KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
78. BANYAK SEKALI TEMAN WANITAMU


__ADS_3

Kristy dan nyonya itu saling berpandangan. Mereka merasa pernah bertemu namun di mana mereka tak ingat.



" Mama... " Panggil Dafa dan Dafi membuyarkan kediamannya. Nyonya itupun akhirnya mengakhiri pandangannya dengan Kristy dan beralih kepada Dafa dan Dafi.



" Ah..iya.. Ayo kalian minta maaf.." Ucap Kristy pada kedua putranya.



" Maaf Bu.." ucap Dafa Dafi .



Nyonya itu memperhatikan Dafa dan Dafi. Kedua bocah kecil itu begitu menarik perhatiannya. Bocah kecil imut dan begitu tampan.



" Ya Ampun...Kalian tampan sekali. Kembar ya.. " ucapnya sambil tersenyum .



" Iya.. " Jawab Kristy sambil tersenyum.



" Siapa nama kalian?"



" Dafa .."



" Dafi.. " Dafa dan Dafi menyebut namanya sendiri sendiri.



" Andai saja putraku mau cepat menikah.. mungkin aku sudah punya cucu seperti kalian.. Kalian sangat tampan.." ucap Nyonya itu sambil menyentuh pipi keduanya.



" Hehe.. " Dafa dan Dafi tersenyum.



" Maafkan kami ya Bu.." kata Kristy lagi



" Iya..tidak apa apa.."



" Kalau begitu kami permisi " Kristy berpamitan dan segera pergi bersama keduanya.


Nyonya itupun kemudian pergi.


Baru beberapa langkah hpnya berbunyi. Dan sebuah nama muncul di sana. 'Yoga'



" Halo Yog.."



" Mama di mana?" Suara Yoga bertanya dari telepon.



" Mama di mall...Ada apa?"



" Aku mau ke butik mama"



" Lho kau di Jakarta? ...Tunggu ..Mama segera balik ke butik " Wanita yang ternyata adalah Risa , Mama Yoga itu segera menutup telponnya. Dan dengan buru buru kembali ke butik.



Hanya beberapa menit berjalan ia telah sampai di butiknya. Setelah melewati beberapa gedung besar bertingkat tinggi , ia telah tiba di sebuah butik yang bertuliskan ' Risa Boutique '. Sebuah butik yang di depannya terpampang patung yang memakai gaun pengantin putih yang begitu indah dan memukau.



" Yoga sudah tiba Bintang ?" tanya Risa



" Belum..Apa dia kesini Tante?" tanya seorang gadis manis bertubuh agak pendek dan berkulit sawo matang. Wajahnya sedikit mirip dengan Bulan namun cuma beda warna kulitnya saja. Bulan berkulit putih dan ia sedikit kecoklatan. Ya dia adalah Bintang , adik Bulan.



" Barusan dia telpon aku " ucap Risa.

__ADS_1



" Mungkin masih di jalan , Tante " Risa mengangguk angguk.



Tak lama kemudian sebuah mobil sport berhenti didepan butik tersebut. Risa dan Bintang menatap ke arah kendaraan itu , dan benar dugaan mereka Yoga turun dari mobil . Dan segera masuk ke butik.



" Yoga.." Risa memeluk putra kesayangannya itu. Senang sekali rasanya bisa berjumpa dengannya lagi.



Demikian halnya dengan Yoga , ia pun sangat senang bisa bertemu Mama yang begitu di sayangi nya. Padahal belum lama ini mereka bertemu namun rasa rindu kepada Mama tercinta tempat ber\_manja nya tetap ada.



" Halo Kak Yoga... " sapa Bintang.



Aku menoleh ke sosok seorang gadis yang ada di sebelah Mama. Seorang gadis yang memakai dress hitam sedikit ketat dan di dada sebelah kirinya terdapat nama dada plastik bertuliskan Manager dan 'Bintang'.



" Gadis tomboi ini bisa juga pakai rok ternyata.. " ucap ku sambil tersenyum pada Bintang.



" Hehehe.. " Bintang tertawa kecil sambil mendekat. Aku melepaskan pelukan Mama dan ganti memeluknya.



" Gak pantas.. " ucapku sambil mengacak acak rambut panjangnya.



" Ah Jangan Kak..Rambutku bisa berantakan.." ucap Bintang sambil memegangi kepalanya.



" Kayak cewek aja lo.."



" Emang cewek....wee.." ucap Bintang sambil melet padaku.



" Tapi kok lo tetep pendek ya cebol.." Aku tertawa sambil meledeknya.




Risa tersenyum melihat keakraban keduanya. Sudah lama ia tak melihat Yoga nampak begitu ceria itu. Sepeninggal Bulan Yoga begitu menyedihkan. Namun ia sekarang kelihatan lebih segar dan bercahaya. Aura bahagia terpancar di wajahnya.



" Tumben kamu di sini Yog.. mau pulang kampung?" tanya Risa.



" Gak lah Ma.. Rumahku sekarang Surabaya. Aku ke sini cuma mau mengunjungi makam Bulan. Ini kan peringatan 5 tahun kepergiannya... " jawabku.



" Hem... jadi setelah ini Kakak langsung balik?.. Tidak ke rumahku? Papa Mama ku sering nanyain Kakak lho.." tanya Bintang.



" Nanti malam aku ke rumahmu...Sekarang mau jalan jalan dulu.."



" Jam berapa?... Nanti biar aku pulang lebih awal.. Bolehkan Tante?" tanya Bintang pada Mama ku.



" Iya.. boleh. Tapi Mama tidak bisa ikut lho. Nanti malam ada pertemuan dengan kumpulan sosialita sama temen Mama..." kata Risa.



" Gak papa kok Ma. Santai aja..Kan kita udah ketemu " ucapku sambil tersenyum.



Aku sudah terbiasa dengan kesibukan kesibukan orang tuaku sejak dulu.



" Tapi besok aku langsung ke Surabaya Ma. Kasihan Andi kalau aku tidak segera balik "



" Oke Yog. Kerjaan kamu lancar kan ?"

__ADS_1



" Iya Ma " Jawabku singkat.



" Ma , Aku cabut dulu ya.. Mau jalan jalan.." Aku ingin segera kembali ke hotel dan menemani Kristy dan anak anak jalan jalan.



" Kamu sudah sarapan ?" tanya Mama



" Belum sih.."



" Bintang , kamu temani Yoga cari sarapan dulu " kata Risa cepat.



Aku melirik Mamaku yang tampak mengedipkan sebelah matanya padaku. Dan aku mengerti sekali maksudnya.



' Mama ini benar benar deh... Selalu saja ingin menjodohkan aku.. Menyebalkan..' batinku kesal.



" Tapi aku tak bisa lama lama. Aku punya janji sama orang " kataku



" Di mall dekat situ saja ... Kan banyak resto nya. Tinggal pilih tempat yang cocok.." sahut Risa



Aku menghela nafas panjang. Geregetan dengan Mama ku . Dia nampak memaksa dengan keinginannya.



" Tadi aku di sana aku bertemu dua anak kecil tampan lho.. Rasanya pengen cepat punya cucu " sahut Risa cepat.



' Itu lagi yang di bahas.. benar benar deh' 😤



" Ya sudah. Tapi aku sekalian bawa mobil ya.. Aku juga punya janji ketemu di sana.."



" Gak papa Kak. Nanti aku bisa balik ke sini jalan kaki. Kan dekat.." kata Bintang tak keberatan.



" Terserah lo deh " ucapku.



Kemudian Aku segera pergi ke mobilku. Bintang mengekor di belakang. Mama nampak melambai senang mengantar kepergian kami.



' Mama selalu ingin menjodohkan aku .. dan itu menyebalkan. Tapi itu salahku juga sih , karena dia tidak kalau aku sudah menikah..'


.


.


Sesampainya di mall aku memarkirkan mobilku. Dan kemudian kami naik eskalator menuju ke lantai atas tempat kuliner kuliner.



" Mama.. itu Papa " ucap Dafa sambil menunjuk ke tangga eskalator yang berada tak jauh dari tempat Kristy dan anak anaknya berada. Mereka sedang di stand permainan.



" Papa sama siapa itu ?" tanya Dafi



Kristy melihat ke arah yang di tunjukkan kedua putranya. Dan benar , Ia melihat Yoga bersama seorang gadis.



Gadis itu tak pernah di lihatnya. Dan dia bukan Grace yang teman kuliah Yoga yang dulu sempat mencium Yoga. Dia gadis lain lagi gadis asing yang tidak di kenalnya.



Yoga nampak akrab dengan gadis itu. Mereka bercanda tawa dengan akrabnya. Bahkan sekali kali Yoga mengusap usap rambut kepalanya.



' Nasib punya suami tampan.. Banyak sekali teman wanitanya. Kenapa setiap cari pinjaman mobil teman wanitanya ganti lagi. Dulu Grace..sekarang wanita ini.. besok..siapa lagi ' batin Kristy kesal.

__ADS_1



" Papa jahat.. tadi bilang tidak boleh ikut ternyata Papa sama pacar.." gerutu Dafa dengan wajah kesal.


__ADS_2