
Semua orang begitu tercengang dengan keputusan Mika itu. Termasuk pula Yoga dan Kristy.
Kristy tiba tiba jadi teringat kembali saat ia dulu mengandung Xavier dan juga ingin menggugurkannya karena tak sanggup menerima jika itu anak Yoga, orang yang membuat suami pertama nya meninggal. Dan ia juga ingat demi mempertahankan Xavier Yoga sampai kecelakaan dan bahkan koma untuk waktu yang lama . Ia tidak ingin hal itu terulang lagi, apalagi jika menimpa putra yang sangat di kasihi nya.
" Tolong pikirkan kembali Mika..." ucap Kristy dengan mata berkaca kaca. Ia nampak begitu sedih mendengarnya.
Mika heran dengan sikap Kristy itu. Terlebih saat Yoga langsung menghampiri duduk di sampingnya untuk menghiburnya.Kristy tampak menitikkan air mata sedih.
Yoga tahu pasti , istrinya itu pasti teringat kembali ke saat pedih yang pernah mereka lalui dulu.
" Itu tidak akan terjadi...kau jangan terbawa perasaan seperti ini.." Yoga berusaha menenangkan istrinya .
Mika benar benar tidak mengerti dengan sikap kedua orang tua Xavier.
.
.
Ada apa dengan mereka?...kenapa jadi sentimentil seperti itu...
Aku yang mau menggugurkan bayiku...kenapa justru mereka yang sedih..
.
.
" Mika...jangan begitu dong ...itu anak kita Lo...masak kau mau menggugurkannya..." kata Xavier pula.
" Itu keputusanku.." Mika bersikeras dengan keputusannya. Ia benar benar masih sakit hati dengan caci maki dan hinaan para Pratama itu.
Saat Xavier meledeknya jalan tol, saat Yoga dan Kristy mengancam akan memenjarakannya dan hinaan Romi pula . Ia memang bukan munafik, ia memang ingin hidup nyaman dan mengincar harta Xavier, namun saat ia punya kesempatan untuk mendapatkan semuanya , ia sudah muak. Ia tak akan sanggup hidup dalam cemoohan seperti itu. Terlebih Ayah dari anaknya masih Bocil 15 tahun. Sungguh memalukan.
" Aku bukannya tidak mau tanggung jawab sama kamu...kamu lho menghilang ...beberapa bulan ini aku terus mencari kamu...Coba cek nomor hp kamu berapa ribu pesan dan panggilan dariku yang kau abaikan.. Aku bahkan tidak tahu kamu hamil... Aku tidak akan lari...Itu anakku...aku bertanggung jawab penuh sama kamu dan dia..." kata Xavier berusaha meyakinkan Mika.
Mika menatap Xavier yang nampak bersungguh sungguh itu. Ia tahu betul semua yang di ucapkan Xavier itu memang benar, namun itu tak cukup membujuknya untuk mengurungkan niatnya.
" Mika jangan seperti ini...please..." bujuk Xavier lagi sambil meraih tangan Mika dan menggenggamnya. Namun Shaka dengan cepat menjauhnya tangannya dari Mika.
" Ngapain sih ?" Xavier kesal dengan sikap Shaka itu .
" Menjauhkan bocah preman yang memberi pengaruh buruk darinya..." jawab Shaka tak sungkan sungkan lagi. Toh ia pasti bakalan di pecat, sekalian saja terang terangan menunjukkan permusuhan pada Xavier.
__ADS_1
" Kau mau berkelahi lagi?" tantang Xavier.
" Kalau kau mau bonyok sekali lagi ..boleh saja..." Shaka pun tidak gentar sama sekali.
" C i h...kemarin itu aku ngalah sama kamu...Aku tidak akan kalah lagi " kata Xavier
" Hihi...sudah ngaku kalah ..." ledek Shaka sambil tertawa kecil.
" Awas kau..." Xavier langsung menarik Krah baju Shaka. Namun Shaka pun tidak tinggal diam, Ia melakukan hal yang sama. Dan merekapun saling ngotot tak mau kalah.
" Hentikan...kalian jangan membuat aku tambah pusing..." kata Yoga melihat keduanya yang akan berkelahi lagi.
" Pakai otak jangan cuma main Okol saja " ucap Romi dengan mulut pedasnya sambil memisahkan keduanya dan menjauhkan dua orang itu.
.
.
Kuat sekali Tuan Romi ini ..
.
.
" Kita bicarakan ini baik baik Mika...Jangan mengambil keputusan cepat karena emosi. Pikirkan bayi mu .. Masak kau tega membunuhnya .. Xavier bersedia bertanggung jawab padamu, Kami sebagai orang tuanya juga . Kami bisa menerima kau dan bayi mu..." kata Kristy kemudian.
" Kami akan menikahkan kalian " kata Yoga pula.
" Anakmu itu jika itu benar anak Xavier...berarti dia seorang Pratama. Dia akan menjadi penerus perusahaan ini... Apa kau kau membuang kesempatan hidup enak 7 turunan..." tambah Romi .
Mika sangat tersinggung dengan ucapan Romi yang tetap sama pedas dan seperti mencemooh itu. Ia benar benar kesal seolah ia ingin menggunakan anaknya untuk mendapat hidup enak.
" Sudahlah... mau anak ini Pratama atau bukan anak ini anakku...terserah aku mau bagaimana. Jika sudah tidak urusan lagi ..saya pamit " ucap Mika yang tidak ingin berbicara lagi dengan mereka.
" Mika tolong pikirkan kembali keputusanmu " kata Kristy saat Mika melangkah pergi.
" Baby .." Xavier pun bermaksud mengikutinya namun ia dicegah oleh Romi.
" Sebentar Bocah nakal..Urusanmu dengan dia belum selesai..." kata Romi seraya mendudukkan Xavier di sisi Shaka.
" Apa sih uncle...males banget lihat muka orang ini..." kata Xavier kesal.
__ADS_1
Yoga dan Romi saling berpandangan sesaat. Kemudian Yoga mengangguk. Romi paham sepenuhnya, Yoga menyerahkan urusan anaknya pada kakaknya itu .
" Shaka , karena kau sudah berani mengusik keluarga Pratama aku akan memberi mu sangsi atas perbuatan mu. " kata Romi. Shaka diam ia sudah siap jika ia memang akan di pecat oleh Romi .
Xavier tersenyum simpul. Merasa menang . Ia yakin Om nya itu pasti membelanya.
" Kau ku pecat ..." kata Romi
" Kapok ...s y u k u r i n Lo.." ucap Xavier nyengir sambil menjulurkan sedikit lidahnya.👅
Shaka menghela nafas panjang. Benar dugaannya , Para orang kaya itu pasti membela keluarganya. Mengutamakan orang dengan hubungan darah yang sama meskipun itu salah.
" Kau ku pecat dari jabatan lama mu di divisi pengembangan , kau sekarang mendapat pekerjaan baru menjadi pengawal pribadi sekaligus asisten Xavier. Tugasmu mengawal dan menjaga Xavier , juga mengajari Xavier tugas tugasnya kelak. Sementara ini , kau belajar dulu dari asisten pribadiku. Saat Xavier pulang sekolah kau jemput dia dan pastikan dia bekerja di sini. Singkatnya tugasmu adalah mengurus bocah ini.."
Shaka dan Xavier sama sama terkejut mendengar ucapan Romi itu.
" Om..aku mana bisa akrab dengan manusia satu ini ..Dia sainganku...Dia mengincar wanita ku .." sahut Xavier cepat. Namun Romi mengabaikannya.
" Tuan Romi ..mengurus bocah preman nakal ini susah .. lebih baik pecat saja saya..." Shaka pun nampak ogah_ogahan mengurus Xavier.
" Kau yakin?...Gaji pekerjaan baru mu ini 3x lipat dari gaji mu saat ini....Dan lagi jika ku pecat , kau akan sulit mencari pekerjaan baru di mana pun..."
" Sial .." gerutu Shaka.
" Gaji awal mu 3x lipat dan nanti jika kinerja mu baik...aku akan menaikkan gaji mu dan memberi bonus juga..."
Shaka tak bisa memungkiri , tawaran dari Romi itu sangat menggiurkan. Gajinya sangat besar dan sulit mendapat pekerjaan dengan gaji se_fantastik itu di kota itu.
" Anggap saja itu tantangan...menaklukkan bocah anak macan liar ini .. kalau kau bisa jadi pawangnya , hidupmu Mulya " tantang Romi.
" C i h... Papa dan Uncle sama saja ternyata..." gerutu Xavier.
" Baiklah ..." Jawab Shaka kemudian. Ia pun akhirnya mulai tertantang untuk menangani bocah super Badung itu.
" Bego...mata duitan ..." o c e h Xavier kesal karena mulai hari itu ia harus bertemu dan melihat orang yang di bencinya itu setiap hari.
Yoga dan Kristy tersenyum. Mereka memang sudah membahasnya kemarin saat di telepon. Orang yang bisa mengalahkan Xavier itu memang langka , mereka pun berharap Shaka bisa mengendalikan kenakalan Xavier dan menjadikannya anak yang baik.
" Bodoh ah...aku mau cari Mika dulu .." ucap Xavier kesal seraya pergi menyusul Mika..
" Shaka...kami percaya padamu .." kata Yoga sambil menepuk bahu Shaka.
__ADS_1
" Saya akan berusaha .." ucap Shaka kemudian. Romi , Yoga, dan Kristy tersenyum .