KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
82. HOT SERVIS


__ADS_3

" Maaf Yog.. Aku lagi dapat tamu bulanan " kata Kristy kemudian.



" Hah? ... Ya Ampun kok bisa.." ucapku kecewa



" Kan memang rutin tiap bulan Yog.. "



" Tapi kemarin waktu di Yogja masih bisa..kok tau tau dapat sekarang. Dan lagi..Itu kan berarti anak kita belum jadi. Padahal aku sudah mengeluarkannya di dalam.." ucapku penuh kekecewaan.



"Anak itu rejeki... Mungkin belum rejeki kita bulan ini.. tapi kan masih bisa mengusahakannya nanti..." Kristy berusaha menghibur suaminya.



" Ah.. Padahal kamu sudah pernah punya anak . Kalau yang kemarin belum jadi itu berarti masalahnya di aku..."



Sebagai seorang pengusaha yang biasanya langsung memperhitungkan untung rugi sebelum mulai berbisnis , aku langsung mengevaluasi diri .



Pasangan umumnya bisa langsung hamil setelah terjadinya perkawinan . Bahkan ada yang langsung hamil setelah satu kali main. Dan aku sudah berkali kali melakukan itu dengan Kristy sejak di Jepang waktu itu hingga kemarin . Tapi hari ini Kristy malah mendapat tamu rutin bulanannya . Sudah jelas sekali , aku yang bermasalah .



' Ya Tuhan...apalagi ini.. apa aku tidak bisa punya anak...apa aku mandul ? '



Aku terdiam dengan banyak pertanyaan di benak ku.



" Anak itu amanah Yog. Saat ini mungkin kita belum di percaya untuk mendapat anak. Nanti sesudah tamu bulanan ku selesai kita coba lagi. Aku akan menghitung masa suburnya dulu biar bisa cepat jadi ..ya ?" Kristy berusaha menghibur dan menyemangati ku.



Aku menghela nafas panjang. Ya sudahlah.. mungkin benar kata Kristy . Ini masih percobaan pertama . Aku masih bisa mencoba lagi . Aku tidak boleh patah semangat . Positif thinking..



" Yah...sedikit kecewa sih..tadi aku lho sudah beli ini.." Aku bangkit dan mengeluarkan sesuatu dari tas belanjaan ku.



" Itu... penutup telinga ?" tanya Kristy saat melihat benda yang kubawa. Dua buah penutup telinga yang berbentuk seperti headphone besar yang terbuat dari kain halus yang biasa di buat untuk boneka .



" Iya ... biar mereka tidak terbangun karena suara kita ...kalau kita pas main sewaktu mereka tidur.." jelas ku.


" Ya Ampun Yog... " ucap Kristy dengan wajah memerah tersipu malu nya sambil memegang kedua pipinya. Ternyata Yoga sudah memikirkan itu .



Kristy jadi teringat ucapan Dea kemarin yang mengatakan kalau suara mereka terdengar jelas dari kamar sebelah kemarin saat sedang bermesraan.



"Nah.. imut banget kan mereka memakainya... hehe.. " ucap Yoga sambil memakaikan penutup telinga itu ke kedua putra mereka .



" Dasar ..otak mesum.." ucap Kristy sambil tertawa . Ada ada saja akal\_akalan suaminya ini.



" Kan biar nggak keganggu seperti waktu itu.. kita sampai alasan main balap kuda " kata Yoga sambil tertawa.



Kristy menatap Yoga yang tertawa geli saat mengingat kegagalan usaha pertama mereka karena di ganggu si Kembar.



" Kamu ini bisa saja.." ucap Kristy ikutan tertawa pula .


__ADS_1


" Terus gimana ini Kris.. sinyal ku telanjur tegang ni.. " kata Yoga sambil mendekati Kristy



" Ya puasa..." jawab Kristy sambil ketawa.



" Ya Ampun Kris.. masak aku harus puasa lagi.. Aku sudah puasa setengah bulan lho.. Kemarin baru buka satu kali.. Tega ya kamu.."



" Lalu?"



Yoga nampak tersenyum . Kristy menatap Yoga yang kelihatannya sudah punya rencana nakal terhadapnya .



" Lip servis dong... Kamu punya ini , ini dan ini..." kata Yoga nakal sambil menunjuk tangan , bibir , dan menyembulkan sedikit lidahnya sambil tersenyum .



" Astaga.. kamu ini benar benar mesum ya.." kata Kristy sambil mencubit suami nakalnya. Yoga tertawa tawa.



Dan akhirnya demi menyenangkan suaminya Kristy pun akhirnya bersedia melakukannya. Yoga duduk di tepi ranjang dan Kristy di lantai .Ia pun segera memulai aksinya. Ia memainkan jemari tangannya dan lidahnya menelusuri tiap inchi adik junior Yoga itu.



" Ah... " Yoga mulai mengeluarkan suara desahannya saat ia menikmati sentuhan istrinya itu. Rasanya benar benar nikmat . Terlebih saat bibir mungil Kristy mengulumnya dan juga menghisapnya. Ia merasakan sensasi itu sampai di sekujur tubuhnya. Ia sampai merem melek di buatnya.



Yoga kemudian berdiri sehingga Kristy harus berlutut mengikuti nya. Kemudian Yoga menyentuh kepala Kristy sambil mulai mendorong pelan miliknya yang sedang di mainkan Kristy sembari menikmati setiap sentuhan yang diberikannya.



Beberapa menit berlalu dan keduanya masih asik terbuai dalam permainan mereka. Kristy merasakan tubuh Yoga mulai menegang dan mulai mencengkeram kuat kepalanya. Sepertinya Yoga akan mencapai puncaknya . Gerakannya mulai menguat hingga ia harus menahan tubuh Yoga yang mendorong dorong si juniornya.



' Yog...' Kristy ingin bersuara namun tak bisa. Ingin melepas juga tak bisa karena Yoga menahan kepalanya. Hingga akhirnya ia merasakan sesuatu yang tertumpah di sana. Kristy cuma bisa membelalakkan matanya lebar lebar saat melihat Yoga mendesah kuat mencapai finis nya.




Tak lama kemudian ia kembali lagi , ia melihat Yoga terbaring di tempat tidur dengan keringat berpeluh dan menatapnya penuh senyum.



Yoga menepuk ranjang di sebelahnya memberi isyarat pada Kristy agar berbaring di sebelahnya.



Kristy menurut saja saat Yoga menarik tubuhnya dan membawanya ke pelukannya . Dan kemudian Yoga mengecup lembut keningnya.



" Harusnya tadi kamu keluarkan di luar " Kristy mulai protes.



" Hahaha..Maaf Kris..Nanggung banget sih..lagi enak enaknya.." jawab Yoga sambil tertawa tawa.



" Dasar "



" Apa tertelan?"



" Sedikit mungkin.."



" Hehe maaf ya.."


__ADS_1


Kristy menatap wajah suaminya yang nampak tersenyum bahagia dengan senyum berseri dan mata berbinar.



" I love you.. Kristy sayang.." ucap Yoga kemudian sambil mengecup bibirnya dengan lembut.



' Ya sudahlah.. ' Kristy pun kemudian membalas ciuman Yoga dan untuk beberapa saat lamanya mereka saling ber\_pagutan mesra.



" Besok kalau sudah selesai aku ganti yang akan menyenangkan mu. Sampai kau puas..oke.." kata Yoga lagi.



" Hem.." Kristy tak menjawab lagi karena sudah mulai mengantuk. Ia kemudian memejamkan matanya sambil memeluk Yoga. Dan ia pun tidur ber bantal tangan Yoga .


.


.


.


Keesokan harinya mereka segera bangun , mandi dan berganti baju . Mereka bersiap siap kembali ke Surabaya.



Yoga sudah menjadwalkan mereka terbang ke Surabaya dengan penerbangan Pagi. Karena nanti Yoga sudah punya jadwal untuk bertemu rekan bisnisnya siang nanti.



Mereka tak sempat membeli sarapan di luar sehingga mereka sarapan pagi bersama di pesawat.



" Papa papa.. Nanti kalau sudah besar aku mau jadi pilot ya.. " kata Dafa ceria di sela sela sarapannya.



" Iya... Tapi kalau sekolah harus rajin dan pintar. Pilot itu harus cerdas otaknya " kata ku sambil mengusap kepala Dafa.



" Kalau Dafi mau jadi apa ?" tanya Kristy.



" Mau jadi..." Dafi nampak ragu ragu untuk mengatakan cita citanya.



" Mau jadi apa ?" tanya ku kemudian .



" Mau jadi pengantin " jawab Dafi tampak malu malu.



" Ha?! " Aku dan Kristy bengong mendengarnya.



" Kok pengantin ?" tanyaku heran



" H..habis..adiknya Bobby cantik sekali ... Dia imut seperti boneka barbie..." jawab Dafi lugu apa adanya.



" Astaga... " Aku menepuk jidatku. Ternyata bocah kecil sudah tahu cewek cantik. Turunan dari siapa ini... aku tertawa geli dalam hati.



Apa Dafi benar benar sangat menginginkan adik perempuan ya.. Sampai sebegitu nya..



" Aduh..Anak Papa kecil kecil sudah punya cinta monyet " ucapku sambil tertawa. Kristy pun begitu geli melihat tingkah putranya yang lucu itu.



" Aku gak suka monyet Pa..Aku suka adiknya Bobby " Dafi pun protes.

__ADS_1



" Oh..iya ya..Papa salah omong..maaf ya sayang...." ucapku sambil menyentuh kepala Dafi. Dafi mengangguk sambil tersenyum. Ia kemudian duduk manja di pangkuan Papa nya sambil minta di suapi.


__ADS_2