
' Rriiiing....'
Para pegawai perusahaan raksasa Pratama itu berlari berhamburan keluar gedung saat sirine kebakaran itu terdengar keras. Pegawai yang jumlahnya begitu banyak itu berbondong bondong , berlarian menuruni tangga darurat dalam keadaan panik dan kalut. Yang mereka pikirkan cuma ingin menyelamatkan nyawa mereka saja.
Sebuah ledakan besar terdengar begitu keras yang langsung meluluh lantahkan gedung raksasa itu bersama si jago merah yang membakar apapun yang ada di dalamnya.
Guntoro yang bangun kesiangan dan hendak ke perusahaannya itu begitu terkejut saat menerima kabar dari anak buahnya kalau perusahaannya kini rata dengan tanah.
Guntoro melihat ke video yang di kirim anak buahnya. Gedung raksasa itu kini sudah tak berbentuk. Hanya tinggal sisa sisa puing dan juga dinding dinding beton yang kokoh yang nampak hangus terbakar. Ia begitu shock. Belum lagi masalah keuangan perusahaannya beres kini malah gedung itu hancur rata.
" Eagle sialan itu ...benar benar ingin menghancurkan ku...Brengsek!! " Ia begitu geram
.
.
.
Usahanya bangkrut, perusahaannya hancur. keuangan memburuk, banyak anak cabang perusahaannya tutup, pabrik tempat produksinya gulung tikar , pegawainya , asisten rumah tangga dan anak buahnya mulai banyak yang meninggalkannya. Tabungan dan depositnya di bekukan bank untuk menutup kebangkrutannya. Ia harus bertanggung jawab pada ribuan pegawai yang menuntut pesangon dari perusahaannya yang failid.
Guntoro tinggal sendirian di rumah megah istananya itu. Hanya seorang diri. Tanpa anak istri, cucu, bahkan seorang pembantu pun tak ada. Ia benar benar terpuruk kini.
Untuk makan pun , ia bingung. Banyak bahan makanan tersedia, namun ia tak pernah memasak sedari kecil. Ia tak tahu harus melakukan apa untuk mendapat makanan nya sendiri. Dengan terpaksa ia hanya makan mie instan yang tinggal memasukkan air panas saja .
" Risa ...Yoga .." ia hanya dapat menyebut nama dua orang yang begitu di cintai nya itu sambil menatap foto keluarga mereka. Ia begitu merindukan kehadiran kedua sosok itu. Risa yang tak akan pernah bisa kembali selamanya. Dan juga Yoga yang entah tidak diketahui keberadaannya.
Guntoro tak bisa berkata apa apa lagi saat petugas bank dan polisi mendatangi rumahnya.
" Rumah ini kami sita ..Anda kami beri waktu 1x24 untuk pergi dari sini. Jika tidak..kami akan mengeluarkan anda dengan paksa..."
" Silahkan ambil , barang barang yang anda perlukan secukupnya. Dan segera tinggalkan rumah ini..."
" Guntoro dengan di bantu orang orang itu menuju ke kamarnya. Mereka membantu Guntoro yang belum bisa berjalan kembali itu mengambilkan beberapa baju dan juga sisa sisa uang yang di milikinya . Tak lupa , ia membawa serta foto keluarganya. Potret dirinya bersama Yoga dan Risa.
Dan setelah itu , mereka mengantarkan Guntoro keluar dari rumah itu dengan kursi rodanya. Guntoro yang tak punya tujuan memencet tombol kursi rodanya dan meninggalkan rumah megahnya itu. Entah kemana...hanya pergi saja meninggalkan rumah mewah itu.
Dengan sisa uang yang masih cukup banyak di tas yang di bawanya , ia membeli makanan di pinggir jalan . Sebuah hamburger yang tak pernah di belinya di sepanjang hidupnya menjadi pengganjal perut untuk mengobati rasa laparnya.
Beberapa pemuda mengamati Guntoro yang membawa sebuah tas berisi cukup banyak uang, namun tak ada seorangpun mendampinginya
" Makanan empuk..Pak tua lumpuh itu sendirian dengan banyak uangnya.."
" Hahaha...Ini hari keberuntungan kita.."
__ADS_1
Beberapa pemuda itu mendatangi Guntoro . Mereka mendorong kursi roda Guntoro dan membawanya ke sebuah gang yang sepi. Kemudian mereka merebut tas yang berisi uang milik Guntoro itu.
" Jangan ambil brengsek ... uangku cuma tinggal itu !!!" ucap Guntoro mempertahankan uang nya. Namun ia kalah kuat dari beberapa pemuda yang merampas tasnya itu.
" Ambil kembali kalau bisa"
" Pak Tua lumpuh bisa apa.."
" Hahaha...". Mereka tertawa tawa menertawakan ketidakberdayaan Guntoro .
" Hei jam tangan , sepatu n jas orang ini sepertinya barang mahal.." Merekapun juga mempreteli barang barang berharga milik Guntoro. Dan Guntoro yang lemah tak kuasa mempertahankan miliknya yang di ambil paksa orang lain.
" Kalian berandal berandal brengsek .Akan ku bunuh kalian..!!!"
Ancaman Guntoro itu didengar bak angin lalu oleh pemuda pemuda itu. Mereka mengambil semua barang berharga yang melekat di dirinya.
" Setidaknya jangan ambil foto keluargaku.." Akhirnya Guntoro pasrah. Setidaknya ia tidak ingin kehilangan potret terakhir keluarganya
" Nih ..makan gambar itu.." Pemuda itu memberikan foto tersebut pada Guntoro.
" Itu kalau kau masih hidup...Hahaha ." Pemuda pemuda berandal itu tertawa tawa.
Mereka kemudian mendorong kursi roda Guntoro itu ke tengah jalan raya yang cukup ramai lalu lalang kendaraan.
Guntoro tak menyangka jika para berandal itu berniat membunuhnya juga setelah merampok seluruh hartanya. Mulutnya ternganga terbuka lebar saat mendapati sebuah mobil yang melaju hendak menabrak dirinya.
.
*TIDAK!!!! .... ini terlalu kejam untukku...Perusahaannya bangkrut, Aku jatuh miskin, istriku meninggal , anakku menghilang..rumah di sita,. aku di rampok. dan kini aku harus mati dengan cara seperti ini...Ini benar benar tidak adil untukku*..
.
Guntoro tak bisa berkutik saat mobil itu menabrak ia dan kursi rodanya dengan kencang . Ia hanya merasa itu seperti sebuah mimpi buruk . Tubuhnya terhempas jauh akibat tabrakan itu dan membentur tiang lampu jalanan.
Guntoro yang lemah itu akhirnya tak sadarkan diri dengan tubuh penuh luka .
.
.
Guntoro tersadar kembali saat merasakan guyuran air membasahi tubuhnya. Dan ia begitu terhenyak , saat melihat sosok yang duduk dengan mata tajam dan penuh kebencian menatap dirinya .
YA...Eagle ada di hadapannya dengan begitu banyak anak buahnya. Guntoro tak bisa bergerak dengan rasa sakit di tubuhnya. Ia juga tak bisa berkutik , karena mimpi buruk yang sebenarnya baru akan di mulai. Eagle akan membalas dendam padanya atas kematian Kenzei. Dan berurusan dengan mafia gangster yang terkenal sadis dan kejam itu adalah sebuah mimpi buruk . Sebuah mimpi buruk yang akan menjadi nyata.
Terlebih saat Eagle tampaknya sudah menyiapkan beberapa alat penyiksaan di sana. Pisau, pentungan, cambuk, rantai bahkan pistolpun sudah tertata rapi di meja dekat tempat duduk Eagle.
" A..a..ampuni aku Eagle ..." Guntoro memohon ampun untuk keselamatannya.
__ADS_1
Eagle tersenyum sinis... " Waktu itu Kenzei meminta ampun padamu apa kau juga mengampuninya?...Tidak bukan..." ucap Eagle seraya bangkit dari kursi dan menghampiri Guntoro yang tampak lemah di tanah. Ia bagai seekor 🐜 semut di hadapan seekor banteng liar yang sudah siap menginjak injak dirinya .
" Kita mulai dari yang mana ya .." ucap Eagle tersenyum sadis sambil memilah Milah diantara begitu banyak senjata yang ada di sana. Ia masih berpikir akan mulai menyiksa Guntoro dengan yang mana dulu.
" Ampun Eagle...kumohon...ampuni aku..."
Eagle menjatuhkan pilihannya pada sebuah pisau belati. Ia mendekati Guntoro yang merangkak menyeret kaki lumpuhnya menjauhi Eagle yang pasti akan mengoyak\_ngoyak tubuhnya dengan pisau itu.
" Aa\_aaaaaa...." Teriak Guntoro keras saat Eagle memulai siksaannya.
.
.
.
" Mas, perusahaan Papamu bangkrut.." Kristy menunjukkan berita yang baru di lihatnya dari internet itu pada suami nya Yoga.
Yoga yang baru saja selesai mandi dari pulang kantornya itu segera melihat berita yang di tunjukkan Kristy itu.
.
.
*Pantas saja ...Kak Romi mengirim banyak uang waktu itu dan bilang yang terakhir kali...Ternyata perusahaan Papa bangkrut....semua hancur dan bahkan rumahnya di sita*...
*Eagle benar benar membalas dendam pada Papa*...
*Tapi bagaimana dengan Papa ..Papa tak punya rumah ..tak punya uang ...Dimana dia tinggal ..Dan bagaimana keadaannya sekarang....Bukankah kak Romi cerita kalau Papa waktu itu lumpuh ..kakinya baru saja di operasi dan belum bisa jalan lagi* ..
.
.
Yoga yang khawatir dengan keadaan Papanya mulai mencemaskan nya. Memang ia masih marah dengan Papanya yang menyebabkan Mama tercinta nya meninggal...tapi ia juga mengkhawatirkan Papanya ..Apalagi sesudah ia tak punya kekuasaan lagi dan memiliki musuh mafia besar...Nyawanya benar benar terancam.
" Kak Romi...bagaimana keadaan Papa ku ..Dimana dia sekarang ..?" Yoga langsung menghubungi Romi.
" Aku tidak tahu Yog...Aku juga masih mencarinya...Dan belum ketemu...Sejak di usir dari Rumah Besar...aku belum menemukannya...Tapi kau tidak usah kembali kemari Yog...Eagle sedang balas dendam...jika dia tahu anak cucu keturunan Guntoro masih hidup keluargamu terancam..." Kata Romi mengingatkan .
" Tapi aku khawatir kak...Papa dalam bahaya .."
" Ini Karma.... buah dari hasil perbuatannya sendiri ..pokoknya kau tidak usah kembali..aku yang akan mencari dia ...aku kenal baik dengan Eagle...aku yang akan membantu memintakan ampun Papamu padanya...Kau jangan cemas..Kau urusi keluargamu saja...Jangan kembali ke tanah air dalam waktu dekat ini...kalau tidak ingin keluargamu celaka..."
Yoga terdiam . Sejahat jahat dan kejamnya seorang Guntoro , ia tetap Ayah kandungnya. Ia tak mungkin membiarkan Papa nya juga mengalami nasib buruk seperti Mamanya .
Meski benci dengan semua kelakuan kejam dan arogan Papanya , jauh di dalam hati kecilnya ia sangat menyayangi Papanya. Ia tak ingin ada orang yang menyakiti Papanya .
__ADS_1
Apalagi keadaan Papanya sangat memprihatinkan kini. Hatinya menjerit...Ia tak tega jika satu satunya orang tuanya yang tersisa harus berakhir di tangan seorang pimpinan mafia kejam.