KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
193. MEMULAI PERANG


__ADS_3

Dafi benar benar tak bisa membendung hasrat hatinya lagi. Ia membaringkan Mischa di meja makan besar itu. Mischa yang terbaring dengan nafas menderu dan mata sayu menikmati sentuhan bibir Dafi itu kian membuatnya terangsang. Tangan nakal nya juga sudah mulai menggerayangi tubuh Mischa. Ia bergerak menyusup ke baju Mischa dan menyentuh dada Mischa..Meremas dan me\_milin pucuk nya. Mischa kian menggeliat dan mengeluarkan \*\*\*\*\*\*\* merdu nan manjanya.



"Ah....."



Mischa yang juga sama sama terbuai dalam hasratnya mulai menggerakkan tangannya . Menyentuh dan menelusuri tubuh Dafi. Tangannya berhenti saat menyentuh sesuatu di bawah sana yang sudah mengeras meski masih tersembunyi di balik celananya.



Seperti mimpi , Dafi merasa melayang saat benda itu di sentuh Mischa. Bahkan Mischa membelainya pelan sembari terus mencium bibir nya.


.


.


*Selamat tinggal perjaka ku... Sebentar lagi sepertinya kau akan kehilangan statusmu itu*...


.


.


Dafi mengibarkan bendera putih. Ia tak sanggup lagi mengalahkan hasratnya. Ia sudah pasrah saat tangan Mischa mulai berusaha melepaskan ikat pinggang nya.



" ....aku suka.." Mischa membisikkan kata kata itu ditelinga Dafi.



Namun hal itu malah membuat Dafi mengingat kembali saudaranya Dafa.



" Aku suka..." jawab Dafa saat Dafi kala itu bertanya kenapa ia sering berkomunikasi dengan Mischa saat di Australia dulu.



" Kau suka Mischa?" tanya Dafi yang kala itu Mischa masih pacarnya. Dan itu adalah saat awal mereka tinggal di Australia mengikuti Papa dan Mamanya yang memaksanya harus meninggalkan kekasihnya itu. Padahal saat itu , ia masih begitu suka sukanya dengan Mischa.



" Iya " Dafa orang yang tegas dan selalu jujur dengan hatinya.



" Kalau kau suka dengannya ...kenapa menyuruhku pacaran dengan nya ?... Kau mak comblang kami.. Kau yang membuat kami pacaran Dafa.." Dafi protes pada saudara kembarnya itu.



" Dulu aku tidak suka padanya...Aku baru tahu aku suka padanya juga barusan...Setelah pisah..aku baru menyadari perasaanku.."



" Lucu sekali... Dua saudara kembar menyukai gadis yang sama.. Sudah wajah dan tubuh kita sama... Selera kita juga sama..." kata Dafi sambil tersenyum getir meski hatinya menangis.



" Namanya juga perasaan Fi..Semua itu muncul tanpa kita sadari..."



Dafi terdiam. Mischa memang pacarnya tapi apakah ia harus berebut dengan saudaranya sendiri?...padahal saudaranya itu yang membuat mereka jadian. Ia tak tahu harus bersikap bagaimana pada saudaranya itu.



Saat ia masih memikirkan apa yang harus di lakukan nya, Dafi mendapat pengakuan cinta dari teman sekelas bule nya. Ia masih belum memberikan jawaban juga kala itu.



Namun saat sampai di rumah , ia melihat Dafa yang sedang asik video call dengan Mischa sambil tertawa tawa. Dafa kelihatan jelas jika ia menyukai Mischa.



Sejak itu Dafi mulai menjauhi Mischa, ia jarang membalas pesannya. Selalu menolak panggilannya. Dan kemudian ia putus kontak dengan Mischa. Ia mengganti nomor hp nya.Juga ia menerima cinta bule itu.

__ADS_1



Ia menjauhi Mischa. Pacaran sebentar dengan bule itu dan kemudian putus karena tak benar benar menyukainya. Bahkan sampai beberapa kali.



Ia tak ingin menyakiti hati saudaranya, hingga ia memilih mundur. Sampai saat ia kembali setelah 10 tahun. Ia di jodohkan kembali dengan Mischa. Ternyata jodoh mereka kembali terhubung. Itupun juga karena Dafa yang menunjuk dirinya untuk bertunangan dengan Mischa. Meski awalnya ia sudah pasrah jika Dafa yang dijodohkan dengan Mischa.


.


.


" Dafi..." Suara Mischa menyentak lamunannya dan membawanya kembali ke kenyataan.



Kesadarannya kembali. Ia mulai menyadari semuanya. Ada sebuah ganjalan yang masih belum tuntas di hatinya yang kemudian membuat ia menghentikan aksinya dan kemudian meninggalkan Mischa begitu saja.



Mischa yang keheranan menatap kepergian Dafi , ia benar benar bingung dengan sikap Dafi, Tubuhnya sudah dalam keadaan setengah telanjang. Tapi Dafi tak menuntaskannya dan malah pergi meninggalkannya.


.


Apa maunya?!


.


" Dafi ! " Dafi mengabaikan panggilan Mischa dan masuk ke kamarnya.



Mischa membetulkan pakaiannya dan menyusul Dafi ke kamarnya . Namun Dafi mengunci kamarnya.



" Dafi... " Mischa memanggil Dafi dan menggedor gedor pintu kamarnya. Namun Dafi tetap tak mau membukakan pintu.



Di dalam kamarnya, Dafi langsung menuju ke kamar mandi dan mengguyur kepalanya dengan air .Ia menyalakan kram shower dan membasahi kepalanya . Masih tetap dalam keadaan semula. Lengkap dengan pakaiannya. Ia ingin mengenyahkan pikiran pikiran kotor penuh nafsu yang memenuhi kepalanya.


.


.



" Hahaha...Jadi kau di tinggalkan begitu saja pas panas panasnya Mis? " tanya Dafa sambil tertawa mendengar cerita dari Mischa. " Ke sini saja Mis.. Aku puaskan kamu " goda Dafa.



" Ih ngaco kamu Dafa..."



" Hahaha...Dafi itu pemalu Mis...Jadi mungkin dia. masih takut melakukannya.." terang Dafa.



" Beda banget sama kamu F a..."



" Hehe...Kalau aku ya lihat lihat dulu Mis...Kalau sama orang yang ku sukai terus terbawa suasana ya mau gimana lagi... Gas pol dah..hahaha.." Dafa tertawa renyah.



" Hem....Ngomong ngomong tempat tinggal kamu bagus juga..." Mischa mengomentari membandingkan dengan tempat tinggalnya saat ini.



" Bagus nggak tempat tinggal itu tergantung kita Mis...Kalau tinggal bersama dengan orang yang di cintai..gubuk pun serasa istana..." kata Dafa.



" Hu\_uft....." Mischa menghela nafas panjang.

__ADS_1



" Papa sebenarnya menyuruh aku tinggal di rumah satunya deket kampus itu...Tapi aku memilih di sini...Soalnya dekat dengan tempat kerjaku..Minggu depan restoran ku buka ..."



" Papamu pintar bisnis ya? "



" Hehe...Iya.. Rencananya Papa mau membangun kembali cabang kita yang dulu kebakaran...jadi sekali buka 3 cabang.. Satu ku pegang , satunya lagi Dafi dan satunya lagi Mama dan Papa sendiri....Dulu restoran kami ramai sekali lho Mis... Banyak penggemar kami ABG ABG nongkrong setiap malam minggunya.." Dafa cerita panjang lebar pada Mischa.



" C i h... Kalian ini tukang tebar pesona ya.." kata Mischa.



" Hahaha..sebenarnya gak juga sih...cuma Mereka aja yang ngefans kita..." kata Dafa sambil tertawa.



" Si Aleena tadi kesini mengantar Dafi...Ngeselin banget..."



" Kamu harus hati hati sama Aleena ya...Dafi itu gak bisa move on dari dia... Berkali kali pindah rumah..Cuma cewek itu yang selalu di ingat Dafi....Dafi itu masih suka banget dengan dia lho.." kata Dafa .


.


Oh begitu....jadi...tadi dia tidak jadi melakukannya karena teringat gadis itu ya... Si Aleena sialan itu...Menyebalkan sekali...


Aku akan memberinya pelajaran sekaligus membuatnya mundur dari hidup Dafi untuk selamanya..


.


Kristy , Dafi , Miska dan Cinta makan bersama. Kristy yang memasak untuk mereka semua.



" Besok Restoran kita mulai buka. Sementara ini Aku yang akan memasak pesanan , Dafi yang mengantarkan dan Mischa di bagian kasir ya. Terus kamu pasang iklan Dafi, cari karyawan kalau bisa yang bisa masak . Nanti aku akan mengajarinya.." kata Kristy.



" Oke Ma..." Dafi dan Mischa mengangguk.



" Kalau bisa secepatnya ya Fi... Soalnya Mama mau lanjut mengurus pembangunan kembali restoran twin kita yang dulu. Bulan depan Papa kesini, Aku dan Papa mu yang akan mengurusnya. Restoran ini nantinya usaha milik kalian berdua...Jadi kalian yang akan mengembangkannya" kata Kristy. Dafi dan Mischa mengangguk lagi .


.


Kebetulan sekali.... Musuh itu lebih baik ada di dekat kita...jadi lebih mudah mengawasinya... Batin Mischa.


.


.


" Berapa gaji mu di toko elektro itu?" tanya Mischa pada Aleena yang ia temui di saat istirahat kerja di depan tokonya.



" Kenapa mau tau gaji ku? Apa karena aku miskin kau mau menghinaku lagi ?." tanya Aleena yang kesal dengan Mischa.



" Jangan salah paham bodoh...Aku justru ingin membantumu...Aku akan memberikan kemudahan untukmu...Kalau kau mau bekerja untukku aku akan membayar mu 2x lipat.. " Aleena ternganga. " Masih kurang? ....Oke aku akan membayar gaji mu 3x lipat dari gaji mu di sini.. Kalau kau mau...besok datang ke tempat kami...Kau pasti tahu rumah Dafi bukan..." Kata Mischa seraya pergi.



Ia memasuki mobil mewahnya. Sesaat sebelum pergi, ia sempat membuka kaca mobilnya


" ku tunggu kedatangan mu..."


.


Aku yakin ...gadis miskin itu pasti datang ke tempatku...Di desa seperti ini...mendapat gaji besar itu sulit...Huh...akan ku beli harga dirimu itu.. Aku akan menunjukkan padamu...Dafi itu milik siapa...😤

__ADS_1


.


MISCHA mulai ingin menunjukkan taringnya pada Aleena untuk mempertahankan miliknya


__ADS_2