KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
251. GEJALA CINTA


__ADS_3

Xavier dan Alisha kemudian naik taksi menuju ke stasiun kereta api. Meski tengah malam jalanan di kota metropolitan itu tetap ramai lalu lalang kendaraan .



Sesampainya di stasiun Xavier mampir ke minimarket 24 jam untuk membeli beberapa camilan dan minuman. Tak lupa Xavier mengambil uang cash cukup banyak di mesin ATM yang tersedia di minimarket itu.



" Kita benar benar pulang kampung Kak ? " tanya Alisha yang masih tak percaya.



" Iya...kita menikah di sana..." jawab Xavier.



" Ya ampun ini sungguhan?...Lalu bagaimana dengan Mbak Mimi ? .."



" Peduli amat sama dia ...Yang penting kita...pikirkan kita saja. Kau mau kan jadi istri ku ? " tanya Xavier unyuk meyakinkan keputusannya.



Alisha menatap Xavier . Ia melihat pancaran kesungguhan yang terpancar dari pria duda muda keren itu. Ia pun akhirnya mengangguk sambil tersenyum malu malu.



Xavier pun tersenyum senang. Ia lalu meraih tangan Alisha dan menggandengnya.



" Kita duduk di peron yuk sambil menunggu keretanya tiba. Biasanya ada kereta jam pagi paling 3 jam lagi.." kata Xavier sambil berjalan dan menggandeng Alisha menuju kursi tunggu peron stasiun itu.



" Kalau masih ngantuk kau bisa tidur di paha ku sini.." Alisha menurut. Ia memang masih ngantuk sekali. Ia baru saja bisa tidur dan Xavier membangunkannya. Pakaiannya saja belum ia ganti sejak pulang dari kantor. Ia memakai setelan jas yang bawahannya celana panjang. Cuma tas kecil berisi hp dan dompet serta beberapa peralatan make up ringan.



Sedang Xavier membawa tas ransel berisi laptop untuk mengerjakan pekerjaannya secara on line saat berada di kampung halaman Alisha nanti.



' Aku ambil cuti liburan...Kau bereskan semuanya dengan Kesha. Kirim laporannya padaku..Aku dan Alisha liburan mudik ' ucap Xavier mengirim pesan pada Shaka. ' Ambil mobilku di hotel Ferdi juga. Kuncinya minta sama orang rumah..'



Alisha tiduran di pangkuan Xavier. Ia dapat melihat wajah Xavier dengan jelas dari bawah. Hidungnya yang begitu mancung , bibir tipis dan dagunya yang menampilkan garis tegas begitu memukaunya.


.


.


Ya Allah...apa benar pria yang sangat tampan ini akan jadi suami ku..


Dia...akan jadi milik ku ?


Pria yang ku idamkan sejak kecil ini ??


Padahal aku dulu sempat menangis saat mendengar kabar dia menikah dengan Mbak Mika...Aku benar benar patah hati kala itu...


Tapi saat dia menangis sedih kehilangan istrinya , aku juga menangis pula....Aku kasihan sekali pada Kak Xavier...patah hati di tinggal menikah Mbak Mimi...terus di tinggal mati Mbak Mika pula..Di usia yang sangat sangat muda ...dia membesarkan Kayla...


Aku sangat mengagumi Kak Xavier....Meski dulu dia badung , tapi ia bisa tegar menghadapi semuanya...


Dia kuat menghadapi semuanya...Sampai 10 tahun..Dia sendiri membesarkan Kayla..


Kak Xavier sangat memukau...☺️😍


.


.



" Kalau kau memandangi aku terus seperti itu aku bisa malu..." goda Xavier.


" A..a.... M..maaf.." ucap Alisha gagap karena Xavier menyadari tatapan mata nya yang mengamatinya cukup lama.



Xavier tersenyum simpul.


.


.


Si cupu ini menatapku penuh cinta...beda sekali dengan Mimi...


Bodohnya aku tak menyadari perasaannya selama ini...


Tapi kenapa Mimi masih menjadi obsesi ku...


Aku sedikit berharap dia bisa mencintai aku...


Padahal andai dia bisa menerimaku ...Aku akan sangat mencintainya...


Aku akan menjaga dia dan Saif...Aku akan menganggap Saif adalah anakku sendiri meski dia anak si Abimanyun itu...


Mimi bodoh...dia bahkan tidak memiliki sedikit pun perasaan padaku...


.


.


Xavier masih menyimpan penyesalan terhadap Mimi . Ia masih sedikit berharap cinta bertepuk sebelah tangannya akan bersambut . Sehingga wanita impiannya itu benar benar menjadi miliknya.


.


.


Ah...ini tidak boleh ...aku tidak boleh berharap padanya...Aku sudah punya Alisha...Terima dan syukuri...Jangan memikirkan wanita lain lagi...


Aku curahkan cintaku sepenuh hati pada wanita ini saja...


Dan lagi dia masih perawan...Buat apa mikirin janda yang gak punya perasaan pada ku...


.


.


" Maaf ya Alisha..."

__ADS_1



" Maaf kenapa Kak..? "



" Maaf hatiku masih belum sepenuhnya setia...tapi nanti jika kita sudah menikah...aku tidak akan memikirkan siapapun lagi selain dirimu...Aku akan setia padamu seperti aku setia pada Mika...dan ku harap jangan terlalu cepat pergi seperti Mika...Aku ingin kita hidup dan menua bersama... " ucap Xavier jujur dengan isi hatinya. Ia tak mau menutupi pada Alisha jika ia masih memikirkan Mimi.



Alisha tersentuh dengan kata kata manis Xavier itu. Ia senang Xavier jujur dengan apa yang di rasakan hatinya. Ia memang sedikit cemburu pada Mimi , tapi ia senang kini Xavier lebih memilih dirinya. Dan itu yang terpenting baginya. Terlebih Xavier berharap kehidupan mereka akan bahagia sampai kakek nenek. Itu terlalu manis.



" Kita sama sama belajar dan saling mengingatkan ya Kak..Saling menerima....Kita jadikan rumah tangga kita nanti jadi rumah tangga harmonis langgeng dan penuh berkah...Aku ingin kakak bahagia hidup bersama ku.."



Xavier tersenyum . Ia merasa sangat di cintai oleh wanita cantik yang ada di pangkuannya itu.


.


.


Dia calon istri yang sempurna...paling sempurna... Wanita terbaik dari semua wanita yang dekat denganku..


Aku yakin ..memiliki istri Alisha...aku pasti akan bahagia...


.


.


" Terima kasih mau mencintai ku Alisha..." ucap Xavier sambil membelai lembut pipi Alisha. Xavier kemudian menunduk dan mengecup lembut.


Alisha tersenyum dan menggenggam lengan Xavier erat.


.


.


.


Xavier dan Alisha duduk bersebelahan di kursi kereta api kelas eksekutif itu. Mereka saling berpegangan tangan dan menggenggam erat. Alisha menyandarkan kepalanya di bahu Xavier sambil memejamkan mata. yang terlalu mengantuk pun akhirnya tertidur juga.



Xavier sesaat menoleh pada Alisha . Ia lalu tersenyum padanya.



" Istirahatlah dulu Cupu ku...Karena sebentar lagi kau tidak akan bisa tidur nyenyak jika belum becinta denganku... Calon suami mu ini , sekuat kuda liar...Kau pasti kewalahan menghadapiku nanti " ucap Xavier berbisik pelan di telinga Alisha yang tertutup hijabnya .



Alisha yang belum benar benar tertidur langsung memerah pipinya .


.


.


Kak Xavier ini mesum juga ternyata...parah...,,πŸ₯΄πŸ₯΄


.


.



" Duuuh..Xavier ini...benar benar membuatku merasa bersalah...Wajahnya seperti orang yang terluka sekali tadi malam...aku jadi kepikiran...Aku harus bagaimana sekarang...Apa aku benar benar harus belajar mencintai dia?" Mimi bingun sendiri.


.


.


Aku curhat ke Mas Ferdi saja..Dia pasti sudah punya banyak pengalaman masalah seperti ini...


.


.


Tak lama kemudian , Mimi sudah berhadapan dengan Ferdi. Bahkan karena kesibukannya , Ferdi sampai menyuruh Mimi datang ke kantornya di hotel itu. Dan kini ia sudah berada di ruangan eksklusif pemilik hotel sukses itu.



" Hmmm....Menurutku sih...Kau memang terlalu menyakiti Xavier... Coba kau pikirlah Mimi...Xavier itu tampan , tinggi ,gagah, kaya..Dia pria impian semua wanita. Terus apa kurangnya dia ...Kau beruntung menjadi wanita yang di cintai pria seperti Xavier. ..." kata Ferdi.



" J..jadi..aku harus menerima dia...membuka hatiku untuk dia...Dia jahat mendoakan hal buruk di hari pernikahanku...Dan semua doa nya jadi kenyataan...,"



" Jangan menyalahkan itu terus Mimi...ingat ..semua yang terjadi pada kita itu semua sudah takdir.. Hal yang menimpa kau dan suami mu Abi itu juga takdir...Juga pada Mika dan Xavier...Kita ini bukan apa apa...kita ibarat bidak kecil yang berjalan di jalan yang sudah di tentukan oleh Tuhan.. Jangan membenci dia lagi...belajarlah menerima dia...Mengihlaskan semuanya. Mungkin hikmah dari ini , kau dan Xavier memang berjodoh...Kalian bisa saling mengisi posisi yang kosong..Kau butuh suami , Dia butuh istri. Kayla butuh Ibu dan Saif butuh Ayah. Di mataku kalian ini pas...Jika bersatu kalian bisa saling melengkapi..." Nasehat Ferdi.



" Belajarlah mencintai Xavier.." kata Ferdi lagi.



Mimi terdiam sambil menatap Ferdi dengan pemikiran dewasanya itu.


.


.


Aku harus belajar mencintai Xavier ??


.


.


Ferdi mengantar Mimi saat hendak pulang . Dan kini mereka sudah sampai di area out door dekat kolam renang. Hotel milik Ferdi itu memang hotel berbintang sehingga keindahan dan tampilan nya istimewa dan begitu indah memukau. Bangunan tinggi menjulang dengan beberapa pohon mempercantik view hotel terdebut. Kesan asri dan nyaman tampak jelas nyata.



" Mas Ferdi..boleh aku foto selpi di sini ?" tanya Mimi. " Ini hotel mahal...walau tidak menginap di sini setidaknya punya foto nya. "


Ferdi terseyum . " Kapan kapan ajak Saif menginap di sini...Free .. "



" Serius ? "

__ADS_1



" Iya lah "



" Makasih Mas Ferdi " Ucap Mimi sambil tersenyum . Ia lalu berfoto selpi dengan background kolam renang itu.



" Sini..." ucap Ferdi sambil mengeluarkan hpnya dan berselpi dengan hp Ferdi yang super mahal yang tentu kualitas gambarnya maksimal.



Ferdi berdiri di dekat Mimi dan memotret mereka berdua. Ferdi yang foto berdua terlalu dekat seperti memeluknya dengan merekuh bahu Mimi membuat Mimi spontan bergerak sedikit menjauh. Namun karena tempat berdiri mereka terlalu dekat dengan kolam. Mimi malah tergelincir dan jatuh ke kolam.



' Byuuur '



Ferdi terperanjat. " Mi..mimi.." Ferdi tak kuasa mencegah saat Mimi tercebur ke kolam renang tersebut.



" M..mas..Mas Ferdi ..tolong...Aku tidak bisa berenang.."



Ferdi melepas jasnya dan langsung ikut terjun pula ke kolam renang untuk menolong Mimi karena ia tahu , tempat Mimi jatuh itu adalah kolam renang yang cukup dalam. Sekitar 2 meter lebih. Itu bukan kolam renang anak anak dangkal.



Ferdi meraih Mimi yang terjatuh dengan gaya batu alias langsung tenggelam. Ferdi membantunya menepi dan segera naik .


.


.


.


Karena terlanjur basah akhirnya Mimi di suruh mandi sekalian . Ferdi mengantarnya ke sebuah kamar di hotelnya.



Mimi segera mandi , sementara Ferdi menghubungi anak buahnya.



" Carikan baju untuk wanita..lengkap..dalaman dan juga sepatunya ..ukurannya...kira kira S...Dia tidak begitu tinggi...dan tubuhnya kurus.. Dia berhijab..." ucap Ferdi. " Juga baju ku..Lengkap....Kau tahu ukuranku kan...."



Mimi yang telah selesai mandi memakai handuk yang tersedia di sana. Ia lalu berjalan sambil mengamati ruang mewah hotel tesebut.



" Ya ampun ...hotelnya memang sangat mewah... Tempatnya begitu indah..tempat tidurnya ini juga nyaman ..empuk sekali...ada sofa pula..Dan ini...sangat keren..Berdiri di sini sambil menikmati pemandangan gedung gedung bertingkat yang menjulang tinggi.. Kalau malam pasti lebih indah...dengan lampu berkelap kelip ..pasti menakjubkan..."



Mimi mengagumi desain mewah kamar hotel berbintang yang begitu mewah itu.



" Sebentar...aku penasaran...Biasanya di hotel itu pasti ada itu kan...coba ku periksa...." Mimi lalu membuka buka laci nakas satu persatu .


.


.


Astaga...Gila... Ternyata benar ada.....


.


.


Mimi terkesiap saat mendapati benda kecil yang seperti permen itu. Benda itu biasa di gunakan pasangan mesum agar tidak hamil saat beraktifitas intim yang kebanyakan bukan dengan pasangan sahnya . Ya ..itu adalah k o n d o m....



" Mimi...ini baju ganti mu.." Ferdi masuk ke dalam kamar itu dan ia melihat Mimi sedang duduk di tepi ranjang.



Ferdi begitu terkejut saat melihat Mimi tanpa hijab yang hanya memakai handuk yang sedikit melilit menutupi tubuhnya . Terlebih ia memegang \*\*\*\*\*\* di tangannya.



" Aaaa...." Mimi langsung berteriak keras. Bersamaan dengan itu ia melempar \*\*\*\*\*\* itu asal entah kemana. L Dan kemudian langsung bersembunyi di balik selimut untuk menutupi tubuhnya.



Ferdi ternganga.


.


.


I..itu..Mimi ? D..dia cantik sekali....


Ternyata dia sangat cantik jika hijabnya di lepas..Dia sangat cantik...


Dia manis dan sederhana...dan tubuhnya meski pendek tapi montok... Bodinya mantap sekali... Seperti Mika...seksi...


Astaga .. Otakku...Dasar pria jejaka tua akut ini... Lihat wanita setengah telanjang otakku langsung traveling... Apa yang ku bayangkan...


.


.


" Mi..mimi...baju ganti mu aku letakkan di sini... Aku mandi di tempat lain saja.." ucap Ferdi gugup. Setelah meletakkan baju Mimi, Ferdi buru buru pergi.


.


.


Astaga ...Mas Ferdi melihatku seperti ini...ini..ini..ini sangat memalukan...Terlebih dia melihatku memegang ****** itu..Dia pasti berpikir aku janda kesepian yang mesum ...Bisa bisa dia mengira aku mengajaknya...


Gawat....ini sangat sangat sangat memalukan !!


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2