
" Kau pikir yang namanya Yoga Pratama cuma dia saja ? " Sahut Andi .
" Banyak orang yang bernama sama..Coba kau browsing sana nama Desi ada berapa juta di dunia.." tambahnya lagi. Desi tertawa.
" Perusahaan tempat kalian juga Pratama kan.. Apa itu mungkin anak cabang Perusahaan yang di Jakarta sini ?" Desi masih juga kepo.
" Mungkin saja.. Kan Pratama ini punya banyak anak perusahaan di dalam dan luar negeri " Jawab Andi.
" Sudah selesai belum sarapannya?... Kalau sudah kita jemput Si kembar " Aku buru buru mengalihkan pembicaraan seraya bangkit.
" Sudah.. " Kristy pun bersiap siap. Dan kemudian kami berempat pun segera berangkat menuju ke rumah orang tua Raka.
*******
Andi mengemudi dengan Desi di sampingnya. Sementara Aku dan Kristy duduk d tengah. Sembari menunggu ke alamat yang di tunjukkan Kristy , aku membuka laptopku. Tapi pikiranku masih terfokus pada cerita Kristy tadi.
Jadi dulu Kristy dan Raka itu pekerja di Perusahaan kami...Hal itu malah baru aku tahu tadi. Kak Romi tidak pernah cerita sama sekali.
Apa kau akan membenciku saat tahu kalau aku adalah orang itu Kris? Apa kau tetap akan bersama aku suamimu ini atau meninggalkanku? Apakah rasa cinta yang kita pupuk ini tidak bisa menghapus amarah dan kebencian di hatimu padaku...
" Itu rumahnya " Ucap Kristy membuyarkan lamunanku. Aku menoleh ke sebuah rumah yang cukup besar bersebelahan dengan toko mebel yang bertuliskan ' Mebel Permai '
Andi masuk ke halaman rumah yang cukup luas itu dan memarkirkan mobil yang kami tumpangi di dekat pohon rambutan di halaman rumah.
Kami semua kemudian turun dan menuju ke sebuah rumah model joglo kuno yang mempunyai ruang tamu out door luas. Di bagian depannya terdapat beraneka macam tanaman pot terpajang rapi. Banyak bunga bewarna warni bermekaran pula . Menambah keasrian tempat itu. Terasa sejuk dan menyegarkan.
Dari kejauhan kulihat sepasang pria dan wanita melangkah menghampiri kami. Mereka nampak tak senang dengan kedatangan kami.
" Mama Nora Papa Jaka..." Kristy mencium tangan keduanya.
Aku dan Andi Desi pun turut bersalaman.
" Silahkan duduk " Ucap Jaka tetap berusaha menyambut baik mereka.
Kami duduk di pendopo luas itu . Tak lupa Nora menyuruh pembantunya membuatkan kami minum. Sesuai norma dan tradisi orang jawa yang terkenal karena keramahannya , mereka memperlakukan kami dengan baik para tamunya.
Jaka memperhatikan antara Aku dan Andi. Mungkin mencari tahu siapa di antara kami suami Kristy yang belum pernah di jumpai nya.
__ADS_1
" Saya Yoga yang kemarin menelpon Anda" Aku memperkenalkan diri tanpa di suruh.
"Hem..." Jaka memperhatikan Yoga.
Pemuda tampan dan nampak berkelas meski cuma memakai baju kasual biasa. Namun meski begitu aura anak orang kaya terpancar darinya. Ia bersih , tampan dan sopan. Pakaiannya pun meski santai tampak seperti pakaian bermerk dan mahal.
Sedikit lebih tampan dari Raka..batinnya membandingkan dengan mendiang anak laki lakinya.
" Tujuan kami kemari ingin menjemput putra kami Dafa dan Dafi.." Aku membuka kata langsung tanpa basa basi karena aku yakin ini tidak akan mudah.
" Seperti yang sudah aku sampaikan kemarin pada kalian , aku tidak akan menyerahkan Cucu cucuku pada kalian. Mereka akan tinggal bersama kami di sini. Silahkan kalian membuat rumah tangga kalian sendiri . Dafa dan Dafi akan tetap disini "tegas Jaka.
" Tolong Pa.. Kembalikan Dafa dan Dafi pada kami..." ucap Kristy meminta pada mantan mertuanya.
" Maaf Kristy... " ucap Jaka lagi.
" Tapi mereka anak anakku Pa...Aku tidak bisa hidup tanpa mereka "
" Omong kosong... buktinya kalian bisa pergi berdua tanpa mereka kan.." Mama Nora langsung menyahut.
Jaka menyentuh tangan istrinya .
" Kau percayakan saja mereka pada kami Kristy , Aku akan mendidik dan membesarkan mereka dengan baik " ucap Jaka berusaha meyakinkan Kristy.
" Aku percaya Papa bisa melakukannya. Tapi aku tetap tidak mau berpisah dengan anak anakku. Mereka darah daging ku mereka hidupku... " Kristy mulai keras .
" Kau jangan lupa, darah Raka juga mengalir di tubuh mereka. Mereka bukan hanya anakmu.Mereka juga bagian dari kami. Kami punya hak yang sama denganmu. " Jaka juga bersikeras.
" Kami tidak masalah menerimamu sebagai menantu meskipun kau anak yatim piatu dari keluarga tak mampu. Tapi Kau jangan lupa satu hal Kristy... Kami sudah kehilangan anak laki laki penerus keluarga kami gara gara kau...." ucap Nora
Gara gara Kristy? Apalagi ini...?
Kata kata mereka tetap saja menyakitkan walaupun di ucapkan dengan bahasa yang lembut. Apa mereka dari golongan ningrat di sini. Batinku kesal.
"Kami sudah melarang pernikahan kalian dulu karena tak bagus di hitungan primbon jawa kami. Kalian nekat saja melanggar dan kau lihat sendiri kan..Belum ada satu tahun pernikahan kalian , kami sudah harus kehilangan putra kami satu satunya. Raka meninggal seperti itu..Tibo apes ... "
" Jadi tolong mengerti Kristy.. Kami butuh penerus.. terutama dari garis keturunan laki laki keluarga kami.." tambah Jaka
__ADS_1
Bull_shits.. Primbon?.. Tibo apes?.. persetan dengan semua itu.. !! Jangan mengarang. batinku kesal memaki
" Kalau kau bersikeras tidak mau berpisah dengan mereka. Kami akan bersikap adil padamu. Kami memberimu pilihan. Kau bisa tinggal dengan mereka di sini bersama kami. Bagaimanapun kau tetap menantu kami , ibu dari cucu cucu kami. Kau tidak perlu khawatir tentang masalah ekonomi. Kami akan mencukupi kalian " kata Jaka.
' Adil gundul mu ! ' Adil dari hongkong! ' Aku memaki dalam hati.
Jadi itu niat terselubung kalian ya.. Memisahkan aku dan Kristy ..Huh!😠
" Itu tidak mungkin Pa. Aku sudah menikah " Kristy langsung menolak
BAGUS Kris.. aku senang dengan sikap tegas mu. 😏
" Itu terserah padamu Kristy. Bersama suami barumu atau putra putramu " kata Nora.
ASEM.. malah menyuruh Kristy berpisah dariku.. benar benar ngeselin.
Aku mengepalkan tanganku. Masih menahan emosiku yang sudah naik ke ubun-ubun sedari tadi.
" Tidak bisa Pa.."Kristy memastikan keputusannya pada kedua mantan mertuanya.
" Maaf... Kami pun juga begitu.Kami tak bisa mempercayakan cucu cucu berharga kami pada Papa Tirinya. Tak ada jaminan dia akan memperlakukan cucu kami dengan baik...Bisa saja dia memukul mereka nanti.. Sekarang mungkin belum tapi besok , tidak ada yang tahu.. "
Sok tahu lo so_toy...!😠
Aku kian geram dengan kedua mantan mertua Kristy itu. Mereka punya segudang alasan agar kami tidak mengambil si kembar kembali. Dan itu benar benar menguji kesabaran ku.
" Sekarang begini saja... Kita berpikir secara hukum. Anak di bawah umur adalah tanggung jawab orang tuanya. Dari sini sudah jelas kalau anak anak ini akan ikut Kristy karena Raka sudah meninggal. Anak anak ini bisa memilih untuk bersama Kristy atau kalian sesudah dewasa nanti. Jadi untuk saat ini Dafa dan Dafi akan tetap bersama kami. " Aku mulai bersuara.
" Tapi kami punya hak yang sama karena.. "
" Darah yang sama? " sahutku cepat. Aku tersenyum
"Maaf...Kalau kalian bersikeras, silahkan cari pengacara. Aku akan menuntut kalian . Kalian membawa anak anak kami tanpa seijin kami. Kami akan menuntut kalian dengan pasal penculikan anak. Dan aku berani memastikan, kalian akan mendekam di penjara untuk waktu yang lama meskipun kalian memiliki darah yang sama mengalir di tubuh kalian " Aku mulai menggertak mereka.
Keduanya nampak terkejut dan saling berpandangan. Nyali mereka mulai menciut. Keduanya nampak panik.
" Setidaknya .. berikan salah satunya pada kami.. mereka dua kembar. Kita bisa berbagi mengasuh mereka..Mereka anak cucu kami. " ucap Nora kemudian.
__ADS_1
" Kenapa baru sekarang mengaku kalau mereka anak cucu kalian? Kalian saja mengusir Kristy saat dia mengandung mereka kan? ...Apa kalian pikir kalian layak mengasuhnya? " Ucapku keras yang begitu kesal melihat kekeras_kepalaan mereka.
Semua orang begitu terkejut mendengarnya Termasuk pula Kristy , Andi dan Desi. Terlebih orang tua Raka. Bagaimana Yoga bisa tahu tentang hal itu?