KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
172. WANITA TAK BERHARGA


__ADS_3

Risa menatap tajam pada Risma yang berkacak pinggang sambil melotot pada Risa. Padahal dulu Risma tidak pernah berani melakukan itu sebelum menjadi istri Guntoro. Kini ia berubah berani padanya.



" Kau... " Risa belum sempat berucap Guntoro sudah mendahuluinya.



" Siapa kau berani berkacak pinggang seperti itu pada istriku?" Guntoro nampak marah pada Risma yang bersikap tidak sopan pada Risa.



" Loh mas...kenapa marah padaku..." tanya Risma heran.



" Perhatikan sikapmu pada Nyonya Besar Pratama. Kau ini bukan siapa siapa di bandingkan dia.." ucap Guntoro emosi.



Risma akhirnya mengerti ucapan Romi kemarin , ternyata dia memang bukan apa apa bagi seorang Guntoro. Meski ia lebih muda ,lebih cantik tapi ia tetap tak memiliki arti di mata seorang Guntoro...ia benar benar cuma boneka mainan 'tambal butuh' untuk Guntoro yang hanya berfungsi sebagai pengganti saja yang jika Nyonya Pratama aslinya kembali ia akan di tendang jauh oleh Guntoro . Karena nya ia memilih melangkah pergi menjauh.



" Ris , kau sakit?..kenapa kau kurus seperti ini...dan rambutmu memutih...apa kau tidak pernah melakukan perawatan lagi...Apa Yoga tidak bisa memberi kelayakan mencukupi mu..." Banyak sekali pertanyaan yang di lontarkan Guntoro melihat kondisi istrinya itu .



" Mas urus saja istri baru Mas itu .." ucap Risa yang kesal saat mengingat Guntoro sudah menikah lagi.



Risa hendak pergi namun Guntoro dengan cepat mencegahnya.



" Ris ...ayo pulang ...kembalilah ...ayo kita pulang ke rumah.." Guntoro mencoba membujuk istrinya itu.



" Mas salah orang... istri mas yang di sana itu..." kata Risa.



" Istriku cuma kamu Ris...Dia bukan siap siapa..Kalau kau mau pulang..aku akan menyuruhnya pergi dari rumah..." kata Guntoro.



" Dia itu istri barumu Mas..urus dia saja.." ucap Risa kesal.



" Ris...sungguh..dia itu tidak ada harganya di banding kamu...."



" Tapi kamu sudah menikahi dia...Kamu tidur dengannya kan.." Guntoro terdiam tak bisa menyangkal. " Sudahlah .. Kita sudah berpisah sejak aku pergi dari rumah...aku tidak butuh laki laki yang mengingkari kata katanya sendiri...kau sudah mengkhianati ku...kau mengingkari janji mu sendiri...aku sudah tidak mau lagi denganmu mas .Biarkan aku hidup sendiri dengan anak cucuku...aku tidak mau lagi melihatmu..." tegas Risa



" Ris .." Guntoro masih menahan tangan Risa dan mencegahnya pergi.



Risma dari kejauhan melihat dengan kesal .Sumber dananya itu seperti mengemis cinta pada istri tuanya itu.



" Sialan...kalau begini terus ..ATM berjalan ku bisa hilang.. bisa bisa aku hidup miskin lagi ..Ini tidak bisa di biarkan..." ujar Risma kesal.



" Kalau mas mau menerima Xavier aku akan pulang..." Risa membuat keputusan nya menghadapi kekeras\_kepalaan seorang Guntoro.



" Tidak...kalau bocah itu tidak..Dia keturunan janda miskin itu .." kata Guntoro.



" Kalau begitu keputusanku juga tetap sama." ucap Risa sambil menepis tangan Guntoro dan buru buru pergi meninggalkannya bersama Xavier .



Guntoro hanya bisa menatap kepergiannya.



" Suruh anak buah mu mengikutinya .Cari tahu tempat tinggalnya..." kata Guntoro pada Asisten yang mengikutinya .


.


.


.


Risma dan Guntoro kembali ke hotel. Guntoro pergi bersama anak buahnya mencari tahu Risa. Sedang Risma di tinggal sendiri..


" Menyebalkan sekali ..Niat mau bulan madu...Malah apes ketemu istri tuanya ..sekarang posisiku malah terancam. Kalau dia baikan lagi dengan Bu Risa .. Aku akan jatuh miskin .." Risma gusar dan panik .Ia berjalan kesana\_kemari.



' Kenzei ..' tiba tiba ia teringat pada pria selingkuhannya. Ia mengambil hp dan menghubunginya.



" Halo Risma sayangku ..Cepat sekali kau meneleponku lagi...Apa kau sudah merindukanku...Kau ingin bertemu lagi denganku?" tanya Kenzei .



" Ken...apa yang harus aku lakukan...Guntoro bertemu kembali dengan istri tuanya ...Sepertinya dia akan membawanya kembali...Lalu aku bagaimana...dia pasti akan membuang ku nanti .." ucap Risma panik



" Bukankah itu bagus...Kau bisa bebas bersamaku..." jawab Kenzei santai



" Lalu bagaimana nasib ku dan keluargaku . Tanpa Mas Guntoro , kami akan jatuh miskin.." sahut Risma cepat .



" KALAU BEGITU HABISI SAJA DIA! WANITA TUA ITU ! " Kenzie memberikan sebuah ide Gila yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak Risma. Namanya juga adik ketua mafia , gangster ... tentu saja ide yang keluar darinya tak jauh dari tindak kekerasan kriminal.



" Benar ..kau benar Ken.... " ucap Risma sambil tersenyum licik. Bodohnya, Risma pun menyetujui ide gila dari kekasih gelapnya itu.


.


.


Kalau tidak ingin jatuh miskin lagi .. Aku harus menyingkirkannya... Batin Risma


.


.

__ADS_1


.


.


.


Risma bertanya pada asisten anak buah Guntoro yang pasti tahu keberadaan Risa. Ia meminta alamat tempat tinggal Risa .Risma menyewa mobil dan mendatanginya.


" Wanita tua itu harus mati ." ucap Risma sambil menancap gas saat melihat Risa sedang berjalan di trotoar dekat tempat tinggalnya.



" Mati kau !!" ucap Risma nekat. Ia mendatangi Risa dengan mobilnya yang berkecepatan tinggi .



" Awas Ma.. " Yoga yang kebetulan berada tak jauh dari situ segera berlari kearah Mamanya.


Mobil berkecepatan tinggi itu hendak menabrak wanita paruh baya itu. Yoga berusaha berlari dengan kencang untuk menolong mamanya.


' Bruak' ' Tiiiiiin...". Terdengar suara benturan keras yang di iringi dengan suara klakson mobil.



Sebuah mobil menghadang saat mobil Risma yang hendak menabrak Risa sehingga dua mobil itu saling beradu moncongnya. Untung saja kedua mobil itu jenis mobil dengan kap panjang di depan. Sehingga kedua pengendara dua mobil itu baik baik saja. Keduanya tak terluka , baik Risma maupun pengendara lawan arahnya selamat . Meski mobil mereka rusak parah kap depannya.



Yoga yang datang menerjang tak urung membuat Mamanya jatuh tersungkur dan dahinya sampai membentur lantai trotoar dan mengeluarkan darah .



" Mama .." Yoga dengan cepat mengambil sapu tangannya untuk menghentikan pendarahan di dahi Mamanya.



Pengemudi lain arah yang mencegah Risma menabrak Risa segera keluar dari mobilnya. Dan dia ternyata adalah Ricky. Ia baru saja hendak ke rumah Yoga sepulang dinasnya. Ia masih memakai seragam tentaranya Ia langsung tancap gas menghadang saat melihat ada mobil yang hendak menabrak Risa dan Yoga.



" Tante...bagaimana keadaan Tante ?" tanya Ricky cepat.



Yoga kemudian segera mendatangi Risma yang masih berada di dalam mobil dengan keadaan panik. Ibu buru buru memakai masker agar wajahnya tidak di kenali. Ricky pun turut mendatanginya setelah mengecek Kondisi Risa.



" Mati aku ..Ada Tuan Yoga dan tentara pula ...bagaimana ini...." Risma panik dan buru buru menutup kaca mobil dan menguncinya agar tak bisa di buka.



" Keluar dari mobil !! Apa apaan kau .... mengemudi ngawur hampir saja mencelakakan Mama ku.." maki Yoga kesal . Risma tak berani keluar . Ia menghubungi Kenzei lagi dengan tubuh gemetaran .



" Jangan keluar dari mobil...Biar ku suruh orang orang ku ke sana...Bilang saja rem mu blong...Tapi jangan keluar sampai mereka tiba " kata Kenzei. Ia yang punya banyak anak buah tersebar di daerah sana segera memerintah untuk membantu Risma.



Yoga dan Ricky berdiri di dekat pintu mobil Risma dengan beberapa warga yang turut ramai menyuruh Risma keluar. Risma menutup telinga pura-pura tak dengar suara mereka yang menyuruhnya keluar.



Dan saat itu beberapa buah mobil hitam tiba di sana dan langsung mendatangi kerumunan orang yang mengelilingi mobil Risma.


Salah satu orang yang berbadan besar dan tubuhnya di penuhi tato mendatangi Yoga.


" Adik kami baru belajar menyetir ..Dan lagi mobil yang di kenakan nya mobil rusak. Rem


Setelah perdebatan alot antara Yoga , Ricky dan kelompok gangster itu , Yoga dan Ricky mengalah. Rasanya percuma berdebat dengan kelompok gangster itu. Mereka ngotot tak bersalah membela wanita adik mereka itu.



Yoga dan Ricky akhirnya mengijinkan Risma pergi sesudah mereka memberikan ganti rugi untuk biaya perbaikan mobil Ricky. Risma ikut ke mobil para gangster itu.



Kenzei menyuruh orang orangnya memberikan uang damai agar masalah cepat selesai . Yoga membawa Mamanya ke rumah sakit dan memeriksakan kondisinya serta mengobati luka lukanya. Risma beruntung ia tidak ketahuan.



" Turun di hotel ini?" tanya pria suruhan Kenzei itu.



" Iya...sampaikan terima kasihku untuk Kenzei.." kata Risma sambil turun dari mobil mereka dan buru buru kembali ke hotel.


.


.


.


.


.


Jadi seperti ini kehidupan Yoga dan Risa selama ini...Kerja di restoran orang dengan gaji kecil ...Pantas saja Risa kelihatan tidak sehat..


Ekonomi mereka buruk. Gaji kecil mengurus 6 orang..di tambah wanita itu hamil tua lagi... Sepertinya kehamilannya sama dengan Kinara...Mereka sama sama akan melahirkan anak Yoga..


Guntoro begitu prihatin dengan kehidupan miskin yang di jalani anak dan istrinya dari laporan anak buahnya . Ia heran mengapa keduanya tetap bertahan dalam hidup seperti itu.



Sebenarnya tidak terlalu miskin bagi Yoga , karena pendapatannya cukup dan bahkan masih bisa sisa walaupun cuma sedikit untuk menabung biaya persalinan Kristy. Namun bagi Guntoro , kehidupan mereka sangat jauh di bandingkan dengan Kehidupan Yoga saat menjadi wakil CEO nya. Semua serba melimpah ruah. Uang berapapun ada. Semua keinginan terpenuhi.



" Jadi orang yang membantu Yoga dan janda itu adalah keluarga Ricky. kakak sepupu Kristy " tanya Guntoro. Anak buahnya mengangguk



" Lalu bagaimana Tuan Besar?" tanya asistennya.



" Sementara ini biarkan saja dulu .Tapi kirimkan anak buah mu untuk terus mengawasi mereka . Agar mereka tidak kabur lagi. Jangan sampai mereka pergi diam diam lagi. " kata Guntoro.



" Baik Tuan..."



" Lalu..Ricky atau siapapun itu ..Tawarkan dia uang dengan jumlah yang sangat besar untuk menendang keluarga Yoga dari restorannya ..Kalau bisa bujuk untuk menghabisi janda itu dan anaknya juga. Semakin kehidupan ekonomi Yoga hancur, terlebih jika si Kristy itu mati, Yoga dan Risa akan kembali padaku " ucap Guntoro dengan akal liciknya. Ia benar benar tidak berubah bahkan malah semakin parah.



Saat itu Risma masuk ke kamarnya. Guntoro yang melihatnya bertanya " Darimana saja kau?'' Tanya nya cepat.



" Jalan jalan .." jawab Risma singkat dan kemudian langsung menuju ke tempat tidurnya


.

__ADS_1


Ternyata Mas Guntoro ini orang yang sangat mengerikan...


.


Risma yang tak sengaja mendengar percakapan mereka begitu kejam dan menakutkan . Orang yang menjadi suaminya ini tenyata benar benar sangat tidak berperikemanusiaan.. Bahkan pada anak dan istrinya sendiri. Apalagi pada menantu yang tak di sukai nya , ia malah hendak menyuruh orang menghabisinya. Pantas saja istri dan anaknya sampai kabur meninggalkannya.


.


.


.


.


.


...----------------...


.


.


.


" Mama bertemu dengan Papa?'' tanya Yoga kaget saat mendengar cerita Mamanya .



" Lalu bagaimana Mas Yoga...Kita pindah lagi?" tanya Kristy .



" Tidak Dik...Kita tetap di sini. Tadi Mama juga sudah tegas menolak Papa ... jadi kita tetap disini saja. Kita tidak perlu menghindar lagi . Kamu sebentar lagi melahirkan Dik..Kita tidak bisa bepergian jauh.." jawab Yoga. " Kita hadapi Papa tanpa harus kabur lagi "


.


.


.


.


...----------------...


.


.


.


Guntoro yang menjadwalkan bulan madunya satu minggu mempersingkat nya menjadi 3 hari. Ia akhirnya kembali ke Jakarta. Ia tak memaksa membawa serta Risa. Jadwal pekerjaannya yang begitu padat memaksanya untuk cepat kembali ke perusahaannya . Yang terpenting ia sudah tahu dimana ia tinggal dan bagaimana keadaannya .



Guntoro sampai di Jakarta kembali dengan Risma. Ia sudah bekerja kembali . Ia berubah berang saat menerima laporan kembali dari anak buahnya yang menceritakan tentang kecelakaan yang menimpa Risa akibat ulah Risma beserta bukti foto kejadian.



" Kurang ajar sekali dia...Beraninya mau mencelakakan istriku!!" ucap Guntoro murka sambil menggebrak meja dengan keras. Romi yang berada di ruangan itu dengan beberapa asistennya langsung terkejut.



" Ada apa Tuan Besar?" tanya Romi.



" Wanita sialan itu ...Dia berani mencelakakan Risa " jawab Guntoro cepat.



Romi yang tak paham heran. Risa atau Risma?..ia yang tidak tahu jika Guntoro sudah menemukan Yoga dan Risa hanya bisa diam.



" Akan ku beri pelajaran wanita rendah itu" Guntoro buru buru pulang dengan marah di ikuti oleh Romi dan beberapa pengawal pribadinya .



Sesampainya di rumah , Guntoro langsung menghajar Risma tanpa ampun. Ia memukuli dan menendang serta menginjak injak nya tanpa ampun . Ia sampai babak belur .



Risma menangis dan mengerang kesakitan. Romi tak bisa berbuat apa apa untuk membantunya . Karena ia pasti juga akan mengalami hal yang sama jika melakukan itu.



"Benar benar wanita tidak tahu di untung.. Sudah ku beri hidup enak berani mengusik istriku...Kau dengan Risa itu tak bisa di bandingkan..Dia itu nyonya pratama yang sebenarnya, sedang kau ini cuma pengganti sementara. Sadar diri !! Jangan pernah menganggu istriku lagi...Atau kau memilih lebih cepat ku tendang dari sini .." maki Guntoro setelah ia puas menghajar Risma.



" Ampun Mas ..." Risma cuma bisa menangis ketakutan dengan keadaan lemah tak berdaya dan kesakitan di seluruh tubuhnya. Guntoro yang bengis dan kejam itu bahkan tidak mau tahu. Ia hanya melampiaskan kekesalannya pada Risma yang mencoba mencelakakan Risa.



Guntoro kembali lagi ke kantor. Romi sesaat berhenti di depan Risma.



" Kata kataku benar kan..." ucapnya pelan sebelum pergi meninggalkan Risma dan mengikuti Guntoro. Risma hanya bisa menangis pilu . Ia benar benar tak berharga di mata suaminya.



Beberapa pelayan segera membantunya bangun dan mengobati luka lukanya. Asisten rumah tangga memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Risma.


.


.


.


Jadi Manusia iblis ini sudah menemukan keberadaan Yoga dan Tante Risa...Mereka tenyata di Bali ... Hem... sepertinya aku harus mengirimkan orang orang ku untuk melindungi mereka diam diam tanpa sepengetahuan iblis ini...


Apalagi Kristy Sudah hamil tua hendak melahirkan...sama seperti Kinara.....ah ..besok adalah jadwal Operasi sesar nya...Kenapa si iblis ini pas di Jakarta .... kupikir dia akan cukup lama di Bali ..


Bayiku...putraku....bagaimana ini...Kalau wajahnya tidak mirip Yoga...Aku dan Kinara akan mengalami hal yang sama dengan Risma ..Mungkin lebih parah....😞 Romi diam dalam kegundahannya.


.


.


" Rom...Besok jadwal Kinara operasi kan..?" tanya Guntoro



" Ya Tuan Besar..."



'' Kosongkan semua jadwalku....Aku ingin menunggui kelahiran cucuku...Pewaris keluarga Pratama yang sesungguhnya " kata Guntoro lagi.


.


.


Oh tidak...mati aku... Anakku sayang... semoga wajahmu tidak mirip Ayahmu ini...


Romi berharap harap cemas....

__ADS_1


__ADS_2