KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
97. KEBENARAN YANG MENYAKITKAN


__ADS_3

Kristy kembali ke apartemennya bersama Desi dan anak anaknya. Mereka menonton televisi sesudah makan bersama.



" Kau tidur di sini saja Des daripada di rumah sendiri..." kata Kristy.



" Oke oke... sendiri di rumah rasanya sepi sekali " jawab Desi.



" Tante Desi tidur bersama kita apa Mama ?" tanya Dafa



" Tentu saja di kamar tamu sayang... Kalau tidur dengan kalian , Adik bayinya bisa ke\_tendang kalian ... Kalian tidurnya seperti kincir... gerak terus..berputar putar .." kata Kristy .



Desi , Dafa dan Dafi tersenyum kecil.



" Kalian juga akan punya adik lho..." kata Desi.



" Beneran?" tanya keduanya antusias



" Iya.. " jawab Kristy.



" Hore.. kita punya adik.." ucap Dafa senang.



" Adik... adik..." Dafi turut gembira sambil menyentuh perut Mamanya.



" Ini potret adik kalian.. dia masih kecil kan.. " kata Kristy sambil menunjukkan foto USG nya tadi



" Adik masih kecil banget ya Ma.. " kata Dafa.



" Nanti kalau sudah lahir aku yang akan menjaganya Ma.." kata Dafi.



" Aku juga " kata Dafa. Kristy tersenyum sambil membelai kepala kedua putranya.



" Kalau anakmu lahir berarti selisih 1 bulan umurnya dari anakku ya Kris.. Anakmu perkiraan lahir bulan 9 ..anakku bulan 8.."kata Desi. Kristy mengangguk.



" Kalau anakku cowok dan anakmu cewek....kita jodohkan yuk.." usul Desi.



" Wah..itu ide bagus.. Dari sahabat jadi besan..bagus juga itu. "ucap Kristy setuju.



Kemudian Kristy dan Desi tertawa bersama.



' Ting tong'



"Siapa itu..malam malam begini tumben ada tamu..." ucap Desi



Kristy terdiam. Perasaannya tidak enak. Tadi siang sudah ada tamu salah alamat yang di bencinya. Sore tadi juga ada telpon dari mertuanya yang sombong. Sekarang ada lagi tamu di malam hari. Padahal sudah pukul 22.00 . Itu bukan jam bertamu.



" Jangan dibuka.." ucap Kristy yang tiba tiba merasa tidak enak saat Desi hendak membuka pintu.



" Kenapa ?.....Siapa tahu Yoga pulang.." ucap Desi.



" ..." Kristy terdiam.



" Nanti Papa , Ma.. " kata Dafa



" Tidak.. itu pasti bukan Mas Yoga. Kalau Mas Yoga pasti bisa masuk sendiri dengan kode pintu masuk... Itu bukan Mas Yoga.." tegas Kristy



' Ting tong ' Suara bel terdengar lagi.

__ADS_1



" Di buka tidak ?" tanya Desi lagi.



" Tidak usah " Jawab Kristy cepat.



Mereka semua pun duduk kembali.



" Kita tidur saja yuk.. " ajak Desi mengajak Dafa dan Dafi.



' Ting tong..ting tong..' Suara bel kembali terdengar.



Kristy dan Desi masih berdiri mematung enggan membuka pintu.



'' S..Siapa?" tanya Desi dari dalam tanpa membukakan pintu.



" Saya Bu... Satpam apartemen "



Kristy dan Desi sedikit lega karena itu suara penjaga apartemen di basemen



" Tak bukain ya Kris.." ucap Desi .Kristy mengangguk.



Dan kemudian Desi segera membuka pintu. Dan terlihatlah sesosok satpam yang mereka kenal sebagai penjaga basemen berdiri di sana.



" Ada apa Pak malam malam begini?" tanya Desi.



" Saya mengantar tamu..." ucapnya .Dan kemudian terlihatlah 3 orang di sana. Yaitu Romi , Guntoro dan Risa.



" Beliau ini orang tua Tuan Yoga.." ucap Satpam itu.




' Jadi ini kedua orang tua Yoga..' batin Desi.



" Jadi wanita ini istri Yoga ?" Tanya Guntoro pada Romi.



" Bukan.. bukan dia.. Dia istri Andi .." Jawab Romi saat Guntoro menanyakan Desi.



" Itu istri Yoga.." ucap Romi lagi sambil menunjuk Kristy yang berada di dalam rumah.



Guntoro dan istrinya melewati Desi dan langsung masuk ke dalam. Dan tampak lah sosok Kristy di sana bersama dua anak Kembarnya.



Betapa terperanjatnya Guntoro dan Kristy saat mereka saling mengenali. Guntoro ingat betul pada sosok Kristy yang sangat di bencinya karena ucapannya dulu saat menolak penawaran damai dan uang darinya yang dengan kasar bilang tidak mau menerima uang dari pembunuh.



Pun juga sebaliknya...Kristy mengingat dengan jelas penghinaan dan kata kata kasar dari Guntoro dan Romi yang merendahkan dirinya dengan uang. Kristy pun juga sangat membenci kesombongan orang kaya itu.



" Lho..kalian ini...Bukankah yang pernah ketemu di mall Jakarta itu ?" tanya Risa yang mengenali Kristy dan mengingat perjumpaan dengan Kristy saat membantunya mengambil belanjaannya yang dulu sempat jatuh karena di tabrak si kembar.



" Jadi kalian cucu cucuku ?"tanya Risa saat mengamati Dafa dan Dafi.



Risa yang tadinya nampak kesal berubah jadi tersenyum manis. Ia yang sudah lama berharap ingin cepat punya cucu merasa begitu senang keinginannya terwujud.



Terlebih melihat Dafa dan Dafi yang begitu tampan. Ia buru buru ingin memeluknya.



" Jangan sentuh.. Mereka bukan anak Yoga " ucap Guntoro cepat. Risa menuruti suaminya. Ia mengurungkan niatnya mendekati Dafa dan Dafi.



" Bocah kembar itu anak salesman itu bukan..?" tanya Guntoro yang ingat betul kalau saat di persidangan dulu Kris dalam keadaan hamil tua . Dan Ia bukan orang bodoh yang tidak menyadari hal itu.

__ADS_1



" Benar Tuan " jawab Romi.



Ia tak punya alasan lain selain harus mengatakan yang sebenarnya jika ia ingin selamat berhadapan dengan Guntoro.



" Wanita itu istri Yoga ?" tanyanya lagi.



" Iya.. " Jawab Romi



" Dasar wanita tidak tahu..."



" Diam !! " Sahut Kristy cepat dan keras sebelum Guntoro menyelesaikan kata katanya . Kristy dengan cepat paham sepenuhnya dengan apa yang terjadi.



" Lancang ...berani sekali kau memotong ucapan ku ! " ucap Guntoro murka.



Kristy mengabaikannya.



" Des...tolong bawa anak anakku ke rumah mu.." ucap Kristy cepat.



" Ayo Dafa Dafi.." Desi tanpa banyak tanya langsung mengajak Si kembar pergi.



" Tapi Mama..." Dafa hendak menyangkal tapi dengan cepat Desi segera menggendongnya dan sebelah tangannya yang lain menggandeng Dafi .Kemudian ia membawa Si Kembar pergi menjauh dari sana .



" Sekarang Tuan boleh bicara..." kata Kristy.



" C I H ...sok kau wanita miskin belagu.."



" Aku tidak ingin putra putraku mendengar kata kata kotor dari mu Tuan Besar yang terhormat " ucap Kristy tegas.



" Punya otak juga kau wanita miskin.."



" Jadi kalian yang tadi menelpon ku ya ..Papa dan Mama mertua ?"



" Jangan sebut kami 'mertua'mu dengan mulut kotor mu itu..Kau tak pantas menjadi menantu kami... Apa kau sudah lupa dengan kata katamu sendiri bahwa kau tidak akan menerima sepersen pun uang dari pembunuh..Kenapa kau malah menjadi istri Yoga dan menikmati uang kami .." ucap Guntoro kalem namun sarat merendahkan.



" Aku sama sekali tidak tahu kalau Mas Yoga itu putra kalian "



" Munafik ! Kau itu benar benar naif. Berlagak tak mau menerima uang kami tapi selama ini kau sudah menikmatinya.. Mas?..


C U I H...Konyol sekali cara menipu dirimu sendiri.. Kau bahkan lebih tua dari Yoga.. " ucap Guntoro sambil meludah di depan Kristy.


Kristy terdiam menahan amarahnya.



" Ya...kau ini memang wanita munafik yang serakah.. Berlagak menolak uang kami tapi ternyata kau sudah mengincar sumber uangnya. Kau tahu Yoga adalah pewaris tunggal Pratama Grup perusahaan global yang mendunia...jadi kau menolak sedikit uang dari kami dan ingin mendapatkan semuanya...Tapi apa kau sedikitpun tidak merasa malu... Demi ketamakan mu akan harta kau bahkan rela menikah dengan orang yang menghilangkan nyawa suamimu.."



Kristy menatap Guntoro dengan tajam.



" Yoga itu putra tunggal ku...Aku tak punya anak lain...Dia itu orang yang menabrak suamimu sampai mati..."



Bagaikan tersambar petir ia mendengar ucapan Guntoro itu . Kristy sampai ternganga karena saking terkejutnya . Hal itu benar benar sulit di terima oleh akal sehatnya . Sedikitpun tak pernah terlintas dipikirannya kalau Yoga suaminya adalah Yoga si pengecut itu.



Dengan mata berkaca kaca. Dan dengan bibir bergetar ia berucap



" T..tidak mungkin !! " ucap Kristy keras tak percaya apa yang di dengar nya



' J ... Jadi... jadi Mas Yoga itu orang yang menabrak Mas Raka dulu ? Dia orang yang menghilangkan nyawa Mas Raka?... Dia orang yang


ku maki maki di rumah sakit itu dulu?... Dia...Si pengecut yang kabur ke luar negeri dan bersembunyi di balik uang Ayahnya?...Dia SI PEMBUNUH itu ??'

__ADS_1


' Dan Aku mencintai Si Pembunuh itu...Mengandung anak dari Si Pembunuh itu ???!!'


__ADS_2