KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
188. MENATA HIDUP


__ADS_3

" Cinta, Kesha, Alisha dan Andrew saja..Mereka semua sepantaran.." kata Andi.



" Boleh boleh.." Romi ,Yoga, Bisma mengangguk setuju.



" Kesha dengan Alisha dan Cinta dengan Andrew..Ok gak ni ? " tanya Andi.



" Oke !!! " Jawab mereka kemudian..



" Semoga mereka benar benar berjodoh kelak.."



" Amin.."


.


.


.


.


Dafa , Dafi , Xavier dan Andres tersenyum lega. Mereka bebas dari kesepakatan perjodohan orang tua mereka.



" Maaf kami datang terlambat..."



Semua orang menoleh ke arah sumber suara dan terlihatlah Ricky dan keluarganya tiba. RICKY, Richa, Mischa dan adiknya yang nampak seumuran dengan Keempat anak yang di jodohkan tadi.



" Selamat datang Ricky.." Romi menyambut kedatangan mereka dengan ramah.Yoga, Andi , dan Bisma juga turut menyambut juga istri istri mereka.



" Kok lama , Kak?" tanya Yoga pada kakak sepupunya itu.



" Habis...jalan nya Macet..dan kami bingung mencari alamat Romi. Baru kali ini aku ke Jakarta.." jawab Ricky.



" Ayo makan dulu ...Nanti setelah itu kita ngobrol ngobrol bareng.."



Dafa dan Dafi mendatangi Om dan tantenya itu. Mereka bersalaman dan tersenyum.



" Ya Ampun...ini si Kembar itu..Anak mu sudah besar Yog..Dewasa.."



" Tentu dong Mas...Perjaka perjaka ku ini sudah seumur pengantin...Mereka siap menikah .." kata Yoga bangga akan anak anaknya.



" Nah kebetulan dong Yog..Jodohkan salah satu si kembar dengan anak gadis Ricky ini...Tuh mereka serasi..." timpal Romi.



" Ya Ampun...Kukira kita sudah lepas dari perjodohan orang tua kita " bisik Dafa pada Dafi. Dafi mengangguk angguk.



" Hei...memangnya masih jaman ya acara jodoh menjodohkan anak?.....Ini 2022 lho.." timpal Ricky.



" Mas Ricky tidak mau besanan sama aku?" tanya Yoga to the poin.



" Siapa sih yang nolak Yog...Aku tidak bilang 'Tidak'... "



" Hahaha.. Ternyata dia juga tidak keberatan " kata Andi sambil tertawa.



" Tapi aku lebih menghargai keinginan anak si...Mischa kau mau tidak di jodohkan dengan salah satu si kembar itu?" tanya Ricky langsung pada anaknya. Ia pun juga tidak mau bertele\_tele.



Mischa tersenyum sambil menunduk malu malu . Sepertinya iapun tidak keberatan.



" Dafa atau Dafi?" tanya Yoga pula.



Mischa, Dafa dan Dafi saling terdiam. Dafa dan Dafi yang kembar identik itu memang tiada beda sama sekali. Mereka sama persis. Dan mereka juga anak yang baik dan patuh pada orang tua nya. Rasanya memilih Dafa atau Dafi itu sama sama pilihan baik. Mereka pasti akan bertanggung jawab pada pasangannya .


__ADS_1


" Dafi saja Pa.. Mereka sudah pernah pacaran dulu...Tinggal melanjutkan .." kata Dafa kemudian. Ia tahu Dafi dan Mischa saling menyukai sejak lama. Namun karena harus ikut orang tuanya dan lama tak ada kontak hubungan mereka pun akhirnya berakhir.



" Wah..bagus itu..."



" Ya sudah...Dafi dan Mischa saja...Sana kalian ta'aruf..."



Dafi dan Mischa cuma tersenyum sambil menunduk malu.



" Mereka saling menyukai ini.. "



" Cocok..."



" Tampan dan cantik...Serasi sekali..." Semua mendukung keduanya.



" Sementara mereka nanti bertunangan dulu. Biar Dafi kerja dulu. Nanti kalau sudah mapan baru menikah.." kata Yoga yang sudah menyiapkan rencana untuk anak anaknya. Ia tidak ingin Dafi menikah sebelum benar benar siap lahir dan batin.



Meski Dafa dan Dafi anak tirinya tapi ia tidak membedakan mereka. Ia ingin anaknya hidup mapan. **Karena harga diri seorang laki laki adalah bekerj**a. Ia ingin Dafi berdikari dan kuat ekonominya agar kelak bisa mensejahterakan keluarganya.



Dafa lalu menjauh. Ia kemudian bergabung dengan adik adiknya yang sedang berkumpul dengan teman teman seumurannya. Ia menemani Cinta adik kesayangannya.


.


.


" Yakin ?" tanya Dafi pada Dafa saat mereka berdua berada jauh dari orang tuanya.



" Tidak masalah " Jawab Dafa.



Dafi bertanya seperti itu pada Dafa bukan tanpa sebab. Karena sejak pindah ke Australia , komunikasinya dengan Mischa semakin lama semakin berkurang. Ia bahkan sudah memiliki pacar seorang bule di sana . Walau cuma pacaran beberapa bulan dan kemudian putus .



Dafa lah yang lebih dekat dengan Mischa ketimbang dirinya. Mereka sering video call dan berkirim pesan pula.




" Aku tidak mau buru buru menikah. Kerja saja juga belum...."



Kembar identik , paras sama, kepintaran juga sama, bahkan tipe gadis kesukaan juga sama. Namun salah satu harus mengalah.



" Lagipula...Mischa menyukai mu.." lanjut Dafa.



Perasaan seseorang tak bisa di paksakan. Dan salah satu harus mundur teratur demi kebaikan semuanya.



Dafi terdiam. Bukan ia tidak menyukai Mischa, ia hanya merasa tidak enak karena Dafa juga menyukainya.


.


.


.


" Setelah ini kalian mau kemana?" tanya Romi pada Yoga dan Kristy.



" Kami kembali ke rumah warung Ibu. Ibu di boyong Mas Ricky ke Bali. Dan kami sudah sepakat membeli rumah dan tanahnya. Kami akan membuka usaha di sana. "



" Aku membangun Perusahaan Pratama ini kembali untukmu Yog..Kembalilah mengurus Perusahaan mu, untuk tempat tinggal aku bisa membelikan kembali rumah lamamu untuk kau tempati lagi..." kata Romi.



" Tidak Kak...Itu perusahaan Kakak...kakak yang membangun nya ...Berarti itu milik Kakak " tegas Yoga.



" Tapi aku membangunnya kembali dengan uang Papa mu.. Itu berarti uangmu juga "



" Sejak aku memutuskan meninggalkan keluarga Pratama...aku sudah tidak ingin berhubungan lagi dengan semua yang terkait dengan Papa .. Aku sudah lepas dari Pratama.. Dan aku ingin hidup sendiri dengan kemampuanku sendiri .



" Rumah, apartemen dan Restoran mu di Surabaya bagaimana? " tanya Andi. " Setidaknya kau bisa mengelola nya....Ayolah Yog...jangan keras kepala...Perusahaan Pratama mu tinggal 2.. Dan ini benar benar usaha murni kami dari pekerjaan halal..Lagi pula anakmu juga banyak... Setidaknya kau bisa melanjutkan mengelolanya. " bujuk Andi.

__ADS_1



" Kalau aku..tidak " Yoga tetap bersikeras pada keputusannya. " Tapi jika anak anak ku nanti bersedia , aku tidak akan melarangnya. "



" Kami mau membuka restoran ibu.." kata Kristy pula.



Romi dan Andi tak berkutik dengan kekerasan hati Yoga. Yoga sama sekali tidak tergoda hidup mewah santai di hari tua nya. Padahal jika mau, ia tinggal terima jadi. Tidak perlu merintis lagi semua dari nol. Hidup santai tanpa beban , tak perlu bingung mencari uang, semua sudah tersedia. Namun ia malah memilih membuka usaha barunya sendiri.



" Kalau begitu buka lagi resto mu yang di surabaya..Anakmu 4 Yog...Kau bisa menggunakan itu untuk Dafa atau Dafi ...Mereka bisa belajar bekerja..." usul Andi.



" Kurasa itu bukan ide buruk " kata Romi pula.



" Coba kalian tanya langsung besok pada Si kembar.." Ucap Yoga kemudian.


.


.


.


" Aku mau Pa.." Kata Dafa saat di tawari membuka restoran Mamanya dulu dan tinggal di apartemen lama mereka lagi. Karena selain ingin berusaha mandiri, ia ingin menjauh dari Dafi yang pasti akan sering bertemu dengan Mischa setelah mereka bertunangan. Mungkin malah akan mulai tinggal bersama. Ia lebih memilih menjauh daripada melihat kemesraan keduanya.



" Baiklah...kalau itu keputusanmu.." Yoga pun menyetujuinya.



" Berani tinggal sendiri?" tanya Kristy menggoda putra nya.



" Ah...Mama ini...Aku sudah 23 bukan anak kecil lagi Ma..." jawab Dafa.



" Buat Mama kau tetap putra kecil Mama.."



" Ih Mama..." ucap Dafa sambil memeluk Mamanya itu .



" Lihat..kau saja masih manja seperti ini.." Kata Kristy pula.



" Hehe..." Dafa cuma tersenyum.



" Sebenarnya sayang sekali ijazah kalian. Kalian lulusan sekolah luar negeri tapi malah jadi wiraswasta. Mending kalian bekerja di perusahaan ku saja " Kata Romi.



" Kami bukan Pratama " jawab Dafa dan Dafi bersamaan.



" Bukan kami yang berhak berada di sana..Tapi Xavier dan Cinta .." kata Dafi.



" Tidak apa apa kan...kalian juga anak anak Yoga..." kata Romi.



" Kami membangun Restoran kembali saja " kata Dafa pula.



" Baiklah baiklah...kalian ini Ayah dan anak yang sama sama keras kepala...Suka suka kalian saja...Tapi jika ada kesulitan, jangan lupa hubungi aku...Aku ini keluarga kalian " kata Romi pada Yoga dan Anak kembarnya.



" Dan Xavier...Kamu sekolah di sini saja bersama Kesha...Kamu sudah mau SMA...aku akan mendidik dan menggembleng mu sampai kau menjadi pengusaha Sukses menggantikan aku kelak. Kau seorang Pratama. Kau dan Kesha...kalian yang kelak akan menjadi penerus keluarga Pratama " kata Romi.



Xavier dan Kesha mengangguk. Yoga tidak keberatan keputusan tersebut karena Xavier mau mau saja sekolah di sana.


.


Mending sekolah di Jakarta...daripada di kampung pedesaaan bersama Mama dan Papa...


.


.


Batin Xavier. Ia yang sudah terbiasa hidup di negara maju sejak kecil tentu sulit tinggal di kampung .Lebih baik tinggal Pamannya dan bersekolah di kota metropolitan itu.



Beda dengan Dafa dan Dafi yang sedari kecil sudah merasakan banyak kepahitan hidup. Tinggal No maden.. pindah ke sana ke mari..Mereka lebih suka tempat yang damai sejahtera bersama Mama dan Papa mereka.



Sekarang perjuangan baru anak anak itu akan di mulai, kisah cinta , karir dan kehidupan mereka menuju ke kedewasaan baru akan di mulai sekarang.

__ADS_1



" Kalau ngatur ngatur gini , Kak Romi jadi mirip Papa.." timpal Yoga sambil tertawa.


__ADS_2