
' Tidak mau menyentuhku?...Huh... Itu cuma omongan di awal saja Yoga.. Kucing mana yang tidak mau di beri ikan?... Tuan muda Konyol...Aku justru tertantang untuk menaklukkan mu.. ' Batin Kinara.
" Lakukan saja.." jawab Kinara.
Yoga dan Romi benar benar tak percaya mendengar kata kata Kinara. Sebegitu nekadnya ia mau menjalani pernikahan seperti itu? Demi apa? Demi harta benda? Kedudukan? Atau karena ego semata?
"Baiklah... Kau tentukan sendiri tanggal pernikahannya.. " ucap ku.
.
.
.
Keesokan harinya. Bisma berangkat menuju kantor pusat perusahaan sesuai arahan yang Romi.
" Pratama Cor\_poration? " Ia benar benar heran dengan Share lock yang di kirimkan oleh Romi.
Pratama? Hal itu mengingatkan nya pada sahabatnya dulu. Yoga Putra Pratama. Kenapa namanya mirip dengan nama panjang Yoga? Ia benar benar heran. Itu cuma kebetulan saja atau....Ia menerka\_nerka.
Bisma mengemudikan mobilnya menuju ke alamat dengan berbekal google map.
" Anda telah sampai di tujuan "
Bisma menatap penuh takjub ke sebuah bangunan raksasa mencakar langit yang begitu luas dan besar. Entah berapa lantai puncak tertingginya. Ia tak sanggup menghitungnya. Sebuah papan nama perusahaan bertuliskan Pratama terpampang di depannya.
Bisma turun dari mobilnya dan melapor ke pos satpam.
" Bisakah saya bertemu dengan Tuan Romi?" tanya Bisma.
" Sudah buat Janji?"
" Ya.."
" Anda?"
" Bisma.. Bisma Panduwinata"
" Oh betul.. Tuan Romi sudah berpesan tadi. Tuan Bisma silahkan Anda menuju ke lantai 40..Tuan Romi menunggu anda..."
Bisma kemudian memasuki mobilnya kembali dan segera mencari tempat parkir. Sesudah itu ia memasuki lobi perusahaan . Ia langsung melapor ke resepsionis . Seorang pria penjaga segera mengantar ia ke lift menuju ke lantai 40.
" Itu ruangan Tuan Romi "
" Terima kasih Pak..."
Bisma mendatangi meja sekretaris yang di sana terdapat beberapa orang sekretaris cantik duduk di depan ruangan Romi. Dan salah satunya adalah Kinara.
" Saya ingin bertemu Tuan Romi "
" Anda Tuan Bisma ? " tanya Kinara yang melihat jadwal temu janji Romi dan Yoga.
" Iya.."
" Silahkan..." Kinara mengetuk pintu ruangan Romi. Dan sesudah itu Bisma dan Kinara memasuki ruangan tersebut.
" Tuan Romi.. Ada tamu.."
Romi yang duduk di meja kerjanya sambil menatap layar komputer menghentikan pekerjaannya.Ia kemudian bangkit dan menghampiri Bisma.
" Kau sudah sampai Bisma..Selamat datang kembali ke tanah air " Romi menyambut kedatangan Bisma dengan senyum .Berjabat tangan dan menepuk punggung Bisma. Bisma cuma tersenyum.
" Duduk dulu.." ucap Romi mempersilahkan Bisma duduk di depan meja kerjanya.
Bisma diam sambil menatap nama kaca yang terpajang di meja Romi. "' Romi Sanjaya " Asisten CEO
__ADS_1
" Bagaimana tempat tinggal mu?...Kau menyukainya?" tanya Romi.
" Iya tuan.."
" Jadi bagaimana? Mau bekerja lagi atau resign?"
" Resign "
Romi tersenyum. Bisma ternyata benar benar tak tergoyahkan. Hebat sekali dia
" Ya sudah . Kita langsung menghadap Tuan Besar saja.."
Romi dan Bisma kemudian segera keluar dari ruangan Romi dan menuju ke ruangan Yoga.
" Nara..buatkan teh " ucap Romi sesaat sebelum memasuki ruangan Yoga.
Kebetulan saat itu Guntoro sedang ada di dalam . Ia senang sekali dengan keputusan Yoga yang bersedia menikahi Kinara. Senyum sumringah tergilas di wajah bahagianya.
" Masuk.." ucap Yoga saat mendengar suara pintu di ketuk. Yoga yang masih berkonsentrasi menatap layar laptopnya mengabaikan kedatangan Romi.
Romi segera masuk ke sana di ikuti oleh Bisma. Ia menghadap Guntoro setelah memberi hormat.
" Ada apa Romi?"
" Saya mengantar Bisma. Dia hendak menyerahkan surat resign "
" Kenapa tidak ke bagian personalia saja?" tanya Guntoro.
" Karena dia pegawai rekomendasi..."
" Oh.. Yoga.. kau urus ni.."
Demikian pula halnya dengan Yoga. Yoga tak bisa berkata sepatah katapun saat melihat Bisma di sana. Sahabat baiknya dulu itu kini berada di ruangannya.
" Bisma?"
" Yoga ?"
Dan tanpa kata keduanya saling berpelukan. Keduanya saling tersenyum.
" Bukankah dia yang kerja di Australia itu?" tanya Guntoro
" Benar Tuan Besar. Dia teman Yoga di kampus dulu " jawab Romi sambil tersenyum.
Guntoro tersenyum .Melihat Yoga yang tersenyum bersama dengan Bisma.
" Sudah lama sekali tak bertemu denganmu. Kau banyak perubahan Bro.. " Yoga senang sekali bisa bertemu dengan Bisma. Demikian halnya dengan Bisma.Ia juga senang bisa bertemu dengan Yoga.
" Kak Romi ini..benar benar mengerjai ku..Katanya ada tamu penting yang mau kemari..ternyata kamu Bis.. benar benar kejutan.." ucap Yoga. Romi dan Bisma tersenyum.
' Ini baru kejutan pertama Yog... yang selanjutnya Shock terapi.. Kau akan senam jantung..' batin Romi
.
.
" Jadi ...kau mau resign Bisma? " tanya Yoga saat mereka duduk bersama di ruangan Yoga
" Iya... Aku benar benar tidak tahu kalau selama ini kau yang membantuku Yog.." ucap Bisma.
" Hehehe... kan kalau tahu kau pasti menolaknya.." Yoga sudah paham betul dengan Karakter Bisma. Ia pasti takkan mau di bantu .
__ADS_1
" Aku jadi tidak enak " ucap Bisma.
" Biasa sajalah Bis.. aku cuma membantumu memberi pekerjaan. Selanjutnya semua karena kemampuanmu sendiri. Kau hebat bisa kerja 5 tahun di negeri orang. Kenapa sih mau resign segala...
" Aku mau pulang kampung. Buka usaha sendiri "
kata Bisma.
" Yaaaah...padahal kita baru bertemu..sudah mau pisah lagi..." sesal Yoga
" Silahkan..ini tehnya.." Kinara datang mengantarkan minuman untuk mereka semua.
" A..Bisma.. sebaiknya kau tunda sebentar resign mu.. Sahabatmu Yoga ini bulan depan mau melangsungkan pernikahannya. Dan itu calon mempelai wanitanya.Kinara.." Guntoro memperkenalkan calon menantunya.
Yoga nampak biasa saja reaksinya. Ia tak nampak tersenyum bahagia dengan kabar penikahannya.
" Iya Bisma..Tunggu sebentar saja. 1 bulan ini kau kerja saja bersama kami di sini. Sesudah pernikahan Yoga kau boleh berhenti kerja.."Romi juga turut membujuknya.
" Bagaimana ya..."
" Ayolah Bisma.. 1 bulan saja.." Romi membujuknya lagi.
Itu terasa janggal di mata Yoga. Kak Romi yang biasanya dingin , acuh dan tak mau tahu kenapa jadi seperti itu. Seolah ia senang melihat ia menikah dengan Kinara dan ia ingin menunjukkan itu pada Bisma.
" Bagaimana Bisma?" tanya Guntoro.
Bisma menghela nafas panjang. dan akhirnya kemudian menjawab " Baiklah "
Romi dan Guntoro tersenyum. Juga Kinara. Yoga tampak datar saja ekspresinya.
' Tunggu kejutan kedua Yog..' batin Romi.
.
.
.
.
' Ting '
Sebuah pesan masuk ke hp Yoga dari Bisma. Bisma yang barusan mendapat nomor baru Yoga mengirim pesan melalui WhatsApp nya.
" Ku tunggu di bawah " tulis Bisma
" Oke.." jawabku.
Aku segera meninggalkan ruang kerjaku dan turun dengan lift. Di parkiran aku melihat Bisma duduk di dalam mobilnya.
" Kita ngobrol yuk.." Ajak Bisma.
" Kemana ?" tanya ku.
" Ke cafe dekat sini saja "
" Oke.."
Aku pun segera masuk ke mobil Bisma. Bisma mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah Cafe. Kemudian mereka memesan kopi dan camilan.
" Rasanya seperti bernostalgia saat saat di kampus ya...? " ucap Bisma.
" Ya..." jawab Yoga singkat .
" Bro... jujur ke gue.." Bisma mulai berkata. " Lo yakin mau menikah dengan wanita tadi?... Lo kelihatan banget gak mencintai dia..Pernikahan kalian seperti keterpaksaan.." ucap Bisma.
Ya Tuhan...sahabat gue ini... baru sekali ketemu dia sudah memahami isi hati gue...
__ADS_1
Aku begitu tersentuh dengan perhatian Bisma. Dia memang benar benar sahabatku. Dia bisa mengerti aku.😔