KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
100. MENGGUGURKAN ANAKMU


__ADS_3

" Kris...kau tidak akan melakukannya kan.. Kau tidak akan menggugurkan anakmu bukan ? " tanya Desi



Kristy terdiam . Ia masih memikirkan langkah apa yang sebaiknya di ambilnya. Haruskah ia mempertahankan kandungannya yang jelas jelas anak cucu dari manusia manusia jahat yang menyengsarakan hidupnya. Dan selamanya ia akan terus terhubung dengan Yoga dan keluarganya karena ikatan darah anaknya.



Apa yang harus di katakan nya pada anaknya kelak kalau ia menanyakan Papa nya?... Haruskah ia mengatakan Papanya itu seorang pembunuh... terlebih orang yang membunuh Papa Dafa dan Dafi.. papa tirinya ? Bagaimana hidup mereka kelak..apakah bisa rukun sesama saudara?



Atau ia mengakhiri semua sekarang ... menggugurkan kandungannya dan pergi jauh dari sini. Menjauh sejauh jauhnya dari keluarga Yoga . Seperti saran Romi? Sehingga ia tak perlu melihat lagi wajah Guntoro manusia sombong itu dan juga menghindarkan pertikaian saudara.



" Kris...?"



Dan setelah memikirkannya dan berulang kali mempertimbangkannya , Kristy membuat keputusan.



" Aku akan menggugurkannya "



Desi ternganga dengan keputusan Kris.



"Kris...pikirkan sekali lagi. Itu anakmu Kris..darah daging mu sendiri. Apa kau tega membunuhnya? " Desi benar benar tidak setuju.



' Maafkan Mama mu nak... Kau memang anak buah cinta kami.. tapi itu sebelum aku mengetahui siapa Papa mu sebenarnya..



Aku tak bisa melahirkan mu , membesarkan mu , kau anak orang yang membuatku harus kehilangan suami , anak dari orang yang membuat anak anakku menjadi yatim , dan juga cucu dari orang yang sudah begitu jahat padaku..



Membayangkan melihat wajah mereka di wajahmu kelak , akan selalu mengingatkan aku pada mereka..



Daripada kau harus hidup menderita seperti aku. . Mendapat caci maki dari mereka... tak di akui anak dan cucu oleh mereka.. daripada hidupmu sengsara ..lebih baik kau tak ada.. '


.


.


.


" Tidak bisa di hubungi Andi... Hp Kristy sama sekali tidak tersambung.." ucap Yoga yang begitu gelisah sejak kemarin malam. Perasaannya tidak enak. Ia begitu ingin kembali sejak Romi mengetahui semuanya.



Sesudah meeting ia berkali kali mencoba menghubungi Nomor Kristy tapi tetap tak tersambung. Hpnya seperti mati karena nomornya tidak aktif terus.



" Biar ku hubungi Desi "



Andi segera menghubungi Desi dan tak lama kemudian Desi segera menjawab nya.



" Desi..kenapa hp Kristy tak bisa di hubungi . Yoga gelisah terus ni.."



" Tak bisakah kalian balik sekarang? Ini gawat Andi.."



" Gawat? Gawat bagaimana?" tanya Andi.



Yoga yang mendengar itu segera mengambil hp Andi dan berbicara dengan Desi.



" Apa yang terjadi Des " tanya Yoga cepat.


__ADS_1


" Orang tuamu mendatangi Kristy Yog..Mereka mengamuk dan mengusir Kristy. Dan ini juga Kristy di rumah sakit...dia .."



Desi enggan mengatakan tentang kehamilan Kristy. Karena Kristy melarangnya untuk mengatakan pada siapapun terutama Yoga.



Terlebih Kristy memutuskan untuk menggugurkan kandungannya.



" Rumah sakit ? "



" POKOKNYA kau harus cepat balik Yog.. Sebelum terlambat " tegas Desi.



' Oh Tidak...Apa yang dilakukan orang tuaku pada Kristy sampai Kristy di rumah sakit.. '



Aku benar benar panik. Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi di sana. Apa yang di lakukan oleh orang tuaku pada Kristy. Otakku mendadak blank.



Aku menutup telpon Desi. dan langsung berucap pada Andi.



"Pesankan Tiket pesawat balik sekarang Andi "



" Tapi Yog.."



" Aku tidak peduli dengan tender ini lagi Andi. Kalau kau bisa melanjutkan , teruskan! ... tapi kalau tidak batalkan! Aku akan membayar berapapun pinalti nya .Tapi yang jelas aku mau balik ke Indonesia. SEKARANG! "


.


.


.



" Kenapa Anda harus menggugurkannya Nyonya..Padahal banyak sekali wanita yang di luar sana ingin memiliki anak sampai rela melakukan apapun.. tapi anda malah sebaliknya. Sayang sekali.." kata Dokter tersebut.



" Saya tidak menginginkan bayi ini Dokter..." kata Kristy.



" Kalau Anda tidak menginginkannya kenapa anda menangis ... " tanya Dokter itu saat Kristy berucap dengan air mata bercucuran.



Kristy tak bisa membohongi hati kecilnya , ia sebenarnya sangat menyayangi janinnya itu. Dan ia juga tak ingin menggugurkannya. Tapi anak itu anak Yoga , Cucu Guntoro... Itu yang tak bisa di terimanya.



" Sebaiknya Anda istirahat dulu. Silahkan di pikir kembali. Atau berunding dengan suami anda... Kandungan anda lemah , janin ini bisa selamat kemarin itu sudah suatu keajaiban. Dia punya keinginan untuk bertahan hidup. Tapi kenapa Anda ibunya sendiri malah ingin menggugurkannya. Membunuh anak anda sendiri...Kenapa Anda tega membunuh anak anda sendiri..."



" Janin tak berdosa ini hadir karena buah cinta anda dan dia tak bisa memilih untuk menjadi anak siapa..Apa salah bayi ini hingga kehadirannya di tolak bahkan oleh ibunya sendiri "



Kristy semakin terisak . Ucapan Dokter itu begitu menohok ke jantungnya. Menusuk ke relung hati terdalamnya. Mengetuk mata hatinya... Akankah ia juga menjadi pembunuh seperti Yoga. Lalu apa bedanya ia dengan Yoga. Bukankah ia lebih parah .



Yoga tak sengaja membunuh Raka dalam kecelakaan itu.. dia tidak ingin membunuh Raka yang sama sekali tak di kenalnya. Tapi dia lebih buruk . Janinnya baru lolos dari kematian dan kemudian ia yang akan membunuhnya sendiri dengan tangannya sendiri ...



' Kejam...' ia memaki dirinya sendiri.


.


.


Kristy masih menangis saat Desi tiba bersama Dafa dan Dafi sepulang sekolah. mereka begitu mencemaskan Kristy.


__ADS_1


" Mama tidak apa apa...masih sakit ?" tanya Dafa.



"Yang mana yang sakit ma ?" tanya Dafi pula.



Kristy tak menjawab . Ia hanya memeluk dan mencium kedua putranya sambil menangis. Ia membayangkan kelak janinnya akan tumbuh dan besar seperti mereka . Akan tega\_kah ia membunuh anak kandungnya sendiri.



" Andi bilang Yoga pulang. Ia sedang dalam perjalanan kemari .Suamiku masih di sana melanjutkan bisnisnya " ucap Desi. Kristy terdiam.



" Dia meninggalkan pekerjaannya demi kamu. Dia rela kehilangan uang milyaran daripada kehilangan kamu. Jadi pikirkan kembali keputusanmu.. " Desi berbicara dengan nada kesal. Mungkin karena ia juga sedang hamil jadi ia ikut sensi saat Kristy ingin menggugurkan kandungannya. Rasanya tidak rela sekali...Ia bahkan merasa itu anaknya sendiri sehingga ia begitu kesal dengan Kristy.



" Adik bagaimana Ma ?"



" Adik tidak sakit kan Ma ?"



Dafa dan Dafi tampak cemas menanyakan adik mereka.



" Mau bagaimanapun itu anak Yoga. Dia juga berhak tahu anak itu. Coba nanti kalian bicara.. Dengarkan apa kata suamimu Kris.. Kau tidak boleh egois.. Aku percaya Yoga pasti akan bisa menjaga kalian. Melindungi kalian dari orang tuanya... Jangan egois Kris..Pikirkan anak anak kalian..." kata Desi lagi.


.


.


.


Begitu tiba di Surabaya Yoga langsung menuju ke rumah sakit .Ia berlarian di koridor rumah sakit menuju ke ruang rawat Kristy.



Waktu itu hari sudah menjelang tengah malam. Dan tentu saja rumah sakit itu nampak lengang. Mereka rata rata sudah pada tidur. Hanya perawat jaga saja yang ada di tiap tiap pos bangsal.



Akhirnya Yoga sampai ke ruangan Kristy.


ia melihat kamar Kristy sudah gelap dan hanya ada lampu malam kecil dengan cahaya temaram saja menyala redup di sana. Kristy sudah tertidur


.


Aku begitu prihatin melihat Kristy terbaring dengan selang infus di tangan kanannya



' YA AMPUN..kasihan sekali istriku ini.. Dia nampak begitu lemah dan tidak ada seorangpun yang menungguinya...'



Aku tahu Dafa dan Dafi pasti dibawa pulang Desi dan tidur di rumah nya.



Maafkan aku Dik...aku tidak ada di sisimu saat kau mendapat masalah....Aku benar benar bukan suami yang baik '



Aku berucap dalam hati sambil membelai lembut kepala dan wajahnya. Dan itu membuatnya terbangun. Kristy langsung bangkit dan duduk.



" Maaf membangunkan mu Dik...Mas kangen sekali padamu " ucapku sambil memeluk erat tubuh Kristy yang begitu ku rindukan.



Namun aku merasakan suatu keanehan. Kristy tak membalas pelukanku seperti biasanya. Kali ini ia seperti patung. Tidak ada senyum , balasan atau reaksi manis yang biasa di tunjukkan nya.



" Lepaskan aku , PEMBUNUH ..."



' DEG'



Ucapannya yang di ucapkan dengan datar dan dingin itu benar benar menohok ke jantungku.

__ADS_1


__ADS_2