KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
170. ANAK KUCING VS RAJA SINGA


__ADS_3

" Mas Guntoro..." Suara sumbang yang terdengar mendayu Dayu manja itu mulai memasuki ruang CEO itu .



Kharisma , mantan sekretaris yang waktu itu di nikahi Guntoro datang dengan dandanan glamornya. Pakaian Brand dari luar negeri dengan harga selangit ditambah perhiasan super mahal mengisi tangan , jari ,leher dan juga telinganya. Rambut di semir pirang sehingga ia nampak seperti bule ditambah dandanan menor nya , ia benar benar telah menjadi Nyonya Bos.



Romi cuma menghela nafas sambil mengacuhkan kedatangannya.



" Risma...ada apa kau kemari ?" tanya Guntoro cepat



Wanita muda itu dengan manjanya langsung bergelayut di pelukan Bos Besar sumber uangnya itu



" Maas...aku bosan di rumah terus..Aku ingin jalan jalan.."



" Kan tinggal pergi saja..." jawab Guntoro acuh.



" Sejak menikah kita belum pernah bulan madu...Jadi ayo kita bulan madu mas...Kita Paris, Jepang ,atau Korea..Ah..Korea lebih bagus.. Aku bisa oplas untuk memancungkan hidungku dan menipiskan rahang ku..Biar wajahku bisa tirus seperti artis artis Korea..." kata Kharisma yang duduk di pangkuan Guntoro sambil memeluk tengkuk lehernya.



" Kau begini saja sudah cantik Risma ..Nanti kalau Operasi plastik dan gagal malah menakutkan.."



" Hu hu..aku memang cantik mas...Seperti bidadari... Cuma ingin lebih saja ..."



Romi rasanya mual dan ingin muntah mendengar kata kata keduanya .Jika bukan karena ia sedang mengerjakan tugasnya dengan Guntoro , ia memilih pergi saja.



" Jadwalku sedang padat akhir akhir ini aku tidak bisa pergi jauh.." Guntoro beralasan. Ia sebenarnya enggan jika harus bepergian berdua dengan Risma istri mudanya itu.



Bukan karena wanita itu tak cukup cantik atau kurang memuaskannya , namun ia sebenarnya tidak mencintai Kharisma . Ia cuma memperalat dia untuk memancing Risa dan Yoga agar mereka mau kembali. Dan ternyata sampai sekarang tidak membuahkan hasil.



Kharisma memang cantik dan seksi dan juga masih perawan kala ia menikahinya. Namun Guntoro malas menyentuhnya. Ia cuma beberapa kali saja melakukannya dalam 6 bulan pernikahan mereka. Itupun juga karena kesepian dan terlalu merindukan Risa istrinya.



Baginya Risma cuma sekedar pelampiasan saat hasrat birahi nya yang muncul. Itupun juga cuma sebentar saja. Sesudah hasratnya tersalurkan , ia menjauhinya. Cuma uang dan harta saja yang ia berikan pada Risma cuma cuma tanpa perhitungan.


.


Bulan madu dengan Kharisma , jauh ke luar negri ..itu cuma buang buang waktu saja ...


.


.


" Kalau dekat dekat sini bagaimana Mas? ...Nanti mau aku pamerin ke teman sosialita ku .. Biar di kira suami ku tidak sayang buang waktu demi istri tercinta nya.." tanya Risma.



" Ke mana? " Guntoro sepertinya harus sedikit mengalah .



" Ke pulau Dewata Bali..."



" Mm... Rom...jadwal ku luang hari apa?" tanya Guntoro.



" Minggu depan " jawab Romi singkat



" Ya sudah...Minggu depan saja.." Guntoro pun akhirnya menyanggupinya.



" Makasih sayang..." Risma mendaratkan sebuah ciuman di bibir Guntoro. Guntoro sesaat membalasnya. Namun dengan cepat di akhirinya.



" Pulang saja..Aku masih banyak kerjaan.." ucapnya acuh.



Kharisma bukan tak mengerti sikap dingin suaminya itu . Namun ia tak bisa marah pada ATM berjalannya itu



" Mas ..habis ini aku mau ke salon...untuk perawatan tubuh...Dan nanti pulangnya aku mau mampir ke toko tas ... kata temanku ada tas keluaran terbaru.." kata Risma. Guntoro yang paham ke mana arah pembicaraan Risma segera menyahut



" Minta uangnya pada Romi...Beli saja apa yang kau mau ..." Ia tak mau ambil pusing lagi.



Kharisma tersenyum senang Ia kemudian buru buru bangkit dan menghampiri Romi.



" Rom... Isi rekening bank ku.." kata Risma.



" Sebentar ...Hp ku di ruangan ku " ucap Romi seraya bangkit dan menuju ke ruangannya dan di ikuti Kharisma.



Romi segera mengambil hpnya dan mentransferkan dana ke rekening tabungan Kharisma dengan jumlah yang sangat fantastik. Karena ia tahu, harga sebuah tas untuk kaum sosialita itu pasti mencapai ratusan juta, bahkan bisa lebih. Itu juga jika Risma membeli 1, jika lebih dari satu..Hem...



Risma menatap Romi dengan senyum. Pria tampan bertubuh tinggi dan kekar itu tetap saja menggoda hatinya . Terlalu lama hasrat terpendamnya pada pria itu hingga ia ingin sedikit menggoda nya.


__ADS_1


" Sudah masuk?" tanya Romi setelah ia selesai mentransfer uangnya .



" Belum masuk.." jawab Risma



" Bagaimana bisa...coba kau cek lagi ..laporannya sudah terkirim.."



" Bukan uang yang aku bicarakan..."



" Lalu?"



" Punya mu yang belum masuk..."



Ucapan Risma itu sontak membuat Romi gerah , ia langsung menatap tajam padanya.


.


Mau menggodaku ya ....c i h... Dia pikir aku mau dengan barang bekas sentuhan manusia iblis itu .. mimpi...batin Romi kesal


.


" Kalau perawan sih aku pikir aku masih mau...tapi kalau tidak...aku tidak berminat " Romi menolak dengan halus meski bernada meremehkan.



" Aku tidak jauh berbeda dengan perawan. Pria tua itu jarang sekali menyentuhku. Dan permainan ranjangnya sungguh mengecewakan. Aku sama sekali tidak puas " terang Risma.



Romi tersenyum simpul. " Jadi karena Ayahnya tidak bisa memuaskan mu kau minta pada anaknya..Huh.. lucu sekali.."



" Apa kurangnya aku...aku cantik, seksi.."



" Cantik dan seksi dulu adalah kriteria wanita mainan ku... Wanita sekali pakai.. Tapi sekarang tidak lagi.. Aku tidak tertarik pada wanita secantik apapun "



" Karena Kinara?" tanya Risma seraya melangkah mendekati Romi. Romi sesaat nampak terkejut. Bagaimana dia bisa mengetahui hubungannya dengan Kinara .



" Fu Fu Fu...Selingkuh dengan adik ipar mu sendiri .. Apa yang akan di lakukan Mas Guntoro jika mengetahuinya ya.." Risma tersenyum licik.


.


Sialan....wanita ular ini berani sekali mengancam ku ..Dia berani mengancam seorang Romi?...apa dia punya nyawa dobel? nyalinya besar sekali... mengancam seorang Romi...


.


" Aku akan tutup mulut jika kau mau menjadi kekasihku .. " ucap Risma lagi.




Risma kian mendekat dan Romi tetap terdiam mematung .Dan saat Risma mendekatkan wajahnya ke wajah Romi , Romi berucap .



" Ruangan ku ini ada banyak sekali


C C T V nya ... Apa kau sudah siap kehilangan ATM berjalan mu dan kembali ke kehidupan miskin seperti sebelumnya? "


Mendengar itu Risma berhenti. Ia sedikit mundur menjauhi Romi.



" Atau mungkin kita bisa bertemu di luar...di hotel mungkin..." ucap Risma. " Aku akan menjaga rahasia mu asal kau mau melakukannya "



Romi tersenyum geli. Wanita di depannya itu benar benar merendahkan dirinya sendiri di depan Romi.



" Kau baru masuk keluarga Pratama ini beberapa bulan..Dan aku sudah menjadi anak di sini puluhan tahun lamanya...kira kira kata kata siapa yang akan di percayai oleh Tuan Besar..." ucap Romi.



Risma terdiam. Ucapan Romi memang benar. Guntoro pasti akan lebih percaya pada anaknya daripada dirinya.



" Dan satu hal lagi , Risma...Kalau kau selingkuh denganku ..Nyawamu dan keluargamu akan terancam . Juga aku...Selain di depak dari keluarga ini...Tuan Besar mungkin akan membunuh mu dan keluargamu. Mati di usia muda karena cinta gila...sungguh lucu bukan.." ucap Romi datar tanpa emosi namun penuh penekanan.



" Huh .." Risma membuang muka dari Romi. Ia tahu Guntoro memang orang yang kejam. Dan tentang beking mafia tersembunyi nya iapun juga sudah pernah mendengarnya. Dan itu sedikit membuat nyali nya menciut.



" Kau ada di sini menjadi Nyonya Bos itu pun juga karena Tuan Besar memperalat mu untuk memancing Yoga dan Tante Risa kembali. Setelah mereka kembali , kau tidak berguna lagi. Jadi menurutku , jika kau pintar...Ambillah keuntungan sebanyak banyaknya saat ini selama kau bisa...Jangan membuat kesulitan untuk dirimu sendiri. Kau tidak lama menjadi Nyonya Pratama...Setelah nyonya Pratama yang sesungguhnya kembali kau akan berakhir di tempat sampah " Romi berucap dengan dingin dan tanpa tudung Aling Aling. Kata katanya tetap pedas, menusuk hati dan menyakitkan.



" Kalau mau mencari kepuasan...cari saja di luar saja .. Tapi jangan sampai ketahuan...Boneka Mainan!! " ucap Romi lagi sambil tersenyum seolah merasa menang dari Risma .


.


Brengsek!!! Romi sialan... kata katanya kurang ajar sekali...Tapi semua yang di ucapkan nya benar ...Aku memang cuma boneka mainannya Guntoro...


Tapi gobloknya aku ..aku tetap menyukai pria ini .. Semakin dia dingin dan kejam ....aku semakin menyukainya....


Aku harus mencari cara lain untuk mendapatkannya...


.


Sepertinya memang sulit menaklukkan pria kulkas itu. Dan itu sangat menantangnya . Namun ia jika ingin benar benar memenangkan hati Romi , ia harus pintar bersiasat .



Risma melangkah pergi meninggalkan ruangan Romi. Ia berpapasan dengan Kinara yang kehamilannya sudah besar. Perutnya membuncit besar.


.

__ADS_1


Perempuan gendut seperti itu di mana menariknya...Aku jauh lebih cantik dan seksi.. Romi buta... tak bisa membedakan bidadari dengan babi gendut... Pakai hijab juga buat topeng saja untuk menutupi kebejatannya .. Selingkuh dengan kakak ipar ..


Modal hamil saja bisa jadi menantu kesayangan Mas Guntoro...Padahal anak yang di kandungnya saja tidak jelas..


Ayahnya juga ...entah Yoga atau Romi.. Tidak ada yang tahu...


Sebentar lagi dia akan melahirkan pewaris?? Mas Guntoro benar benar sudah dibodohi oleh mereka. Sungguh konyol...


.


Risma mengacuhkan Kinara dan berlalu begitu saja. Kinara cuma sepintas melirik kelakuan Ibu mertua barunya itu.



Sejak menikah mereka jarang bertegur sapa saat bertemu. Saling acuh dan tak mau tahu. Hanya saat di depan Guntoro saja mereka mau basa basi.


.


.


" Mau apa \*\*\*\*\*\* itu kemari.. kulihat dia baru keluar dari ruangan mu Rom..." kata Nara nampak kesal .



" Hahaha...\*\*\*\*\*\*?...Sungguh istilah yang cocok untuknya .." ucap Romi sambil tertawa . " Tapi kata seperti itu tidak sepantasnya keluar dari mulutmu sayang...jangan ucapkan lagi...Tidak baik di dengar anak kita..."



" Habis...dari dulu dia seperti ingin menggoda mu...Bikin kesal saja.."



" Hahaha ..istriku cemburu ya.." canda Romi. " Tapi kau benar sih...dia memang menggodaku. Dia ingin aku menjadi kekasihnya untuk memuaskan hasratnya. Bahkan tadi dia mengajakku ke hotel.. parah kan ..."



" Tuh kan ...dia benar benar \*\*\*\*\*\*...


h i h kesel .. !!! Berani nya mau mengajakmu selingkuh . Harus ku apakan wanita ular sialan itu " Romi kian terbahak bahak mendengar kemarahan Nara."


" Tapi kita harus hati hati...Entah bagaimana dia tahu tentang hubungan kita. Tapi dia tadi sempat mengancam ku..." kata Romi serius.



" Lalu ?"



" Haha ..kau tau sendiri kan siapa suamimu ini... Mengancam Raja Singa ini... Dia bukan tandingan ku . Anak kucing mau melawan Raja Singa... c i h ....Bertapa seribu tahun pun dia tidak akan mampu mengalahkan seorang Romi . " Romi tersenyum simpul." Aku akan memberinya pelajaran nanti "



Kinara sedikit lega. Jika Romi sudah berkata seperti itu artinya urusannya sudah beres.



" Jadwal operasi sesar mu kapan sayang?" tanya Romi kemudian. Ia dan Kinara sudah sepakat jika akan melahirkan secara sesar. Dan Guntoro mengijinkan.



Yang terpenting bagi Guntoro ia bisa segera menimang cucunya. Guntoro sangat memanjakan Kinara karena cucu yang di kandungnya adalah cucu dengan jenis kelamin laki laki. Dia yang akan di akui Guntoro sebagai penerusnya kelak.



" Minggu depan.."



" Minggu depan Tuan Besar akan bulan madu ke Bali dengan Risma ..baguslah...aku bisa mendampingi kelahiran putraku tanpa gangguan ." ucap Romi senang. Kinara pun tersenyum bahagia. Ia senang Romi bisa ada di sisinya saat ia melakukan persalinan.



" Berdoa saja semoga anak ini wajahnya tidak mirip denganku ..Kalau tidak kita akan ketahuan.." ucap Romi.



" Terus mirip siapa lagi...kalau mirip Yoga itu tidak mungkin . Dia anakmu bukan Yoga.." ujar Kinara . Mereka hanya bisa pasrah.


.


.


.


" Lumayan cantik Rom...Aku suka.." ucap seorang pemuda yang berambut nyentrik di wax ke atas. Kulitnya putih, mata sipit , hidung mancung, dan wajahnya lancip. Tubuhnya tinggi dan atletis. Ia memandangi foto Kharisma yang di kirimkan oleh Romi.



Sekilas perawakan dan face nya mirip Romi walaupun ia tampak lebih muda. Namun di belakang punggung nya terdapat tato besar berbentuk naga. Ia menerima panggilan telpon dari Romi di sela kegiatan berenangnya.



Ia saat itu sedang duduk di tepi di kolam renang pribadinya dengan di temani beberapa wanita. Dan di sekitar kolam terdapat beberapa penjaga dengan jas hitam .Mereka menjaga majikan nya dan mengawasi dengan ketat Rumah mewah itu.



" Tapi dia itu boneka mainan Bos besar , Kenzei... Kau berani tidak ?" tanya Romi



" Hahaha ..Besar juga resikonya Rom.. " ucapnya sambil tertawa.



" Sepertinya di antara koleksi mu , kau belum punya yang seperti itu ...makanya aku menawarkan dia padamu. Dia wanita gatal yang haus kasih sayang Ken . Barusan dia minta aku ..tapi aku tak bisa...Kau kan pintar memuaskan wanita..jadi dia untukmu kalau kau berminat "



" Hehe... bagaimana ya ..sepertinya aku tidak bisa menolak hadiah dari mu Rom..." ucap Kenzie sambil tertawa.



" Santai saja Ken...Bukankah kau punya Kakakmu Eagle yang pasti membelamu .." kata Romi



" Kau licik juga Rom .. Mengadu aku dengan Guntoro.."



" Hahaha.... Aku cuma kasihan pada wanita itu..Dia gatal tapi tidak ada yang menggaruknya..." ucap Romi sambil tertawa .


" Bukankah bagus aku memberikannya pada yang Pro sekalian.."


Kenzie tertawa tawa. Ia dan Romi memang sudah berteman baik sejak lama. Teman minum , teman main gila. Kenzie adalah pengaruh buruk untuk Romi. Romi yang dulu patah hati karena Bulan di ambil Yoga mengajaknya main main dengan wanita yang di kenalkan nya. Perjaka nya hilang juga karena Kenzie.



" Wanita mu dulu di rebut anaknya..

__ADS_1


sekarang aku kau suruh merebut wanita bapaknya ..Kau benar benar gila Rom...Tapi aku suka dengan keberanian mu.."


__ADS_2