KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
126. PERTEMUAN MENGHARUKAN


__ADS_3

"Kris...Aku berangkat dulu.."



" Iya..." Jawab Kristy saat Bisma hendak berangkat ke kantornya.



Bisma tidak melihat keanehan di wajah Kristy seperti tadi malam. Kristy dan Yoga sama sama aneh. Yoga pergi begitu saja tanpa berpamitan sedang Kristy langsung masuk ke kamarnya dengan membawa serta Xavier dan mengunci kamarnya.



Tapi pagi ini dia sudah bersikap seperti biasanya. Bangun tidur , memasak untuk sarapan mereka dan juga mengurus Xavier. Bisma bisa tersenyum lega berangkat kerja pagi ini.



Kristy dan Xavier mengantarnya sampai ke depan . Dan seperti biasanya Xavier ceria dan bermanja\_manja padanya.



" Bye Daddy...mu\*ah..." ucap Xavier sambil melambaikan tangannya dan memberikan ciuman jauhnya.



Bisma tersenyum membalas lambaian tangannya dan segera melajukan mobilnya menuju ke perusahaan Pratama.


.


.


Baru beberapa saat Bisma pergi terdengar suara bel pintu berbunyi.



Kristy nampak ragu untuk membuka pintu.



" Mommy ...open the door , please... " Xavier meminta Mamanya membuka pintu karena ia tak bisa membukanya. Handle pintunya terlalu tinggi. Terlebih Kristy juga menguncinya.



Kristy perlahan membuka slot kunci pintu tersebut dan membukanya. Dan terlihatlah sosok tamunya yang tak lain adalah Yoga.



" Uncle Yoga? " ucap Xavier yang mengenali Yoga yang tadi malam datang ke rumah mereka.



" Mas..." Kristy tak sanggup berkata apa apa karena Yoga langsung memeluknya.



Seketika air mata Kristy membanjir mengalir di wajah cantiknya. Ia menangis sembari memeluk Yoga dengan erat pula . Demikian halnya Yoga. Ia pun tak kuasa menahan rasa haru nya.



Rasa rindu yang tertimbun selama bertahun tahun mereka lampiaskan dengan saling berpelukan erat. Rasanya seperti mimpi mereka bisa bertemu kembali.



" Mas Yoga.. ini benar benar kamu.." ucap Kristy sambil menyentuh wajah Yoga. Ia masih belum bisa percaya kalau sosok yang di lihatnya itu benar benar suaminya yang di kabarkan sudah meninggal 3 tahun lalu.



Sambil menangis tersedu ia menyentuh wajah Yoga . Pipinya , hidungnya , rambutnya bahkan bibirnya...Semua itu benar benar nyata



" Kau masih hidup... benar benar hidup.." ucap Kristy saat merasakan desah nafas Yoga di jemari lentiknya dengan air mata yang tertumpah bak air bah.



" Iya Kris... Ini aku.. " ucap Yoga sambil mengusap air mata Kristy dengan jarinya.



" Ku..ku pikir aku tidak akan melihatmu lagi selamanya.. " ucap Kristy dengan bibir bergetar



Tanpa kata Yoga kembali memeluknya dengan erat. Ia biarkan Kristy menangis sepuasnya dengan isak tangis di dadanya untuk menumpahkan semua rasa yang terpendam di hatinya.



" Why are you both crying ?" tanya Xavier yang tidak mengerti kenapa Mama dan uncle nya menangis bersama.



Yoga meraih Xavier dan membawanya mendekat.



" Anakku..." ucap Yoga .Ia pun memeluk Xavier dan Kristy bersama.



Xavier yang berada di tengah peluk tangis Mama dan Uncle nya menatap keduanya.

__ADS_1



" Don' t cry Mommy..Don' t cry uncle.." ucapnya lugu.



" I don't want to see you cry mom.." tambah Xavier .Ia benar benar tidak ingin melihat Mamanya menangis dan bersedih.


.


.


.


Kristy , Yoga dan Xavier duduk bersama di sofa ruang tamu setelah puas menangis dan melepaskan kerinduan bersama.



Yoga tiada henti menatap Kristy dan Xavier yang duduk di hadapannya. Xavier duduk di pangkuan Kristy.



" Apa yang terjadi Kris...."



" Sejak kau di kabarkan meninggal ,Tuan Romi buru buru menyuruhku pergi bersama anak anak. Kami tidak tahu kemana tujuan kami tau tau di sana sudah ada Bisma. Dia yang menolong kami. Memberikan tempat tinggal, mencukupi kebutuhan kami dan menyekolahkan Si kembar. Kami tinggal bersama selama 3 tahun ini.. Dan sesudah masa kontrak kerja Bisma habis kami pulang ke tanah air. Bisma ingin berhenti kerja namun di persulit. Ia di suruh bekerja dulu di sini oleh Tuan Romi.."



Kalau mendengar cerita Kristy... Sepertinya Kak Romi sudah tahu semuanya dan merencanakan ini...Dia ingin memisahkan aku dan Kristy..kemudian dia menyatukan Bisma dengan Kristy.


.


Jadi selama beberapa tahun ini Kak Romi bukan tidak mendapat informasi tentang Kristy tapi dia memang sengaja menyembunyikan Kristy. ..



Kupikir itu perbuatan Papa.. Ternyata ini semua perbuatan Kak Romi


.


Yoga benar benar tidak menduga sama sekali kalau ternyata Romi dalang dari menghilangnya Kristy. Ia benar benar tidak habis pikir kenapa Romi melakukannya.



Ia akan memastikan itu nanti dengan bertanya langsung pada Romi. Sekarang ini ia hanya ingin bersama dengan Kristy dan Xavier.



" Jadi Xavier tidak bisa berbahasa Indonesia?....." tanya Yoga. Kristy mengangguk.




" Xavier... come here .. "Dengan patuh Xavier mendatangi Yoga dan duduk di pangkuannya.



" what' s up uncle ?" tanya Xavier



" Do you know that I am...."



Yoga hendak mengatakan pada Xavier kalau dia adalah Ayahnya namun Kristy menggelengkan kepalanya.



Ia seperti tak ingin dirinya memberi tahu kebenaran itu pada Xavier karena Xavier terlalu kecil untuk mengerti. Terlebih saat ini Xavier sudah memiliki Bisma sebagai Ayahnya . Mereka juga saling menyayangi. Kristy tidak ingin membebani pikiran bocah kecil itu. Baginya cukup Yoga dan dirinya yang sama sama tahu kalau Xavier adalah anak mereka.



" Kau tahu Xavier.. Kau adalah penyelamatku.. Kau yang membangunkan aku dari koma.. Kau yang membuatku terbangun dari tidur panjang ku.. Dalam mimpiku kau memanggilku....Aku terbangun.. Aku sadar setelah koma hampir setahun lamanya...Terima kasih sayang..." ucapku sambil mencium lembut kepala anak laki laki ku itu.



Xavier cuma tersenyum walau tak mengerti kataku.



"Sebuah keajaiban aku bisa bangun kembali walau harus menjalani perawatan lama. Aku lumpuh kala itu Kris.. Dan setelah berjuang lama aku baru bisa berjalan lagi. Aku dan Mama ku mencari mu tapi tidak mendapat kabar sama sekali...."Aku berucap dengan kekecewaan .



" Mama mu?"



" Iya..Dia menyesal telah mengusir mu dan cucunya.. Dia sampai meninggalkan pekerjaan dan menutup butiknya. Dia merawat dan menemaniku sampai sembuh . Dia membantuku mencari kalian...Namun akhirnya justru seperti ini.."Aku berucap dengan kekecewaan



Kristy hanya bisa menitikkan air matanya mendengar cerita Yoga. Ia begitu sedih. Rasanya sulit sekali untuk bisa bersama dengan Yoga kembali meski ia masih begitu mencintainya. Apalagi dengan adanya Bisma di antara mereka kini. Rasanya sangat berat.


__ADS_1


" Setidaknya aku masih bisa melihat kalian.. Aku sangat bersyukur bisa melihat anakku.. Terima kasih Kris.. kau tidak menggugurkan Xavier kala itu.. "



Aku memeluk kembali putraku itu. Dia menatap dengan heran kenapa aku memeluknya dengan air mata menghias di wajahku.



" Why do you like to cry uncle?" Tanya Xavier. Aku cuma tersenyum saja sambil membelai kepalanya.


.


.


.


Aku mendatangi Kak Romi di rumahnya. Kak Romi nampak biasa saja seolah ia sudah tahu tentang maksud kedatanganku.



" Kenapa Kakak menyembunyikan Kristy selama ini dariku ?" tanyaku langsung to the poin.



Kak Romi tak menjawab . Ia malah tersenyum



" Jawab Kak. Kenapa Kakak yang paling ku percaya malah memisahkan aku dengan Kristy? Bagaimana Kakak bisa tega menyembunyikan istri dan anak anakku padahal aku mati matian mencari mereka?!!"



" Bagaimana rasanya Yog?... Bagaimana rasanya saat orang yang kau cintai di ambil oleh orang lain.. Oleh sahabatmu sendiri.. Apa kau bahkan pernah memikirkan bagaimana perasaanku saat kau ..adik yang ku sayangi merebut Bulan wanita yang kucintai dengan begitu mudahnya....Hanya karena kau lebih segalanya dariku ...bukan berarti kau bisa seenaknya.." Romi mulai bersuara.



" Dulu kau memenangkan Bulan karena harta benda mu..Sekarang apa kau bisa mengambil kembali Kristy dengan harta yang kau miliki.. Harta yang kau bangga banggakan. Harta yang bahkan bisa membuat Bulan kehilangan nyawanya. Apa kau bisa membayangkan bagaimana rasanya membunuh orang yang kau cintai karena hartamu?"



Aku begitu shock mendengarnya. Apa aku seperti itu. Kapan aku seenaknya ?... Kapan aku bersikap mentang mentang aku anak orang kaya?...



Dan lagi membunuh? Aku membunuh siapa? Satu satunya kesalahan terbesarku adalah kecelakaan yang menewaskan Raka dan Bulan itu. Dan itu bukan karena kesengajaan. Aku sama sekali tak ingin membunuh mereka. Aku benar benar bingung.



" Kau bahkan tidak tahu..Harta benda mu itu di peroleh dari mana? ....Dari air mata dan darah orang orang Yog.. Sudah tak terhitung berapa banyak nyawa yang menghilang untuk menumpuk dan menjaga harta benda kalian termasuk Bulan.



Aku shock benar benar shock. Apa benar semua seperti itu? Aku sama sekali tidak tahu bagaimana sepak terjang Papaku. Yang ku tahu Papa ku memiliki lobi lobi di mana mana dengan segala macam profesi. Mulai dari preman sampai pejabat tinggi. Dan Papa sering menggunakan uangnya untuk memudahkan urusannya.



"Kalau kau mau tahu yang sebenarnya tanyakan pada Papa mu. Apa kau tahu kenapa dia mengangkat anak aku tapi tak pernah sekalipun menyuruh ku memanggilnya Ayah.Dia terus menyuruhku memanggilnya Tuan Besar ...


Itu karena dia menganggap ku anjing peliharaannya.


Aku anjing penjaga mu juga mesin pembunuhnya. Tapi yang paling tidak bisa ku terima.. Dia menyuruh orang untuk menghabisi Bulan. Memang bukan aku yang melakukannya. Tapi aku membantu dia melakukannya.



Mobil yang kalian tumpangi.. tanpa kau banting setir pun sudah pasti akan berbelok ke kiri karena memang direncanakan seperti itu. Truk pasir itu juga sengaja ada di sana.. Semua sudah dalam perhitungan . Mobilmu memang akan ringsek ke kiri dan menghancurkan tubuh Bulan..Karena memang itu tujuannya. Papa mu ingin melenyapkan Bulan "



" Itu tidak mungkin.. Papa ku bukan orang se\_picik itu... Dia merestui hubunganku dan Bulan. Dia bahkan mengijinkan kami menikah..."



" Dia itu ingin jodoh yang sempurna untukmu Yog..Dia tak mau menerima menantu yang cacat sedikitpun. Semua harus sempurna dan tentunya dari golongan yang sama dengan kalian...



Yang aku tak habis pikir..Papa mu masih bisa menggunakan topengnya pada keluarga Bulan. Mereka menganggap Papamu tetap sebagai sahabat , besan dan saudara. Padahal kebusukannya seperti itu. Karena itu aku ingin membalas kalian. Kau dan Papa mu...Aku ingin kalian menderita.. "



Aku shock dengan kejutan penuturan Kak Romi itu. semua sulit ku terima dengan akal sehatku. Kak Romi ternyata menyimpan semua itu selama itu. Aku bahkan bisa mengerti bagaimana sakit hati Kak Romi hingga aku tak bisa membencinya .Aku terlalu memahaminya...



Jika Papa ingin melenyapkan Bulan itu pasti ada yang salah di diri Bulan yang tak bisa di terima Papanya. Ia bisa saja menyuruh kami berpisah bukan diam diam malah merencanakan pembunuhan terhadapnya. Itu memang sungguh terlalu.Papa sangat keterlaluan.



" Dan satu hal lagi Yog.. kenapa aku menyembunyikan Kristy dan anakmu.. Itu karena aku ingin anakmu hidup. Aku ingin menggunakan dia kelak untuk membalas dendam pada Papamu "



Romi benar benar mengatakan semuanya dengan gamblang . Ia tak mau menutupi apapun.



" Kakak boleh melampiaskan semua kebencian kakak padaku.. Tapi jangan sentuh Kristy dan anakku .Mereka tidak bersalah..Aku baru saja menemukan mereka. Aku tidak ingin kehilangan mereka lagi. Dan kalau Kakak masih nekat..Kakak akan berhadapan denganku " Tegas ku.


__ADS_1


*Aku tidak akan membiarkan seorangpun menyakiti mereka. Selama aku masih ada*.... *aku akan menjaga mereka*


__ADS_2