KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
89. PANGGILAN SAYANG


__ADS_3

Seusai mandi , aku sarapan bersama anak anak di ruang makan. Dafa dan Dafi nampak ceria karena sesuai janjiku kepada mereka , kami akan pergi ke Blitar mengunjungi nenek mereka.



Setelah sarapan kami berkumpul di ruang tamu . Menunggu Andi yang akan mengantar kami ke stasiun. Si kembar ingin naik kereta .



" Papa...Om Andi lama banget.."kata Dafa yang tak sabaran menunggu Andi yang tak kunjung tiba.



" Tunggu sebentar sayang.." ucapku sambil mengelus kepalanya.



" Nanti kalau keretanya sudah berangkat bagaimana.." ucap Dafi pula..



'Sepertinya mereka sudah tidak sabar untuk bertemu neneknya ' batinku geli dengan tingkah mereka.



" Kan kita bisa naik mobil.." ucapku



" Gak asik Pa " jawab keduanya bersamaan.



' Ah..imut sekali anak anakku ini..' Aku tersenyum sambil memeluk keduanya.



" Pa minggu depan di sekolahku ada lomba...Papa dan Mama harus lihat.."kata Dafi.



" Memang semua wali murid di undang?"



" Iya Yog.. ada surat pemberitahuannya " ucap Kristy.



" Minggu depannya.. Papa usahakan hadir..Semoga tidak ada jadwal penting" ucapku



" Benar ya Pa.."tanya keduanya antusias.



" Iyaa.. memangnya kalian ikut lomba apa?"



"Aku ikut lomba sepatu roda Pa. Kalau Dafi lomba lari.."



" Dafa bisa naik sepatu roda?" tanyaku



" Bisa dong Pa.."



" Sejak kapan? kok Papa baru tahu."



" Sudah lama Yog.. " ucap Kristy.



" Tapi sepatu roda itu bahaya lho ..kalau jatuh bagaimana.." ucapku mencemaskan Dafa



" Kan pakai pengaman lutut dan helm Yog..."



" Ya tapi kan tetep bahaya " ucapku mencemaskan mereka.



" Tenang Yog.. kan gurunya di sini" kata Kristy sambil tersenyum.



" Ya Ampun ...jadi kamu guru nya.." Aku baru tahu kalau Kristy bisa naik sepatu roda.



" Dafi juga bisa naik sepatu roda..?"



" Bisa. Tapi aku mau ikut lomba lari .Lari ku paling cepat di sekolah Pa.."



" Hebat...Anak Papa hebat semua "



Dafa dan Dafi tersenyum senang mendapat pujian dari Papanya.



" Papa bisa lari ?" tanya Dafi lugu.



" Bisa dong.." jawabku singkat



' Lari dari kenyataan.. Lari dari tanggung jawab ...Aku paling hebat ' batinku mengingat kesalahanku dulu.


.


" Kapan kapan kita main sepatu roda bareng ya.." ucapku kemudian.



"Iya.. " Jawab kedua bocah itu senang.



' Ting tong '



" Om Andi..." Kedua bocah itu langsung berlarian untuk membukakan pintu kepada Andi.


Aku tersenyum geli melihat tingkah mereka.


"Semangat sekali mau ketemu neneknya " ucapku

__ADS_1



" Sudah pasti lah ..kan lama enggak ketemu " kata Kristy.



Andi masuk ke dalam rumah bersama dengan Dafa dan Dafi.



" Cepat Om.." kata keduanya.



" Iya iya.." jawab Andi



" Kamu jadi ikut kan Andi ?" tanya Kristy



" Jadi dong. Aku sudah pesan 5 tiket Kris.."



" Kamu tidak ikut juga gak papa lho Andi..ini kan hari libur mu.. "



" Hehehe.. " Andi nampak cengengesan



" Andi kan mau ketemuan sama Desi" ucap Kristy.



" Lho..lho...Andi..kamu jadian beneran sama Desi?" tanya ku heran.



Karena setiap hari aku bertemu dengan Andi namun Andi tidak pernah menceritakan tentang hubungannya dengan Desi.



" Aku aja taunya dari Desi..Dia yang bilang sama aku janjian sama Andi "



" Ya Ampun...kamu ini..pinter juga main rahasia rahasia\_an sama aku."



" Iya dong.."ucap Andi sambil tersenyum



" Ya sudah .Kita berangkat ... selak ketinggalan kereta nanti.." ucapku seraya menyeret koperku dan buru buru berangkat.



Tak lama kemudian kami sampai di stasiun. Kami menunggu sebentar kereta yang akan kami tumpangi tiba. dan beberapa menit kemudian kereta tiba kami segera naik.



Kereta apinya bagus , bersih dan nyaman dengan nuansa abu abu dan biru. Dengan formasi 2 kursi per lajur kanan dan kiri . Duduk menghadap depan dan dengan kursi nyaman yang juga bisa di pakai untuk tidur.


Dafi duduk di lajur kanan di dekat jendela bersamaku sedang Kristy di lajur kiri bersama dengan Dafa. Biasanya Dafa cenderung selalu denganku , namun aku tidak bisa terus menerus dengan Dafa . Aku harus adil membagi kasih sayangku kepada keduanya. Sehingga aku memilih Dafi duduk bersamaku.



Sedang Andi duduk sendiri di belakang kami. Kebetulan kursi sebelahnya tak terisi penumpang sehingga ia bisa lebih santai.




Demikian halnya dengan Dafa yang bersama Kristy . Mereka yang kelelahan akhirnya tidur . Dafi tidur bersandar di bahuku. Sedang Dafa tidur sambil memeluk mamanya.



" Sudah sepi..mereka tidur ya..?" tanya Andi yang duduk tepat di belakangku.



" Iya.." jawabku.



" Mereka lucu sekali .." kata Andi. Aku cuma tersenyum.



" Yog..jangan lupa obatnya nanti di minum. Biar cepat nambah personil pasukan mu.. " Andi mengingatkan.



" Iya iya.." jawabku.



Kristy sesaat melirik Yoga. Obat ? Apa Yoga sakit ? ia bertanya tanya dalam hati.


.


.


.


Setelah menempuh perjalanan cukup lama kami sampai juga di kota Blitar. Kami melangkah keluar stasiun dimana Desi telah menunggu dengan mobilnya.



" Desi.." ucap Kristy senang sambil memeluk sahabatnya yang lama bertemu.



" Kamu tampak segar Kris.. Dapat banyak pupuk dari Yoga ya..."



" Hahaha.." Aku dan Andi langsung tertawa mendengar ucapan ceplas\_ceplosnya itu.



Desi kemudian bersalaman dengan Yoga dan Andi. Desi tampak malu malu saat mencium tangan Andi karena aku dan Kristy memperhatikan mereka.



" Cie cie...Pacaran ni ye.." Aku menggoda keduanya yang nampak sama sama kikuk.



" Ni gara gara kalian ...karena keseringan nonton live kalian kami jadi ikutan ma.." kata Desi spontan namun dengan cepat Andi menutup mulut Desi dengan tangannya sebelum menyelesaikan kalimatnya



" Rem rem...Pakai remnya kalau ngomong " ucap Andi mengingatkan Desi. Ia tidak mau percintaan mereka di umbar umbar oleh Desi.



" Hahaha..." Aku dan Kristy tertawa tawa.


__ADS_1


" Sudah nyicil ya..." candaku menggoda mereka.



" Apa sih Yog.." ucap Andi dengan wajah tersipu.



Baru kali ini aku melihat wajah Andi memerah seperti itu . Dia punya ekspresi malu malu yang mirip dengan Kristy. Itu lucu sekali.



" Sudah sudah... Ayo kita ke rumah Ibumu.." ucap Andi buru buru masuk ke mobil karena tak ingin hubungannya dengan Desi di bahas lagi.



Dan kami pun segera naik ke mobil . Aku Kristy dan anak anak duduk di bangku tengah sedang Desi di sebelah Andi yang mengemudi.



Tak lama kemudian kami sampai di rumah Bibi Kristy. Ia menyambut kami di depan warungnya.



" Nenek.." Dafa dan Dafi langsung berlarian menghampiri nenek mereka. Merekapun berpelukan saling melepas rindu.



" Cucu cucu nenek yang tampan.." ucap Ibu Kristy sambil mencium kedua pipi mereka. Aku dan Kristy tersenyum .



Setelah saling berpelukan dan bersalaman kami berkumpul di rumah. Ibu Kristy yang baru ku tahu namanya adalah Ranti , mengajak kami makan bersama. Ia telah menyiapkan makanan untuk makan siang kami.



Kami Makan siang sambil ngobrol di ruang tamu .



" Kris.. Kamu ambilkan makanan untuk suamimu.." kata Ranti.



" Iya Bu..Yog..kamu mau makan sama apa..ikan apa ayam ? "tanya Kristy melayani Yoga.



" Ikan saja Kris.."



Ranti mengamati keduanya. Mereka nampak rukun dan akur. Nampak saling mencintai . Tapi ada suatu kejanggalan di sana.



" Kau masih memanggil suamimu dengan namanya saja Kristy?" tanya Ibunya.



" Iya Bu..."



" Kan seharusnya tidak begitu Kristy.. Kau saja dulu memanggil Raka pakai 'Mas'..."



" Ya kan Mas Raka memang lebih tua dari ku Bu. Kalau Yoga kan lebih muda dariku..."



" Aku gak papa kok Bu..di panggil nama saja sama Kristy.. kami malah bisa seperti teman..Lagipula familiku banyak yang dari luar negeri juga.. Mereka malah memanggil mertua mereka dengan nama saja..Gak pakai Mama atau Papa.. jadi aku santai saja kami saling memanggil nama.." kataku.



Aku hanya ingin Kristy nyaman saja . Aku tak terlalu memikirkan nya . Toh itu cuma nama panggilan. Aku kemudian melanjutkan aktifitas makan ku.



" Tidak bisa begitu dong Kristy. Kita sebagai orang jawa harus menghormati suami.. Jadi kamu harus mengganti panggilan mu kepada suamimu"



" Masak aku harus memanggil Yoga ...Mas Yoga?" ucap Kristy.



Yoga yang mendengar itu langsung tersedak dan ter\_batuk batuk.



" uhuk\_uhuk.."



Semua menoleh padaku. Kristy mengambilkan air putih dan memberikannya padaku.



" Tuh ..Ibu lihat sendiri.. Yoga sampai tersedak mendengarnya.." kata Kristy pada Ibunya



Ranti , Andi dan Desi tertawa tawa. Bahkan Dafa dan Dafi pun ikut tertawa tawa.



" Ya sudah...senyaman kalian saja.. " kata Ranti kemudian. Kemudian semua melanjutkan makan kembali...



" Itu.. " Aku ragu berucap.



" Kamu mau apa Yog.. biar ku ambilkan " kata Kristy.



" Panggilan mu tadi.. tidak buruk juga.."ucap ku malu malu sambil menggaruk kepala ku yang tidak gatal.



Entah mengapa .. Aku merasa senang mendengar dia memanggilku dengan ' Mas'... Rasanya aneh.. tapi menyenangkan.☺️



Kristy ternganga. Sementara Andi dan Desi mengolok olok aku.



" Cie cie.. ngarep di panggil Mas.."goda Desi



" Mas Yoga sayang..." tambah Andi juga. Bahkan Dafa dan Dafi juga ikut ikutan.



" Mas Yoga..Mas Yoga.." ucap keduanya.



Aku tertawa tawa. juga Ranti. Sedang Kristy nampak malu malu sambil memegangi kedua pipinya yang nampak memerah.

__ADS_1



' Mas Yoga.. Jadi mulai sekarang aku harus memanggilnya 'Mas'...'batin Kristy


__ADS_2