
Bisma bersama Kristy dan anak anaknya telah bersiap siap untuk kembali ke tanah air. Mereka sudah memboking kabin pesawat yang mirip seperti kabin pesawat yang di boking Yoga dulu. Ada kursi dan tempat tidurnya.
Bisma begitu memikirkan kenyamanan Kristy dan anak anaknya. Terutama Xavier. Bocah tampan yang kini berusia 2,5 tahun itu. Tubuhnya semakin tinggi dan wajahnya blesteran nya semakin tampak.
Dafa Dafi tertidur ditempat tidur sedang Xavier sedang asik bercengkrama dengan Bisma tak jauh dari mereka. Bisma tiduran dan Xavier duduk di dekatnya sambil memegangi wajah Bisma.
" Daddy ..Daddy.. I want milk.." Xavier yang sudah pintar bicara meminta susu pada Bisma .
Xavier bicara dengan bahasa asing karena pengaruh lingkungan. Semua orang dan lingkungan sekitarnya berbahasa memakai bahasa Inggris.Setiap orang yang berinteraksi dengan mereka juga demikian. Sehingga ia terbiasa memakai bahasa asing.
" Wait...Kris..mana botol susu Xavier..?" tanya Bisma pada Kristy yang tengah asik dengan hp nya.
Kristy meletakkan hp nya dan kemudian mengambilkan botol susu Xavier yang tadi sudah di buatkan nya.
" Mommy.. " ucap Xavier sambil menyentuh dada Kristy. Xavier yang baru saja di\_sapih terkadang masih ingin menyusu pada Kristy.
" No no no no.. Drink this.." ucap Bisma sambil memberikan botol susu tadi pada Kristy. Xavier nampak kecewa.
Namun Bisma segera memeluknya dan membawa Xavier tiduran bersamanya. Xavier tidur dengan ber\_bantalkan lengan Bisma.Dan akhirnya ia mau juga meminum susu dari botol itu.
" Kasihan Xavier Bisma.."ucap Kristy tak tega.
" Xavier sudah 2,5 tahun Kris.. sudah seharusnya disapih. Menyusui anak itu 2 tahun.. itu yang bagus..lebih dari itu sudah tidak bagus "
" Tapi kan kasihan Bis.."
" Yang kau lakukan itu demi kebaikan Xavier Kris... Lagian saatnya gantian kan.. Kemarin anaknya sekarang ganti Ayahnya.." canda Bisma.
" Dasar.."ucap Kristy sambil mencubit Bisma. Bisma tertawa.
.
.
" Beberapa hari ini sepertinya kita masih harus di Jakarta Kris.. Atasanku ingin aku berpamitan dan menyerahkan surat resign ku ke kantor pusat. Dan kalau sudah di ijinkan aku baru boleh berhenti.."
" Rumit ya kerja di perusahaan besar.."
" Sebenarnya tidak Kris.. cuma atasanku saja yang sepertinya tidak ingin aku berhenti kerja. Makanya di bikin banyak acara . Nyonya Bisma sabar dulu sebentar ya..."ucap Bisma sambil menyentuh kepala Kristy.
Kristy cuma mengangguk dan tersenyum.
.
.
.
Pesawat yang di tumpangi Kristy tiba di bandara Halim. Dan di sana sudah ada orang yang menjemput Bisma. yakni orang suruhan Romi.
Seorang sopir pribadi mengantar mereka ke sebuah komplek perumahan elit dan berhenti di depan sebuah rumah mewah 2 lantai dengan sebuah mobil mahal yang terpampang di garasi.
Rumah gaya masa kini dengan desain modern dan glamor. Memiliki balkon dan sebuah taman kecil di depan rumah yang tampak menghijau. Terasa asri dan nyaman . Kesannya seperti rumah orang berduit.
" Ini kunci rumah dan kunci mobil Tuan " ucap Sopir itu seraya menyerahkan kunci tersebut pada Bisma. Setelah menurunkan barang barang mereka sopir itupun pergi.
Bisma , Kristy dan anak anaknya begitu terkesima dengan pemandangan indah rumah itu.
" Bagus sekali rumahnya " Kata Dafa dan Dafi dengan decak kagum.
" Gila... mewah banget Bis.." ucap Kristy.
__ADS_1
" Kata atasanku ..tempat ini di sediakan perusahaan untuk pegawai VIP nya... Kalau aku masih mau bekerja dengan mereka ini akan jadi tempat tinggal kita " jelas Bisma.
" Berarti ini sogokan "
" Iya.. "
" Jadi kau menyetujui permintaan mereka?" tanya Kristy.
" Sudah ku tolak. Jadi kita di sini beberapa hari dulu.. Yah... Icip\_icip saja jadi orang kaya Kris ...tinggal sebentar di sini.." ucap Bisma sambil tersenyum
Kristy pun tersenyum dan mengangguk. Ia tidak keberatan dengan keputusan yang di pilih Bisma. Ia tidak menyayangkan kesempatan emas yang terlewat itu. Ia yakin pasti Bisma punya alasan tersendiri dengan keputusannya.
" Xavier... Here I carry you.."ucap Bisma pada Xavier yang tidak mau turun dari gendongan Kristy sejak tiba di rumah itu.
Xavier beralih ke gendongan Bisma. Kemudian mereka segera masuk ke dalam rumah tersebut.
" Dad.. aku pilih kamar sendiri ya.." Kata Dafa
"Aku juga.." Dafi tak mau kalah.
" Oke.."
Dafa dan Dafi kemudian segera pergi
" Which room i s right for you Xavier.. " Bisma berjalan sambil melihat lihat rumah itu. Rumah yang begitu luas dan memiliki banyak ruang . Kristy mengikuti mereka di belakang.
Dan akhirnya langkah kaki Bisma berhenti di sebuah kamar di lantai satu. Dekat dengan ruang keluarga.
" Kalau yang ini saja bagaimana?"
" Xavier?"
Xavier enggan menjawab. Ia belum terbiasa dengan suasana rumah baru yang asing baginya.
" Kita coba tidur di sini dulu yuk Xavier.. " Bisma membawa Xavier ke tempat tidur dan langsung tiduran di sana. Xavier yang kecapekan di perjalanan langsung tiduran sambil memeluk Bisma.
" Wah.. empuknya.. ranjangnya istimewa Kris.."
" Benar.. " Jawab Kristy sambil mencoba duduk. Benar benar empuk dan terasa nyaman.
" Coba tuh di sini.." Ucap Bisma sambil menarik Kristy sehingga ia ikut tiduran di samping Bisma dan Xavier. Xavier di samping kiri dan Kristy di samping kanannya.
" Ini baru nyaman .. nyaman sekali...." ucap Bisma.
Kristy terdiam sambil menatap Bisma yang mulai memejamkan mata.
.
.
.
Romi sedang ngobrol dengan Guntoro di ruang kerjanya bersama dengan seorang pengacara yang di panggil ke sana.
" Pernikahan putra Anda memang legal Tuan Guntoro. Kalau anda ingin menikahkan putra anda lagi , anda harus mendaftarkan perceraian mereka dulu "
" Tapi keberadaan wanita itu tidak di ketahui . Apa bisa bercerai tanpa kehadiran wanita itu?... Dan lagi Yoga juga pasti tidak akan mau menceraikannya..." kata Guntoro.
__ADS_1
" Kalau Tuan Yoga nya tidak mau berpisah , dengan atau tanpa kehadiran istri Tuan Yoga mereka tetap tak bisa bercerai ... "
' Pak tua ini ngotot banget mau menikahkan Yoga... benar benar deh..' Romi benar benar heran dengan keegoisan Guntoro yang sudah di tingkat dewa itu.
'Untung saja Kinara memilih Yoga kalau dia memilihku aku benar benar tersudut. Aku tidak akan bisa menolak perintahnya. Di suruh masuk sumur sekalipun aku harus melakukannya.'
Romi benar benar bersyukur Kinara tidak memilihnya.
" Atau Tuan Yoga bisa menikah lagi dengan surat persetujuan istri pertama. Harus ada pernyataan dari istrinya kalau ia bersedia di poligami " Kata pengacara itu.
" Kalau ini lebih mudah. Kau atur saja..Buatkan surat palsu bertanda tangan wanita itu. Yang penting Yoga bisa menikahi Kinara " kata Guntoro.
' Benar benar ampun dah..' Romi menghela nafas panjang.Ia benar benar heran , Kelakuan Guntoro semakin menjadi jadi.
.
.
.
" Poligami?" tanya ku saat Romi menyampaikan keputusan Guntoro atas pernikahan sepihak nya.
" Ya.. Dan kau tahu tidak Yog.. Kinara sekarang sedang berada di luar . Papa mu menjadikan dia sekretaris pribadi mu "
" Papa benar benar egois. Tetap saja mengekang ku dan memaksakan keinginannya...Kadang aku menyesal menjadi anaknya..."
" Kalau aku jadi kau aku pasti sudah minggat Yog.." ucap Romi sambil tertawa tawa.
" Tapi Papa memegang kelemahan ku...Aku tak bisa hidup tanpa uang Papa. Aku tak punya keberanian untuk hidup mulai dari nol lagi . Dan lagi aku tak punya penyemangat. Kalau Kristy ada mungkin aku bisa nekat.."
" Bunuh diri lagi ?" sahut Romi lagi.
" Tidak Kak..Aku bukan manusia yang selemah itu. Aku tidak akan bunuh diri. Asal kakak tahu peristiwa waktu itu bukan bunuh diri. Aku teledor saat mengemudi. Aku sedang mengambil cincin kawin Kristy yang terjatuh. Itu murni kecelakaan. Aku tak berniat bunuh diri sama sekali "
Romi terdiam. Jadi itu kebenaran kecelakaan Yoga waktu itu?
" Sudahlah itu tidak penting lagi. Kak suruh Kinara kemari aku ingin berbicara dengannya.."
.
.
Tak lama kemudian Kinara masuk ke dalam. Romi hendak keluar meninggalkan mereka berdua namun Yoga melarangnya.
" Kakak di sini saja jadi saksi.." kata ku. Romi akhirnya tetap berada di ruangan itu bersama keduanya.
" Kinara... Aku benar benar tidak menyangka kalau kau ini ternyata suka mencari penyakit...Kau suka menyengsarakan hidupmu sendiri.."
" Apa maksudmu?" tanya Kinara tak mengerti.
" Papa ku bilang kau memilihku untuk menikahi mu. Padahal kau tahu aku sudah menikah "
" Di kelurga kami Poligami itu sudah biasa. Abah ku saja memiliki istri 4 " jawab Kinara.
"Pantas saja kau tak keberatan jadi istri kedua " ucapku. " Papa ku memilihmu karena kau wanita yang pasti tak mau di sentuh oleh pria selain suami mu.."
" Tentu saja . keluarga kami orang yang menjunjung tinggi aturan agama " ucap Kinara
Aku tersenyum simpul. " Bagus"
" Karena kau wanita yang tak tersentuh maka jadilah seperti itu selamanya. Aku bersedia menikahi mu..tapi jangan harap aku mau menyentuhmu... Kalau yang kau inginkan harta benda hidup mewah ..kau bisa mendapatkannya. tapi jika aku.. kau akan kecewa. Aku tidak akan menjadi suami yang baik untukmu. Kau cuma akan jadi istri pajangan saja. Apa kau mau jadi boneka pernikahan seperti itu ?"
__ADS_1
Kinara dan Romi tercengang mendengar ucapan Yoga itu. Inikah reaksi balasan dari seorang Yoga yang dipaksa menuruti keinginan orang tuanya. Ia menutup sisi manusiawinya dengan sikap frontal nya.