
"Mama..."Dafa dan Dafi berlarian menuju ke kristy .Bisma dan Kristy menoleh bersamaan.
" Dafa dafi..."Kristy memeluk kedua putranya dengan erat. Air matanya mengalir jatuh membasahi pipinya. Ia sangat bahagia bisa melihat keduanya selamat.
" kalian tidak apa apa..."tanya Bisma
" Papa papa.." Dafa dan Dafi pun begitu senang melihat Bisma di sana. Bisma lalu memeluk keduanya juga.
Papa... ?? Jadi si kembar juga memanggil Bisma Papa ?..bukan cuma aku?... batinku bertanya
"Haduh...anak papa terluka..sakit tidak .." ucap Bisma sambil memeriksa tangan Dafa dan Dafi yang ada bekas terkena pukulannya.
"Iya..." jawab keduanya.
"Duh..kasihan." ucap Bisma sambil mengusap bekas luka keduanya.
Aku terdiam melihat mereka berempat . Mereka nampak begitu harmonis bagai satu keluarga sungguhan.
Aku menghela nafas...Ya..memang sudah seharusnya begini..sudahlah tak apa.. Asalkan mereka bahagia.
"Den Yoga.." panggil Bibi Kristy.
"Iya Bu...ada apa...Ibu butuh sesuatu? "jawabku cepat.
"Oh iya.. luka ibu bagaimana.. aku ambilkan kotak obat dulu ya.."ucapku seraya buru buru pergi meninggalkan mereka.
Ibu Kristy sesaat melihat Yoga. Ia tahu bagaimana perasaan Yoga melalui caranya menatap putrinya. Ia tahu Yoga mempunyai perasaan khusus pada Kristy namun di simpannya di dalam hati.
Aku tidak boleh cemburu..Bisma itu sahabatku.. Sudah lama dia menyukai Kristy...dan sepertinya Kristy juga mulai membuka hatinya untuk Bisma..
Aku harus bisa menerima ini...Ini untuk kebaikan semuanya.. Dan Aku tetap bisa bersama mereka sebagai sahabat...
Aku kembali keruang tamu dengan membawa kotak obat.
"Ayo cepat di obati luka lukanya.." ucapku menghampiri mereka.
"Sini Dafi.." Bisma segera mengobati luka luka Dafi.
"Aku mau di obati Papa.. " ucap Dafa sambil mendatangiku. Aku tersenyum.
Bocah kecil tampan itu dari dulu memang cenderung lebih dekat denganku sejak pertemuan pertama dulu .Dan karena dia aku mulai mengenal Kristy..
"Sini..."ucapku seraya memangku Dafa dan mengobati lukanya.Ia nampak meringis menahan sakit saat lukanya terasa sedikit pedih saat ku olesi obat. Ya mungkin karena lukanya agak terbuka..jadi terasa perih.
" Tahan ya... cowok itu harus kuat. ..tidak boleh cengeng.." ucapku. Dafa mengangguk.
"Ibu juga.." ucap Kristy sambil mengobati ibunya.
"Kau bagaimana Kris.. mana yang terluka?" Tanya Bisma sesudah mengobati Dafi
"A..Aku tidak apa apa cuma pegal pegal saja bekas pukulan mereka...tidak perlu di obati.." jawab Kristy.
"O...nanti kau minum obat anti nyeri saja kalau begitu.." kata Bisma. Kristy mengangguk.
__ADS_1
" Kalau sudah selesai...kalian semua ke ruang makan ya..Bibi Ijah sudah menyiapkan makanannya.." ucapku.
"Hore...makan.."ucap Dafa dan Dafi begitu senang.
"Kalian lapar?... yuk kita makan.." ucap Bisma seraya menggandeng Dafa dan Dafi menuju ke ruang makan.
Bisma sudah hafal betul tempat tempat di rumahku karena dia sudah terbiasa di sini. Bahkan dia juga dulu sering menginap.
"Bro..aku duluan " ucapnya padaku. aku mengangguk dan tersenyum.
"Bibi ..kristy ..kalian juga.. sarapan dulu.. " ucapku
" Maaf Den Yoga..kami merepotkan.."ucap Bibi yang begitu sungkan padaku.
" Tidak kok Bibi....silahkan.."
Bibi kemudian segera menyusul Dafa dan Dafi ke ruang makan. Namun Kristy nampak enggan.
"Kau tidak makan Kris?"tanyaku.
"Sebentar... ucapnya seraya mengambil kotak obat dan membawanya ke dekatku.Aku heran kenapa dia begitu.
" Duduk Yog..." ucapnya.
" Kenapa?"Tanyaku heran.
Meskipun begitu aku segera duduk. Kristy kemudian duduk di depanku dan membuka kotak obat.
DEG' apa yang akan dia lakukan?... kenapa lagi lagi dia membuat jantungku berdebar kencang...kenapa dia senang sekali membuatku senam jantung...
"Benar kan dugaan ku...Bibirmu terluka.." ucap Kristy mengamati bibirku .
"Robek ni..pasti bekas berantem tadi malam..Kau kan kena pukul juga kemarin.."
"Hah?!" Aku bengong sambil menatap wajah cantik Kristy yang begitu dekat denganku.
Bukan luka itu yang kupikirkan tapi bibir Kristy , bibir tipis merah merekahnya...
'oh..tidak...Aku benar benar ingin menciumnya...Ya ampun kenapa aku ini mesum sekali...😩'
"Diam sebentar..aku akan mengobatinya.'' ucap kristy sambil mengambil cotton bud dan mengoleskan obat di bibirku. Rasanya sedikit perih namun aku bisa menahannya. Aku hanya terdiam sambil menatapnya.
Kenapa kau cantik sekali Kristy...kau terlalu cantik...batinku mengagumi kecantikannya.
Kristy menyadari tatapan mataku . Sesaat ia balik menatapku dan kemudian berpaling
" Selesai" ucapnya seraya buru buru pergi.
'Haaaah'
Aku menghela nafas panjang. Sebagai seorang pria yang sudah berpengalaman dalam urusan wanita...karena dulu sudah sering bergonta ganti pacar , aku bisa mengerti arti sikap Kristy itu.
__ADS_1
Ia menghindar. Itu adalah sebuah bentuk penolakan secara halus. Artinya dia tidak suka padaku...
******
"Bro gue menginap di sini ya.." ucap Bisma menghampiriku sesudah makan .
"Kapan sih gue pernah bilang tidak ke lo bro.." jawabku santai. Bisma tersenyum
"Kenapa sih lo ga cerita ke gue kalau Kristy di bawa oleh orang orang jahat itu bro...Gue tahunya malah dari orang orang di kampung yang heboh bilang Kristy di culik..."ucap Bisma.
"Pas aku lihat rumahnya udah di polis line .. Gue panik...gue langsung kesini .. mo minta tolong lo.. ehh..ternyata Kristy sudah di sini.."
"lo kemana aja ketinggalan berita..." ucapku sambil tertawa.
" Gue sibuk berbenah..beres beres barang yang mau gue bawa ke luar negeri..." jawab Bisma
"Kek orang penting aja lo..."candaku.
" Ya namanya orang desa.. mo pergi ke luar negeri ya pamitan ke rumah saudara saudara gue...famili gue kan banyak..kalau di itung\_itung sih satu desa juga masih saudara tunggal nenek buyut.."
"Gak sekalian tunggal leluhur Nabi Adam.. kan jadi lebih banyak...sedunia bro..hahaha " Aku tertawa tawa mengejek Bisma.
"Lo anak tunggal gak akan ngerti gimana asiknya punya banyak saudara bro..." Bisma pun tak mau kalah dariku.
"Gue gak mau punya banyak saudara..gue maunya punya banyak anak.."timpal ku.
"Ih dasar otak parno..sukanya mikir begituan ..bikin anak mulu.."
" Hahaha...yang penting enak bro.."
"Dasar..."ucapnya Bisma sambil menyentil kepala gue..
Aku hanya tertawa terbahak bahak.
"By the way...gue makasih banget lo udah nolongin kristy..."ucap Bisma dengan wajah nampak serius.
"Kalau gak ada lo..entah gimana nasib kristy dan anak anaknya...Sumpah gue nyesek banget lia keadaan si kembar kek gitu.. masak anak sekecil itu juga dipukuli...benar-benar kejam..."
Aku terdiam . Benar Bis..Aku juga ngerasa begitu..si Panter gila itu demi memaksa Kristy agar mau menurutinya tega memukuli anak kecil dan wanita tua Ibu Kristy...sungguh kejam memang..
"Gue minta tolong sekali lagi ke lo bro ...gue kan mau kerja ke luar negeri.. jadi gue ga bisa menjaga mereka.. Tolong jaga mereka...jangan ada lagi orang yang menyakiti mereka lagi...." ucap Bisma.
Aku terdiam. Bisma begitu peduli dan memikirkan nasib si kembar dan Kristy... Dia benar benar mencintai dan menyayangi mereka..
" Nanti kalau kerjaku sudah lancar dan ekonomi ku mapan..aku akan segera kembali... Aku akan menjaga mereka sendiri. Aku akan membesarkan si kembar, menyekolahkannya .. Aku akan menjadi Papa mereka... bertanggung jawab untuk mereka selamanya..." ucap Bisma.
Aku tersenyum sambil menepuk bahu sahabatku itu. Rupanya dia benar benar serius dengan Kristy. Ia bahkan sudah berpikir jauh ke masa depan.Aku benar benar salut padanya.
"Tapi Ibunya janda bolong lo.." candaku
"hah?!...
" Janda bolong... blus..."
__ADS_1
" Ih...ni anak otaknya ngeres mulu...yang dipikir cuma itu itu terus....dasar otak parno.. cepetan kawin sana lo..." ucap Bisma geram sambil memukuli kepalaku. Aku cuma tertawa saja..