KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
83. KELUARGA TERKASIHKU


__ADS_3

Sesampainya di Surabaya, Andi menjemput kami di bandara di bandara.



" Kris , maaf ya...Aku tidak bisa mengantarmu ke rumah. Aku selak ada pertemuan bisnis di kantor.."



" Iya , tidak apa apa Yog.." jawab Kristy.



" Hem.. Yog.. Kristy bisa menunggu di apartemen itu . Kan dekat dari kantor.. Nanti kita turunkan dia dan anak anak di sana dulu..lalu kita ke kantor " kata Andi.



" Apa semua sudah beres ?"



" Sudah , Yog.. aku sudah mengurus semuanya. Perabotan juga sudah tertata semua. cuma tinggal isi kulkas belanja di supermarket beres.." jawab Andi.



" Kau mau ke apartemen kita dulu Kris ?" tanya ku kemudian.



" Boleh " jawab Kristy tak keberatan.



Kemudian mereka segera berangkat menuju ke apartemen baru yang telah di persiapkan oleh Andi sejak lama.



" Kami langsung ke kantor dulu Kris.. Apartemennya no 27 . Kata sandinya tanggal pernikahan kalian " kata Andi saat menurunkan Kristy dan si kembar di depan pintu masuk apartemen.



Kristy mengangguk dan kemudian segera membawa kopernya memasuki gedung bertingkat itu. Ia berdecak kagum saat melihat lobi apartemen yang begitu luas , rapi dan terkesan mewah.



' Jadi ini apartemen untuk para elite ya..orang orang golongan atas...kesannya mewah banget...hem...apa aku akan bisa cocok tinggal di sini..tetangga tetangganya pasti orang kaya semua..' batin Kristy minder



" Selamat datang , nyonya...ada yang bisa saya bantu.." tanya satpam yang menjaga di pintu masuk menyapa dengan ramah.



" A..kami mau ke apartemen no 27?"



" Anda Nyonya Kristy Aulia ?" tanya satpam itu balik.



" A..iya.." jawab Kristy dengan heran. Bagaimana satpam itu bisa tahu namanya. Padahal mereka belum pernah bertemu.



" Mari saya antar .." ucap satpam itu seraya menunjukkan tempat lift .



" Apartemen anda berada di lantai 20 . Tempat anda istimewa karena balkon nya langsung bisa menghadap ke kantor suami anda Tuan Yoga ..."



' Ya Ampun ..sampai segitunya Yoga mencarikan tempat tinggal kami. Sudah dekat kantornya ..masih juga bisa langsung melihat tempat kerjanya... ' Kristy benar benar tak habis pikir dengan semua yang di lakukan Yoga untuknya dan anak anak mereka.


.

__ADS_1


Kristy lebih terkejut lagi saat ia sampai di apartemennya. Begitu ia membuka pintu ia sampai ternganga. Ruangan yang sangat bagus , luas dan mewah.



Tepat di samping pintu masuk terdapat rak sepatu dan di sebelah kiri di balik dinding terdapat dapur dan ruang makan yang luas dengan desain minimalis dengan kulkas besar . Kemudian sebuah ruang tamu yang luas lengkap dengan sofa dan tv layar super besar dan di sebelahnya terdapat 3 kamar berderet yang juga luas dengan kamar mandi dalam . Dan didekat jendela yang mengarah ke balkon terdapat ruang cuci dan sebuah mesin cuci. Juga jemuran kecil.



Kristy benar benar tak bisa berkata apa apa lagi. Yoga sudah menyiapkan semuanya dengan sempurna .



" Mama aku lihat tv ya.." kata Dafi. Kristy mengangguk.


.


.


Malam harinya Yoga kembali setelah pulang dari kantor. Kristy ,Dafa dan Dafi menunggunya pulang sambil nonton televisi.



" Papa..." Dafa dan Dafi berlarian menyambut kedatanganku dengan gembira. Mereka mencium tanganku dan kemudian memelukku. Aku mencium kedua pipi mereka dan mereka pun juga mendaratkan ciumannya di kedua pipiku.



" Papa bawa makanan ni..ayo makan.." ucapku sambil memberikan sekotak box ayam krispi dan beberapa paket nasi fast food.



Dafa dan Dafi segera memakannya. Kemudian Kristy ganti yang mencium tanganku dan membantuku melepaskan jas. Kemudian kami berdua berjalan menuju ke kamar utama yaitu kamar kami.



" Bagaimana Kris ? Kau menyukainya? Kau mau kan tinggal di sini denganku?" tanyaku memberondong banyak pertanyaan langsung padanya.



Aku sungguh berharap Kristy mau tinggal di sini bersamaku. Tidak kembali ke Blitar lagi bersama Ibunya lagi.




Aku kemudian duduk di depannya . Aku akan berusaha membujuknya sampai dia mau tinggal di sini.



" Kris , kau sudah menikah denganku.. kau istriku. Semua yang aku miliki juga milikmu. Kita mendidik dan membesarkan Dafa dan Dafi di sini ya... Mereka butuh aku sebagai Papanya . Dan aku butuh kau juga untuk mendampingiku. Kita hidup bersama dan menyempurnakan rumah tangga kita ya.. kalian ini keluargaku..Kalian adalah orang orang yang sangat aku kasihi...Aku tidak bisa hidup tanpa kalian...tanpa kalian kita bukan keluarga " ucapku sambil menggenggam tangannya.



" Aku sudah pernah merasakan hidup sendiri di waktu kecil Kris..saat Mama dan Papa ku sibuk dengan pekerjaannya.. Mereka mencukupi aku dengan semua materi tapi tak pernah ada waktu untukku. Setiap hari hanya ada pembantu yang menemaniku.. Dan itu hampa.. Karena itu aku tidak ingin Dafa dan Dafi merasakan hal yang sama. Papa kandung mereka memang sudah tidak ada tapi aku ingin mereka tetap bisa merasakan kasih sayang Papanya , Aku Papa mereka. Aku akan menyayangi dan memperhatikan mereka seperti anakku sendiri..."



Kristy begitu tersentuh mendengar ucapan Yoga yang penuh dengan kesungguhan itu.



" Sebenarnya aku bukannya ingin membangkang mu Yog.. Aku cuma takut.."



" Takut? Apa yang kau takuti ?"



" Semua yang terjadi sejak aku bertemu denganmu sampai menikah denganmu ini seperti mimpi.. Aku takut jika suatu saat terbangun .. aku akan kehilangan semuanya... Semua ini terlalu indah.. Dan akan sangat menyakitkan jika tiba tiba semuanya menghilang.." Kristy akhirnya jujur juga mengeluarkan isi hatinya.



Aku kemudian memeluk Kristy dengan erat. Ternyata apa yang kurasakan sama seperti yang dirasakan Kristy. Semua yang terjadi begitu cepat ini memang bagai mimpi. Mimpi yang terlalu indah . Dan kami pun juga sama sama takut kehilangan...


__ADS_1


" Aku tidak akan pernah melepaskan mu Kris... Aku janji... tetaplah bersama ku ya.. sampai ajal memisahkan.."



Kristy kemudian mengangguk sambil memeluk Yoga dengan erat . Ia yang tak kuasa lagi membendung air matanya akhirnya menangis juga dalam pelukan Yoga.


.


.


Cukup lama mereka saling berpelukan mencurahkan segenap perasaan mereka hingga Dafa dan Dafi mendatangi mereka.



" Kenapa Mama menangis ?" tanya keduanya.



Aku dan Kristy menoleh ke kedua putra kami.



" Apa Papa dan Mama bertengkar lagi?" tanya Dafa cemas.



" Nggak Sayang... Ayo sini.." Aku membuka lebar lebar kedua tanganku sambil tersenyum pada keduanya.



Dafa dan Dafi langsung berhamburan berlari dan memelukku.



" Papa dan Mama tadi lagi baikan.. "



" Tapi kok nangis ?" tanya Dafi



" Menangis itu tak selalu bersedih...kadang karena bahagia kami orang dewasa juga menangis.. kalian akan mengerti itu saat kalian dewasa nanti.."



" Begitu ya.." tanya keduanya lugu.



" Kalian mau tidak tinggal di sini ..sekolah di sini.."



" Sama Papa dan Mama ?"



" Iya dong.."



" Mau!!" ucap keduanya cepat.



Aku tersenyum. Bahagia sekali rasanya mereka bersedia tinggal bersama denganku disini. Memiliki orang orang tercinta yang akan menemani hari hariku. Yang mengantar dan menyambut ku dengan senyum , yang mengganti hari hari sepi ku dengan keceriaan dan kebahagiaan



Ya...merekalah keluarga ku sekarang...



" Nanti kalian tidur di sini ya..Papa ingin tidur sambil memeluk kalian.." ucapku sambil memeluk keduanya.

__ADS_1



" Iya..." jawab keduanya dengan senyum manis tersungging di bibir mereka..


__ADS_2