KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
56. TAKUT MENYAKITIMU


__ADS_3

Keesokan harinya Aku dan Kristy berangkat ke Jepang. Andi mengantar kami ke Malang , Bandara terdekat untuk menuju ke Jakarta .


Kristy nampak tegang saat akan naik pesawat. Air mukanya nampak pucat dan tangannya dingin saat ku sentuh.


" Kris...Kau kenapa? " tanyaku.


" T..tidak apa apa.." jawabnya dengan wajah tegang.


" Kau belum pernah naik pesawat ya?" tebak Andi. Dan sepertinya itu benar . Karena Kristy nampak tidak tenang.


" Hahaha.. " Aku dan Andi tertawa. Kristy terlihat lucu sekali


" Naik pesawat itu menakutkan.. Seperti naik jet coaster. Miring menukik dengan kecepatan yang sangat tinggi . Rasanya melayang .. " Andi malah menakut nakutinya.


Kristy nampak ternganga membayangkan ucapan Andi itu. Dan itu membuat ia semakin takut.


" Tidak jadi pergi.Kita pulang saja " ucap Kristy. Aku tertawa terbahak bahak dengan Andi.


" Yog..kita balik saja. Aku tidak mau naik pesawat " ucap Kristy.


" Gak seperti itu kok Kris...Andi cuma iseng saja " ucapku berusaha menenangkan Kristy.


" Hei , Andi .Jangan menakuti istriku. Kalau aku sampai gagal bulan madu ku pecat kau " ucapku pada Andi.


" Hahaha..Ampun bos.."Andi menjawab ku sambil tertawa cengengesan. " Aku cuma bercanda Kris.."


" Tuh ..denger si Andi cuma bercanda . Naik pesawat itu sama seperti naik kendaraan biasa.. " kata ku berusaha menenangkan Kristy.


" Kau bayangkan saja , seperti saat kau naik di atas tubuhku dan kita terbang bersama " Aku berbisik di telinga Kristy .


Dan spontan muka Kristy langsung memerah tersipu malu. Iapun jadi salah tingkah dengan bisikan nakal ku.


" Pasti ngomongin yang parno parno ni..." sahut Andi. Aku cuma tertawa. Sedang Kristy menunduk sambil memegang kedua pipinya dengan ekspresi malu malu kucing menggemaskan nya.


" Tenang sayang...ada aku yang menjagamu..." ucapku sambil merangkul Kristy.


Kami kemudian check i n dan menunggu di lounge first classroom . Para pramugari menyambut kami dengan ramah dan memberi pelayanan istimewa. Mereka mengantarkan kami ke kabin kami. Kabin Luxurious First Classroom.



Kristy ternganga saat kami memasuki kabin kami. Sepasang kursi dan ada tempat tidurnya pula. Sangat mewah dan nyaman.


Aku tersenyum. Ternyata Andi tau sekali seleraku. Tempat ini juga bisa dipakai untuk bermesraan. Mantab 😍


" Seperti hotel... " Ucap Kristy


" Mau mantab mantab di sini ?" Aku iseng menggodanya.


Kristy nampak malu malu lagi.

__ADS_1


" Kita nanti cukup lama lho di sini.... bolehkan Kris..nyicil sedikit?" ucapku menggoda


" Tapi tapi.. kalau kedengaran dari luar bagaimana..?" tanya Kristy malu tapi mau.


" Sttt... " Aku memberi kode diam dengan jari telunjuk di bibirku.


" Mau ya Kris.." Aku membujuknya. Dan akhirnya diapun mengangguk.


YES... Aku bersorak gembira dalam hati.


Setelah pesawat mengudara , Aku dan Kristy duduk di atas ranjang itu berdua. Para pramugari tadi sudah menawarkan beberapa pelayanan mulai makanan sampai minuman. Aku tadi juga sudah berpesan pada mereka agar tidak mengganggu kami dengan alasan pengantin baru. Mereka langsung paham .


Sekarang aku dan Kristy pun bebas bermesraan .


Aku mulai mendekati Kristy dan memberikan sebuah ciuman untuk mengawali percintaan kami. Aku menciumnya dengan lembut dan mesra. Kristy nampak terlena dan menikmatinya. Namun dia nampak menahan suara desahannya karena takut terdengar dari luar.


Kami bersembunyi di bawah selimut dalam keadaan polos agar lebih ter privasi. Dan setelah cukup lama pemanasan , Kristy nampak sudah siap menerimaku. Aku mulai ke intinya. Aku memposisikan milikku di inti tubuhnya.


" Kris , kau ikhlas kan menerima aku lahir dan batin mu?" tanyaku sebelum melakukannya.


Kristy mengangguk. Kristy nampak tegang dengan wajah merahnya. Aku kemudian menciumnya kembali sambil mulai menggerakkan sesuatu di bawah sana. Cukup sulit untuk menembus pertahanan Kristy.


' Kenapa sempit.. bukankah dia sudah tidak perawan..' batinku bertanya tanya.


Aku mulai bergerak intens .Awalnya pelan. Namun aku merasa ada sesuatu yang mengganjal dan sulit ditembus. Dan kemudian aku menghentakkan cukup keras memaksa.


Ah Tidak...Dia nampak kesakitan.. Aku langsung mundur dan menarik kepemilikan ku. Aku buru buru mengakhirinya. Kemudian aku memakai pakaianku kembali.


" Yoga ?" tanya Kristy heran .


" Nanti saja.." ucapku tanpa melihat Kristy. Aku kemudian duduk di kursi. Membuka laptopku. Aku mengalihkan perhatian ke pekerjaanku saja.


Kristy yang bingung dengan sikap Yoga kemudian segera memakai pakaiannya kembali. Namun ia tetap berada di ranjang itu. Dan tiduran sambil menunggu pesawat mendarat.


Aku menatap laptop dan pekerjaanku. Namun di otakku hanya ada peristiwa barusan. Aku menyakiti Kristy dan aku sangat merasa bersalah.


*****


Akhirnya kami tiba juga di Bandara Osama Jepang. Seorang wanita tour guide menunggu kami di sana dengan membawa tulisan nama kami. ' Yoga Kristy Indonesia' . Kami lalu menghampirinya. Sesaat dia berbicara denganku menggunakan bahasa Inggris karena aku tidak bisa berbahasa Jepang.


" My name i s Tomoko. I am your guide..." Dia memperkenalkan diri.


Kemudian kami naik taksi menuju ke hotel yang di pesankan oleh Andi di antar oleh Tomoko.


Kami sampai di sebuah hotel mewah dengan nuansa modern bertuliskan 'Kyoto hotel'. Kami kemudian check i n. Pelayan hotel membawakan barang barang dan mengantarkan ke kamar kami. Tomoko pun ikut serta.


Setelah sampai , Tomoko berpamitan. Ia menyuruh kami beristirahat dulu dan besok dia akan memandu kami ke berbagai tempat wisata di sana.


Aku dan Kristy memasuki kamar kami. Sebuah ranjang king size , ruang duduk dengan meja dan tanpa kursi , kamar mandi kaca modern lengkap dengan bath up dan kloset duduk . Full AC tentunya. Cukup luas, bersih dan nyaman.

__ADS_1



Aku meletakkan tas koper kami begitu saja dan kemudian tiduran. Aku ingin beristirahat sebentar.


Kristy kemudian mengambil tas koper kami dan membongkar isinya. Kemudian menatanya di dalam lemari pintu geser kuno ala ala jepang itu.


Setelah selesai , ia mendatangi ku yang sedang tiduran dan memeluk guling.


" Yog.." Kristy memanggilku.


" Hem.. " Aku enggan menjawab. Dan tak mau menoleh padanya.


Kristy tak menjawab , ia kemudian menyentuh bahuku. Aku tahu maksudnya tapi aku masih belum ingin menyentuhnya lagi.


" Aku mau istirahat dulu.. Aku jet la.g ... " aku beralasan.


" Kau tidak minum obat dulu?"


" Tidak usah.. di pakai tidur saja nanti sembuh sendiri.. "


Kristy tak banyak bertanya lagi. Ia kemudian ikut berbaring di sebelahku sambil memeluk punggungku yang tidur membelakanginya.


Maaf Kris...Aku cuma tidak ingin menyakitimu... ucapku dalam hati.


******


Keesokan harinya Tomoko mengantar kami jalan jalan dan menunjukkan beberapa tempat tujuan wisata. Dan aku menunjuk ke sebuah gambar dari berbagai foto yang di tunjukkan Tomoko.


Sebuah tempat yang di kanan kirinya terdapat bambu hijau yang di tata sedemikian rapi dan indahnya. Dan di tengah tengah taman bambu itu ada tangga jalanan panjang yang berhias lampu.



Aku berjalan bergandengan tangan dengan Kristy mengikuti Tomoko yang berjalan duluan dengan memakai kimono dan memakai sebuah payung kertas. Menikmati indahnya pemandangan dan suasana alami yang begitu indah dan damai.


" Kalau capek bilang ya.. Nanti aku gendong.." ucapku pada Kristy.


" Memangnya kuat... Sepertinya tangga jalan ini tidak ada akhirnya..."


" Kuat dong... Aku ini kan sekuat gatotkaca.. Otot kawat balung wesi.."ucapku bercanda dengan Kristy. Kristy tertawa. Cantik sekali.


" Jalan ini ujungnya ke mana ya.. kalau dilihat seperti naik ke langit. Seolah menuju ke surga.."


" Iya..Jalan ke surga dunia.." Jawabku sambil tertawa.


" Dasar mesum.." ucap Kristy sambil memukuliku pelan.


" Padahal kalau di tempat kita pohon bambu seperti ini tempatnya kolong wewe "


Aku dan Kristy tertawa tawa. Tomoko yang tidak tahu sebab kami tertawa cuma tersenyum. Tak lupa ia mengabadikan gambar kami.

__ADS_1


__ADS_2