
Mischa melihat keraguan pada sosok kekasih tercintanya saat hendak memulai penyatuan tubuh keduanya. Meski mereka sama sama sudah terbawa nafsu yang begitu menggelora dan meng\_gilakan keduanya.
Keduanya sudah sama sama dalam keadaan polos , hanya tinggal sedikit saat mereka sudah bersatu.
" Ayo...sayang....lakukan...aku sudah tidak tahan...." ucap Mischa bersamaan dengan suara pelan nan memelas. Seolah ia memohon untuk segera di tuntaskan hasratnya.
Kekasihnya itu kemudian bergerak. Ia tak mungkin diam saja saat mereka sama sama telah hilang akal sehatnya . Kemudian ia mengarahkan benda tumpul keras itu ke milik Mischa. Dan mulai mencari jalan untuk memasukinya.
" A\_ahhh...! " Mischa menahan nyeri saat benda keras dan besar itu mulai sedikit demi sedikit memaksa masuk celah sempit itu. Berusaha menerobos pertahanannya.
.
Mischa menutup mulutnya menahan rasa sakit saat milik kekasihnya terus memaksa masuk. Perih, nyeri dan sakit.
.
" Aaa\_arhhhh.." Ia merintih kesakitan saat Dafi mulai memacu dengan setengah keras menerjang memaksa masuk menjebol gawangnya.
Nafasnya menderu dengan air mata mulai muncul di sudut matanya. Mischa menitikkan air matanya .Ia merasakan rasa sakit saat milik Kekasihnya sudah berada di dalam dirinya..
.
Ah..sial...sakit sekali ternyata....
.
Dafi sesaat menghentikan aksinya saat melihat darah keluar di sana.
.
Jebol juga akhirnya...Ah...tapi lanjut tidak..dia nampak kesakitan..
.
" Lanjutkan sayang... katanya cuma sakit di awal saja..." kata Mischa.
" Tahan ya..." Mischa mengangguk. Kemudian ia melihat kekasihnya mulai bergerak lagi. Menarik maju mundur perlahan . Awalnya pelan namun lama lama semakin cepat. Ia memacu kencang memompa miliknya bemain\_main di rongga sempit itu. Rasanya begitu ketat mencengkeram erat miliknya. Dan merekapun mulai bisa menikmatinya. Suara desah keduanya terdengar bersahutan seiring gerakan konstan yang mereka lakukan.
" Sayang...ini...nikmat sekali..." ucap Mischa sambil memeluk kuat tubuh Dafi yang kian cepat memasukinya.
.
A..apa ini... Rasanya seperti ada yang mau menyeruak keluar...Bagaimana ini... Ini terlalu nikmat...Aku tidak bisa menghentikannya...
.
" aa_aarghhh...." lenguh nya saat ia mencapai puncaknya.
Akhirnya Dafi yang tidak bisa menahan lagi rasa aneh yang pertama kali di rasakan nya itu membiarkan semuanya begitu saja. Ia menumpahkan semuanya di dalam sana.
Bersamaan dengan itu Mischa juga merasakan hal yang sama. Miliknya memberinya sensasi aneh bersamaan dengan denyutan denyutan nikmat yang membuat seluruh tubuh mereka melemah.
Rasanya seperti di sengat listrik namun tidak menyakitkan. Tapi justru sangat menyenangkan. Rasa nikmat nya terasa dari ujung kepala hingga ujung kaki.Seluruh tubuh mereka.
Rasanya seperti melayang ke angkasa. Terbang ke alam Nirwana.
Mischa ke kamar mandi dan segera mandi.
.
Sakit...tapi menyenangkan...
.
Mischa kembali ke tempat tidur dan melihat kekasihnya kini sedang tertidur dalam keadaan tanpa busana. Mischa melihat ada bercak darah di sprei nya. Ia sudah mengenakan dress hitam cantik tanpa lengannya .
.
Aku....bukan perawan lagi...Tapi tidak apa...Toh sebentar lagi kami menikah...
.
Mischa duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan tubuh polos tunangannya itu.
.
__ADS_1
Pantesan sakit...miliknya ukurannya saja segitu...hu_uuft...😤
.
Batinnya sambil menutupi tubuh polos Dafi dengan selimut.
" Sayang...sebenarnya aku mau menemanimu tidur dan juga main lagi...tapi Kasihan Mama mu tidak ada yang membantu di depan..Jadi ku tinggal dulu ya " Mischa mengecup lembut Bibir tunangannya yang sedang tertidur itu. Kemudian ia melangkah menuju ke restoran.
Ia merasakan nyeri saat ia berjalan. Namun ia menahannya. Rasa sakit itu tidak mengalahkan rasa nikmat dan senang yang di rasakan nya karena kini ia telah saling memiliki dengan Dafi.
.
Om Yoga?.....Sejak kapan dia di sini...
.
Ia benar benar heran saat mendapati Yoga ada di sana bersama Kristy. Sedang duduk dan ngobrol di dekat meja kasir.
Sepertinya pegawai mereka sudah melayani para pembeli yang cukup ramai memenuhi restoran.
" Om Yoga...." sapa Mischa seraya bersalaman mencium tangan Paman sekaligus calon mertuanya itu.
" Bangkong kamu Mis?" tanya Yoga sambil tertawa.
" Hehe..." Mischa cuma cengar\_cengir. " Kapan Om datang ?" tanya Mischa.
" Tadi subuh...Aku berangkat tengah malam soalnya bawa mobil sendiri "
" Sendiri?" tanya Mischa.
" Nggak lah... Sama Dafa...Gantian nyetirnya..." jawab Yoga.
Mischa terhenyak. Apa ia akan ketahuan oleh mertuanya kalau ia baru saja bercinta dengan anaknya. Ia buru buru menutupinya.
" Itu seperti mobil Dafi.." kata Yoga saat melihat sebuah mobil berhenti di parkiran restoran nya.
Saat itu Dafi tiba dengan Aleena. Keduanya segera turun dan menghampiri mereka.
.
Loh...itu kan Dafi...Kok dia bersama Aleena?... Itu Dafa atau Dafi???
.
Mischa nampak shock saat melihat sosok itu dari dekat. Karena ia yakin itu adalah Dafi.
" Bagaimana keadaan Kakakmu Aleena?" tanya Kristy. Dafi sudah menceritakan semuanya pada Mamanya lewat pesan wa.
" Sudah di tangani Bu Kristy...."jawabnya.
" Ya sudah... Kau kembali kerja lagi kalau begitu.." kata Kristy.
" Baik Bu.." Aleena meninggalkan Dafi bersama orang tuanya dan Mischa.
" Di suruh cepat pulang malah menginap di rumah sakit.." gerutu Kristy mengomeli anaknya.
.
Hah?... Menginap di rumah sakit?... Jadi..Dafi tidak pulang semalaman?... Lalu ...lalu...yang bersama aku tadi siapa??!!..... Tidak mungkin itu bukan Dafi...Itu DAFA???!!!!!
.
__ADS_1
Mischa nampak begitu shock..Jadi ia baru saja bermain gila gilaan tadi dengan Dafa? Bukan Dafi tunangannya? Melainkan saudara kembarnya Dafa???
" Mis...kita harus bicara..." kata Dafi
Mischa yang shock..langsung lari kebelakang. Menuju ke kamarnya kembali. Ia ingin memastikan semuanya dengan benar. Yang barusan bercinta dengannya itu Dafa atau Dafi?!
Dafi heran, kenapa Mischa langsung lari...Apa dia sudah mengetahui jika dirinya ingin memutuskan pertunangan nya ? Dafi benar benar heran?...
Saat memasuki kamarnya, ia mendengar suara gemericik air. Sepertinya Dafa atau siapapun yang barusan bersamanya itu sudah bangun dan membersihkan diri.
Mischa langsung menyeruak masuk ke kamar mandi dan melihat sosok yang sedang telanjang di bawah guyuran air itu
" Kamu DAFA??!! " tanyanya cepat dengan suara keras.
Dafa atau Dafi yang sedang mandi itu begitu terkejut melihat kedatangan Mischa. Dan spontan ia langsung berbalik memunggungi Mischa karena malu tubuh polosnya di lihat Mischa .
" Katakan...kamu Dafa atau Dafi?! " Mischa mengabaikan semuanya dan mendekati sosok di bawah guyuran air itu. Mischa memang kesulitan membedakan keduanya sepulang dari Australia karena kulit keduanya sama sama putih. Tidak seperti dulu saat masih SMP. Dafa cenderung lebih gelap kulitnya karena sering ikut olahraga outdoor.
" Bisakah bicara nanti, aku masih mandi.."
" TIDAK....Katakan sekarang juga, kau DAFA ATAU DAFI?? "
" Aku DAFA. Puas?!!!!" tegasnya kemudian.
Mischa langsung lunglai terduduk di bawah guyuran air itu. Di depan sosok yang kini telanjang di depannya. Ia benar benar Shock saat mengetahui. Partner bercintanya tadi ternyata bukan tunangannya melainkan kembarannya.
" Aku laki laki normal biasa...Kau mendatangi ku dengan pakaian seperti itu. Kau menggodaku. Bahkan saat aku masih ragu. Kau juga terus memintanya. Aku sudah berusaha mengontrol diriku tapi semuanya gagal karena kau...KAU MINTA...AKU BERI....Jangan salahkan aku!" Tegas Dafa
Mischa diam membisu saking shock nya. Semua yang di ucapkan Dafa itu benar.Ia memang yang menggoda dan menyerangnya tanpa memastikan dulu itu Dafi atau bukan .Ia bahkan lupa, Dafi punya saudara kembar yang 100% Mirip dengannya. Jangankan orang kain, Kristy dan Yoga saja pun juga kadang tidak bisa membedakannya karena saking miripnya.
" Kau lihat saja sendiri...Aku laki laki normal. Melihatmu saja aku langsung begini . Apalagi kau begitu menggodaku. Siapa yang sanggup menolak" Kata Dafa menunjukkan reaksi adiknya yang langsung bangun saat berhadapan dengan Mischa yang setengah basah itu.
Mischa menatap Dafa..Membenarkan ucapannya. Melihat adik Dafa itu pun Mischa menelan saliva nya. Ia masih mengingat sentuhan Dafa barusan yang membuatnya gila.
" Terlanjur basah...mandi sekali.." Kata Mischa.
" Hah?!" tanya Dafa bengong.
Mischa mengalungkan kedua tangannya di leher Dafa yang jongkok di depannya. Belum lagi rasa terkejutnya hilang , ia sudah di kejutkan lagi dengan ulah Mischa. Mischa menciumnya dengan ganas berkali kali. Dafa yang perlahan terbawa suasana pun akhirnya membalasnya.
.
Kau mau lagi ya...??... Oke Mischa...aku akan memuaskan mu...batin Dafa.
.
Demikian halnya dengan Mischa.
.
Mau Dafa mau Dafi...siapapun boleh..Mereka seratus persen sama...
Kalau sama Dafi , dia pasti akan menuduhku wanita murahan kalau mendapati aku bukan perawan...
Tapi kalau Dafa...Karena dia yang mengambil perawan ku...Kurasa akan baik baik saja...
Dafa...rumah nya lebih bagus dari Dafi...Di surabaya dia punya 2 rumah mewah...Juga usaha restorannya lancar...Memilih Dafa hidupku akan lebih terjamin...
Masalah Cinta...bisa di atur...aku akan belajar mencintai Dafa...Dan juga berusaha membuat Dafa jatuh cinta padaku...Itu mudah!!
__ADS_1
Mischa membuat keputusan kilat semudah membalik telapak tangannya. Ia tak mau ambil pusing lama lama, toh Dafa dan Dafi serupa...Mencintai siapapun di antara keduanya itu sama saja.