
Rumah Bulan sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat pemakamannya. Namun karena jalannya yang macet dan mengikuti jalur ganjil genap kami harus memutar mencari jalan alternatif. Dan itu cukup memakan waktu.
Kami sampai di sampai di rumah Bulan tepat pukul 19.30 .Anak anak yang tadinya begitu aktif sudah pada tidur karena kelelahan.
" Tidak apa apa mereka di tinggal di mobil?" tanya Kristy ragu saat akan meninggalkan anak anaknya di halaman rumah keluarga Bulan.
" Nggak papa.. Aku sudah membuka sedikit jendelanya jadi kalau nanti mereka terbangun dan mencari kita bisa langsung menyusul ke dalam atau memanggil kita. Lagian cuma sebentar kok nanti.." ucapku menenangkan Kristy.
Kristy akhirnya mengangguk dan segera mengikuti Yoga turun dari mobil dan menuju ke rumah tersebut.
Sebuah rumah luas dengan halaman yang cukup luas. Rumahnya tidak jauh berbeda dengan rumah keluarga Raka.Hanya beda desainnya saja , rumah Raka seperti rumah adat model kuno sedang rumah keluarga Bulan terkesan modern minimalis. Bangunan masa kini.
'Ting tong' .
Aku memencet bel rumah dan tak lama kemudian pintu itu terbuka. Terlihatlah sesosok pria dan wanita kalem dengan wajah bersahaja menyambut kedatangan kami.
" Yoga.." ucap keduanya dengan mata berkaca kaca.
Aku langsung sungkem mencium tangan mereka dan kemudian memeluk mereka bergantian.
" Mama...." Aku tak bisa menahan air mataku lagi saat Mama Bulan memeluk dan mencucurkan air matanya. Kami sama sama bersedih seolah Bulan baru saja pergi kemarin.
Papa Bulan menahan airmata nya meski ia sebenarnya juga terharu. Antara sedih dan senang. Ia sedih kehilangan anaknya namun ia juga senang bertemu kembali dengan Yoga setelah 5 tahun lamanya. Ia tak bisa membayangkan apa saja yang sudah di lalui Yoga 5 tahun ini sampai sampai tak berani mendatangi tempat mereka.
Mereka cuma mendengar kabar dari Romi , dan keluarga Yoga yang tetap berhubungan baik meski pernikahan tak jadi terlaksana. Meski begitu silaturahmi kedua keluarga tetap berjalan dengan baik.
" Dia..." Papa Bulan menatap Kristy sosok asing tak di kenalnya itu. Namun ia segera menyikapinya dengan bijak.
" Ayo silahkan masuk dulu.."
Keduanya kemudian mengajak Yoga dan Kristy masuk. Mereka duduk mengobrol di ruang tamu. Pembantu mereka segera menyiapkan minuman untuk para tamunya.
" Silahkan di minum nak.." kata Fany , Mama Bulan.
__ADS_1
" Terima kasih Tante.." ucap Kristy.
" Pa..Ma.. aku kemari karena ingin meminta maaf ..karena kecerobohan ku Bulan sampai meninggal.. Aku tidak bisa menjaganya dengan baik ....Aku benar benar bodoh...Dan aku juga minta maaf aku baru berani kemari setelah 5 tahun kejadian itu...Aku benar benar sangat menyesal ...tolong maafkan aku Pa..Ma..." ucap Yoga sambil menunduk dengan penuh penyesalan
Kristy cuma duduk terdiam sambil melihat Yoga. Ternyata Yoga menyimpan kedukaannya begitu dalam sampai 5 tahun dan itu baru saja di ketahui nya.
Selama ini Yoga nampak selalu ceria. Sehingga ia tidak menduga sama sekali kalau Yoga mempunyai masa lalu yang menyedihkan seperti itu. 5 tahun menyimpan kedukaan sendiri dan tak berani menghadapi kenyataan. Itu sangat berat. Ia sungguh tak bisa membayangkannya.
" Kami sudah memaafkan mu Yog..Siapa sih yang bisa menentang takdir Tuhan..Tuhan menghendaki umur Bulan hanya sampai 5 tahun kemarin , kita hanya bisa mengikhlaskan.." kata Ramon , Papa Bulan dengan bijak.
Aku ternganga. Ternyata Papa Bulan tidak menyalahkan ku.
" Kami juga turut prihatin dengan mu.. Romi cerita kau sempat depresi dan sampai di bawa ke psikiater pula. Kami sangat bersedih Yog.. Tapi karena waktu itu kau jauh di luar negeri sana kami tak bisa menjenguk mu " tambahnya lagi.
" Kami sebenarnya sudah dari dulu ingin menjenguk mu..memberikan dukungan ..memberi mu kekuatan untuk melanjutkan hidup.. Kami sangat terpukul mendengar keadaanmu waktu itu. Tapi Mama mu , Risa bilang kau tidak mau bertemu kami.. Jadi kami memilih tidak menemui mu. Kami tidak ingin menambah beban mental mu. " kata Fany.
Aku menjatuhkan air mataku lagi. Sebenarnya waktu itu aku cuma takut , aku tidak mau menemui orang tua Bulan karena takut mereka menyalahkan ku , memaki ku pembunuh seperti Kristy dulu.
Fany mengambilkan tisu dan memberikannya pada Yoga untuk menyeka air matanya. Kemudian ia mengelus punggung Yoga untuk menghiburnya.
" Nah..sekarang..kau perkenalkan dia Yog.."kata Ramon sambil tersenyum dan menunjuk Kristy.
" Pa..Ma.. perkenalkan..Dia ini Kristy.. .." Yoga memperkenalkan Kristy kepada kedua mantan mertuanya sesudah menyeka air matanya.
"Dia teman hidupku yang akan mendampingi aku untuk melanjutkan hidup.. Mohon Papa dan Mama merestui kami.." ucapku lagi.
Ramon dan Fany tersenyum . Mereka tidak tampak keberatan .
" Tentu saja Yoga... Kami merestui mu... Kami senang melihat semua perubahan mu. Kau sudah bekerja , kau sudah ceria kembali , dan kau juga mau melanjutkan hidupmu dengan baik. Tentu saja kami mendoakan mu "kata Ramon dengan tulus.
" Bulan pasti juga ingin kau bahagia.." kata Fany pula.
" Terima kasih Papa Mama.." Aku tersenyum pada keduanya.
__ADS_1
Aku benar benar lega .Rasanya beban besar yang selama ini membebani pikiranku hilang seketika . Keluarga Bulan memaafkan ku dan bahkan merestui aku dan Kristy . Itu benar benar sebuah keajaiban . Dan sama sekali tidak ku duga. Rasanya seperti menemukan emas satu karung. Bahagia sekali rasanya.
Dan sesudah itu kamipun segera pamit. Ramon dan Fany mengantar kami sampai ke pintu depan. Kemudian kami segera menuju ke mobil kami dan bersiap untuk pergi.
Ramon dan Fany masuk ke dalam rumah kembali.
.
.
Baru saja kami membuka pintu mobil , sebuah mobil tiba dan berhenti di depan kami. Dan seseorang keluar dari mobil itu . Dia tak lain adalah Bintang.
Aku dan Kristy menatapnya yang datang menghampiri kami.
" Sudah bertemu Papa dan Mama?" tanya Bintang.
" Iya...Kami sudah mau pulang.." Jawabku.
" Langsung ke rumah Tante Risa atau ke Surabaya?"
" Kami kembali ke hotel. Besok baru kembali Surabaya "
Bintang menoleh pada Kristy dengan pandangan tak mengenakkan . Seperti tak suka padanya . Dan juga meremehkannya .
" Kris...ini Bintang, adik Bulan dan Bintang..ini Kristy.. dia..." Yoga memperkenalkan keduanya dan belum sempat ia menyelesaikannya Bintang sudah memotong perkataannya.
" Jadi ini pengganti kakakku?" tanya dengan wajah sengit dan penuh ketidaksukaan.
Kristy terdiam sambil menatap Bintang. Dia gadis yang tadi di lihatnya di mall dan akrab dengan Yoga tadi.
" Mbak kamu jadi cewek kok murahan sekali ya.. belum apa apa sudah mau di bawa laki laki ke hotel ? "
Kristy ternganga. Kata kata adik Bulan ini pedas sekali . Dan kenapa dia nampak begitu membenci dirinya padahal ia tak mengenalnya.
" Bintang.." Yoga dengan cepat menegurnya
__ADS_1
" Oh..aku tahu.. pasti karena Kak Yoga anak orang kaya ya..Makanya kamu begitu...Dih.. memalukan sekali..Wanita kok gampangan sekali sama cowok.." tambah Bintang lagi.