
" Selamat pagi Kris.." Aku tersenyum manis saat Kristy baru saja membuka matanya.
"A..pagi Yog.."ucapnya malu malu.
Aku kemudian mengecup mesra keningnya.
" Ayo bangun dan mandi. Kita check out... " ucapku.
" Ha?..check out?... kita pulang?" tanya Kristy bengong.
" Kau tidak mau check out?..Masih ingin melakukannya lagi ? " Aku menggoda Kristy dengan senyum nakal. Kristy langsung merona.
" T..tidak Yog.."
" Kenapa?.. tidak suka?"
" Aku menyukainya! "jawab Kristy cepat. Aku langsung tersenyum.
" Tapi jangan sekarang... Tubuhku rasanya remuk.. " kata Kristy kemudian.
" Kau ini benar benar ya...sekali main saja sudah lama masih nambah terus. Baru sebentar tidur sudah di bangunkan lagi. Lagi , lagi dan lagi...Semalam sudah berapa kali.. " gerutu Kristy.
"Hahaha.." Aku tertawa terbahak bahak.
" Kan sudah ku bilang Kris.. aku ini gatot kaca.."
" Apa kau tidak capek?"
" Nggak.. Kalau kau mau nambah, sekarang pun juga bisa.." jawabku
' Ah..Gila.. Tenaganya sekuat kuda ' batin Kristy.
" Tidak Yog... Nanti saja..Kalau terus terusan aku tidak akan bisa jalan " ucap Kristy.
Aku tertawa ngakak. Kemudian Kristy bangkit dari ranjang dan buru buru menyambar piyamanya untuk menutupi tubuh polosnya. Ia hendak mandi.
" Kris..tunggu.." Aku menyusul Kristy. Kristy berhenti dan menoleh kepadaku.
" Apa?"
" Ini..." Aku menyibakkan piyama Kristy dan melihat apa yang membuatku penasaran tadi. Sebuah bekas luka goresan dan bekas jahitan di perut bawah Kristy. Tadi malam aku tak begitu jelas melihatnya namun pagi ini cahaya lampu dan matahari membuatnya terlihat jelas.
" Ah..itu bekas luka operasi sesar dulu.." Kristy menjelaskan. Aku mengamatinya. Sudah sedikit menghilang namun bekasnya masih nampak jelas.
" Aku dulu terpaksa operasi karena posisi Si kembar sungsang... Memang salahku sendiri sih...Aku kurang gerak.. Aku terlalu larut dalam kesedihan di tinggal Mas Raka.." ucap Kristy dengan mata nampak berkaca kaca.
__ADS_1
' Maafkan aku Kris...Itu salahku..' ucapku dalam hati.
" Masih sakit tidak?" tanyaku sambil menyentuhnya.
" Tidak.. Itu sudah sembuh..Kan sudah hampir 5 tahun Yog.. Sudah tidak sakit lagi..."
" Lalu jika hamil lagi apa juga harus cesar lagi?... " tanyaku.
" Kata Dokter sih begitu.."
" Kita tidak usah punya anak saja..."
" Kenapa?" tanya Kristy cepat.
" Bukankah itu sangat menyakitkan? Aku saja merasa sangat sakit saat di khitan dulu.. Dan lagi kita sudah punya Dafa dan Dafi.. Mereka saja sudah cukup " jawabku.
Pantas saja kemarin dia mengeluarkannya di luar terus. Dia tidak berani menumpahkannya di dalam. Ternyata ini alasannya , batin Kristy.
" Tentu saja kurang. Kita belum memiliki anak darah daging kita sendiri. Keturunan murni darimu..Aku juga ingin memilikinya Yog.."ucap Kristy.
" Tapi kalau harus sesar lagi.."
" Kemungkinan melahirkan normal juga bisa Yog.. Tapi tergantung usahamu sih.. Membuatkan jalan untuk mereka..." ucap Kristy malu malu.
Ah...Kenapa sih Kristy begitu manis...terlalu malah. Aku pun tersenyum .
Kristy nampak terkesima. Ia merasa Yoga benar benar sangat menyayanginya.
" Ya sudah...kita buatkan saja adik untuk Si Kembar. Aku akan rajin membuatkan jalannya " ucapku sambil tersenyum.
Kristy ternganga.
Aku kemudian memeluk Kristy dan menarik nya berbaring kembali ke ranjang. Dia jatuh menimpa tubuhku yang masih polos sedari tadi
" Yog..aku mau mandi.."kata Kristy.
" Nanti kita mandi berdua..Sekarang kita bikin adik si kembar dulu..." ucapku sambil memposisikan 'adik'ku yang sedari tadi sudah bangun menantang langit.
" Yoooog..."
"Ku serahkan semua padamu joki ku.. Lets ride babe..to heaven !" Aku berpasrah pada Kristy yang berada di atas tubuhku.
Kristy menghela nafas panjang.
" Begini rasanya punya suami hot nafsu gede.." ucapnya mengalah dan akhirnya mau juga. Aku cuma tertawa.
__ADS_1
" Makanya jadi orang itu manisnya jangan kebangetan Kris.. Suamimu jadi tidak mau berhenti kan.." timpal ku. Kristy pun tersenyum malu malu dan kemudian mulai melancarkan aksinya.
Ia menyentuh dada bidang ku yang atletis dan memiliki sixpack keren. Dia sangat mengagumi itu. Aku tahu dari binar matanya.
Kristy mengecup dada bidang ku dan membelainya.Ia juga membuat kiss_mark di beberapa tempat. Mungkin tubuhku yang seperti tubuh pemain smack_down ini tipe tubuh cowok kesukaannya. Kristy menyusuri tubuhku dengan tangan , bibir dan lidahnya. Dia sangat mahir memainkan titik titik sensitif ku. Aku benar benar terbuai dalam sentuhannya.
Saat dia bermain makan es krim pun sangat menyenangkan. Dia memainkan lidahnya dengan lincah. Menghisap dan memutar menikmati es krim coklat itu dan memasukkan ke mulut mungilnya. Aku sampai menggelinjang di buatnya. Aku sampai mendesah hebat. Kristy ini ternyata juga pemain pro. Ah gila benar benar gila.😨
Wanita pemalu ini ternyata sangat hot. Dia mulai menari dan meliuk_liuk seperti ular di atas tubuhku. Aku benar benar merem melek di buatnya. Dia memainkan semuanya dengan sempurna, tarian eksotis yang begitu nyata.
" Yog ❤.." Dia memanggilku mesra dengan tubuh yang mulai menegang setelah cukup lama melakukan tariannya.
Oh ..dia mau mencapai puncak. ucapku dalam hati.
Aku sedikit mengangkat tubuhnya dan mulai menghujam keras menyerangnya. Semakin cepat dan kuat memompanya. Kali ini aku ingin kami mencapai puncak bersama .
Suara ******* kami saling bersahutan mengiringi gerak cepat yang tiada henti. Sampai akhirnya aku pun tak sanggup lagi menahan muntahan lahar panas itu. Bersamaan dengan erangan Kristy , Aku menumpahkan semuanya di sana. Kami sama sama mencapai finishing berdua. Sangat sangat nikmat..sulit dilukiskan dengan kata kata.
Kami sama sama terkulai lemas. Aku kemudian memberikan sebuah ciuman manis untuknya.
" Kau sangat hebat Kris.." Aku memuji dan mengagumi istriku yang ternyata sangat lihai memanjakan ku. Aku semakin jatuh cinta padanya.
Kristy diam dan melepas lelah sambil memelukku. Keringat mengalir di dahinya.
" Aku mencintaimu Kris.." ucapku sambil membelai kepalanya dan menyapu keringatnya .
" Aku juga Yog.."jawabnya sambil memejamkan matanya. Sepertinya dia lelah dan akhirnya tertidur kembali. Acara mandi pun
batal kami sementara membatalkan check out dan beristirahat.
*******
Siang harinya Tomoko datang. Sebenarnya aku janjian dengan Tomoko untuk check out hari ini dan akan pergi ke onsen. Aku berencana menginap di villa rekomendasi Tomoko. Namun karena Kristy nampak kelelahan , aku menyuruh Tomoko datang lagi besok untuk melanjutkan wisata bulan madu kami besok. Kami menambah 1 hari di hotel itu khusus untuk beristirahat.
Tomoko setuju. Dia kemudian pergi.
" Onsen?" tanya Kristy yang masih tiduran di ranjang.
" Iya.. Semacam pemandian air panas. Kata Tomoko itu ada di daerah pegunungan sana. Dan di sana ada villanya. Dia bilang ada 7 sumber yang berbeda. Kupikir kita akan ganti menginap di di sana beberapa hari. Aku sudah memboking tempatnya " Jelas ku.
" Kenapa kau tidak memberi tahu aku lebih dulu.. kukira kita akan pulang hari ini... Apa kita tidak kelamaan di sini?... anak anak... " Kristy sepertinya keberatan
" Maaf... " Aku memang selalu membuat keputusan sendiri. Dan aku pikir Kristy akan setuju .Aku sampai lupa akan Si Kembar anak kami yang sudah 3 hari kami tinggal.
" Kupikir mumpung di sini kita puas puas_in jalan jalan dulu...Sampai tidak tanya dulu padamu...Aku batalin saja jalan jalan ke Onsen nya.." ucapku kemudian .Sedikit kecewa sih...Sudah jauh jauh kemari ...
__ADS_1
" Tidak usah Yog.. Kita jalan jalan sesuai rencana mu saja. Anak anak pasti baik baik saja bersama Desi. Dia tidak menelpon kita , berarti semua baik baik saja.." Kristy juga tak ingin mengecewakanku. Karena ia tahu Yoga melakukan semuanya hanya untuk membahagiakan dirinya.
Aku menggilas senyum manis di wajahku. Senang sekali rasanya Kristy mau menuruti semua kemauanku.