KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
165. GARA GARA NGIDAM


__ADS_3

" Dafi...jaga di sana..awasi jangan sampai anjing itu kemari.." Yoga memanjat pagar besi rumah yang ada pohon markisa nya itu. Untung saja tubuhnya tinggi jadi lebih mudah.



" Sedikit lagi..." ucapnya saat ia hampir berhasil mendapatkannya.



Dengan susah payah akhirnya ia bisa meraih sebuah markisa matang yang berwarna merah ranum itu.



" Yes ..dapat.." Yoga bersorak dalam hati karena berhasil mengambilnya. Ia perlahan turun.


Namun ternyata sepasang mata sudah menatapnya tajam sambil mengeram.


" Rrr\_rgh....."


.


Astaga...Anjing ini kenapa di sini....Dafi pergi ke mana..? ... Kok tiba tiba malah menghilang..


.


Yoga panik saat anjing galak itu nampak mendekatinya dengan tatapan sangar dan mulut penuh liur menjijikkan



" RRR..Guk Guk.."Ia bahkan menyalak.


.


Aseemmmm.... Anjing..dasar anjing... batin Yoga kesal.


.


Yoga berlari dan di kejar anjing itu. Untung saja dulu ia olahragawan sejak di kampus dulu.Larinya cepat dan kaki jenjangnya bisa melangkah dengan lebar. Ia berlari dengan kencang di kejar anjing itu. Sepanjang jalan ia tak berhenti mengumpat meski sambil berlarian.



" Anjing jelek..anjing bu\_duk..eh bul\_dog..anjing asee\_emmm!!! " umpatnya sambil berlari.



Yoga berlari tak tentu arah karena ia tak tahu tempat itu.Hanya mengikuti jalan di gang perumahan itu. Anjing itu masih mengejarnya hingga d ujung gang.



Yoga menoleh ke belakang sesaat , ia melihat anjing itu sudah tidak mengejarnya lagi.



" Huh..segitu doang lari mu \_njing??..anjing bego.." Yoga mulai memelankan laju larinya karena sudah tidak di kejar anjing itu lagi. Namun saat menoleh , ia begitu terkejut melihat sebuah mobil melaju ke arahnya.



" Tiii\_iinn!! " Mobil itu memencet klakson dengan keras.


.


Astaga...lepas dari mulut harimau masuk mulut singa....Mati aku Dek...


.


Yoga tertabrak mobil itu hingga ia jatuh bergulung gulung di aspal. Dan akhirnya tubuhnya berhenti setelah membentur trotoar.



Yoga kesakitan di seluruh tubuhnya terutama kepalanya yang terantuk trotoar. Yoga segera bangun dan duduk setelah kesadarannya kembali.



Pengendara mobil yang ternyata seorang wanita segera turun dari mobilnya bersama sopirnya menghampiri Yoga.



" Tuan..kau tidak apa apa?" tanya Sopir itu.



Yoga mengabaikannya karena ada sesuatu yang lebih penting sedang di cari nya.



"Eh..markisa nya tadi mana...?" ucap Yoga sambil melihat ke sekelilingnya. Ia menemukan markisa itu yang menggelinding tadi berada tak jauh darinya. Iapun segera mengambilnya.


.


Untung markisa nya aman.. Yoga tersenyum sambil menggenggam buah markisa itu.


.


" Ya ampun kepalanya berdarah..." ucap wanita itu panik saat melihat dari mengalir dari dahi Yoga.



" Ha..." Yoga menyapu keningnya ia melihat telapak tangannya ada darahnya.


.


Ya ampun...bocor...


musuh trotoar sih...batin Yoga.


.


" Panggil ambulan..Ah tidak..Kita bawa dia ke rumah sakit..." kata wanita itu.



" Tuan ..kau masih bisa berdiri?" tanya sopirnya.



" Ha...?" Yoga yang masih bengong tak bisa berbuat apa apa saat wanita itu dan sopirnya membantunya berdiri dan memapahnya masuk


Ke mobil tersebut dan langsung menuju ke rumah sakit.


" Cepat pak.." ucap wanita itu nampak panik. Ia bahkan menempelkan lengan baju panjangnya ke dahi Yoga yang berdarah tadi.



" Hei..aku tidak apa apa..Ini cuma luka kecil.." ucap Yoga pada wanita itu.



" Pokoknya kau harus di bawa ke rumah sakit ! " wanita yang panik itu ngotot ingin mengobati Yoga di Rumah sakit.


.


Padahal ini cuma luka kecil....wanita ini hebohnya minta ampun...batin Yoga heran.


.


Tapi ia akhirnya diam membiarkan wanita itu membawanya ke rumah sakit.



Sesampainya di sana pun Yoga langsung di bawa ke UGD dan di tangani oleh Dokter ahli pula.


Wanita itu meminta pemeriksaan menyeluruh untuk Yoga bahkan sampai CT scan.


.


Yang sakit aku...yang panik dia...hahaha...orang cuma terbentur bocor dikit kayak orang sakit parah saja...


Wanita itu lucu sekali.


Yoga geli sendiri melihat kepanikan wanita itu.



" Sudah selesai Nyonya..Tuan ini baik baik saja. Cuma sedikit shock tertabrak tadi dan luka di keningnya..Laporan CT scan juga aman..tidak ada yang patah tulang..." ucap Dokter yang memeriksa Yoga.



" Syukurlah.." ucapnya lega.


__ADS_1


Wanita itu dan sopirnya lega ternyata Yoga tidak terluka parah.



" Kan sudah ku bilang ...aku tidak apa apa..ini cuma luka kecil..." kata Yoga yang dahinya tadi sempat di jahit karena lukanya .Dan kini sudah di perban.



" Ini obatnya , Nyonya "Sopirnya yang tadi menebus obat untuk Yoga memberikan itu kepada majikannya



" Ini...Nanti di minum ya...Lain kali kalau di jalan lihat lihat dulu kanan kiri sebelum lewat.." ucap wanita yang sempat panik.



" Iya...Aku tadi di kejar anjing...makanya ceroboh. "



" Anjing?... Jangan jangan anjing bul\_dog hitam gendut ?" tanyanya menduga duga



" Betul "



" Astaga...apa kamu lari di kejar Candy?" tanyanya



" Candy ?" Yoga ternganga.. Anjing jelek, hitam , bu\_dukan galak...yang tadi mengejarnya bernama Candy ?... Namanya terlalu keren untuk seekor anjing.Ia sampai mau muntah😰



" Papa..." Dafi tiba tiba datang ke sana dengan wajah panik. Ia datang dengan seorang gadis remaja yang kelihatannya sebaya dengannya.


.


Asem...kemana saja anakku ini tadi...tau tau bawa cewek....Papanya di kejar anjing dia ngi_lang..


.


" Dafi.."



" Mischa?" Wanita itu mengenali gadis yang bersama Dafi.



" Lho..Mama?" tanya gadis remaja itu.


.


.


" Ooo..jadi begitu...Pantes tadi kamu menghilang Dafi pas Papa manjat pagar...ternyata kamu melihat anak pemilik rumahnya? Terus kamu minta buahnya..." tanya Yoga.



" Iya Pa...Dia malah memberi aku sebanyak ini..." jawab Dafi sambil menunjukkan satu kresek yang cukup besar berisi banyak buah markisa.



" Terima kasih ya...Dan maaf..Aku mengambil buah kalian tadi...habis istri ku ngidam..minta aneh aneh.." kata Yoga



Wanita yang akhirnya di ketahui bernama Richa dan anak gadisnya yang bernama Mischa itu tersenyum.



" Namanya juga orang hamil...Kadang ngidamnya di luar logika..." ucap Richa " Kami juga minta maaf...anjing peliharaan kami mengejar mu sampai membuatmu celaka.."



" Hahaha. .Namanya juga anjing..Lagian aku yang salah..." kelakar Yoga sambil tertawa.




" Ah, tidak usah...Anakku membawa motor kok.."



" Oh...begitu...Kalau begitu ini kartu namaku..Kalau kau masih sakit ...hubungi saja nomorku..Aku akan mencarikan dokter terbaik untukmu.." ucap Richa yang merasa bersalah karena menabrak Yoga.



Yoga menerima kartu nama tersebut. Richa Calista Owner Resto 'Kuta Seafood'.



" Kau punya restoran?" tanya Yoga begitu membacanya.



" Iya...Aku punya restoran di sini..Kenapa?" tanya Richa



" Aku juga ingin membuka restoran di sini..."



Richa membelalakkan matanya. Ia menatap Yoga. Yoga memang memakai pakaian santai celana jeans dan kemeja biasa.Tapi aura yang memancar darinya memang bukan aura orang miskin. Yoga pria tampan , berkulit putih , tinggi, berperawakan bagus dan juga yang di kenakan nya barang brand mahal. Sepintas pun ia tahu jika latar belakangnya pasti orang kaya. Namun ia dan anaknya mengendarai motor?...itu aneh.



" Kau butuh pekerjaan ? Atau mau buka usaha sendiri?" tanya Richa. " Kalau kau butuh pekerjaan aku bisa membantumu. Aku sedang berencana membuka anak cabang..dan membutuhkan orang yang bisa mengelolanya.."



" Sebenarnya mau buka usaha sendiri..."



" Aku sedang membutuhkan manager...Kau lulusan apa?" tanya Richa.



" S1 Jurusan ekonomi Universitas Surabaya..Tapi Aku tidak membawa berkas berkas pendidikan ku.."



" Kau punya kartu nama?" tanya Richa



" Ada.." Yoga mengeluarkan dompetnya dan mengambil sebuah kartu namanya. Ia ragu memberikan kartu itu pada Richa karena di kartu itu ia masih membawa nama Papanya. Namun akhirnya ia tetap memberikan kartu tersebut


.


Ananda Yoga Pratama...Wakil CEO...ah gila...dia pernah menjabat sebagai wakil CEO ...pantas saja auranya beda ...dia tidak tampak seperti orang miskin..dia pasti basicnya orang kaya....tapi ia naik motor dengan anaknya.. Orang kaya yang menyamar menjadi orang miskin?......jangan jangan dia kabur dari rumah??


Pratama....dimana aku pernah mendengar nama Pratama ya...Pratama sudah tidak asing di telingaku...tapi di mana ya....


.


Richa bertanya tanya dalam hati. " Kau mau bekerja dulu di tempatku?...Yah..sambil mencari cari ..Nanti kalau kau sudah dapat tempat yang cocok kau bisa buka usaha sendiri " Kata Richa



Yoga berpikir sesaat. Jika ia bekerja pada Richa, persembunyiannya akan sempurna. Papanya dan Romi tidak akan mudah menemukannya. Lain jika usaha sendiri...Mereka akan lebih mudah melacak keberadaannya.



" Baiklah..."



" Terima kasih atas kerjasamanya ..Tuan Yoga..."



" Sama sama Nyonya Richa "

__ADS_1



Yoga dan Richa berjabat tangan. Mereka akan memulai kerja sama mereka mulai hari itu



Mischa melirik Dafi sambil senyum senyum. Pemuda tampan yang tadi minta ijin meminta markisa di rumahnya itu memang sangat tampan. Ia ingat saat pertama pertemuan mereka.



Mischa baru pulang sekolah masih memakai seragam SMP nya ia baru turun dari mobil yang di kendarai oleh nya dan sopir pribadinya.Mobil itu masuk pelataran rumahnya melewati motor Dafi .



Dafi yang melihat Papanya mulai memanjat pagar hendak mengambil buah saat pemilik rumah tiba panik. Ia takut jika Papanya di sangka pencuri. Ia takut kalau Papanya di tangkap dan di hajar massa. Karenanya ia langsung menghampiri gadis remaja SMP yang baru turun dari mobilnya itu.



" Mbak...aku mau minta ijin...Papa ku ingin mengambil buah markisa di rumahmu untuk Mama ku yang sedang ngidam..Itu..di sana..." kata Dafi.



Untuk sesaat Gadis itu cuma bengong .Melihat ada sesosok pemuda tampan di depannya dan juga menunjuk ke seseorang yang sedang memanjat pagar hendak memetik buah di rumahnya.



" I...iya..." jawabnya gugup.



Namun mereka tidak menyangka kalau akhirnya anjingnya mengejar Yoga. Mereka sempat melihat Yoga dibawa masuk ke mobil dan di bawa ke RS.


Jadi namanya Dafi...Hem...ucapnya sambil tersenyum.


.


.


Yoga kembali ke hotel bersama Dafi. Kristy dan Risa serta Dafa begitu terkejut melihat dahi Yoga yang di perban.



" Mas. .kenapa ini?" tanya Kristy cemas sambil menghampiri suaminya.



" Bagaimana kamu bisa terluka seperti itu Yog?" tanya Risa cemas.



" Tidak apa apa kok Ma, Dik...Tadi waktu manjat terjatuh..Cuma luka kecil kok...Yang penting markisa nya dapat..Ini sayang..." Ucap Yoga sambil memberikan buah markisa itu pada Kristy.



" Mas...." Kristy begitu senang mendapatkannya. Ia langsung memeluk Yoga .


.


Gapapa lah sakit sedikit...yang penting bisa melihat senyummu Kristy sayang...Lagian ini juga demi anakku...


Jangan ngidam yang aneh aneh lagi ya sayang..


Untuk istri dan Anakku...aku akan melakukan segalanya...


.


Yoga membalas pelukan Kristy dan mengecup keningnya.



" Cinta nya Papa...udah Papa turuti ni kemauan kamu...cepat besar dan sehat selalu ya sayang..." kata Yoga sambil mengusap perut Kristy



Dafi tersenyum melihat Papa dan Mamanya yang tersenyum. Ia dan Papanya sudah sepakat untuk merahasiakan kecelakaan tadi karena tidak ingin Mama dan Omanya cemas.



" Lain kali hati hati Yog.." kata Risa.



" Iya Ma..." jawab Yoga. " Ayo kita semua makan dulu...Aku bawa fast food tuh...sama buah markisa...."



Mereka kemudian makan bersama.



" Xavier sini..." Yoga menyuruh Xavier duduk di pangkuannya. Ia ingin menyuapi putranya itu.



" Masih sakit Daddy? " tanya Xavier lugu sambil menyentuh wajah Papanya.



" Nggak dong...Cowok itu harus tahan banting...tahan sakit..Cuma segini gak ada apa apanya.." ucap Yoga.



Xavier sesaat diam melihat dahi Papanya. Kemudian ia berdiri sambil menghembuskan angin meniup luka Yoga.



" Ngapain?" tanya Yoga.



" Nyem\_buhin sakitnya Daddy..."



" Hahaha..." Sontak Yoga tertawa.



" Mama biasanya meniup tempat yang sakit kalau Xavier habis jatuh Pa.." kata Dafa.



" Ada ada saja.. " Kristy cuma tersenyum kecil. " Kalau nyem\_buhin Papa tu harus cium..sini..cium pipi Papa...Pasti langsung sembuh.." kata Yoga pada Xavier.



Xavier pun mencium kedua pipi Papanya. Yoga pun membalasnya dengan gemas. Xavier tertawa ceria. Yang lainpun ikut tersenyum.



" Hari ini aku punya kabar gembira untuk kalian...Aku sudah dapat pekerjaan dan juga tempat tinggal sementara kita.."



"Beneran?" tanya Kristy cepat.Risa pun nampak antusias.



" Iya...Sementara aku kerja sebagai manager di restoran milik orang lain . Dan dia juga memberikan kita tempat tinggal . Dafa dan Dafi akan bersekolah di dekat rumah baru kita...Semoga semuanya lancar...kita berusaha bersama..."



"Amin..." ucap Risa,Kristy dan Dafa Dafi bersamaan.



Perjuangan hidup baru mereka akan mereka mulai sekarang...


.


.


Richa browsing di internet mencari nama Pratama yang tadi sempat membuatnya penasaran . Sosok Yoga yang penuh misteri benar benar membuatnya ingin mengetahui asal usulnya. Kenapa orang yang tampak kaya bisa hidup seperti orang miskin.



Dua wajah muncul dalam penjelajahan internetnya. Guntoro Pratama dan Yoga Putra Pratama.


.

__ADS_1


Ya Tuhan...Dia benar benar orang kaya...Anak orang terkaya malah...Pewaris tunggal keluarga Pratama....Gila...ini benar benar gila. 😱


__ADS_2