
" Sekarang aku akan meninggalkan kalian.. Aku ingin mendengar kabar baik dari kalian. Kuharap sebentar lagi aku bisa menggelar pesta pernikahan kalian.. " ucap Guntoro seraya pergi meninggalkan ke empatnya.
Yoga dan Romi saling berpandangan.
" Kak Romi cepat tentukan yang kau pilih " ucapku langsung menunjuk Kak Romi.
"Kenapa gue..? kan harusnya kau Yog.."
" Aku sudah menikah..." ucapku sambil menggeleng geleng menolak
" Pernikahanmu tidak di setujui Papa mu.. "
" Mau di setujui atau tidak pernikahan tetap pernikahan.. Dan pernikahanku LEGAL secara hukum " aku menolak mentah mentah di jodohkan seperti ini.
" Aku tidak berminat untuk menikah . Kalau butuh cewek kasih uang sekali main selesai " Romi pun juga menolak
" Ingat umur Kak..sudah 35 tahun..kakak sudah tua.."
"Asem lo Yog.... beraninya omongin umur ke gue.." Romi kesal seraya mendekati Yoga dan bergaya mencekik lehernya. Yoga tertawa terbahak bahak.
" Kalian bisa nggak sih sedikit menghargai kami.. " tegas Bintang yang mulai kesal dengan sikap Romi dan Yoga.
" Enggak " jawab keduanya spontan.
' Sialan ' batin Bintang memaki keduanya. Ia di buat semakin kesal oleh keduanya.
" Kak Romi kau mau menikah denganku tidak ?" tanya Bintang.
" Enggak " jawab Romi spontan
" Yoga ? " tanya Bintang lagi.
" Sama " jawab ku pula. Idem dengan pendapat Romi.
" Kenapa?"
" Karena bagi kami kau itu ADIK... " jawab Romi. Yoga mengangguk membenarkan.
Bintang menghela nafas panjang. Ternyata keduanya menganggap dirinya seperti itu sejak dulu sampai sekarang. Dan jika seperti itu pasti sulit sekali untuk di rubah.
Ia sudah 2 kali di tolak Yoga. Dulu Yoga lebih memilih Kristy..sekarang meski ia tak bersama Kristy lagi tapi jawaban Yoga tetap sama. tak mungkin ia mempermalukan dirinya lagi.
" Kalau begitu aku tak ada urusan di sini lagi. Kalian tentukan sendiri siapa yang menjadi pasangan dengan Kinara. Aku pamit " ucap Bintang seraya bangkit , mengambil tasnya dan pergi meninggalkan mereka.
" Aku juga pergi.. Maaf ya..aku punya banyak pekerjaan " Aku juga beranjak pergi dari sana. Rasanya malas sekali dengan perjodohan semacam itu.
" Yog.. tunggu.. " Romi pun segera bangkit. " Kau cari saja pria lainnya " tambah Romi tanpa basi basi dan juga tidak sungkan dengan Kinara itu.
Wanita cantik bernama Kinara itu terdiam. Sepertinya ia juga mendapat penolakan mentah mentah dari kedua nya sama seperti Bintang. Benar benar mempermalukannya dan menginjak injak harga dirinya sebagai seorang wanita.
__ADS_1
Ia tak bicara apapun. Ia langsung mengambil hp nya dan menghubungi seseorang.
" Om Guntoro... "
" Ya Nara..? "
" Putra Om dua duanya pergi.." Kinara mengadu pada Guntoro. " Maaf Om... Mereka tidak mau dengan kami
Sepertinya tidak berminat pada kami .."
' Romi dan Yoga.. a\_arrgh....' Guntoro di buat begitu geregetan dengan keduanya.
" Kalau menurutmu...kau mau sama yang mana...kakaknya atau adiknya?"
" Tidak ada gunanya memilih. Mereka tidak akan mau..."
" Serahkan semua padaku.. Katakan saja kau mau dengan yang mana?"
" Adiknya " jawab Kinara
" Pilihan tepat. Aku akan membereskannya untukmu.." kata Guntoro. Kinara pun akhirnya tersenyum. Ia tahu semua pasti akan di selesaikan oleh Guntoro.
Ia takkan membiarkan dirinya di injak injak oleh dua pria keturunan konglomerat itu.
' Menolak pun seharusnya juga dengan etika yang baik bukan seperti ini .. Tuan Muda Kaya.. aku akan memberi kalian pelajaran. Aku tidak bisa kalian tolak semudah ini..'
.
.
.
" Apa kurangnya Nara? Dia cantik , putih , keturunan dari orang alim pula... Dia pasti bukan wanita yang dengan mudah mau di sentuh pria sebelum menikah seperti Bulan dan juga bukan janda beranak dua seperti wanita itu . Dia pasti masih perawan "
" Perawan atau bukan aku tidak tertarik. Aku sudah menikah " tegas ku.
" Menikah ? Mana istrimu?... 3 tahun meninggalkanmu masih kau sebut istri.. Konyol.. "
" Bukankah Papa yang mengusirnya? Dan mungkin Papa juga yang menyembunyikannya.. atau malah menghilangkan nya... Tak mungkin 3 tahun Kak Romi mencarinya tapi tidak mendapat sedikit informasi pun tentang keberadaannya. "
" Omong kosong! "
Guntoro menatap tajam kepada Yoga dan Yoga pun melakukan hal yang sama.
" Kenapa sih kalian ini tidak bisa akur akur.. Ribut terus.." ucap Risa tak habis pikir dengan Guntoro dan Yoga . Ia dari tadi cuma menjadi penonton saja .
Sejak berpisah dengan Kristy , Yoga kini mulai berani melawan Papanya. Ia terang terangan berani menentangnya jika tak sependapat dengan Guntoro.
Dan kini Risa pun mulai berpihak kepada Yoga karena takut Yoga nekat mencoba mengakhiri hidupnya lagi. Ia tidak mau kehilangan putranya. Ia juga mulai menyelami keinginan hati putranya. Ia ingin menjadi ibu yang baik pada anaknya untuk menebus kesalahan di masa lalu.
" Pokoknya kau harus menikah dengan Kinara " tegas Guntoro.
" Tidak !"
" Kau harus menurut Yoga. Papa ingin dia melahirkan penerus keluarga Pratama "
__ADS_1
" Kalau begitu Papa saja yang menikahi dia"
" Yoga !!" Guntoro dan Risa langsung protes tidak terima.
" Kalian di paksa tidak mau kan..jadi jangan memaksaku.." ucapku seraya melangkah pergi meninggalkan keduanya menuju ke kamarku.
" Anak itu benar benar deh.."
" Papa sih memaksa dia terus ... biarkan dia dengan pilihannya " kata Risa membela Yoga.
" Sekali tidak tetap TIDAK " Guntoro tetap keras kepala.
" Ah sudahlah.. malas aku berdebat denganmu Mas... Dan lupakan yang dikatakan Yoga tadi..Aku tidak mau di madu! "
" Memang siapa yang mau menikah lagi Risa..' ucap Guntoro tak habis pikir dengan istri dan anaknya.
Dua duanya membuat ia emosi.
.
.
Aku tiduran sambil menatap layar ponselku yang di sana terpampang wajah Kristy . Wajah cantik dan kalem nya sudah mengisi seluruh ruang di hatiku dan tidak menyisakan sedikitpun tempat untuk wanita lain.
Hari hari bahagia yang pernah ku lalui dengannya selalu terbayang .Saat dia tersenyum, saat dia menangis, saat dia tertawa terlebih saat aku bermesraan dengannya. Wajah tersipu nya , ciuman manisnya , sentuhannya , dan saat bercinta dengannya selalu terkenang. Dan aku sangat sangat merindukannya....
Dia benar benar tak tergantikan....
.
.
" Kinerja mu bagus.. sangat di sayangkan kalau harus mengundurkan diri. Lebih baik kau kerja di perusahaan pusat kami saja..Aku bisa menempatkan mu di di divisi keuangan karena kau pintar accounting dan gaji mu juga akan sama besar seperti gaji di luar negeri.. mungkin bisa lebih besar lagi. Dan untuk tempat tinggal kami punya hunian eksklusif khusus untuk pegawai VIP... juga kendaraan pribadi. " ucap Romi saat menghubungi Bisma yang bilang akan segera kembali ke tanah air.
Bisma sebenarnya sedikit tergoda dengan tawaran menggiurkan dari Romi itu. Namun saat mengingat Romi dan rencana balas dendamnya , ia menepiskan nya. Di balik semua hal indah itu ada sebuah rencana kotor Romi yang melibatkan Kristy dan anak anaknya. Dan itu yang tidak ia relakan.
" Saya ingin pulang kampung dan membuka usaha sendiri.."
" Pikirkan tawaranku Bisma.. ini tawaran langka seumur hidup. Gaji besar , fasilitas rumah mewah , mobil mewah , jabatan tinggi , kontrak tak terbatas waktu...jarang ada perusahaan yang bisa memberikan nya itu..."
" Tidak Tuan.. Terima kasih " Bisma dengan tegas menolaknya.
Romi tersenyum. ' Bocah ini benar benar teguh pada prinsipnya. Sepertinya Yoga punya lawan yang tangguh ... Dia tidak mudah di bujuk..'
" Kalau begitu kau transit ke Jakarta saja. Siapkan surat pengunduran dirimu dan serahkan langsung pada pimpinan kami. Kalau dia mengijinkan , kau boleh pulang kampung " kata Romi.
" Saya sudah menyerahkan surat pengunduran diri di perusahaan Australia " kata Bisma.
" Tidak bisa begitu Bis... kau kerja di sana atas rekomendasi dari perusahaan ini.. jadi sesuai etika.. kau juga harus berpamitan dengan perusahaan kami. Kami juga pasti menyiapkan pesangon besar untukmu sebagai ucapan terima kasih pada kinerja mu "
" Baiklah Tuan.." jawab Bisma kemudian. ia sepertinya tidak punya pilihan lain selain menyanggupinya. Ia lalu menutup telponnya.
" Sepertinya ini akan seru sekali.. Yoga Kristy dan Bisma.. saatnya kalian bertemu kembali.." ucap Romi sambil tertawa menyeringai.
' GAME START '😏
__ADS_1