KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
81. KENYATAAN PAHIT


__ADS_3

" Kalau tidak tahu apa apa jangan asal ngomong ya..." ucap Kristy cepat yang tersulut emosinya oleh kata kata Bintang.



" Terus kamu mau apa...tidak terima?... " Bintang seolah malah menantang Kristy.



" Kau ini kenapa sih Bintang?... Kenapa tau tau marah pada Kristy ? "tanya ku.



" Muak saja Kak lihat perempuan macam begini... Cewek kayak dia ini model model cewek matre... Dia mau sama Kakak pasti cuma gara gara uang kan.. Baru kenal sudah ke hotel. Tidur bareng pasti.. Kalau bukan murahan apalagi ?! "



" Oh Aku tahu.. kamu cemburu ya ? " tanya Kristy menebak alasan Bintang bersikap buruk padanya.



" Apa? Cemburu?... sama cewek model kamu ? ... ih gak level ya ... Lo gak sebanding sama gue ! " timpal Bintang sambil menunjuk nunjuk Kristy.



" Bintang !! " Aku memanggil Bintang dengan keras.



Rasanya mulai kesal dengan sikapnya yang terus memprovokasi Kristy dan merendahkannya. Aku benar benar tidak rela dia merendahkan istriku seperti itu.



" Jangan ngomong sembarangan. Wanita itu..Kristy ini adalah istriku "tegas ku kemudian.



Bintang ternganga.



' Istri? Istri Kak Yoga? ... Mana mungkin! " Bintang benar benar tidak bisa mempercayainya.



" Nih lihat.. Ini cincin kawin kami. Kami sudah menikah " Aku menegaskan sekali lagi.



Kali ini aku berucap sambil memegang tangan Kristy dan menunjukkan sepasang cincin berlian bermata biru yang tersemat di jari manis kami.



" T..Tidak mungkin " ucap Bintang tidak percaya.



" Terserah kau mau percaya atau tidak , tapi itu kenyataannya. Aku dan Kristy memang sudah menikah "



" Tapi Tante Risa.. Tante Risa bilang.. Dia menjodohkan aku dengan Kak Yoga.." ucap Bintang lagi.



' Ooo...jadi begitu.. dia di jodohkan dengan Yoga..pantas saja dia marah marah seperti itu ' batin Kristy . Ia kini mengerti sebab Bintang mengamuk seperti itu.



" Mama ku memang begitu... Dia sering ingin menjodohkan aku...tapi aku sudah menolaknya . Pernikahan kamipun tanpa sepengetahuan Mama dan Papa ku... Dan lagi Bintang , bagiku kau itu adalah adik. Tidak lebih " Aku pun memberikan ketegasan tanpa basa basi lagi.



" Tidak mungkin !!! " ucap Bintang dengan suara keras.



Ia benar benar tidak bisa menerimanya. Ia sudah lama menyukai Yoga , dulu terhalang oleh kakaknya Bulan. Dan sesudah Bulan meninggal Mama Yoga sering mengatakan padanya kalau ingin menjodohkannya dengan Yoga.

__ADS_1



Dan ia pun sudah sangat berharap hal itu akan terwujud . Ia benar benar tidak bisa menerima kalau Yoga ternyata sudah menikah diam diam tanpa sepengetahuan semuanya.



" Mama.." Dafa yang terkejut mendengar suara keras Bintang terbangun. Ia memanggil Mamanya sambil mendekat ke pintu mobil.



" Ah..Kau membangunkan anakku..."ucapku kesal sambil berpaling dari Bintang dan menghampiri pintu tengah bersama Kristy.



" A..anak?" Bintang tercengang.



" Kamu bangun sayang ?" tanya Kristy pada Dafa. Dafa mengangguk dan meminta gendong pada Kristy.



" Papa.." Dafi pun ikut terbangun.



Aku mengulurkan tanganku dan membawa Dafi ke gendonganku. Dan setelah itu aku kembali menghadap Bintang.



" Dengarkan baik baik Bintang... Papa dan Mama ku tidak tahu kalau aku sudah menikah dengan Kristy. Dan kedua anak kembar ini adalah anak kami. Jadi lupakan saja perkataan Mama ku yang ingin menjodohkan kita. Itu tidak akan pernah terjadi " ucapku lantang.



" Kalau Kakak sudah menikah kenapa tidak memberitahu orang tua Kakak ?" tanya Bintang lagi.



" Aku punya alasan sendiri dan itu tak perlu kau tahu . Sekarang terserah kau saja , Kau mau memberitahu Mama dan Papaku silahkan , tidak pun juga silahkan. Tapi semakin cepat kau memberi tahu orang tuaku akan semakin baik..."




" Kris..Ayo naik. Kita balik ke hotel " ucapku kemudian.



Kristy mengangguk. Kemudian ia segera masuk ke mobil dengan Dafa dan juga Dafi. Sedang Yoga mengemudi di depan. Kemudian mereka segera tancap gas meninggalkan Bintang yang terpaku karena saking shock nya.



Bintang tiba tiba merasa lemas dan tak kuat berpijak lagi. Ia sampai terduduk di tanah dengan bibir bergetar dan air mata yang mulai berjauhan.



' Menikah.. Istri . punya anak..' Ia benar benar tidak bisa menerimanya. Pupus sudah harapannya untuk bisa bersanding dengan Yoga pujaan hatinya yang sudah ia suka sejak lama. Bahkan sebelum Yoga berhubungan dengan kakaknya Bulan.



Ia masih bisa menahan perasaannya saat Yoga memilih Bulan menjadi pasangannya. Namun kini ia harus kecewa kembali karena Yoga ternyata sudah memiliki tambatan hati nya yang baru. Bahkan Yoga sudah menikah dan memiliki 2 putra. Ia benar benar tak sanggup menerima kenyataan pahit itu.


.


.


.


.


.


" Mama ini benar benar deh.. Sudah kubilang tidak mau kenapa masih juga menjodohkan aku terus.. Bikin masalah saja.." Aku menggerutu sambil terus mengemudi.



" Memangnya kenapa kau tidak bilang pada Orang tuamu tentang kita Yog?" tanya Kristy.

__ADS_1



Aku terdiam dan berpikir. Jawaban apa yang harus ku berikan pada Kristy .



" Pernikahan kita dulu terjadi karena tanpa di sengaja Kris...Semua terjadi begitu saja. Dan orang tuaku itu bukan orang yang mudah . Mereka belum tentu bisa menerima mu dan pernikahan kita . Aku perlu cukup banyak waktu untuk membujuk mereka..."



' Juga membujuk mu Kris...Kau yang paling tidak bisa ku tebak..Setelah mengetahui semuanya nanti...Kau akan bersikap bagaimana...Kau adalah pertanyaan terbesar ku...'



" Tapi sampai kapan Yog ?" tanya Kristy kemudian.



" Setidaknya.. sampai kita punya anak . Anak darah daging kita sendiri "



'Ya... setidaknya kami punya seorang anak ..Dia yang kelak akan menjadi pengikat kita Kris.. Anak kita yang akan menghalangi mu pergi jika kau tak bisa memaafkan ku...Kau tidak boleh pergi dariku... kita akan tetap bersama..


selamanya....'


Aku sadar...aku memang sangat egois . Aku tidak ingin kehilangan apapun dari hidupku lagi. Aku tidak akan membiarkan seorangpun mengambil apa yang sudah aku miliki ...Tidak akan pernah!



Kristy tidak tahu..kalau aku sebenarnya jauh lebih posesif darinya....sangat...


.


.


Sesampainya di hotel Aku dan Kristy membaringkan Dafa dan Dafi yang tertidur lagi di mobil. Mungkin karena sudah cukup malam merekapun tertidur dengan pulas.



Aku dan Kristy duduk sambil mengobrol di sofa.



" Jadi kau pernah mengalami hal seperti itu Yog... 5 tahun dalam keterpurukan.. Pantas saja aku merasakan ada guratan sedih di mata mu dulu.. Kau seperti orang yang punya beban berat yang kau tanggung sendiri.." ucap Kristy yang turut bersedih mendengar cerita Yoga dari orang tua Bulan tadi.



" Kalau tahu sikap orang tua Bulan seperti tadi sudah dari dulu aku minta maaf pada mereka...kupikir mereka seperti... orang lain yang akan marah dan memakiku... menyalahkan ku. karena tak bisa menjaga Bulan..Aku benar benar bodoh. Takut dengan bayanganku sendiri "



Kristy tersenyum. " Itu hal yang manusiawi sekali Yog..."



" Kau benar Kris..." ucapku sambil menyandarkan kepalaku di paha Kristy.



" Hari ini benar benar hari yang melelahkan... " ucapku berkeluh kesah pada Kristy.



" Hem...kalau begitu cepat istirahat saja Yog.. istirahatkan badan dan pikiran " ucap Kristy



" Tidak bisa begitu Kris... kalau pikiranku lagi panas , kau yang mendinginkan aku dong.. kau harus menghiburku ..Kau manjakan aku lagi biar aku semangat kembali.. " ucapku sambil tersenyum nakal.



Kristy terdiam.



" Ayo Kris.. mumpung anak anak sudah tidur semua.. "

__ADS_1



Aku tersenyum sambil menatap Kristy. Aku menyentuh kedua tonjolan indah yang terpampang di dekat wajahku. Wajah Kristy nampak tersipu malu. Aku yakin dia tahu yang ku mau...😚


__ADS_2