KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
129. ANEH TAPI NYATA


__ADS_3

Seperti biasa Yoga mendatangi tempat tinggal Kristy sesudah Bisma berangkat ke kantornya. Yoga selalu membawakan sesuatu untuk Kristy dan Xavier. Entah itu sekedar makanan ,kue atau mainan untuk Xavier. Ia sampai mengabaikan pekerjaan kantornya demi bertemu dengan Kristy dan Xavier. Memeluk dan mencium mereka untuk melepas rindu.



" Kris.. ku rasa kita sebaiknya cepat memberitahu Bisma agar dia mau melepaskan mu dan mengembalikan mu padaku. Kita tak bisa seperti ini terus. Mama ku tadi juga bilang akan mencarikan tempat tinggal baru untuk kita. Dia tidak ingin kau serumah dengan Bisma " ucapku



Kristy duduk bersamaku di sofa sedang Xavier bermain dengan mainan mobil\_mobilan yang tadi ku bawakan.



" Tapi..apa Bisma mau..."



" Pertama tama kita akan bicara baik baik dengannya...Kalau dia bersikeras menolak kita ambil jalur hukum... percayalah padaku. Kalau lewat hukum itu lebih mudah. Posisiku lebih kuat karena aku masih memiliki buku nikah denganmu.."



Kristy terdiam. Ia ingin sekali menjawab iya namun bibirnya kelu terlebih ia ingat kebaikan Bisma pada diri dan keluarganya selama 3 tahun ini. Bisma mengorbankan waktu, pikiran , uang, jiwa raganya demi ia dan anak anaknya. Ia merawat dan menjaga mereka sepenuh hati. Rasanya sungguh tidak tega jika harus menyakiti hati Bisma.



"Aku tidak tega menyakiti hati Bisma Mas.."



" Pikirkan Xavier Kris.. Dia anakku bukan anak Bisma.. aku masih hidup.. Dia harus tahu Ayah kandungnya.."



Kristy terdiam dan menunduk. Yoga memang benar. Tapi ia berat jika harus menyakiti Bisma.


.


.


.


Sementara itu di kantor Romi mendapati Yoga absen lagi.



' Ini tidak boleh di biarkan.. Yoga terus bersama Kristy ...kalau seperti ini mereka bisa bersama lagi...dan rencana ku akan gagal..



Bisma ini bodoh atau terlalu lugu.. Kenapa dia tidak bereaksi apapun... Seharusnya dia sudah curiga , marah dan memaki Yoga...kenapa dia tenang tenang saja seolah tak terjadi apapun..



Aku harus memastikannya'



Romi memencet tombol telepon yang terhubung ke sekretarisnya.



" Panggil Bisma keruangan ku"


.


.


" Kak Romi memanggilku?" tanya Bisma



" Kau sibuk tidak? Aku mau mengajakmu keluar.."



" Ya cuma seperti biasa. Tidak terlalu sibuk cuma mengecek neraca bulanan .."



" Tinggalkan itu. Kau bisa mengerjakannya nanti. sekarang ikut aku.." ucap Romi.



" Kemana Kak?"



" Kau akan tahu nanti..."jawab Romi sambil tersenyum .



*Kita akan ke rumahmu Bis... Kau lihatlah dengan mata kepalamu sendiri apa yang di lakukan istri dan sahabatmu di rumahmu....Ku harap reaksi mu kali ini tidak mengecewakan Bisma...hehe*..



Bisma mengikuti Romi menuju ke basemen. Di Sana sopir pribadi Romi sudah siap. Ia segera membukakan pintu mobil mewah itu untuk Romi dan Bisma. Sesaat kemudian mobilnya sudah melaju.



" Apa kesukaan Xavier?" tanya Romi



" Hem...Xavier suka apa saja. Dia tak pilih pilih makanan. Tapi dia belum boleh makan makanan yang keras seperti daging. Kristy pasti akan memasaknya dulu sampai lunak atau memblender nya. Nasi nya saja masih bubur..Tapi dia menyukai semua buatan Mommy nya.."



" Kalau kue?"


__ADS_1


" Dia menyukai kue..Aku sering membawakannya pas pulang kantor..."



" Kalau begitu mampir ke toko kue " ucap Romi pada supirnya. sopirnya kemudian mengangguk.



" Hah?" Bisma bengong. " Jadi Kak Romi mau ke rumahku?" tanya Bisma



" Benar...Aku ingin bertemu dengan keponakanku. Kan aku belum pernah melihatnya semenjak dia lahir dulu. Aku ingin melihat dia sekarang sudah sebesar apa.." jawab Romi sambil tersenyum.



*Juga mempertemukan kalian bertiga langsung.. Dari yang kulihat kau itu terlalu lugu Bisma..Kau terlalu percaya pada mereka...Kau sampai tak menyadari penghianatan yang dilakukan istri dan sahabatmu*...



" Akan ku hubungi Kristy dulu ya Kak..Aku takut mereka tak di rumah. Beberapa hari ini Kristy belanja terus..membelikan makanan dan mainan untuk Xavier. Banyak sekali mainannya sekarang.."kata Bisma.



'Kau itu sungguh naif Bisma.. bagaimana bisa kau percaya begitu saja.. Kau bahkan tidak mencurigainya sama sekali...



Belanja?..... Hah...Itu lucu...benar benar lucu...'



" Tidak usah...Kita ke sana diam diam saja. Aku ingin memberi kejutan pada keponakan ku..." Ucap Romi dengan tawa liciknya. Bisma mengangguk



Mereka sejenak mampir ke toko kue dan membelikan sebuah kue tar untuk oleh oleh. Dan kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah Bisma lagi.



" Lho. Kok ada mobil...mobil siapa itu..Apa ada tamu..." gumam Bisma saat melihat di depan rumahnya ada mobil asing. Meski tidak di garasi mobil tapi terparkir tepat di depan halaman rumahnya



*Hahaha ... Bing\_go... itu mobil Yoga*...



Bisma dan Romi segera turun dari mobil dan menuju ke rumah Bisma.



Bisma hendak membuka pintu langsung namun terkunci dari dalam. Dalam hati Bisma merasa heran.




***Hahaha***... *Ya mungkin dia tidur. tapi dengan pria lain*... Romi tertawa geli di dalam hati.



' Ting tong..'



Bisma pun memencet bel pintu.



Kristy dan Yoga saling berpandangan . Mereka yang baru saja makan siang bersama di meja makan masih duduk santai di ruang makan. Biasanya tak pernah ada tamu di siang hari seperti ini selama Yoga ke rumah mereka.Ini benar benar tumben sekali .



" Biar ku lihat dulu.." Kata Kristy seraya menuju ke depan. Ada perasaan tidak enak menyelimuti hatinya.



Yoga mengangguk. Ia menggendong Xavier sambil bercanda dengannya.



"Bocah tampan, pipi gembul, my hand\_some boy" ucapnya yang begitu gemas dengan wajah imut Xavier dan pipi chubby nya yang begitu menggemaskan. Xavier tertawa tawa.



" Mas... gawat.. Di depan ada Bisma dan Tuan Romi.." ucap Kristy panik.



Yoga sesaat terkejut. Namun saat nama Romi di sebut ia sudah tahu pasti itu pasti ulah Kak Romi. Ia ingin mengadunya dengan Bisma dengan cara seperti ini.



Yoga tersenyum simpul. *Jadi ini rencana mu Kak Romi....😀*



" Bagaimana ini Mas.." Kristy panik. ia benar benar takut kalau sampai terjadi keributan antar Yoga dan Bisma.



" Kau tenang saja Kris... Biar aku yang menghadapinya. Sudah saatnya dia harus tahu semuanya..." kata Yoga yang sudah siap menghadapi Bisma dengan semua resikonya.



" Jangan Mas...Jangan sekarang. Ada Xavier.." ucap Kristy yang bisa membayangkan apa yang akan terjadi antara Bisma dan Yoga.


__ADS_1


Yang pasti akan ribut dan bukan tak mungkin mereka akan saling baku hantam. Dan ia tak menginginkan itu terjadi di depan Putranya .



" Lalu aku harus bagaimana..tidak ada cara lain Kris..aku harus menghadapi Bisma.."



" Jangan...Aku tidak ingin kau terluka Mas.." ucap Kristy dengan mata sembab . Ia begitu trauma melihat Yoga terluka dengan darah bercucuran seperti di kecelakaan itu.



Yoga menghela nafas panjang. Ia benar benar bingung kini. Ia tak ingin membuat Kristy menangis dan bersedih lagi. Tapi ia tak punya pilihan lain.


.


" Kau tak punya kunci cadangan ?" tanya Romi yang mulai tak sabaran karena lama pintu tak di bukakan.



" Ada.." ucap Bisma seraya merogoh sakunya dan mengambil kunci cadangannya. Kemudian ia segera membuka pintunya.



' Ce\_klek'



Suara pintu di buka itu begitu menyentak kan Kristy dan Yoga.



" Masuk ke kamarku saja mas.." Kristy menyuruh Yoga masuk ke kamarnya yang berada tak jauh dari ruang makan itu.



" Kris.." Panggil Bisma seraya masuk ke dalam.



"A..lho Bisma ko pulang siang siang begini..T..tumben.." ucap Kristy gugup saat melihat Bisma yang datang menghampirinya.



" Kau habis ngapain ..masak tidak dengar bel pintu ..aku memencetnya berkali kali..." tanya Bisma heran.



" Habis masak dan makan siang mungkin karena keasikan jadi tak dengar...maaf ya Bis.." Kristy berusaha setenang mungkin.



Bisma menangkap keanehan di sikap Kristy. Tidak mungkin lah bel sekeras itu tak terdengar.



"Ada tamu yang kemari ?" tanya Bisma saat melihat dua piring kotor di tempat cuci piring lengkap dengan 2 sendok dan garpu.



"Tidak Bis.. itu piring kotor ku tadi pagi dan siang ini " Kristy terpaksa berbohong.



*Ini aneh. Kristy tak pernah menyisakan piring kotor di cucian. dia selalu membereskannya langsung*..



" Kau mau makan siang ? ... biar ku siapkan dulu..."



" Tidak. daripada itu mana Xavier..ada yang ingin bertemu dengannya.."



" Tadi dia di sini. mungkin di kamar. Biar ku panggil.." Kristy melangkah menuju ke kamarnya.



Karena mulai merasakan keanehan Bisma ikut di belakang Kristy..



" Xavier..." panggil Kristy.



Bisma melihat ke sekeliling kamar . Sprei tempat tidur nya tertata rapi tidak acak acakan... dan semua nampak bersih dan rapi.



" Xavier..where are you..Daddy i s here..." ucap Bisma sambil mencari cari Xavier.



Xavier yang berada di dalam lemari baju Kristy bersama Yoga ragu untuk menjawab panggilan Daddy nya karena Yoga memberi isyarat untuk tidak bersuara dengan jari nya.



*Xavier ini...tau aku sembunyi malah ikut sembunyi di lemari baju...hadeeeeh....


ah..bagaimana ini ?... Apa aku akan ketahuan dengan cara seperti ini*...


**Aku bisa saja keluar sekarang dan memberi tahu semuanya pada Bisma. tapi ..Aku tak yakin ini bisa baik baik. Bisma pasti mengamuk..



Tapi kalau seperti ini aneh...Aku sembunyi di dalam lemari. seperti Seorang pe\_binor yang habis main terus sembunyi...ini benar benar aneh..aku seperti orang yang selingkuh..padahal dengan istri sendiri**...***aneh tapi nyataπŸ˜“***

__ADS_1


__ADS_2