KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
60. MANTAN MERTUA YANG BERMULUT PEDAS


__ADS_3

" Kris.. tenang dulu " Aku berusaha menenangkan Kristy yang nampak panik saat mengetahui Dafa dan Dafi di bawa pergi oleh orang tua Raka.


" Mereka dari dulu ingin membawa anak anakku Yog... Dan ini sudah 3 hari.."


" Sekarang duduk dulu. Kau ambil hpmu..hubungi nomor mereka.. kita tanya dulu baik baik.. ya?" ucapku mencoba menenangkan Kristy yang terus mondar mandir kesana-kemari .


Kristy menurut padaku kemudian ia menghubungi nomor hp ibu mertuanya , Mama Nora.


Cukup lama nomor ter_dial tapi belum juga di angkat. Kristy mencobanya lagi namun tetap juga tidak di angkat.


" Mama Nora tidak mau mengangkatnya. Yog... Dia sudah tahu nomor ku. Jadi dia mungkin tidak mau mengangkatnya, karena aku mau mengambil kembali Dafa dan Dafi " kata Kristy


" Berikan nomor nya padaku.." Ucapku kemudian .


" 081234xxxx... " Kristy mendikte dan aku langsung mencoba menghubungi nomor tersebut. Dan tersambung. Tak lama kemudian kudengar suara seorang wanita mengangkat telpon dariku.


" Halo.."


" Halo..Ini aku ,Yoga "Aku menjawab dengan cepat.


" Yoga? Yoga siapa? "tanya wanita di telpon itu.


" Aku Papa Si kembar Dafa dan Dafi.."


" Hahaha.. ngaco kau.. Papa cucuku itu Raka dan dia sudah meninggal.. " Mama Nora tertawa


" Aku Papa barunya.. Aku suami Kristy.."


ucapku menjelaskan.


" ..." Sesaat dia diam dan terdengar kasak kusuk yang tak begitu jelas. Sepertinya ia sedang berbicara dengan orang lain di sana. Mungkin suaminya , Papa Raka.


" Kau mau apa?" Seseorang pria berganti menjawab teleponku. Aku me_loaded speaker agar Kristy bisa turut bicara dan mendengar percakapan kami .

__ADS_1


" Papa Jaka.. ini aku Kristy , Pa... kenapa Papa dan Mama membawa anak anakku?" tanya Kristy cepat.


" Kau ini ibu macam apa.. anak sekecil itu di tinggal di rumah sementara kau dolan bersama suami barumu... Kau tak becus mengurus anak. Kau tak layak di sebut sebagai Ibu !" Jaka berucap dengan lantang dan pedas.


'DEG' ucapannya begitu mengena di hatiku dan aku yakin Kristy pasti juga merasa seperti itu.


" Kalau kau tak bisa mengurusnya aku yang akan membesarkan mereka. Kau silahkan bersenang senang dengan suami barumu . "tambahnya lagi.


" Kau memang wanita gatal... Suka banget menggoda laki laki. Baru di tinggal sebentar sudah kawin lagi. Sana buat anak sendiri dengan suami barumu. Lupakan kalau kau punya anak Dafa dan Dafi. Kami disini yang akan merawat dan membesarkan mereka.." Mama Nora turut menambahi.


ASEM... pedas sekali kata kata mereka..batinku kesal. Aku ingin menjelaskan pada mereka kalau kami saat ini sedang bulan madu , tapi apa gunanya kalau melihat model bicara mereka saja seperti itu. Di beri penjelasan apapun mereka pasti tidak akan mau mengerti.


" Mereka anak anakku Pa, Ma.. Aku tidak bisa berpisah dengan mereka.." ucap Kristy dengan air mata yang mulai berjatuhan.


Aku memegang tangannya dan menggenggamnya. Mencoba memberi kekuatan padanya.


" Kami juga memiliki hak yang sama.. Di dalam tubuh mereka mengalir darah keturunan kami. Darah Raka.. " Mama Nora tak mau kalah.


" Mereka lebih baik bersama kami. Kami akan menyayangi mereka. Dan tidak akan meninggalkan mereka seperti kau yang pergi bersenang senang sampai melupakan anakmu. Mulai sekarang lupakan kalau kau punya anak. Jalani saja hidup barumu.Mulai saat ini cucu cucuku akan tinggal di sini hidup bersamaku " Tegas Jaka.


"Omong kosong.. Buktinya kau bisa pergi berdua tanpa anakmu kan.." kata mama nora sengit penuh kemarahan dan kebencian.


" Dafa dan Dafi anak anak kami. Kami akan mengambil mereka dalam waktu dekat ini.." Aku yang sedari tadi sudah panas dengan percakapan mereka akhirnya turut bicara. Namun aku menahan emosiku dan mencoba bicara baik baik.


" Siapa kau berani mengambil cucuku? Kau itu cuma Papa sambung , Papa tirinya..kau sama sekali tidak punya hak atas Dafa dan Dafi " Jaka mulai meradang mendengar ucapan ku.


'Kalian berani menantang ku?' batinku geram. Aku sampai mengepalkan tanganku. 😠


Belum tahu siapa aku... kita lihat saja besok.. saat bertemu..


AKU menahan emosiku. Tak ada gunanya bicara di telepon. Terlebih keadaan emosi. Lebih baik bertatap muka langsung selayaknya pria sejati. Tunggu saja...😤


Aku menutup telepon . Kulihat Kristy yang masih terisak. Mungkin seharusnya aku mengajak mereka juga. Tidak pergi berdua seperti ini.

__ADS_1


Lagi lagi karena keegoisanku , aku yang terlalu ingin memiliki Kristy dan tak ingin di ganggu Si kembar saat berduaan. Aku yang hanya memikirkan diriku sendiri , kesenanganku , kepuasan hatiku...


Sampai akhirnya mengorbankan Si kembar. Dan juga membuat Kristy menangis dan bersedih kembali.


" Maaf..." Ucapku sambil memeluk Kristy. Kristy menangis di pelukanku.


" Kita akan mengambil anak anak kita kembali Kris... Serahkan semua padaku " Aku berusaha menghiburnya .


*******


Keesokan harinya kami check out. Kami tidak jadi berlama lama di villa onsen pegunungan itu. Karena urusan Dafa dan Dafi lebih penting.


Setelah membereskan urusan di hotel dan juga dengan Tomoko , kami langsung ke bandara. Kami balik ke Jakarta .


Tomoko mengantar kami sampai lounge first_class. Dan seperti sebelumnya para pramugari yang cantik dan ramah memberikan layanan terbaik mengantar kami ke kabin kami. Namun di sana Kristy cuma menangis saja.


Aku sudah mencoba menghiburnya , tapi dia tetap saja bersedih. Kristy tertidur ... mungkin karena terlalu lelah dan semalam juga kurang tidur dan juga stres terlalu memikirkan Dafa dan Dafi.


Aku duduk di sebelah nya sambil membuka laptop mengecek pekerjaanku pula. Beberapa hari ini semua ku serahkan pada Andi jadi aku harus memeriksa ulang pekerjaannya. Sudah benar benar beres kah? Aku yakin semua pasti bisa di handle Andi. Aku cuma harus memastikannya.


*******


Kami sampai di Bandara Halim Jakarta. Sementara Aku dan Kristy duduk di ruang tunggu sambil mengecek jam penerbangan menuju ke bandara Yogja.


Ah.. jamnya tidak sesuai.. Penerbangan pertama sudah lewat. Dan untuk penerbangan selanjutnya masih harus menunggu beberapa jam lagi.


Aku berpikir untuk menghubungi Kak Romi , namun masih ragu. Aku bisa saja menyuruh Kak Romi menyiapkan pesawat jet pribadi ke Yogja. Tapi itu malah membuat hubunganku dan Kristy akan langsung ketahuan .


Kak Romi mengira hubunganku dengan Kristy tidak berjalan baik dan di ambang perceraian. Dan sepertinya dia sudah tidak menyuruh anak buahnya mengawasi aku dan Kristy lagi. Dia tidak tahu aku dan Kristy sudah baikan dan bahkan sudah menikah resmi sekarang.


Aku hanya bingung harus naik kendaraan. apa untuk sampai ke Yogja. Sebenarnya Rumah orang tuaku berada tak jauh dari bandara cuma beberapa menit saja untuk sampai di sana. Dan. di sana ada puluhan kendaraan yang tinggal pilih saja mulai dari mobil super mewah yang harganya milyaran sampai minibus biasa juga ada. Tapi ...selalu ada tapi. Saat ini belum saatnya mempertemukan Kristy dan kedua orang tuaku. Aku tak ingin ada masalah baru yang lebih besar


" Yog , kapan kita akan ke Yogja?" tanya Kristy kemudian

__ADS_1


" Kau mau naik apa ke sana?... Kalau naik pesawat kita harus menunggu beberapa jam lagi. Kalau mau naik kereta apa bus kota bisa tapi kita harus ke stasiun atau terminal. Tapi sampai Yogja masih besok. Kalau mobil pribadi...." Aku ragu menjelaskannya.


' Aku harus mengambil dulu dari rumahku yang di Jakarta ini ' ucapku dalam hati.


__ADS_2