
" Papa sudah berubah Kak.. Kemarin saja dia sampai menangis."
" Kurasa itu bukan ide yang bagus Yog ... Maaf..bukan aku tidak percaya pada Papamu...setelah berbuat banyak kejahatan selama bertahun tahun lalu dan dalam semalam dia berubah , itu sulit di percaya.. " jelas Romi yang masih meragukan Guntoro. Karena ia sudah terlalu mengenal sifat aslinya.
" Orang bisa berubah Kak...Aku percaya pada Papa.." Yoga tetap pada keputusannya.
" Terserah padamu saja Yog..." akhirnya Romi pun mengalah.
" Lalu rencana Kakak selanjutnya apa ? " Tanya Yoga.
" Aku ingin membangun kembali Perusahaan. Aku yakin Perusahaan Papamu masih bisa berdiri kembali..." ucap Romi . " Tapi mungkin aku akan mengambil alih yang di Surabaya dulu...Sepertinya yang di pegang Andi masih lancar karena mereka mempunyai sistem terpisah dari pusat . Kau bisa memimpinnya kalau mau.."
" Tidak Kak...aku sudah punya kontrak di perusahaan asing beberapa tahun ke depan. Kakak lanjutkan saja sendiri. Aku juga akan berusaha dengan tanganku sendiri " Yoga sudah tidak ingin terhubung dengan Perusahaan Pratama lagi. Ia ingin dan hidup mandiri meski harus ikut perusahaan orang lain.
" Lalu kapan kau kembali?"
" Mungkin lusa ...Biar Papa mendingan dulu. Nanti akan ku lanjutkan perawatan di Australia saja. Di sana pengobatan lebih maju..Sembari aku bisa bekerja juga "
Romi terdiam. Sepertinya Yoga sudah tetap pada keputusannya dan sudah memikirkan masak masak semua yang akan di lakukan nya. Sehingga ia sudah tidak bisa merubah nya lagi.
.
.
.
Beberapa hari kemudian Yoga dan Guntoro bersiap siap berangkat ke Australia. Romi mengantar mereka di bandara.
Yoga dengan telaten , membantu Guntoro di kursi rodanya. Meski kursi rodanya bisa berjalan dengan kendali tangan Guntoro tapi Yoga tetap dengan sabar membantu mendorongnya. Tubuh Papanya belum sepenuhnya pulih meski luka bakarnya sudah mulai mengering.
" Hati hati di jalan Yoga , Tuan Besar... " Romi memberi penghormatan pada Guntoro meski ia sudah bukan bos besarnya lagi. Hubungan mereka lebih ke keluarga kini.
" Jaga dirimu baik baik , Romi... Putraku..." ucap Guntoro sambil tersenyum pada Romi.
Romi tak bisa berkata , baru kali ini ia melihat Manusia iblis itu tampak lembut. Tersenyum padanya dan memanggilnya 'Putraku'. Ia memperlakukan Romi selayaknya manusia tidak seperti anjing peliharaan lagi.
Romi merendah dan mendekat pada Guntoro dengan mata berkaca.
" Maafkan aku yang selama ini sudah memperlakukanmu dengan buruk Rom...Aku mengangkat mu menjadi anakku tapi aku tak pernah memperlakukanmu sebagai anakku.."
.
Ternyata benar kata Yoga...Iblis ini ternyata memang berubah...Aku benar benar tidak menyangka ...Ternyata dia bisa berubah...
Ketulusan Yoga tersampaikan juga ...Ia bisa menyadarkan Papanya ini..
.
.
Guntoro mengusap kepala Romi. Manusia singa berwatak keras itu pun sampai terharu. Berapa tahun ia menanti untuk mendapat perlakukan seperti itu. Ia cuma anak yatim piatu , anak asisten Pribadi Guntoro. Ia di angkat anak pun cuma agar menjadi teman Yoga yang senantiasa mendampingi Yoga. Tiada hari di lewatinya tanpa pukulan dari Guntoro jika ia teledor menjaga Yoga. Bagai mimpi kini Guntoro bersikap hangat dan memperlakukannya sebagai anak.
" Mulai sekarang kau panggil aku Ayah atau Papa ya...Kau dan Yoga adalah saudara . Anak anak kalian adalah penerus ku..."
__ADS_1
Dan bahkan mau mengakui anak anak mereka. Ia benar benar terharu. Romi yang hatinya sekeras batu itupun akhirnya menitikkan air mata pertamanya.
" Ayah..." Cuma sepatah kata itu saja yang bisa di ucapkan nya dengan air mata nya.
" Maafkan aku..." ucap Guntoro sambil
memeluk Romi.
Yoga tersenyum bahagia. Ia senang Papanya dan kakaknya itu kini berbaikan . Dan kini mereka benar benar menjadi keluarga yang sebenarnya.
.
.
Yoga ingat sebelumnya Papanya itu sangat menolak keputusannya membawanya ke Australia.
" Tidak.Yog...Masukkan aku ke panti jompo saja..Aku tidak mungkin tinggal dengan Kristy dan anak anakmu itu...Aku sudah bersikap sangat buruk pada mereka... " Guntoro masih punya rasa malu akan semua kesalahan di lakukan nya. Tentu ia menolak jika tinggal bersama mereka. Bahkan Kristy nanti yang akan merawatnya. Mau di taruh di mana mukanya nanti. Ia sudah tidak punya muka lagi jika menyetujui nya.
Yoga terus berusaha membujuknya berulang kali. Bahkan ia sampai menghubungi Kristy dan Video call untuk meyakinkannya.
Kristy yang sudah tahu keputusan suaminya pun menyetujuinya.
" Mungkin aku bukan menantu yang baik...tapi aku , Mas Yoga dan anak anak kami akan berusaha merawat Papa dengan baik sampai Papa sembuh.." Kristy yang berhati lembut itu mau memaafkan Guntoro dan tak keberatan jika harus merawat Guntoro bersama anak anaknya. Karena bagaimanapun Guntoro adalah Ayah dari suaminya..
Sebagai anak Yoga harus berbakti pada satu satunya orang tua yang tersisa itu. Ia pun juga harus melakukan hal yang sama.
" Yang lalu biarlah berlalu Pa...Kita mulai dari awal menjadi keluarga yang sesungguhnya..."
" Papa tidak ingin melihat dan bertemu mereka?... Xavier dan Cinta ini anak kandung Mas Yoga.."
Guntoro sebenarnya ingin menolak. Tapi saat Kristy menunjukkan gambar Xavier dan Cinta hati Guntoro melemah. Terlebih Xavier memanggilnya.
" Grand pa..." Xavier ." Stay with u s..."
Bocah kecil tampan itu benar benar mengingatkannya pada sosok Yoga di masa kecil. Bocah yang kerap di tinggalkan nya pergi ke luar negeri dengan Risa saat harus bekerja.
Meninggalkannya dengan pembantu di rumah , kurang memperhatikannya dan sering melupakan hari Ultahnya pula. Sosok imut itu benar benar mengingatkannya pada penyesalan di kala itu. Dan untuk menebus kesalahan itu , iapun akhirnya setuju
" Baiklah..aku aku tinggal bersama kalian "
" Yee\_eey..." Keluarga Yoga bersorak gembira menyambut kakeknya yang akan datang dan tinggal bersama mereka itu.
Mereka semua dengan lapang dada dan penuh senyum menerima kehadiran Guntoro di keluarga mereka..
.
.
" Tuan Guntoro?"
__ADS_1
Namun senyum Yoga dan Romi kandas saat melihat sekumpulan polisi berseragam mendatangi mereka. Keduanya merasakan sebuah hal buruk .
" Kami tim penyidik dari kepolisian...Tuan Guntoro anda di tangkap dengan pasal pembunuhan
berencana atas Kenzei , nyonya Risa dan Ryan . Juga dugaan dalang pembunuhan Bulan...."
Mereka semua tak bisa berkata apapun karena saking shock nya. Semua borok dari Guntoro sebentar lagi akan terungkap semua. Entah siapa yang melaporkannya, namun sepertinya para polisi Itu sudah mempunyai bukti kuat untuk menjerat hukum Guntoro akan semua perbuatan buruk yang di lakukan nya. Apalagi kini Guntoro sudah tidak kebal hukum lagi. Uangnya tidak akan bisa membantunya lagi kali ini. Ia benar benar harus menerima buah dari perbuatannya.
Yoga hanya bisa menitikkan air mata saat para polisi itu memborgol Guntoro dan membawanya pergi .
Romi menepuk bahu Yoga dan merangkulnya. Memberikan kekuatan kesabaran untuk adiknya itu.
.
.
Semua perbuatan buruk itu akan kembali pada pelaku nya...Kejahatan tak akan bisa mengalahkan kebenaran... sepandai_pandainya menyimpan bangkai, bau nya tetap akan tercium. Meskipun kejahatan itu di tutupi , suatu saat semua pasti terbongkar dan mendapat balasannya....
.
.
Guntoro yang tak bisa berkilah lagi , akhirnya mengakui semua kejahatannya. Ia di jatuhi hukuman mati atas begitu banyak kasus pembunuhan yang di lakukan nya.
.
Risa....aku akan menyusul mu....
.
Guntoro di tutup matanya dengan kain saat regu tembak yang akan mengeksekusinya telah siap.
" Dor..dor dor..."
Entah peluru dari senjata siapa yang menembak tepat ke dadanya dan langsung menembus ke jantungnya. Seketika darah mengucur deras . Dan bersamaan dengan itu Guntoro menghembuskan nafas terakhirnya.
.
.
.
Yoga cuma bisa meratap menangis di makam Papanya setelah Guntoro di kebumikan. Romi yang mendampingi di sebelahnya pun hanya bisa turut bersimpuh menghantar kepergian Guntoro untuk selamanya. Guntoro mendapat balasan atas dosa dosanya.
.
.
.
Romi mabuk mabukan di temani Eagle.
" Jangan menyalahkan dirimu Rom... Guntoro mendapat balasan dari dosa dosanya... Bukan karena bukti darimu...Tapi itu semua adalah buah dari perbuatannya.." kata Eagle.
Ternyata Romi lah yang melaporkan kejahatan Guntoro itu ke polisi. Eagle membantu memberikan barang bukti juga.
" Kan aku juga sudah bilang , dia tak akan selamat meski lepas dariku...Kejahatan yang di lakukan nya sudah terlalu banyak..."
Romi melaporkan Guntoro sebenarnya untuk mencegah Guntoro tinggal Yoga dan Kristy. Ia tak yakin Guntoro itu benar benar sadar dan insaf. Apalagi kebencian nya pada Kristy sudah begitu dalamnya. Ia hanya tak ingin , ada lagi korban kekejaman Guntoro lagi.
" Tapi dia benar benar sudah bertobat ternyata... Dan bahkan dia mengakui ku sebagai anaknya... Tapi aku ...dengan kejam membawanya menuju kematian..." tangis Romi pilu dalam mabuknya.
__ADS_1
" Sudahlah...lupakan semua ini...Toh.Yoga juga tidak tahu... Mulai sekarang kalian bisa hidup dengan damai... " Kata Eagle sambil menepuk bahu Romi.