
Eagle membawa Guntoro dan Yoga ke daerah pegunungan tepatnya ke sebuah villa bukit milik Kenzei. Di sebuah tanah lapang di wilayah milik mereka itulah Kenzei di makamkan dengan Risma. Eagle memaksa keduanya berlutut di makam Kenzei itu.
" Itu makam adikku yang kau bunuh itu Guntoro...Beraninya kau membunuh adikku cuma gara gara wanita mu di ambil Kenzei . Padahal dengan uangmu kau bisa mendapat banyak wanita lain. Selama puluhan tahun Kami membeking keluargamu turun temurun menjadi konglomerat kaya . Kami beberapa generasi dengan setia selalu berkorban nyawa dan darah untuk keluarga Pratama, membunuh saingan bisnis dan musuh musuh kalian , melakukan semua yang kalian minta . Dan ini balasan kalian?! " Eagle menyuarakan isi hatinya yang penuh kemarahan.
Yoga terdiam. Ia baru tahu sejarah keluarga Pratama hari itu. Ternyata bukan cuma Papanya saja yang berhubungan dengan mafia ini, tapi juga kakek dan buyut buyut nya. Sejak dulu keluarganya memang punya koneksi dengan gangster dan menghalalkan segala cara demi memupuk kekayaannya. Kekayaan nya bukan di dapat dengan cara halal , namun dari nyawa dan darah orang lain.
" Ini makam Kenzei dan Risma? " Tanya Yoga.
" Ya " Jawab Eagle singkat.
Yoga terdiam sesaat dan memberikan penghormatan ke makam Kenzei. Ia mendoakan Kenzei dan Risma agar tenang di alam baka . Eagle heran melihat itu, padahal ia tak menyuruh Yoga melakukannya. Apakah Yoga sedang mencari simpatinya?
" Eagle... Aku turut berduka cita atas kematian Kenzei . Dan setulus hati aku mengucapkan permintaan maaf padamu. Karena keegoisan kami kau kehilangan adikmu. Dan kami juga kehilangan Mama ku. Kita sudah sama sama kehilangan seseorang yang kita kasihi. Papaku juga sudah mendapat balasan. Ia kehilangan semua hartanya dan juga istri. Tubuhnya juga seperti itu. Bisakah kita saling memaafkan dan mengakhiri dendam kita. Semua perbuatan sudah mendapat balasannya. Jadi mari kita berdamai dengan semua ini ... Kita akhiri permusuhan kita...Aku berani menjamin Papaku sudah berubah. Dia tidak akan mengulangi perbuatannya..." kata Yoga.
Eagle terdiam . Ia benar benar heran dengan Yoga yang mati matian membela Papanya yang sudah berbuat begitu jahat pada keluarganya. Namun kenapa ia masih mau menolong Papanya meski nyawanya menjadi taruhannya.
" Aku benar benar heran padamu Yoga..Bukankah seharusnya kau biarkan Si Guntoro ini mati agar tidak mengganggu keluargamu lagi.. Dia hampir saja membunuh istrimu...kenapa kau masih membelanya..." kata Eagle.
" Aku percaya hati manusia itu bisa berubah. Aku ingin Papa ku bisa berubah menjadi manusia yang baik. Bukankah hati kita akan tenang jika saling memaafkan.. Kalau bisa hidup damai kenapa harus hidup dengan kebencian "
.
*Manusia satu ini....Hatinya terbuat dari apa...Kalau aku jadi dia , sudah ku bunuh Guntoro dari dulu*...
*Aku tak menyangka Iblis Guntoro itu bisa punya anak berhati malaikat...Dia cuma ingin hidup damai dan memaafkan semuanya...dia sama sekali tidak dendam pada Papanya yang sudah menyengsarakan hidupnya sejak dulu*..
*Pantas saja Romi mati matian membela adiknya ini*...
.
__ADS_1
.
" Aku sungguh tidak menyangka...Iblis itu bisa punya anak seperti kau... Kau sungguh anak yang berbakti...Tapi aku ingin tahu...apa kau sungguh rela berkorban demi Papamu itu...atau cuma omong kosong saja..." kata Eagle seraya menghampiri Yoga.
" Di depan itu ada sebuah mobil...Mobil itu akan meluncur ke dalam jurang...Salah satu anak buah ku akan mengemudikannya bersama salah satu dari kalian. Dan akan meninggalkan kalian berjuang hidup sendiri. Kalau kalian bisa selamat aku akan membebaskan kalian. Sekarang kalian tentukan siapa yang akan menaikinya. Kau atau Papa yang kau sayangi itu "
Yoga dan Guntoro saling berpandangan. Itu sebuah pertaruhan antara hidup dan mati. Jika berhasil mereka akan di bebaskan. Jika gagal, nyawa melayang.
.
.
*Papa kakinya lumpuh..dia tidak akan bisa menginjak pedal gas. Jika dia yang mengendarainya itu artinya dia pasti mati ..Mobilnya akan masuk ke jurang, dan dia akan mati*..
.
.
" Aku yang akan melakukannya " Yoga mengambil keputusan cepat.
" Bagus..Kita lihat seberapa berbakti nya anak ini..."
" Tidak apa apa Pa...Aku bisa...Kita akan selamat " Yoga berusaha meyakinkan Papanya
" Tidak Yog...itu sangat berbahaya..Kalau kau mati bagaimana. Lebih baik aku yang mati. Nyawaku tidak berguna. Biar aku saja.." kata Guntoro.
" Tidak Pa.."
" Jadi siapa?" tanya Eagle pada keduanya.
" Aku " Jawab keduanya bersamaan.
__ADS_1
" Pa..jangan keras kepala..Kalau Papa yang naik, itu sama saja bunuh diri. Kaki Papa saja tidak bisa di gerakkan " tegas Yoga. " Papa percaya saja padaku..Aku pasti bisa "
Eagle tersenyum. Akhirnya ia memutuskan Yoga yang akan menaikinya.
" Setelah anak buah ku lompat dari mobil kau ambil alih kemudi...kalau kau berhasil selamat dari jurang itu kau bebas.."
" Ok " Yoga lalu duduk di depan di sisi anak buah Eagle yang telah bersiap mengemudikan mobil tersebut. Eagle , Guntoro dan anak buah mereka menonton dari kejauhan.
Mobil itu mulai berjalan menyusuri jalan aspal yang mengarah ke jurang di bahu jalan tanpa baja pembatas itu dengan kecepatan sedang , dan kemudian anak buah Eagle membuka pintu dan melompat keluar. Yoga dengan cepat berpindah ke tempat duduk dan berusaha mengendalikan mobil itu agar tidak terjun bebas ke jurang. Ia kian panik saat sudah dekat dengan bibir jurang. Ia menginjak pedal rem sekuat nya. namun ada suatu keanehan. Remnya blong. Sama sekali tidak berfungsi.
.
*Sial....Di Eagle curang...Dia benar benar berniat membunuhku...Mobil ini remnya blong...
Oh tidak....jurang nya makin dekat..
Tuhan....tolong selamatkan aku*!!
.
Yoga berteriak dalam hati dengan kepanikannya. Ia akan mati...bagaimana nasib anak anak dan istrinya nanti. Rem yang ia injak injak sama sekali tidak berfungsi. Kemudinya pun tidak bisa di belokkan. Ia hanya bisa berdoa akan adanya keajaiban agar ia selamat.
" YOGA !!!! "teriak Guntoro keras saat ia melihat mobil Yoga meluncur menuju ke jurang.
Eagle tersenyum penuh kemenangan. Ia memang sudah merencanakan itu. Yoga akan mati dalam mobil dengan rem blong dan kemudi rusak itu. Ia ingin membuat Guntoro menangis darah untuk membalaskan dendamnya.
.
.
*Kasihan sekali nasib anak yang berbakti ini...DIA HARUS MATI UNTUK AYAHNYA YANG SEORANG BAJINGAN...
Hahaha....dengan ini dendam ku akan kematian Kenzei pada Guntoro terbalaskan...Rasakan sakitnya...Setelah kehilangan istri tercintamu..sekarang giliran kehilangan nyawa anak yang sangat kau sayangi itu...
__ADS_1
Menangis lah .... buatlah aliran sungai deras dengan air mata dan darahmu itu Guntoro...Dan aku yang akan tertawa paling keras melihatmu menderita*...