
Seminggu kemudian , Yoga dengan terburu buru , mendatangi sekolah Dafa dan Dafi. Ia sudah berjanji akan menonton anak anaknya saat mengikuti lomba. Namun karena ada meeting di kantornya ia jadi agak terlambat.
Akhirnya ia sampai juga di tempat perlombaan anaknya. Kristy melambaikan tangan melihat kedatangan Yoga dan Andi.
" Anak anak sudah main?" tanyaku cepat
" Itu Dafa lagi lomba sepatu roda.."
Aku melihat dari kejauhan Dafa telah siap dengan sepatu rodanya. Ia memakai pelindung lutut dan memakai helm. ia berdiri diantara beberapa peserta .
" Silahkan perwakilan orang tua bisa Mama atau Papanya berdiri di garis finis menyambut ananda..."
" Kau atau aku Kris ? " tanyaku
" Kamu saja Mas.." jawab Kristy.
Aku tersenyum dan segera menuju ke garis finis.
' Semangat Dafa..' Aku memberi dukungan pada putraku. 💪
Dan lomba pun di mulai. Anak anak mulai meluncur di atas rodanya. Menuju ke orang tuanya di garis finis. Dafa meluncur berusaha secepat mungkin mendahului teman temannya . Salip menyalip terjadi , semua tak ada yang mau mengalah . Bocah 6 tahun itu berusaha mengeluarkan kemampuan terbaiknya..
Hingga akhirnya ia sampai juga di finis dan langsung berhenti di pelukanku. Aku tersenyum saat ia tiba paling cepat. Aku tersenyum sambil mengangkat tubuhnya tinggi
" Anak Papa yang terhebat " ucapku senang. Dafa tersenyum senang. Juga Kristy dan Andi.
.
.
Giliran Dafi tiba. Ia sudah bersiap di garis start. Kristy sudah menunggunya di garis finis. Aku , Andi dan Dafa di tepi lapangan tak jauh dari Kristy.
" Semangat Dafi.." kami Semua memberikan dukungan pada Dafi.
' prii\_iiiit '
Saat peluit di bunyikan semua peserta berlari. Dafi memang pelari tercepat. Ia sudah berada jauh di depan. peserta lainnya tertinggal di belakang. Namun entah mengapa tiba tiba Dafi terjatuh.
" Dafi.. " Aku sesaat tertegun menatapnya. Apa yang terjadi padanya. ia ter\_kilir kah? batinku bertanya.
" Tali sepatunya.. " ucap Andi. Dafi jatuh karena terselip tali sepatunya kah?
"Ayo Dafi... " Kristy bersuara keras menyemangati Dafi.
" Dafi..kamu bisa! " Aku pun tak mau kalah dan ikut menyemangatinya pula.
" Dafi Dafi.." Andi dan Dafa pun juga ikut memberikan dukungan.
__ADS_1
Dafi mendengar suara keluarganya. Ia yang tadinya sudah patah semangat karena jatuh dan luka di lututnya kembali bangkit. Ia memasukkan tali sepatunya yang tadi sempat terurai dan kemudian langsung berlari kembali dengan sekuat tenaganya.
Ia melihat peserta lain belum ada yang sampai finis dan itu membuatnya semakin terpacu.
Aku , Dafa dan Andi turut mendekat ke Kristy dan memberinya semangat.
" Dafi Dafi Dafi.."
Hingga akhirnya Dafi berhasil melampaui teman temannya dan sampai ke finis terlebih dulu. Aku dan Kristy tersenyum dan memeluknya erat. Dafa mendekat ia turut memeluk saudaranya.
" Kalian hebat... Anak anak Papa semuanya hebat " ucapku sambil memeluk keduanya.
Tak terasa air mataku sampai menetes. Aku begitu terharu dengan perjuangan kedua anak ini untuk membanggakan orang tuanya. Dan aku benar benar bahagia memiliki mereka.
Kristy ,Dafa dan Dafi adalah keluargaku.. Mereka adalah pencapaian terbesar di antara semua keberhasilanku.
' Kalian adalah kebahagiaanku.. 'Aku sangat menyayangi kalian...' Aku memeluk mereka semua.
" Papa kok nangis.." kata Dafa sambil mengusap air mataku.
" Aku yang jatuh tidak nangis ..malah Papa yang nangis.." kata Dafi pula.
' Tuhan...tolong jangan ambil lagi kebahagiaanku.. Ijinkan aku berbahagia bersama mereka... Aku mencintai mereka..' Aku berdoa dalam hati.
Andi yang tahu sebab aku seperti itu cuma terdiam. Ia memilih mengabadikan momen kami dalam bingkai hp nya.
' Semoga kau bisa berbahagia Yog... Semoga kelak kalian akan tetap seperti ini '
.
.
.
.
.
Setahun kemudian....
Kehidupan bahagia keluarga Yoga masih berlanjut dengan indah. Pekerjaan dan hubungan keluarga mereka terjalin dengan baik. Semua berjalan dengan lancar.
Perusahaannya kian maju dan Restoran Kristy kian ramai jumlah pengunjung setiap harinya. Dafa dan Dafi yang cerdas dan juga berprestasi. Seolah kebahagiaan tercurah dari langit untuk mereka.
" Ayo cepat... Kita tidak boleh terlambat " ucap Kristy pada kedua anak anaknya yang sedang bersiap siap memakai pakaian jas mereka.
" Kalian yang menjadi pendamping pembawa bunga pengantin lho.. " aku turut mengingatkan . Karena hari ini adalah hari pernikahan Andi dan Desi.
__ADS_1
Mereka melangsungkan pesta pernikahannya di sebuah hotel berbintang. Sebuah resepsi besar besaran dan meriah karena Andi dan Desi sama sama anak tunggal.
Aku juga membantu biaya resepsinya . Karena Andi bukan cuma asisten pribadi tapi dia juga sahabatku. Dia itu dewa cinta kami. Dialah yang membuat aku dan Kristy bersatu. Kalau tidak ada dia mungkin kami tidak akan pernah bisa bahagia seperti sekarang ini.
" Sudah Pa.." Dafa dan Dafi telah bersiap siap dengan setelan jas keren mereka.
Kedua bocah tampan itu tampil dengan begitu mempesona . Bocah kembar identik yang nyaris tiada beda. Namun untuk yang sudah terbiasa dengan mereka pasti tahu perbedaan mereka. Dafa mempunyai tahi lalat kecil di pucuk hidung mancungnya. Dan Dafi tidak.
Kristy pun sudah siap dengan gaun pestanya. Simpel namun mempesona. Gaun hitam dan bawahan kuning berlapis kain blink blink hitam. Dari dulu ia memang selalu suka dengan hal hal sederhana. Ia tidak suka yang glamor glamor apalagi barang dengan harga selangit meskipun ia sebenarnya mampu membelinya.
Sedangkan aku , Aku memakai setelan jas seperti biasa yang ku kenakan di kantor. Rapi , elegan , maskulin.. masalah harga jangan di tanya...hehe..Sedari kecil barang apapun yang kupakai selalu produk brand terkenal . Yah setidaknya aku bisa mengurangi kekayaan orang tuaku...😉.
Sesudah itu kamipun berangkat ke pesta pernikahan Andi.
Keluarga Andi dan Desi menyambut kami dengan baik dan mempersilahkan kami untuk duduk di kursi tamu VIP. Sementara dua putra kami duduk di pelaminan mendampingi Desi dan Andi bersama 2 gadis kecil pembawa bunga.
Acara pernikahan mereka berjalan dengan lancar . Mulai dari ijab qobul hingga resepsi. Aku dan Kristy duduk sambil menikmati hidangan yang tersedia.
" Maaf ya Kris...Aku tak bisa memberikan pesta seperti ini untukmu..Padahal kau menikah denganku...Seharusnya pesta pernikahan kita lebih mewah dari ini.." ucapku penuh sesal.
" Tidak apa apa Mas Yoga... Yang terpenting bukan resepsi.. bisa menikah denganmu itu saja sudah anugerah yang tak terkira.." jawab Kristy sambil tersenyum.
Sejak menikah dengan Yoga hidupnya sudah berubah sangat jauh sekali. Dari yang tidak punya apa apa berubah menjadi punya segalanya.
Aku menggenggam tangan Kristy . Aku bersyukur Kristy tak menuntut apapun tentang pernikahan kami. Bahkan tentang orang tuaku pun ia berusaha mengerti. Ia pikir aku merahasiakan pernikahan kami karena ia janda beranak dua. Konglomerat mana mau menerima menantu seperti itu untuk seorang anak pewaris tunggal yang kekayaannya tak terkira.
" Sudah periksa ke Dokter lagi Mas?" tanya Kristy kemudian.
" Sudah . Kata Dokter hasil tes ku sudah bagus. Sel \*\*\*\*\*\* ku juga kuat. Tinggal nunggu masa subur kamu..
Kemungkinan keberhasilan kita besar " jawabku.
Selama setahun ini aku benar benar stop minum alkohol dan mengurangi rokok. Aku juga rutin berolahraga. Mengurangi lembur juga. Makan makanan sehat dan teratur. Aku berusaha berpola hidup sehat .
Dan sesuai saran Andi aku juga rutin memberikan donasi ke panti asuhan. Berharap mereka turut mendoakan ku agar cepat memiliki keturunan. Kata Andi semakin banyak yang mendoakan akan semakin baik.
" Semoga kita bisa cepat memiliki anak ya Mas " ucap Kristy sambil tersenyum . Aku tersenyum dan menggenggam jemarinya .
" Tanggal berapa masa subur mu Kris.."
" Mm... sepertinya tanggal 1 januari..." jawab Kristy.
" Tanggal itu kan... " aku tak jadi melanjutkan kata kataku.
Semua orang pikir tanggal itu malam Tahun baru. Malam pergantian tahun . Dan orang sedunia semua merayakannya. Berpesta pesta , membakar kembang api dan barbeque . Namun tak ada seorangpun yang menyadari kalau hari itu adalah hari Ulang Tahunku.
Bahkan orang tuaku sendiri. Di malam Tahun Baru mereka biasanya merayakannya dengan pergi ke luar negeri . Mereka sering melupakan ulang tahunku. Kalaupun mereka ingat cuma mengirim ucapan lewat hp. Dan mereka sibuk dengan pekerjaan mereka.
__ADS_1
Aku dulu merayakan tahun baru dengan teman temanku berpesta dan mabuk mabukan. Aku menghamburkan uang orangtuaku . Tapi mereka tidak protes , mereka membiarkan aku berbuat sesukaku. Miris memang hidup serba berkecukupan tapi sebenarnya kurang kasih sayang.