
Kristy menghubungi Dea adik iparnya dari mantan suami pertamanya dulu.
" Mbak Kristy...ada apa ..."
" Apa kabar..." Kristy ber\_basa basi sedikit pada nya.
" Baik Mbak Alhamdulillah...Mbak lagi di mana ini?" tanya Dea
" Lagi di Jakarta Dea ..Biasa ikut suami. sama mau mengunjungi anak..."
" Xavier ya....hihi...Ya ampun Mbak Kristy...tiap hari ada aja cerita dari Mimi di ganggu Xavier... tapi aku ya bilang ... biarin aja Mi...Adik kamu itu cuma nyari perhatian saja..." Dea langsung cerita panjang lebar.
" Maaf banget ya...Xavier seperti itu ..Sulit banget di\_bilangi.." kata Kristy merasa tidak enak dengan ulah anaknya.
" Nggak Papa Mbak...Mimi juga sudah aku kasih pengertian...Jangan di ladenin nanti malah semakin menjadi jadi..."
" Dea ...boleh gak aku kasih saran sedikit biar Xavier berhenti ganggu anak kamu.."
" Iya Mbak?"
" Kamu nikahkan saja anak kamu itu dengan pacarnya...Aku yakin Xavier pasti setelah itu akan berhenti mengejar Mimi..."
" Hem...gimana ya Mbak...Abimanyu memang sering nganter waktu Mimi mudik dan waktu di tanya Mas Daren dia memang mau serius sama Mimi. Tapi masalah pernikahan aku belum ada omongan sama sekali dengan orang tua Abi. Dan lagi Abi dan Mimi masih kuliah. Belum kerja juga.."
" Masalah pekerjaan buat Abi dan Mimi tidak usah khawatir, di perusahaan Kak Romi aku bisa jamin , mereka akan dapat kerja dengan posisi bagus sesuai bidang keahlian mereka . Maaf ya Dea...kesannya aku terlalu ikut campur urusan anak kamu tapi ini supaya Xavier tidak mengganggu anakmu lagi...Dia benar benar gak akan berhenti Lo...Aku kenal banget sifat nya itu...Aku kasihan sama si Abi jadi bahan keusilan Xavier..." kata Kristy.
" Biar nanti aku runding kan dulu dengan Mas Daren ya Mbak.." kata Mimi.
" Iya...sekali lagi Maaf ya...Aku berani ngomong begini karena Mimi masih keponakanku..kalau orang lain aku tidak berani Dea.."
" Iya Mbak Kristy...Aku ngerti kok. " Jawab Dea. Kristy kemudian menutup telponnya.
" Sudah ?" tanya Yoga yang berada tak jauh dari Kristy bersama Romi dan Kinara.
" Sudah...tapi aku beneran gak enak Mas...Gak bisa ngatur anak sendiri malah ngatur anak orang.." kata Kristy penuh sesal.
" Habis bagaimana lagi .. Menang Xavier sulit di kendalikan.." timpal Yoga.
" Kalau lihat dari sejarah keturunannya, Darah Pratama wataknya seperti itu. Papa mu dulu juga begitu..untuk dapetin Mama kamu sampai merekayasa kecelakaan manager Mama kamu Brian itu sampai meninggal. Kamu juga Yog, keras kepala mau sama Kristy juga tidak mau yang lain. Mati matian berjuang untuk mendapatkan cintanya. Xavier arahnya sudah negatif, yang ku takutkan dia lebih condong nurun ke sifat Papa kamu. Kalau dia sampai mau bunuh Si pacar Mimi bagaimana..." kata Romi pula.
" Bisa berabe Kak" ucap Yoga.
" Kalian semua berdoa saja Mimi dan Pacarnya dan keluarga mereka setuju menikahkan anak mereka. Biar Xavier bisa melepaskan Mimi "
ucap Nara pula .
" Mimi dan Mika...Xavier benar benar bikin pusing " keluh Romi..
" Ngomong ngomong Kakak kasih si Mika rumah di mana?" tanya Yoga
" Kalian ingat Rumah milik perusahaan yang pernah di tempati Bisma dan Kristy dulu?...Baru baru ini aku merenovasi ulang dan sekarang sudah jadi bagus. Aku berikan rumah itu padanya. Kalau Mobil sudah ku belikan yang baru.." jelas Romi
" Ya sudahlah ..itu rumah tak terpakai kan.."
" Kadang ku pinjamkan pada rekan bisnis juga sih..."
" Lalu barang barangnya?" tanya Kristy.
" Sebagian perabotan sudah aku ganti baru. Tapi kalau beberapa foto kalian ya ku biarkan di sana... Gapapa lah buat pajangan ..Paling cuma foto keluarga dan beberapa foto anak kembar mu dan Xavier "
.
.
.
.
...----------------...
.
.
__ADS_1
.
Seperti yang di ceritakan Romi, Mikaila yang baru menempati rumah pemberian Romi itu tersenyum saat melihat foto keluarga Yoga yang masih terpajang di dinding.
" Ya Ampun... bocah tampan Xavier itu ternyata memang tampan dari kecil..Dia begitu imut dan menggemaskan... Tentu tampan sih , Papa dan Mama nya saja setampan dan secantik itu...Tapi kelakuannya benar benar bikin miris..." ucap Mika saat melihat foto keluarga tersebut.
" Ternyata dia punya Kakak kembar yang juga sangat tampan... Kalau lihat fotonya mungkin mereka seusia aku ya ... Benar benar keluarga sempurna...Tampan , cantik, kaya , ...bikin iri saja..."
.
.
.
.
.
" Mika..." Xavier selalu menyapa Mika saat melewati meja resepsionis. " Aku bawakan kue 🍰 untukmu..." ucap Xavier sambil memberikan sekotak kue cup cake mahal untuk Mika.
Mika yang sudah berjanji pada Yoga tidak akan mengganggu Xavier lagi setelah menerima Rumah dan mobil itu mengacuhkan Xavier begitu saja. Ia mengabaikan Xavier .
.
.
Dan itu sudah berulang kali di lakukan nya pada Xavier. Xavier sering membawakan Makanan, minuman, jus, minuman kaleng dan terkadang juga Makanan fast food . Namun Mika benar benar mengacuhkannya. Semua pemberian Xavier itu ia berikan pada Teman sesama resepsionisnya.
" Nggak papa di cuekin terus Tuan Muda?" tanya temannya..
" Iya ni...kita ikutan gak enak Mik.." ucap teman temannya.
" Orang seperti dia itu memang pantas di cuekin... Niat cuma main main , tapi gak ada niat tanggung jawab. Sembunyi di balik uang orang tuanya... lagian aku bakal di pecat kalau sampai ladenin dia lagi.."
" Oo...sabar Mika ..Namanya juga masih bocah.."
" Mending kamu sama itu lho ...Siapa itu namanya ya...yang kemarin minta no hp kamu ..yang dari divisi pengembangan itu..." goda temannya.
Mika cuma tersenyum .
" Ah aku ingat...namanya Shaka .. " ucap teman satunya lagi.
" Kalian ini tau aja...." ucap Mika malu malu saat nama pria yang di kenalnya itu di sebut teman temannya.
tu..." ucap teman nya sambil menyentil Mika saat dari kejauhan Mika melihat Pria bernama Shaka hendak lewat. Dan begitu dekat , pria Itu dengan malu malu memanggil Mika .
" Mikaila..."
" Ya.." Mika nampak tegang.
" Aku pulang duluan ya Mikaila ..." ucapnya sambil tersenyum. Mika mengangguk dengan gugup. Kemudian pria bertubuh tinggi dengan kulit cerah dan senyum manis itupun segera pergi
" Cieeee...." goda teman temannya. Mika tertawa sambil menutupi wajahnya.
" Aku merasakan ni....awal awal bersemi nya cinta...Ya ampun Musim semi...Mika Move on dan mencari cinta baru.."
" Semangat ya..." dukung teman temannya.
Saat itu Xavier lewat. Ia juga hendak pulang seusai jam kerja nya. Ketiganya langsung bungkam seribu bahasa.
Xavier sesaat melirik ketiganya dengan pandangan tak senang. Kemudian ia berlalu tanpa bicara apapun pada ketiganya.
.
.
C i h....Baru beberapa hari gue putusin , serangga serangga mulai mendekatinya...Awas di_modusin Lo Mika....
Seneng amat sama sisa gue... Napak tilas jejak gue....batin Xavier sewot.
.
.
.
...----------------...
.
.
Xavier benar benar sering di buat bad mood baik di kantor maupun di sekolah Mimi.
Xavier mencari cari Keberadaan Mimi yang sudah beberapa hari ini tidak nampak batang hidungnya di kampus. Bahkan Si Abimanyu yang ingin dia usil\_in juga tidak kelihatan.
" Tau dimana Mimi?" tanya Xavier pada mahasiswa yang di temui nya di depan gerbang.
__ADS_1
" Gak tau ... ."
.
.
Berhari hari dia gak masuk kampus ..si Abi manyun juga menghilang....apa mereka ganti jam belajar dan hari ya..
Teman temannya juga gak ada yang tahu lagi...
Atau mereka lagi pulang kampung...tapi masak iya...ini belum libur semester...
.
.
Xavier bahkan mendatangi Kos Mimi dan bertanya pada ibu kosnya.
" Sudah pindah...tidak kos di sini lagi ." jawab Ibu kos nya .
.
Masak sih pindah kos ....pindah kampus juga??
.
.
.
.
Kekesalan Xavier bertambah saat melihat Mika di dekati cowok lain saat ia hendak masuk kerja. Ia melihat Mika dan teman temannya sedang bercanda tawa dengan pria yang ia ketahui juga pegawai di perusahaannya.
" Selamat datang Tuan Muda " sapa mereka . termasuk pula pria itu. Di dadanya terdapat nama Shaka Damara .
.
Keren juga namanya....walau tak sekeren namaku
.
" Kau gak kerja... kembali ke tempatmu.." ucap Xavier sewot.
Pria bernama Shaka itu terdiam sesaat dan menatap Xavier , namun karena sadar posisi ia segera mengalah pergi.
.
.
Huh....anak bos di lawan...gue pecat Lo juga bisa...
.
.
Xavier nampak Sok karena ia memang berkuasa di perusahaan itu. Mika mengalihkan perhatiannya dari Xavier dan diam mengacuhkan Xavier yang masih menatap nya.
" Aku lapar ...pesankan makanan dan bawa ke ruangan ku , Mika "
" Maaf , Tuan Muda ...saya hanya penerima tamu di sini... untuk tugas itu silahkan minta OB " ucap Mika tanpa melihat Xavier.
" Aku Bos di sini...Kalau aku perintah..kau laksanakan... atau kau mau di pecat ?" Xavier tak mau kalah.
Mika terdiam. Teman teman Mika menyentil nya agar Mika menuruti Xavier daripada nanti ia di pecat.
" Kau mengerti perintahku Mikaila?" tanya Xavier dengan penuh penekanan.
" Iya...Tuan Muda " Mika pun akhirnya mengalah. Ia cuma pegawai biasa , melawan anak Bos, ia bakal benar benar di pecat..
Xavier kemudian pergi dan segera menuju ke ruangannya.
" Bocah itu benar benar aneh sumpah...Beberapa waktu lalu menolak mentah mentah menikahi ku...Sekarang saat aku mau move on dia bersikap seperti itu...Maunya apa ?" gerutu Mika.
" Mungkin dia ...cemburu?"
" Hah ? Cemburu?...Dia jelas jelas bilang tidak cinta sama aku...dia cuma main main sama aku...yang dia cintai di Mimi itu ..di depan orang tuanya begitu memandang rendah aku... Itu gak mungkin....kesal sumpah !! "
.
.
...----------------...
.
.
Xavier sendiri juga heran dengan dirinya.
.
.
Kenapa aku marah ya melihat Cowok lain mendekati Mika...Apa karena aku kesal gak ketemu Mimi jadi melampiaskan amarahku pada Mika ...
Mimi dan Mika ...dua dua nya mengecewakanku...Yang satunya ilang tanpa kabar ..satunya lagi cepat banget dia mencari pengganti ku ...rasanya gak rela banget !!
Aku tidak ingin dia begitu cepat melupakanku...Aku kan juga sudah bilang padanya kita bisa berteman...kenapa dia malah cuekin aku dan berpaling ke pria lain ...ini menyebalkan!!
.
__ADS_1
.