
Yoga segera menyusul Mama dan mertuanya dengan di antar Bisma setelah mendapat telpon dari keduanya yang bercerita di rampok.
" Mama...Ibu...kalian tidak apa apa?" tanya Yoga begitu sampai di tempat kedua Mamanya yang keduanya masih sama sama menangis.
" Yoga..." Risa memeluk putranya.
" Kami tidak apa apa...tapi uang nya... Di ambil perampok itu..semuanya ..." jelas Rasti
" Uang apa...?" tanya Yoga.
.
.
Yoga dan Bisma membawa kedua Mamanya kembali ke rumah dan mendengarkan cerita keduanya.
" Mama sih...kenapa malah pergi diam diam dan mengajak Ibu...Harusnya Mama bilang dulu padaku..." kata Yoga kemudian. " Dua Ibu ibu membawa uang banyak, tidak ada laki laki yang menemani , tentu saja rentan di incar penjahat..."
" Habis kalau aku bilang padamu...kau pasti tidak mengijinkan aku menjualnya..makanya aku dan Rasti pergi diam diam....Mama cuma ingin membantumu untuk memperbaiki restoran mu dan juga untuk modal awal usahamu lagi Yog... " sangkal Risa.
" Dan lagi...Kenapa Mama menjualnya ke Panther...."
" Berlian Risa tidak ada suratnya..jadi cuma di sana yang mau membeli dengan harga tinggi " kata Rasti.
" Dia itu orang yang licik... Aku yakin dia yang menyuruh anak buahnya merampok Mama dan Ibu..." kata Yoga.
Tanpa perlu di selidiki lebih lanjut lagi Yoga sudah bisa menebak, pelaku yang merampok Mama nya adalah orang orang Panther.
" Panther itu kan orang yang dulu pernah menculik Bibi dan Kristy kan?" tanya Bisma.
" Iya..." jawab Yoga singkat.
" Padahal sudah ku jual murah..masih juga licik mengambil kembali uang mereka.." kata Risa kesal.
" Namanya juga orang jahat Ma..Apalagi dulu pernah bersinggungan denganku...
Kesempatan mereka balas dendam.."
"Suruh Romi membalas atau mengambil balik uang itu..." Kata Risa cepat.
" Tidak bisa Ma...mereka itu Mafia "
" Kita juga punya beking. Romi punya lobi lobi kuat dimana mana.."
" Kalau kita minta bantuan Kak Romi itu sama artinya dengan minta bantuan Papa. Aku tidak mau terlibat urusan yang melibatkan Papa lagi..Sama saja kita masih bergantung padanya.."
" Lalu bagaimana dengan uangnya? " tanya Risa.
" Satu satunya yang bisa kita lakukan cuma satu..yaitu mengikhlaskan saja..."
Risa terdiam dengan mata sembab. Sebenarnya ia merasa sangat sayang melepas perhiasannya karena itu memiliki kenangan indah dengan suaminya dulu
Kala itu ia dan Guntoro sedang berjalan jalan dan melihat lihat di sebuah toko berlian saat mereka baru menikah .
" Kamu mau yang mana...Kalau suka ambil saja sayang..." kata Guntoro pada Risa.
" Yang itu..." Risa menunjuk ke sebuah berlian berwarna pink...Satu set. Kalung ,gelang dan cincin. Tampak begitu mewah dan indah dan cantik dengan mata berlian besar di tengahnya.
" Pilihan tepat nyonya...Itu berlian langka. Berlian termahal di dunia. Selera anda benar benar sesuai dengan penampilan cantik anda..."
" Aku akan membelikan itu untuk Istri tercintaku. Dia memang hanya cocok dengan barang mahal "
Penjual toko itu tersenyum. Tentu saja, seorang Guntoro pengusaha super sukses itu pasti akan memanjakan istrinya dalam geli\_mangan harta benda. Berlian termahal itupun bukan apa apa untuknya. Ia mampu membelikannya. Bahkan kalau mau satu toko itupun bisa ia borong untuk istrinya.
" Kau sangat cantik memakai itu sayang.." ucap Guntoro penuh decak kagum saat perhiasan itu telah dipakai oleh istrinya yang sangat cantik dengan wajah blesteran nya itu. Risa benar benar tersanjung oleh perlakuan istimewa suami yang baru di nikahi nya kala itu .Ia sangat memanjakannya , memberikan apapun yang di inginkan nya tanpa peduli harganya.
Penyesalan terbesar nya cuma satu, kenapa saat reuni keluarga Pratama kemarin ia malah memilih memakai itu diantara begitu banyak perhiasan nya. Dan kini ia harus kehilangan itu pula. Jika di jual untuk anaknya masih oke oke saja tapi jika seperti ini , ia tidak rela. Namun apa boleh buat...Sudah hilang. Mau bagaimana lagi.
" Terus modal usaha kamu bagaimana Yog ?" tanya Risa.
" Itu..." Yoga bingung menjawabnya.
" Jual perhiasanku saja Mas..Mas Yoga dulu sering membelikan untukku tapi jarang ku pakai. Mas jual saja semuanya untuk modal usaha Mas. Ada surat suratnya juga. Jadi kita bisa menjualnya di toko resmi.." kata Kristy kemudian.
__ADS_1
" Tidak apa apa Dik?" tanya Yoga.
" Iyaa... " jawab Kristy sambil tersenyum. Ia tidak keberatan sama sekali. Yoga pun akhirnya tersenyum sambil mengusap kepala Kristy.
" Makasih ya Sayang.."
Bisma, Risa ,dan Rasti bisa melihat bagaimana keduanya begitu kompak dan saling memberi dukungan. Mereka benar benar tampak saling mencintai satu sama lain .
Bisma tak bisa memungkiri bahwa jauh di dalam hatinya ia merasa cemburu dengan kemesraan keduanya. Ia masih memiliki sisa sisa rasa cinta pada Kristy meski hanya tersimpan jauh di lubuk hatinya yang terdalam. Sungguh tepat pilihannya untuk mundur. Yoga dan Kristy tak terpisahkan. Mereka saling mencintai dengan begitu dalam . Ia sadar, ia dan Kristy memang tidak berjodoh. Ia hanya ingin Kristy bahagia.
Dan iapun juga sudah memiliki keluarga sendiri. Sonya adalah pengobat luka patah hatinya. Dan ia sangat menghargai nya. Ia mencintai Sonya yang mau berubah lebih baik dan begitu patuh padanya.
" Aku ambil dulu perhiasannya ya Mas..." ucap Kristy seraya pergi ke kamarnya untuk mengambil kotak perhiasannya yang di simpannya.
.
.
" Bagaimana Romi...Apa laporan terbaru anak buah mu ?" tanya Guntoro di sela sela pekerjaannya. Saat itu Romi sedang berada di ruangan Guntoro bersama seorang sekretaris cantik dan seksi dengan pakaian rok mininya. Dia sekretaris pribadi Guntoro.
Gadis muda, cantik, seksi dan berpenampilan menawan. Ia duduk di dekat Romi . Memamerkan paha mulus dan putihnya .
*Sialan wanita ini...buat aku tidak fokus saja...Kaki dan paha mulusnya itu..bikin otakku blank....Sialan.. Wanita ini membuat adikku bangun*...! Umpat Romi dalam hati.
" Rom!!"
Romi tersentak .Suara keras Guntoro itu membuyarkan angan pikiran kotornya.
" Aku tanya kabar terbaru Yoga dan Risa "ucap Guntoro.
" Saya akan menghubungi orang yang mengawasi dulu " Romi buru buru bangkit dan melangkah sedikit menjauh. Ia segera menghubungi anak buahnya.
Saat itu Kinara masuk ke dalam
" Papa...aku tidak mengerti ini.." ucap Kinara sambil membawa sebuah laporan pembukuan pekerjaannya.
" Tunggu Romi sebentar. Nanti dia akan menjelaskannya padamu " ucap Guntoro yang juga masih sibuk di depan layar komputernya.
" Nyonya Besar di rampok sehabis menjual perhiasannya Tuan Besar "
" Siapa orang yang berani mengusik Istriku??!!" tanya Guntoro dengan suara keras dan kesal. Ia langsung berdiri dan menghampiri Romi.
" Panther....Dia mafia penguasa daerah sana. Bisnisnya rentenir , pegadaian dan klub malam.."jawab Romi
" Mafia kecil berani mengusikku...Hubungi Eagle... Suruh mereka meratakan manusia kecil yang berani menggangguku itu.."
Romi mengangguk dan segera menghubungi nomor orang yang di kenalnya Eagle itu. Dia adalah pimpinan Mafia besar terselubung beking Guntoro. Dia memiliki banyak anak buah preman yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Untuk membereskan Genk Panther sangat mudah bagi Eagle yang memiliki kekuasaan di atas Panther.
" Beres Tuan Besar " ucap Romi sesudah menghubungi Eagle.
" Kalau dia sudah menyelesaikan tugasnya transfer uangnya..." Guntoro memberi titah lagi pada Romi.
Dan seperti biasa, Uang bicara. Pemimpin kelompok Mafia terbesar pun tunduk pada Guntoro karena uangnya. Ia main rapi , terima bersih hasil kerja anak buahnya tanpa mengotori sedikitpun tangannya. Dengan uangnya ia benar benar Raja di atas Raja.
" Huh... Rasakan balasan mu Panther bodoh...Beraninya mengusik istri Guntoro " Ucap Guntoro geram.
" Kakak ipar.. Ini bagaimana...aku tak mengerti.." ucap Kinara sambil menunjukkan buku laporannya pada Romi.
Romi kembali duduk di antara Kinara dan sekretaris Guntoro. Ia membuka buka laporan dari Kinara tersebut.
" Ini begini... ..bla\_bla\_bla.." Romi menjelaskan panjang lebar pada Kinara. Kinara mendengarkan penjelasannya sambil menatap kesal ke sekretaris mertuanya yang sedang memamerkan kaki putih mulusnya di dekat Romi. Kinara nampak tidak senang melihat Romi yang terkadang melirik kaki yang seolah di tunjukkan untuk menggoda prianya itu.
" Paham?" tanya Romi.
" Hem..." Kinara nampak berpikir walau sebenarnya fokusnya tidak di sana.
" Aku harus buru buru ..Sebentar lagi aku mau mengantar Tuan Besar makan siang bersama rekan bisnis dari perusahaan X" terang Romi.
" Kau ajari Kinara saja Romi..Aku akan ke sana dengan Tobi ..." ucap Guntoro yang tahu menantunya itu belum paham penjelasan Romi. Guntoro memilih pergi dengan asistennya yang lain agar ia bisa membantu Kinara.
__ADS_1
" Pa...Aku juga belum makan siang. Sepertinya aku ngidam pingin makan salad buah..Bolehkah aku belajar nanti sesudah membelinya.." ucap Kinara yang manja pada Guntoro.
" Tentu saja...Apapun boleh untuk cucu dan menantu kesayanganku..." kata Guntoro sebelum melangkah pergi keluar dari ruangan itu.
" Dan juga beberapa pakaian..." ucap Kinara sambil tersenyum.
" Lakukan sesukamu Nara...." Guntoro memberikan dukungan penuh pada Kinara. Sejak kehamilannya ia sangat diistimewakan oleh Guntoro. Guntoro tak pernah kasar padanya dan cenderung memanjakannya. Apapun permintaannya di turuti oleh Mertua yang dulunya pernah sangat jahat padanya.
Guntoro pergi di temani Tobi dan beberapa pengawal pribadi yang senantiasa mengikutinya.
Sepeninggal Guntoro, Kinara menatap dingin pada sekretaris mertuanya itu.
" Siapa namamu?" tanya Kinara.
" Kharisma , Nyonya " jawab sekretaris itu.
" Berapa ukuran bajumu.."
" S nyonya....untuk apa bertanya itu .."
" Aku akan membelikan mu baju yang sesuai dengan ukuran mu..Dan juga mulai besok pakailah pakaian yang sopan... Pakaian 'kurang bahan'mu itu buang saja . Ini kantor bukan klub malam . Merusak pemandangan saja !! " tegas Kinara.
Kharisma ternganga. Kinara sosok cantik yang memakai baju kasual hijab itu ternyata kalau bicara bisa pedas juga. Namun karena posisinya adalah menantu pemilik perusahaan , ia tak bisa berkutik.
" Baik Nyonya.."
.
.
" Hahaha...." Romi tertawa ngakak saat ia berada di dalam mobil bersama Kinara untuk mengantarnya belanja baju dan juga membeli Salad buah.
" Kau cemburu ya.." ucap Romi sambil tertawa tawa.
" Habis...dia itu sengaja menggoda mu...Memakai rok mini, paha di tunjukkan di depan mu..Dia pasti mengincar mu..."
" Hahaha... Parah ..Tiap hari aku dapat pemandangan seperti itu sejak dulu...memang banyak sih yang sering menggodaku seperti itu..."
" Lalu?"
" Kalau dulu sih...." Romi menggaruk\_garuk kepalanya yang tidak gatal. " Jujur atau bohong?"
" Jujur" tegas Kinara.
" Biasanya sehabis itu ku ajak mereka kencan. Sehari doang terus selesai. Yah...Namanya juga laki laki Nara...Kalau dapat godaan seperti itu ya... Begitu deh. .. Tapi dulu lo ya..dulu...sekarang tidak..Kan aku sudah punya kamu..."
Kinara nampak manyun. Ia kesal sekali mendengar jawaban jujur dari Romi itu.
" Nara...jangan marah dong...Itu kan cerita masa lalu...Kau juga tahu kan aku ini dulunya juga orang yang bagaimana..." Romi berusaha membujuk Kinara yang masih nampak kesal.
" Nara sayang...ratu cantikku...Plis\_ss... jangan marah.."
Kinara melirik Romi " Janji kau tidak akan tergoda lagi ?" tanya Nara
" Janji sayang..." ucap Romi cepat.
" Ya sudah...Ku maafkan.."
" Makasih sayang..." ucap Romi seraya memeluk Kinara.
Sesaat keduanya saling berpandangan. Dan kemudian Romi mulai mendekatkan wajahnya. Ia mengecup lembut bibir Kinara .Kinara pun membalasnya dengan memberikan kecupan manis nya. Mereka berciuman dengan begitu mesranya.
Romi memang orang yang keras dan kasar namun sikapnya pada Kinara sangat lembut..Ia memperlakukan Kinara bak seorang ratu yang sangat berharga.
.
Pemandangan itu dilihat secara tak sengaja oleh sepasang mata yang tak lain adalah Kharisma. Sekretaris tadi.
" Oh...jadi begitu ya...kalian punya affair..
Pantas saja dia kelihatan marah padaku...Dia tahu aku mengincar Romi, ternyata dia cemburu...Suaminya kabur dengan wanita lain dia menggoda kakak iparnya. Dasar wanita sok suci...pakaiannya doang yang tertutup... ternyata buat topeng saja untuk menutupi kebusukannya...Lihat saja nanti. Ku bongkar rahasia kalian.." gumam gadis bernama Kharisma itu.
Dia sejak awal memang mengincar Romi anak tertua pemilik Perusahaan tempat ia bekerja itu. Romi pria tampan walau dingin dan kasar. Karenanya ia ingin menggodanya , apalagi Romi bujang. Tentu mudah menggoda pria singgel kaya itu.
__ADS_1
Namun ternyata sosok yang diincarnya itu ternyata malah punya affair dengan adik iparnya yang di tinggal pergi suaminya dalam keadaan hamil. Sungguh lucu...