
" TIDAAAAKKKK" Guntoro berteriak keras. Mobil Yoga sudah berada diujung bibir jurang. Namun tiba tiba saja sebuah mobil dari arah lain datang dan menghadangnya. Mobil yang di kendarai Yoga berhenti setelah menabrak mobil itu.
' BRUU\_AKKKK!!!" Suara keras benturan kedua mobil itu terdengar kencang.
Semua orang memperhatikan kedua mobil itu. Hampir saja Yoga bertemu dewa mautnya , namun ternyata ia selamat. Sebuah keajaiban benar benar terjadi. Ternyata Yoga yang berniat tulus itu mendapat pertolongan Tuhan . Ia bisa selamat dari kematian.
Guntoro benar benar bersyukur Yoga selamat. Ia tak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi pada Yoga , jika tidak ada mobil itu. Tubuhnya akan hancur bersama mobil itu. Sungguh mengerikan. Ia sampai menjatuhkan air matanya.
Eagle tersenyum. Terlebih saat melihat pengendara mobil itu keluar dari mobil yang menghadang mobil Yoga terjun bebas ke jurang. Seorang wajah yang tak asing di mata mereka ..Dia adalah Romi.
" Tamu undangan nya tiba tepat waktu..." ucap Eagle.
" Romi..?" Guntoro tak sanggup berkata sepatah pun melihat tenyata Romi lah yang menyelamatkan anaknya.
" Yog...kau tak apa apa.." ucap Romi seraya membantu Yoga keluar.
" Ya..." Jawab Yoga. Ia keluar dari mobil dengan tubuh gemetar . Ia masih shock. Ia hampir saja mati dengan cara yang begitu menakutkan.
Romi tanpa rasa takut sama sekali menghampiri Eagle dan langsung melayangkan sebuah pukulan keras ke mukanya. Eagle jatuh .Ia langsung mencekal dan menarik kerah baju nya.
" Bajingan kau Eagle...Beraninya kau mencoba membunuh adikku ! " Romi berteriak pada Eagle.
Melihat itu anak buah Eagle langsung mengacungkan senjatanya pada Romi. Begitu banyak pistol dengan aneka macam jenis mengarah ke kepala Romi.
Eagle tersenyum. Dan memberi isyarat pada anak buahnya agar tidak menembak Romi. Ia melepaskan diri dari ce\_kalan Romi dan berdiri di depannya.
" Aku baru tahu alasanmu kenapa membela adikmu itu Rom..Benar benar lucu..Iblis bisa punya anak berhati malaikat.." ucap Eagle dalam senyumannya.
" Kau mati satu , kami mati satu itu impas brengsek...Kenapa kau mau lebih?... Kalau kau membunuh Yoga berarti kau mau serakah..Dua nyawa untuk satu nyawa.. Kau ingin aku juga membunuhmu?!" tanya Romi tanpa gentar meski pistol pistol itu mengarah padanya. Sekali perintah saja, puluhan peluru bakal menembus tubuhnya.
Eagle memberi isyarat untuk menurunkan senjata pada anak buahnya.
" Pedagang itu tidak mau rugi...pasti cari untung kenapa aku tidak..."
" Ini bukan dagangan..ini Nyawa !!!" Kata Romi cepat
" Hahaha..." Eagle tertawa.
" Aku sudah menang kan..Brati kami bebas..." Kata Yoga. " Aku sudah menuruti semua kata katamu...Jadi biarkan kami pergi "
" Jangan buru buru Yoga...Ini belum selesai. Kau selamat karena ada Romi..Itu curang..."
" Kau yang curang, rem mobil itu blong. Kemudinya juga rusak . Kau sengaja ingin membunuhku bukan bertaruh denganku. "
" Hahaha...Aku kan tak bilang keadaan mobil itu tadi kan. Aku cuma menyuruhmu agar berjuang hidup.."
" Sekarang katakan apa mau mu ?" Tanya Romi langsung.
" Karena Romi ikut andil di sini , jadi aku masih punya dua pertaruhan lagi. Yang pertama itu tadi. Anggap saja kau menang. Tinggal 2 lagi. Kalau kalian berhasil aku aku benar benar akan melepaskan kalian. Aku cukup puas bermain dengan kalian " kata Eagle
__ADS_1
" Janji kau akan menepatinya?" tanya Yoga.
" Aku selalu menepati janjiku..Tanya pada Romi kalau kau ragu. Dia tahu betul siapa aku. "
" Baiklah. Katakan sekarang.." kata Yoga kemudian.
" Kali ini mudah..Aku akan meletakkan 3 botol anggur di meja ...Kalian tembak botol itu sampai pecah . Aku beri 5 peluru. Botol itu harus sudah hancur "
Anak buahnya segera meletakkan 3 botol berisi anggur merah itu di sebuah meja yang berjarak 7 meter dari tempat mereka berdiri.
" Siapa diantara kalian yang akan menembaknya.."
" Aku saja " Kata Romi . Ia sudah terbiasa bermain dengan pistol tidak seperti.Yoga yang sama sekali tidak pernah menyentuh senjata api itu.
" Dor.." ' Prang..'
Tembakan pertama Romi berhasil mengenai sasaran . Seiring letusan pistol , botol anggur itu pecah dan isinya yang merah itu tumpah kemana.
" Dor " ' Prang ' Begitupun tembakan kedua
.
*Ini yang terakhir...harus tepat sasaran*..
.
" Dor " ' Prang'
' PLOK PLOK PLOK '
" Dan ini pertaruhan kita yang terakhir. Aku akan meletakkan sebuah apel di sana. Dan kalian harus menembak tepat apel itu dalam 3 Shoot. Jika gagal kalian semua mati. "
" Itu mudah " Kata Romi yang yakin dengan kemampuan menembaknya.
" Karena tadi kau sudah menyelesaikan misi kedua...Misi ke tiga ini giliran Yoga. Yoga yang akan menembaknya . Dan salah satu di antara kalian akan duduk di sana dengan membawa apel di atas kepala. "
Ketiganya ternganga. Salah satu dari mereka akan berada di ujung maut dengan membawa apel di atas kepala. Dam Yoga yang amatir , tidak pernah memegang senjata. Jika tembakannya meleset , nyawa melayang dan Yoga akan menjadi seorang pembunuh.
" Ini konyol...Yoga sama sekali tidak pernah memegang senjata...Kau ingin membuatnya menjadi pembunuh?" sahut Romi cepat.
" Kalian mau bebas tidak? Kalau kalian mau bebas, lakukan. Kalau tidak kalian semua akan mati sekarang di tangan anak buah ku.." Eagle mengucap penuh penekanan dan ancaman.
" Kalau begitu setidaknya biarkan aku yang menembak.." Kata Romi.
" Tidak Rom , Yoga yang akan menembaknya " timpal Eagle. " Kau atau Guntoro yang duduk si sana membawa apel?"
" Aku " jawab Romi.
" Oke.."
" Tidak Eagle..Aku saja.." kata Guntoro mencegah Romi.." Kau sudah cukup berkorban untuk kami Rom..Sekarang giliran ku. Aku yang akan menjaga kalian.."
" Tapi Tuan Besar..."sangkal Romi.
__ADS_1
" Nyawaku ini tidak berharga di bandingkan kalian. Kalau aku mati kalian masih bisa tetap hidup untuk menjaga cucu cucuku...Xavier, Cinta, dan Kesha...Anak anak kalian adalah cucu cucuku..."
Romi terhenyak. Hatinya ter\_sentil saat. Guntoro menyebut nama anak nya.
.
*Jadi dia sudah tahu Kesha adalah anakku? Pasti Yoga yang menceritakannya*.
Bocah manja ini ternyata bisa menyadarkan Papanya yang berhati iblis ini...
Tapi sayangnya semua sudah terlambat...Ia akan mati di tangan Yoga anaknya sendiri..
.
" Kak aku tidak bisa.." ucap Yoga dengan mata berkaca kaca saat melihat Guntoro sudah di dudukkan di kursi target dengan buah apel di atas kepalanya. " Kalau tembakan ku meleset aku bisa membunuh Papa..Aku benar benar tidak bisa Kak.." ucap Yoga pelan pada Romi.
" Kau harus melakukannya jika ingin bebas dari Eagle. Yakinlah, kau pasti bisa.."kata Romi
Yoga menggeleng. Ia benar benar tidak sanggup. Tangannya sampai gemetaran. Ia ragu untuk menyentuh senjata api di depannya itu.
" Karena Yoga amatir, aku memberi banyak pilihan senjata. Kau tinggal pilih sesukamu. Ingat 3 tembakan saja " Kata Eagle.
" Lakukan Yog...kau pasti bisa.." kata Romi.
Dengan tangan gemetar Yoga mengambil sebuah pistol. Ia lalu mengarahkannya pada apel di atas kepala Guntoro.
' Dor..'
Tembakan Yoga nyasar entah kemana..Sama sekali tidak mengenai apel tersebut.
' Dor '
Bersamaan dengan itu darah segar keluar dari lengan Guntoro. Tembakan Yoga nyasar dan menggores Lengan Guntoro.
Eagle tersenyum senang melihat Guntoro terluka.
" Aku tidak bisa.." Yoga menjerit pilu dalam hati melihat keadaan Papanya yang terluka karena dirinya. Ia hampir saja membunuh Papanya dengan tangannya sendiri.
" Tidak apa apa Yog...Aku tidak akan menyalahkan mu jika tembakan mu mengenai ku... Yakin anakku ....Kau pasti bisa..." Kata Guntoro sambil memegangi lengannya yang tergores peluru Yoga.
" Yog...aku percaya kau pasti bisa.. Yakin Yog.. Percaya lah pada dirimu sendiri. " dukung Romi.
Yoga sesaat terdiam dan menghela nafas panjang. Ia harus menenangkan dirinya dan gejolak kekalutan jiwanya. Ia harus tenang dan fokus jika tidak ingin membunuh Papanya.
Yoga kemudian mengganti senjata yang akan di pakainya . Ia memilih sebuah sniper yang biasa di gunakan untuk tembakan jarak jauh. Ada teropong kaca kecil di sana yang membantunya agar tembakannya tepat ke target.
Yoga memicingkan matanya mencari titik pas ke apel itu. Ia tidak ingin salah tembak dan mengenai kepala Papanya. Satu peluru itu bakal menentukan hidup dan mati mereka bertiga. k berhasil mereka bebas, jika gagal mereka semua mati. Terlebih ia akan mendapat predikat baru yakni pembunuh Ayahnya sendiri.
.
*Tuhan...tolong aku..Tolong kami sekali lagi*..
.
' Dor '
" Mati kau Guntoro.. Mati di tangan anakmu sendiri .."ucap Eagle.
__ADS_1