
" Dik...? "
Kristy melepaskan pelukan Yoga dan menatapnya tajam
" Jadi ini yang sebenarnya kau rahasiakan selama ini.. Kau adalah orang itu. Kau Yoga Pratama yang itu. Kau anak Guntoro . Kau orang yang membunuh Mas Raka . Kau Si Pembunuh itu !! " ucap Kristy keras.
Yoga tak berkutik. Kristy telah mengetahui semuanya kini. Ia kini tak bisa berkilah lagi.
" Kau membunuh Mas Raka . Kau menjadikan anakku anak anak yatim dan bodohnya aku malah mencintaimu... Mencintai pembunuh suamiku.." ucap Kristy dalam derai\_an air matanya.
" Kris...Aku tidak membunuh Raka. Itu kecelakaan . Aku sendiripun tidak pernah ingin melakukannya . Dan itu bukan cuma Raka tapi Bulan juga.. Hari itupun aku juga kehilangan Kris . Bulan juga meninggal di kecelakaan itu...bukan cuma kau yang kehilangan.." Aku berusaha memberi penjelasan.
Kristy ternganga. Ia ingat betul sewaktu berkunjung ke makam Bulan dan di batu nisannya tertulis tanggal kematian Bulan memang sama seperti tanggal kematian Raka. Bahkan ia juga pernah menanyakannya.
' Jadi...ini sebab tanggal kematian mereka sama.. Mereka sama sama menjadi korban di kecelakaan itu.. '
" Saat kau datang ke rumah sakit itu dan memakiku...Aku waktu itu masih shock kehilangan Bulan tunangan ku . Aku juga terpukul karena kejadian itu . Aku juga kehilangan orang yang kucintai . Aku kehilangan separuh hidupku...Dan karena kau terus menggangguku aku meminta pada Papa ku untuk mengurus semuanya dan aku berobat keluar negeri... "
" Seharusnya kau waktu itu mengatakannya... Meminta maaf dan menyesali perbuatan mu..." ucap Kristy.
" Aku stres..aku depresi Kris.. Setiap malam hantu suamimu mendatangiku . Aku ketakutan setiap malam seperti orang gila.... Aku sampai harus menjalani healing ke psikiater... "
' Hantu Mas Raka? ' Kristy ingat orang tua Bulan juga pernah mengatakannya , mereka begitu bersedih Yoga sampai Depresi. Jadi ini sebabnya.. Mas Raka menghantui Yoga.
" Mungkin karena waktu itu kau menderita karena Papaku...Suamimu menjadi hantu penasaran yang terus meneror ku..." Kristy terdiam.
" Aku melarikan diri dari kesedihanku dengan alkohol. Aku mabuk mabukan parah setiap hari . Dan itu sampai bertahun tahun... sampai akhirnya aku bertemu denganmu tanpa sengaja. Ku pikir waktu itu Papa ku sudah memberi kelayakan untukmu dan anak anakmu seperti yang biasa dia lakukan dengan uangnya...namun aku shock . Kau bahkan hidup menderita... Karena itu aku begitu bersimpati padamu dan berniat membantumu untuk menebus kesalahanku. Aku ingin membahagiakan kalian dengan tanganku sendiri... "
"Huh...jadi simpati ya.. " Ucap Kristy sambil mendengus.
" Iya...awalnya aku cuma bersimpati padamu... Karena aku berpikir tidak akan jatuh cinta lagi kepada wanita manapun seumur hidupku sepeninggal Bulan . Bagiku cuma Bulan selamanya tak ada yang bisa menggantikan . Tapi ternyata aku salah.. Aku benar benar jatuh cinta padamu "
Aku mengatakan semuanya dengan segala kejujuran yang aku punya. Aku hanya ingin Kristy mengerti. Mengetahui semua yang terjadi dan berusaha berpikir terbuka.
__ADS_1
Memaafkan semuanya dan tetap bersamaku. Meneruskan rumah tangga kami dan hidup berbahagia bersama anak anak kami.
" Pantas saja kau merahasiakan pernikahan kita dari orang tuamu... "
" Aku tidak berniat merahasiakannya selamanya . Setelah pondasi pernikahan kita kuat aku berniat mengenalkan mu pada mereka.. Namun aku tidak menduga semua terbuka secepat ini.."
Kristy terdiam.
" Dan kini setelah kau tahu semuanya.. bagaimana... kau masih mau bersamaku atau...berpisah ? "
Dengan berat hati Yoga harus mengatakannya. Ia ingin kejelasan dari Kristy. Kepastian hubungannya dengan Kristy . Ia ingin mendapat kepastiannya sekarang karena itu akan menjadi langkah awal perjuangannya. Maju atau mundur.
Kristy terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apa . Pikirannya kacau. Setelah semua di ketahui nya ia memang berpikir Yoga tak sejahat yang ia kira selama ini .
Setidaknya ia masih memiliki sedikit hati nurani. Merasa bersalah , menyadari kesalahannya dan bahkan waktu itu ia juga sudah meminta maaf pada keluarga Raka dan Bulan. Berbaikan dengan mereka juga. Juga mendoakan Bulan dan Raka.
Dan Yoga juga sudah mengatakan dengan jujur tentang perasaannya. Kristy pun tahu , Yoga pasti sangat menyayangi nya dan anak anak mereka..
Kristy begitu terharu. Ia sampai menitikkan air matanya.
" Kita hadapi ujian ini bersama ya.. Kita perjuangkan cinta kita.. Ya?"
Aku berusaha membujuk dan meyakinkan Kristy . Karena aku benar benar tidak ingin berpisah darinya.
" I..." Kristy hampir saja berucap iya karena begitu terharu dengan kesungguhan Yoga. Namun ia menelan kembali ucapannya saat teringat siapa lawan yang harus di hadapinya .Guntoro
Guntoro mertuanya yang kejam. Kata katanya yang kasar dan merendahkannya kemarin masih terngiang\_ngiang jelas di telinganya.
Merendahkan kemiskinannya, merendahkan status jandanya , menuduhnya menggoda anaknya, dan menentang pernikahan mereka dan juga menuduhnya matre\_alis.
Terlebih lagi saat ia ingat ucapan Romi. Kalau ia dan anak anaknya bisa mati dalam waktu dekat jika masih nekat berhubungan dengan Yoga.
Saat ia hamil tua dulu , tak punya suami, tak punya uang dan pekerjaan saja , Guntoro bisa dengan kejam menendangnya keluar dari rumahnya sendiri , sampai ia terusir jauh.
__ADS_1
Bukan tak mungkin dia bisa membunuh dirinya dan anak anaknya . Dengan uang dan kekuasaan pasti Guntoro bisa melakukannya dengan mudah. Seperti membalik telapak tangan saja.
" Tidak.." ucap Kristy seraya buru buru menarik tangan Yoga dari genggaman tangan Yoga.
" Kris ?"
' Aku sudah pernah kehilangan Mas Raka...aku tidak mau kehilangan lagi ...apalagi Dafa dan Dafi. TIDAK !!'
" Maaf Mas...Aku tidak bisa .Aku tidak bisa melanjutkan pernikahan kita lagi... " tegas Kristy.
Ia menghapus air matanya dan menahan dirinya untuk tidak menangis.
" Kita BERPISAH SAJA !" lanjutnya kemudian.
.
.
.
.
.
Yoga dengan lunglai melangkah memasuki apartemennya. Setelah gagal berusaha meyakinkan Kristy yang tetap bersikeras memilih berpisah dengannya , ia memilih pulang ke apartemennya.
Ia kecewa , teramat sangat kecewa .Kenapa Kristy tidak mau memaafkannya dan tetap memilih jalan perpisahan .Padahal ia yakin Kristy masih sangat mencintai dirinya.
Yoga memasuki apartemennya sesudah membuka pintu. Baru beberapa langkah ia sudah mendapati sebuah kejutan. Hp yang biasa di pakai Kristy hancur tak bersisa seperti bekas di banting.
' Ini pasti perbuatan Papa...' batinku kesal sambil mengepalkan tanganku. Pantas saja tak bisa di hubungi , Hpnya hancur.
Ia hendak menuju sofa di ruang tamu namun melihat sebuah benda berkilauan di bawah tercecer di lantai.
' Itu...' Aku memungutnya dan terlihatlah benda itu dengan jelas. Yang tak lain adalah cincin kawin yang dulu pernah kuberikan pada Kristy di hari pernikahan kami. Tak jauh dari situ juga ada kalung dan gelang perhiasan Kristy.
' Ini benar benar keterlaluan...' Aku tak bisa lagi menahan amarahku dan langsung menghubungi nomor hp Papaku.
" Papa!! ... kenapa Papa melakukan semua ini... Apa salah Kristy... Kristy itu istriku Pa.. Dia wanita yang ku cintai .. kenapa Papa begitu membencinya ?! " Aku berteriak menyuarakan ke\_tidakrelaan ku atas semua yang dilakukan Papaku.
__ADS_1