...
Sepertinya aku harus memupus perasaan yang mulai muncul ini...dari pada aku kecewa dan sakit hati nantinya...Pria ini...Pria yang terlalu sempurna ini...Dia tidak akan pernah bisa ku jangkau..."
Richa menutup gambar C C T V yang menunjukkan gambar Yoga dan mengganti dengan pekerjaannya. Ia harus menutup rapat rapat perasaannya untuk cinta mustahil nya.
Richa adalah seorang janda beranak satu. Ia bercerai dengan suaminya yang dulu adalah seorang tentara. Karena sering di tinggal bertugas ke luar kota bahkan propinsi berbulan bulan lamanya , Richa sering merasa kesepian.
Suaminya sebenarnya ingin memboyongnya ikut ke tempat tugasnya di luar pulau. Namun karena Richa mengelola restoran sendiri sepeninggal kedua orang tuanya , ia tidak bisa ikut dinas suaminya.
Terlalu sering dan lama di tinggal Richa pun memutuskan untuk bercerai dengan suaminya. Ia memenangkan gugatan sehingga hak asuh Mischa jatuh padanya.
Sejak perceraiannya 5 tahun lalu , ia fokus mengurus anak dan restorannya. Kini restorannya semakin maju dan ramai pengunjung. Bahkan sudah berencana membuka anak cabang.
' Ting..'
Sebuah pesan masuk ke hp nya. Sebuah nama 'Mas Ricky' tertera di sana.
'Aku dapat cuti...Aku ingin mengunjungi Mischa ' Pesan singkat dari mantan suaminya itu ia baca.
Dengan berat ia menjawab " Ya.."
Sebenarnya bukannya ia keberatan mantan suaminya itu datang mengunjungi putri mereka. Namun ia cuma takut , mantan suaminya itu membujuk Mischa untuk ikut dengannya. Karena sesuai aturan hukum , Anaknya bisa memilih untuk ikut dengan Ayah atau Ibunya saat ia sudah dewasa. 14 tahun usia putrinya, Dan itu usia saat ia beranjak dewasa dan bisa membuat keputusan untuk dirinya. Ia takut putrinya akan memilih ikut bersama Ayahnya.
.
.
Kristy dan Risa berjalan jalan ke pantai bersama Dafa Dafi dan Xavier. Karena Yoga sedang bekerja mereka memutuskan untuk berjalan jalan di pantai .Tak jauh dari restoran tempat Yoga bekerja.
Dafa dan Dafi bermain main di pinggir pantai bersama Xavier. Xavier yang sangat aktif berlarian kesana\_kemari di kejar dua kakaknya sambil tertawa tawa. Kristy dan Risa turut tersenyum melihat mereka yang nampak begitu rukun dan saling menyayangi.
" Mama...Tangkap Xavier.." teriak Dafa dan Dafi saat Xavier berlari menuju ke arah Kristy. Xavier tertawa ceria berusaha berbelok agar tak tertangkap kakaknya. Kristy pun ikut berlari mengejar Xavier.
Xavier yang panik di kejar banyak orang jatuh terjerembab di pasir pantai. Ia menangis dengan keras .
Seorang pria mengenakan seragam army yang melihatnya terjatuh segera menolongnya. Ia membantu Xavier bangun dan membersihkan pasir yang menempel di mukanya.
" Aduh sayang...Mukamu banyak pasirnya.." ia menghapus pasir di muka Xavier dan meniup Pasir yang masuk ke matanya.
Kristy ,Risa dan Dafa Dafi segera menghampirinya.
" Xavier..." Kristy langsung memeluk Xavier untuk menenangkan tangisnya. " Makanya kalau lari hati hati..." kata Kristy
" Terima kasih Tuan..sudah menolong anak saya.." ucap Kristy sambil berbalik pada pria yang menolong anaknya tadi sesudah Xavier tenang.
" Kristy?" tanya Pria itu yang mengenali sosoknya.
Kristy ternganga saat melihat sosok pria yang tidak asing di matanya itu. Seorang pria dewasa yang berwajah kalem dan pandangannya teduh. Tubuhnya tinggi besar. Senyum ramah yang selalu menghias di wajahnya pun tetap manis seperti dulu. Ia sangat mengenalnya.
" Mas Ricky ..?" ucap Kristy yang mengenali Kakak sepupunya meski sudah lama tidak bertemu. Ricky anak Bibi Rasti , Orang yang di anggap Ibunya itu.
Setelah sekian lama mencari dan tidak mendapat kabar apapun , tiba tiba sosoknya muncul di depan matanya. Ricky kakak sepupunya yang pintar masak, cinta pertamanya dulu.
" Ya Ampun Mas Ricky..." Kristy langsung ber\_hambur memeluknya. Sosok yang bernama Ricky itupun tersenyum ramah dan memeluknya dengan erat pula.
Risa yang melihat itu nampak tidak senang . Menantunya berpelukan dengan pria asing di depan matanya. Risa meraih hpnya dan mengambil gambar keduanya dan langsung mengirimkannya ke Yoga.
' Istrimu selingkuh 'pesan itu langsung ia kirim ke Yoga beserta bukti foto peluk mesra keduanya.
Gambar Kristy dan Ricky yang saling berpelukan dan tersenyum adalah bukti nyataπ€
.
.
Yoga yang menerima pesan itu begitu terkejut. Setengah berlari ia keluar dari ruang kantornya.
" Mau kemana?" tanya Richa saat berpapasan dengan Yoga yang nampak buru buru berlari dan berlalu dari restoran itu. Menuju ke tempat yang di beritahu Mamanya.
__ADS_1
Richa yang penasaran pun akhirnya ikut mengejar. Ia pun berlari mengikuti Yoga.